KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
323 - Perlawanan


__ADS_3

Keadaan semakin kacau. Liu Wei Lin melambaikan kipas miliknya dan lantas tersenyum pahit, "Aku selalu merasa bahwa aku ini kuat. Tetapi bukankah agak keterlaluan jika aku menghadapi musuh sebanyak ini?"


Chu Gu Xiang yang mendengarnya pun berkata, "Mereka adalah kultivator yang kebanyakan praktiknya berada di Master Foundation tahap Emas Hitam. Ada tiga orang yang praktiknya bahkan berada di Grand Master tahap Fana. Kalian yang hanya tiga orang ... Aku memang tidak bisa melihat kemenangan akan berpihak pada kalian,"


Liu Wei Lin awalnya ingin membalas ucapan Chu Gu Xiang dengan meledek wanita ini, tetapi dirinya tiba-tiba tersentak kala menyadari sesuatu. Dia pun berkata, "Apa kau bisa membaca praktik para penjaga istana itu?"


"Benar. Kenapa kau begitu terkejut?"


Liu Wei Lin bergegas menghampiri Chu Gu Xiang dan kemudian berjongkok. Dia membuat wanita yang duduk tidak berdaya itu tersentak sampai berkedip beberapa kali.


"A-ada apa denganmu?" Chu Gu Xiang merasa seakan sedang diintimidasi. Dia gugup karena wajah Liu Wei Lin terlalu dekat dengannya.


Liu Wei Lin menutup kipasnya dan tanpa nada berkata, "Kau bisa melihat praktik kultivasi para penjaga itu, maka berarti kultivasi-mu lebih tinggi atau setara dengan mereka, kan?"


"O-oh, tentu saja. Tapi kenapa kau bertanya?"


Liu Wei Lin memperhatikan Chu Gu Xiang dengan saksama sebelum mulai berkata, "Kau tahu situasi kita saat ini, kan? Aku juga selalu melindungimu. Jadi jika kau bisa punya sedikit rasa simpati, maka sebaiknya kau juga membantu kami."


Chu Gu Xiang berkedip mendengar ucapan bernada keluh-kesah dari sosok di hadapannya. Dia pun menghela napas dan kemudian berkata, "Pria tampan. Jika saja aku tidak dalam kondisi terluka parah, apa kau pikir aku akan berlindung di balik punggungmu? Aku bahkan tidak bisa berdiri, jadi bagaimana mungkin aku membantu kalian?"


"Memang kau terluka separah apa? Aku sama sekali tidak melihat ada goresan yang parah di kulit tubuhmu,"


"Liu Wei Lin, apa kau pernah mendengar tentang Kolam Seribu Duka? Tiga kata ini saja bahkan sudah bisa membuat orang lain merinding ketakutan. Lihat, ekspresi wajahmu sampai berubah."


Liu Wei Lin tahu tentang beberapa cerita tentang Kolam Seribu Duka yang dimiliki oleh Sekte Lembah Iblis. Bisa dikatakan, hanya kesalahan paling tidak termaafkan yang akan dimasukkan ke dalam tempat mengerikan itu. Kematian dengan tangan sendiri bahkan lebih baik daripada harus merasakan siksaan di tempat tersebut.


Chu Gu Xiang mengepalkan kedua tangannya, pandangan matanya menajam saat berkata. "Aku tentu saja trauma dengan kejadian di dalam Kolam Seribu Duka, namun kebencianku jauh lebih besar. Jika saja kekuatanku pulih, maka aku pasti akan membuat Qiao Nuan merasakan akibatnya."


Liu Wei Lin mengeluarkan sebuah kantong kain kecil dari balik pakaiannya. Dia berdiri dan melemparkan benda itu pada Chu Gu Xiang dan berkata, "Itu pil yang mungkin bisa membantumu. Entah kekuatanmu akan pulih sepenuhnya atau tidak, tapi kupikir bisa sedikit berguna untukmu."


Chu Gu Xiang tersentak, dia menatap Liu Wei Lin sebelum mengeluarkan satu pil dalam kantong tersebut.


Awalnya, kening Chu Gu Xiang mengerut karena mencium aroma buah yang pekat pada pil ini. Dia tidak pernah melihat ada pil yang tidak beraroma seperti pil pada umumnya, namun karena merasakan hawa kemurnian pil yang besar---dia pun mencoba dengan sedikit mencicipi pil tersebut.


".......... Rasanya manis, sebenarnya jenis pil apa ini?" Chu Gu Xiang memasukkan pil itu ke dalam mulutnya dan terkejut saat benda tersebut lebur begitu saja.


Liu Wei Lin sudah tidak berdiri di depan Chu Gu Xiang. Pemuda dengan kipas di tangannya itu saat ini sedang bertarung melawan para penjaga Istana Teratai Hitam dan membantu Lan Guan Zhi serta Hu Li.


Pil yang dimakan oleh Chu Gu Xiang tidak lain adalah Pil Napas Naga milik Xiao Shuxiang. Sebuah pil dengan efek menyembuhkan yang paling kuat.


!!!


Hanya dalam waktu satu tarikan napas, Chu Gu Xiang bisa merasakan seluruh meridian di dalam tubuhnya terbuka dan bahkan bisa merasakan darahnya mulai mengalir dengan lancar.


"Ini ...." mata Chu Gu Xiang terbelalak, mulutnya terlihat bergerak-gerak tapi tidak mengeluarkan suara. Dia terlalu syok dengan apa yang dialaminya barusan.

__ADS_1


Suara keras dari pertarungan Lan Guan Zhi, Liu Wei Lin dan Hu Li yang sedang berjuang melawan para penjaga istana menyadarkan Chu Gu Xiang. Gadis itu pun perlahan mulai berdiri dan kemudian menarik napas.


Di sisi lain, Lan Guan Zhi terdesak karena harus menghadapi dua orang kultivator yang praktiknya berada di Grand Master tahap Fana. Dia didesak sampai tidak bisa melakukan serangan, bahkan untuk menghindar pun butuh tenaga yang tidak main-main.


Lan Guan Zhi memang kuat, tapi dia juga memiliki batasan fisik. Ketenangan pada wajahnya itu tidak bisa menyembunyikan betapa lelah dirinya sekarang.


"Tuan Muda Lan," Hu Li menapak di samping Lan Guan Zhi dan berkata, "Anda istirahat-lah. Biarkan saya yang menghadapi mereka,"


"Tidak Hu Li, tidak masalah." Lan Guan Zhi menarik napas. Dia memegang erat pedang pusakanya dan menatap ke lurus ke depan. Dia bisa melihat titik lemah lawan, tapi sulit baginya untuk mendekat.


Lan Guan Zhi melihat napas Hu Li yang tidak beraturan. Dia pun mengulurkan tangan dan menepuk punggung pemuda itu. Suaranya tenang saat berkata, "Kau tetap di belakang. Jangan memaksakan diri,"


Hu Li tersentak, apalagi ketika Lan Guan Zhi mulai berjalan di depannya dan langsung melesat. Pemuda itu kembali bertarung sengit menghadapi para penjaga Istana Teratai Hitam.


Hu Li memperhatikan punggung Lan Guan Zhi cukup lama sebelum mulai melesatkan api rubah miliknya. Dia membantu pemuda berpita dahi itu dari belakang ketika suara menggelegar kembali terdengar.


Suara yang keras itu berasal dari tempat yang sangat jauh. Hu Li merasa bahwa sesuatu sedang terjadi di luar dari tempat ini. Firasatnya mengatakan bahwa ada kemungkinan penyusup lain datang ke sekte ini.


Liu Wei Lin sendiri berada dalam situasi yang cukup menegangkan. Dia harus menghadapi enam orang kultivator secara sekaligus. Dia terdesak dan sulit untuk melakukan serangan. Sekali saja kehilangan fokus, maka nyawanya bisa terancam.


"Meski kalian hanya tiga orang, tetapi kami tidak akan berbelas kasih." salah satu penjaga melesatkan serangan yang luar biasa dan teman-temannya pun ikut melakukan hal yang sama.


Liu Wei Lin berdecak dan kemudian melambaikan kipasnya. Serangan yang dahsyat itu berhasil di tangkis olehnya dan bahkan dikembalikan dengan cepat ke arah lawan.


Para penjaga istana terbelalak dan dengan cepat melompat untuk menghindar. Serangan yang datang itu mengenai tanah hingga menciptakan ledakan yang keras.


"Ha ha ha, lucu sekali." salah seorang penjaga tertawa dan kemudian berkata, "Harusnya kau sudah memikirkan risiko yang akan kau hadapi jika nekat masuk ke tempat musuh."


"Jangan pikir bahwa ini tidak adil," seorang penjaga istana ikut bersuara, "Ketidak-adilan selalu datang pada mereka yang tidak memperhitungkan setiap tindakannya dengan baik."


Penjaga lain mendengus dan memberi tatapan yang sini, "Kupikir siapa yang berani menyusup ke tempat ini. Hah, tidak disangka hanya anak muda angkuh yang tidak mengukur kemampuan sendiri,"


"Kalian itu terlalu pemberani atau bodoh? Siapa yang mengajari kalian untuk pergi ke tempat musuh tanpa persiapan?" penjaga istana melirik ke arah rekannya dan seakan memberi isyarat untuk menyerang.


Liu Wei Lin tersenyum dan berkata, "Aku tentunya tidak mungkin datang kemari jika memang tidak mempunyai peluang menang, namun saat ini aku sangat yakin bahwa aku .... Bahkan bisa membunuh kalian,"


"Apa kau masih tidur? Mimpimu itu terlalu tinggi, Nak. Habisi dia..!"


!!


Para penjaga Istana Teratai Hitam baru akan melesat ketika seseorang menapak tepat di depan mereka. Kehadiran sosok tersebut jelas saja sangat mengejutkan.


Liu Wei Lin pun kaget, apalagi dia tahu bahwa orang ini tidak lain adalah Chu Gu Xiang. Dia berkedip dengan tatapan yang terus mengarah pada wanita cantik yang membelakanginya.


Salah seorang penjaga melotot, "Kau ..."

__ADS_1


"Ada apa? Baru sadar bahwa aku juga ada di tempat ini?" suara Chu Gu Xiang terdengar dingin. Jubah putih milik Xiao Shuxiang yang dipakainya nampak dilambaikan oleh angin.


"No-Nona Chu ..."


"Sekarang baru kalian memanggilku, 'Nona'?" Chu Gu Xiang mengepalkan kedua tangannya dan berkata dengan nada kasar, "Penjilat seperti kalian memang pantas mati..!"


"J*****g tidak tahu diri." seorang penjaga menggeram, "Bunuh dia..! Chu Gu Xiang hanya bisa menggertak. Luka yang dia dapatkan dari Kolam Seribu Duka sangat fatal, dia sekarang hanyalah sampah j*****g!"


!!


Mata Chu Gu Xiang terbuka lebar ketika mendengar ucapan dari salah seorang penjaga. Napasnya naik-turun seakan hampir meledakkan emosinya.


Giginya bergemeretak saat dia berkata, "Sampah J*****g? Aku? Beraninya sekali kau menyebutku seperti itu. Hak apa yang kau miliki untuk berani menyebutku dengan ucapan sekasar itu..!!"


Energi spiritual menyelimuti tubuh Chu Gu Xiang dan membuat Liu Wei Lin tersentak. Titik-titik cahaya muncul di udara dan dengan cepat menjadi lambaian kain-kain merah. Kejadian itu sangat mengejutkan para penjaga istana, mereka sampai mundur beberapa langkah ke belakang dengan ekspresi wajah yang sangat terkejut.


"Ti-tidak mungkin ..."


"Ba-bagaimana bisa ....?!"


"Bukankah harusnya dia mengalami luka yang sangat parah. Ta-tapi bagaimana bisa dia ..."


!!!


Hanya sekali gerakan cari, belasan kain merah melesat dengan menyerang para penjaga Istana Teratai Hitam. Bahkan sebuah kain muncul tiba-tiba di tanah dan menangkap kaki salah satu penjaga.


Chu Gu Xiang mengibaskan tangannya dan bersamaan dengan itu---kain merah yang melilit kaki penjaga istana dengan cepat mengencang. Tidak butuh waktu lama sampai kaki penjaga itu terpisah dari tubuhnya. Pemandangan tersebut yang membuat Liu Wei Lin langsung melotot tidak percaya ke arah Chu Gu Xiang.


Tanpa berbalik, Chu Gu Xiang melempar kantong berisi pil yang ditangkap oleh Liu Wei Lin. Dia berujar tanpa nada, "Kau bawa pria manis dan pria tampan yang di sana itu pergi dari tempat ini. Aku tidak bisa gila-gilaan menghajar mereka jika kalian ada, cakupan seranganku terlalu luas. Pergilah,"


Liu Wei Lin memperhatikan Chu Gu Xiang dan kemudian mendengus, "Ini memang bukan sepenuhnya urusanku."


Liu Wei Lin berjalan pergi, dia melesat ke tempat Lan Guan Zhi dan Hu Li. Hanya saja seorang penjaga berseru, berkata kasar bahwa Liu Wei Lin tidak akan bisa lari dari tempat ini.


Penjaga itu hendak melesat, tetapi kain merah Chu Gu Xiang menghalanginya. Dengan nada marah, Chu Gu Xiang berkata. "Aku berdiri tepat di depanmu dan kau berani menyerang orang lain..? Apa Kau Meremehkanku!"


!!


Kain-kain merah Chu Gu Xiang yang melayang di udara dengan cepat mulai menyambar para penjaga istana. Dia ada di posisi mendesak lawan dan bahkan memaksa mereka berusaha keras untuk menghindari serangannya.


"Chu Gu Xiang!" salah seorang penjaga membentak, "Apa kau gila! Kau berani berdiri di pihak lawan?! Jika nona Qiao Nuan mengetahuinya, maka dia akan membunuhmu!"


"Ha ha ha, kau pikir aku takut mati?" Chu Gu Xiang menyeringai sebelum mulai meninggikan suaranya, "Persetan dengan Qiao Nuan..! Kau dan kalian semua akan membayar apa yang sudah kalian perbuat padaku..!"


Chu Gu Xiang mengangkat tangannya dan berseru, "Biānzi...! Seribu Sambaran!"

__ADS_1


!!!


******


__ADS_2