KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
290 - Hei Lian (4)


__ADS_3

Yan Qi Lou marah, "Akan kurobek mulut kotormu itu..!"


"Hmph, kenapa sangat marah? Bukankah kau yang lebih dulu memulainya?" Tetua Jing Yufeng menghindari serangan yang dialamatkan padanya dan kemudian melayangkan serangan balasan. Dia dan Yan Qi Lou bertarung sengit bahkan sampai merusak berbagai benda yang ada di sekitar mereka.


Di sisi lain, murid-murid Istana Seribu Pedang terlihat menghadapi para anggota Sekte Lembah Iblis. Perang itu berkecamuk, tanah yang menjadi tempat kaki berpijak retak dan terbakar. Banyak korban yang berjatuhan.


Sementara itu, Wang Zhao yang berada di dalam hutan nampak berdiri dengan tangan yang memegang kuat pedang kayu miliknya. Dia menatap lurus ke arah Hei Lian dengan raut wajah marah dan kecewa.


Wang Zhao mengeluarkan beberapa kata di antara giginya yang terkatup, ".... Aku membiarkanmu selama ini dan berharap agar kau bisa berubah. Tapi tampaknya, noda hitam di hatimu tidak akan pernah bisa dihilangkan."


"Wang Zhao Gege," Hei Lian tersenyum. "Bukankah kau terlalu naif? Kau sendiri yang memanfaatkan keadaanku. Karena aku tidak ingat apa pun, kau justru malah memanfaatkannya. Aku hanya bermain dan mengikuti sandiwaramu,"


"Hei Lian, sejak awal ingatanmu tidak pernah terganggu." Wang Zhao berujar, "Sejak awal aku tahu kau berpura-pura. Aku hanya tidak mau mengungkapnya untuk memperlihatkan bahwa ada orang dan tempat yang lebih baik dari sebuah tempat yang kau anggap rumah selama ini."


Hei Lian tersentak, tetapi kemudian tertawa keras. "Ha ha ha, Wang Zhao Gege. Rumah? Maksudmu Sekte Lembah Iblis? Ha ha ha, sejak awal aku tidak menganggap tempat itu rumahku. Tidak ada ... Yang bisa menahanku tinggal di satu tempat."


"He Lian..!"


"Wang Zhao Gege, apa menurutmu karena aku masih muda hingga sangat polos untuk tahu segalanya?" Hei Lian menatap tajam ke arah pemuda di hadapannya dan berkata, "Apa kau pikir aku masih butuh orang dewasa yang bisa memperlakukanku sebagai anak kecil? Hah, sama sekali tidak! Aku tidak butuh kau, Chu Gu Xiang termasuk Qiao Nuan."


Hei Lian mengusap sebelah wajahnya dan warna matanya tiba-tiba berubah hitam kelam. Dia bersuara dingin, "Aku sudah lebih dari kuat untuk membunuh kalian semua..!"


!!!


Wang Zhao kesulitan menahan tekanan angin yang tiba-tiba datang. Dia terpental sangat jauh dengan rasa sakit dan sesak di seluruh tubuhnya. Entah bagaimana Hei Lian mempunyai kekuatan sebesar ini.

__ADS_1


Punggung Wang Zhao menghantam sebuah batang pohon sebelum kembali menghantam batu yang besar hingga pecah. Dia memuntahkan darah dan merasakan sakit di punggungnya. Jika ini kultivator biasa, maka mustahil dia akan selamat.


"Ku-kuat sekali ..."


Hei Lian melangkahkan kakinya dan berkata, "Aku sudah lebih dari bersabar selama ini. Benar-benar tidak bisa menahannya lagi. Berani sekali ... Berani sekali orang seperti kalian mengurungku di tempat menyebalkan ini..!"


Wang Zhao berusaha untuk bangun, dia menggunakan pedang kayu miliknya sebagai penyangga tubuh dan kemudian menatap Hei Lian. Dadanya sakit dan dia pun kembali terbatuk darah.


"Tidak ada yang mengurungmu di tempat ini," Wang Zhao masih merasakan sakit di dadanya ketika bicara. Dia pun berkata, "Aku menyelamatkanmu. Tapi sepertinya kau tidak menganggapnya demikian,"


"Hah, menyelamatkan aku? Dari apa?"


"Dari neraka, dari tempat yang tidak layak kau tinggali..!" Wang Zhao mengalirkan energi spiritualnya pada pedang kayunya hingga membuat pedang tersebut retak dan bilahnya pun berubah.


Pedang Wang Zhao bersinar keperakan dan perubahan itu terjadi bersamaan dengan sambaran petir akibat serangan dari Yan Qi Lou di tempat lain.


Wang Zhao tersentak saat Hei Lian kembali melesat, namun kali ini dia sudah siap dan berhasil menahan serangan yang datang.


Di sela-sela pertarungan sengit itu, Wang Zhao berkata. "Apa sebenarnya kau ingin menarik perhatian Qiao Nuan dengan memberikannya kepalaku dan kemudian mencari cara membunuh wanita itu?"


"Ternyata kau cukup pintar," Hei Lian tersenyum, "Wang Zhao Gege. Biar aku katakan satu hal padamu, 'Tidak ada yang namanya kesetiaan di Sekte Lembah Iblis'. Jika aku bisa menjadi pemimpin sekte, kenapa aku harus tunduk dan hanya mematuhi perintah?"


!!!


Sekali kibasan tangan Hei Lian, serangan dari asap merah melintas di samping Wang Zhao hingga membuat pemuda itu membeku. Tanah, rerumputan dan pohon yang dilalui oleh serangan itu meleleh seperti dilintasi angin asam yang tidak hanya panas, tetapi juga beracun.

__ADS_1


Hei Lian tersenyum, "Bukankah bagus Wang Zhao Gege? Aku sengaja membuat seranganku meleset agar kau bisa melihat bahwa aku mampu mengambil nyawamu. Tentu saja, serangan itu terlalu kuat sementara aku membutuhkan kepalamu. Jadi bagaimana jika kita buat kesepakatan, hm?"


Hei Lian berkata, "Akan kuampuni para murid di sekte ini jika kau menebas kepalamu sendiri."


Wang Zhao terkejut. Dia bahkan belum sempat bereaksi saat mendengar Hei Lian kembali buka suara.


"Wang Zhao Gege. Perlu kau tahu bahwa kekacauan ini terjadi bukan karena aku, tapi karena dirimu." Hei Lian berusaha membuat pemuda di hadapannya menjadi putus asa.


Dia berkata, "Sekte Lautan Awan juga diserang adalah karena ulahmu. Kau menjadi incaran anggota Sekte Lembah Iblis dan di mana pun kau tinggal---kau akan membuat orang lain dalam bahaya. Tidakkah ... Kau pernah memikirkan ini?"


Wang Zhao memegang kuat pedang miliknya. Tatapan matanya menajam, tapi sebenarnya hatinya mulai goyah. Sosok di hadapannya benar-benar sudah mengorek luka yang masih belum kering di dalam hatinya.


"Apa kau tidak pernah kasihan pada mereka?" suara Hei Lian terdengar sedih, dia pun berkata. "Kau tidak diinginkan siapa pun, Wang Zhao Gege. Kau tidak mempunyai alasan untuk hidup. Kau hanya bisa mati, itulah takdirmu."


"Wang Zhao Gege, dibandinngkan nyawa mereka---nyawamu sama sekali tidak berharga. Apa kau masih begitu keras kepala dan menganggap diri sendiri penting?" Hei Lian berujar, "Biar aku katakan yang sebenarnya. Jika kau mati, maka Sekte Lembah Iblis tidak akan mengincar sekte yang lain lagi. Hanya kau yang diincar, bukankah ini sudah menjadi alasan kenapa kau harus mati?"


Wang Zhao mengembuskan napas, "Awalnya aku mulai goyah karenamu. Tapi semakin mendengarmu bicara ... Aku semakin yakin bahwa kau tidak bisa lagi diselamatkan,"


Wang Zhao berkata, "Aku memang naif. Aku bodoh karena berharap kau bisa berubah. Kau ... Chu Gu Xiang dan Qiao Nuan ... Kalian bertiga penuh dengan siasat."


Hei Lian baru akan bicara ketika tiba-tiba Wang Zhao menghilang dan berdiri tepat di hadapannya. Dia yang terkejut bahkan tidak bisa memberi respon yang cepat ketika Wang Zhao menyerang.


Hei Lian terpental hingga menghantam beberapa pohon. Tubuhnya berubah menjadi kepulan asap merah yang kemudian melesat ke langit. Dalam waktu sekejap, langit dipenuhi awan merah dengan petir yang menyala-nyala.


Wang Zhao tahu apa yang dia lakukan, tetapi dia tidak akan takut menghadapi ini. Dirinya melesat ke langit dengan pedang yang diselimuti energi spiritual.

__ADS_1


******


__ADS_2