KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
308 - Penyembunyian (7)


__ADS_3

Orang lain mungkin akan berpikir bahwa Xiao Shuxiang terkena semburan lahar yang luar biasa dahsyat itu. Namun yang terjadi justru pemuda tersebut sudah ada di luar ruangan dan seseorang berada dalam gendongannya.


Xiao Shuxiang membawa Chu Gu Xiang keluar dari ruangan itu. Dia berekspresi tenang saat meminta gadis itu untuk membuka mulutnya. Bahkan bersamaan dengan itu---Xiao Shuxiang memasukkan satu pil buatannya yang langsung lebur saat menyentuh lidah.


Chu Gu Xiang bahkan belum sempat bereaksi ketika merasakan rasa manis di lidahnya dan langsung turun ke tenggorokan begitu saja. Dia masih terlalu lemah untuk merespon apa yang sebenarnya sudah terjadi.


"Aku tidak memberimu pil kualitas terbaikku, tapi kau harus tetap membayarnya. Aku tidak butuh Demonic Core atau Spirit Stone, kau harus memberiku uang. Aku ini hanya butuh uang. Mengerti?"


Chu Gu Xiang mendengarnya tetapi tidak merespon, dia terlalu terkejut dengan apa yang terjadi dan sedang berusaha mengatur napas serta memahami situasinya saat ini.


Dia mengulurkan tangan dan terbelalak melihat luka dari bekas rantai pada pergelangan tangannya memudar meski tidak sepenuhnya menghilang.


Tidak tanggung-tanggung, Chu Gu Xiang juga sudah tidak merasakan rasa sakit yang amat sangat di sekujur tubuhnya. Rasa sakit ini sudah berkurang, bahkan luka yang mengerikan pada lututnya pun terlihat sedikit sembuh sekarang.


"Kau bisa berjalan?" Xiao Shuxiang bertanya tanpa ekspresi. Dia menarik Chu Gu Xiang, memaksa gadis itu untuk berdiri ketika suara jeritan terdengar.


Luka di lutut Chu Gu Xiang memang tidak terlalu sakit, tetapi masih begitu ngilu. Xiao Shuxiang menangkapnya di waktu yang tepat dan terpaksa kembali menggendongnya.


"Haah ... Ya ampun, kau merepotkan." Xiao Shuxiang mulai berjalan dengan di kelilingi oleh kupu-kupu bersayap putih miliknya.


Chu Gu Xiang meringis, tetapi tidak lama dia pun mulai bisa bernapas pelan. Dia baru menyadari posisinya sekarang yang sedang digendong oleh Xiao Shuxiang.


"..............."


Di dalam ruangan tempatnya dirantai sebelumnya, Chu Gu Xiang merasakan panas yang amat memusuk hingga ke tulang. Namun di gendongan pemuda ini, dia merasakan dingin dan juga nyaman.


Xiao Shuxiang merasa diperhatikan dan kemudian menatap gadis yang ada di gendongannya. Dia pun berkata tanpa nada, "Jangan berpikir bahwa aku menolongmu dan kau langsung jatuh hati padaku. Aku ini bukan pemuda yang mudah menerima pernyataan suka,"


Chu Gu Xiang tersentak dan berkedip beberapa kali. Dia pun mendengus, "Siapa juga yang jatuh hati padamu? Kau terlalu percaya diri,"


Melihat gadis di gendongannya memalingkan wajah membuat Xiao Shuxiang berkata dengan nada penuh ledekan, "Baguslah jika begitu. Karena sejauh ini ... Jika seorang gadis sudah diselamatkan hidupnya oleh seorang pria---dia pasti akan langsung jatuh hati."


"Cih, aku tidak senaif itu." Chu Gu Xiang menatap Xiao Shuxiang dan berkata, "Kau pikir hanya kau pria tampan di dunia ini, huh? Dan sejujurnya, bukan kau yang harusnya bicara begitu, tapi aku. Jangan salahkan aku jika kau sampai jatuh hati padaku,"


Xiao Shuxiang berhenti melangkah, dia tertegun saat menatap gadis yang ada di gendongannya sebelum akhirnya mulai tertawa. Chu Gu Xiang sampai tersentak karenanya.


Gadis cantik itu berkedip, dia merasa ada yang salah dengan penglihatannya. Dia tidak pernah menyangka bahwa tawa dari pemuda ini akan terdengar begitu menyegarkan. Belum lagi, dirinya baru memperhatikan dengan baik dan sadar ternyata pemuda ini memiliki gigi putih yang manis.


Chu Gu Xiang dalam hati menggeleng, "Aku pasti sudah gila. Bagaimana mungkin aku memikirkan hal semacam itu?"


Xiao Shuxiang kembali berjalan dan lalu tersenyum, "Kurasa kau sudah baik-baik saja sekarang. Buktinya kau mulai bisa bicara lebih banyak,"


"..............." Chu Gu Xiang menatap Xiao Shuxiang dan sesekali memandang ke depan. Dia berpegangan pada bahu dan leher pemuda ini.


*


*


Liu Wei Lin dan Wang Zhao saat ini sedang bertarung dengan kumpulan Demonic Beast berwujud ular. Keduanya saling bekerja sama hingga tiba di sebuah tangga lagi.


"Sebenarnya kapan kita sampai di istana milikmu?" Liu Wei Lin melambaikan kipas merahnya dan berkata, "Sebelumnya kita sudah menaiki tangga. Bertarung dan kembali menaiki tangga, aku benar-benar lelah karenanya."


"Bisakah kau tidak mengeluh?" Wang Zhao berkata, "Kau terus saja banyak bicara sejak tadi. Tapi justru aku yang selalu bekerja,"


"Hmph, mungkin kau tidak lihat kipasku yang sudah banyak memukul lawan ini--"


Ucapan Liu Wei Lin belum selesai saat suara keras terdengar, bahkan lantai yang dipijaknya pun sampai bergetar.


Wang Zhao juga mendengar suara itu dan dia pun menoleh ke arah Liu Wei Lin, mereka saling bertatapan seolah sedang memikirkan hal yang sama.


"Kurasa asal suaranya dari bawah," Wang Zhao buka suara dan dianggukan oleh Liu Wei Lin. Dia pun mengajak pemuda itu untuk pergi dan melihatnya.

__ADS_1


Mereka baru saja berjalan beberapa langkah ketika suara keras kembali terdengar dan bahkan lebih kuat lagi. Liu Wei Lin dan Wang Zhao merasakan udara di sekitar mereka menjadi panas.


"Wang Zhao ...?"


"Ayo cepat pergi..!" Wang Zhao merasakan firasat yang tidak enak. Dia melesat dengan disusul oleh Liu Wei Lin.


Mereka bertemu mayat hidup kembali dan tanpa ragu Wang Zhao menebas mayat itu dengan memakai beberapa gerakan. Tanah yang dipijaknya bergetar sekali lagi dan semakin kuat setiap kalinya.


Bukan hanya Wang Zhao dan Liu Wei Lin yang mendengar suara keras dan getaran pada lantai yang mereka pijak, tetapi juga Lan Guan Zhi dan Hu Li.


Kedua pemuda berpakaian putih itu sedang masuki lorong dengan dinding batu tersebut ketika mendengar suara yang keras dan seakan meledak-ledak.


Keduanya tersentak ketika beberapa Demonic Beast berlarian dan seolah menghindar dari sesuatu. Hanya saja para Demonic Beast itu menyerang apa pun yang terlihat di hadapan mereka.


Lan Guan Zhi dan Hu Li tentu saja tidak diam. Mereka mungkin akan memberi jalan pada para Demonic Beast ini jika makhluk-makhluk tersebut tidak menyerang mereka, namun ternyata Demonic Beast sejenis ini memang tidak bisa diberikan satu kebaikan pun.


Hu Li melesatkan api rubah miliknya dan membantu Lan Guan Zhi dari belakang. Dia merasa kagum dengan pemuda ini yang bisa begitu tenang dalam setiap keadaan, bahkan Lan Guan Zhi mampu memberi keputusan yang tepat hingga mereka dapat terhindar dari bahaya.


Hu Li merasa kagum dengan teman baik dari Tuan Muda Xiao-nya ini. Dia bisa melihat ada kemiripan antara sosok Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang dari cara mereka bertarung serta mengambil keputusan, tapi jika ingin jujur---Lan Guan Zhi memang lebih baik.


Sebenarnya antara Xiao Shuxiang dengan Lan Guan Zhi tidak bisa diberi perbandingan. Keduanya sama-sama mempunyai keistimewaan sendiri, tapi bukan hal baru bila menganggap Xiao Shuxiang bukanlah seseorang yang memiliki pengendalian diri seperti Lan Guan Zhi.


"Hu Li, kita lewat sini."


"Baik..!" Hu Li mengikuti Lan Guan Zhi yang menjadi penunjuk jalan. Kupu-kupu milik Xiao Shuxiang berada di sekitar mereka dan menjadi penerang.


Keduanya mendengar suara yang keras, namun Lan Guan Zhi tidak mengarahkan Hu Li untuk pergi dan melihat asal suara itu. Bahkan semakin lama berlari, suara keras tersebut tidak lagi terdengar.


"Tuan Muda Lan," Hu Li buka suara. "Apa ini jalan yang benar? Saya merasa kita mungkin sudah memilih arah yang salah,"


"Jalannya benar, kau ikut aku."


Hu Li tersentak. Dia tidak menyangka bahwa Lan Guan Zhi akan begitu percaya dengan ucapannya tersebut, padahal ini seharusnya adalah pengalaman pertama mereka di wilayah Sekte Lembah Iblis.


Lan Guan Zhi menoleh dan menatap Hu Li, dia pun berujar tanpa nada. "Ini adalah yang pertama kalinya aku datang,"


"Ah ... Tapi kenapa Anda sepertinya tahu seluk-beluk tempat ini? Ma-maaf jika Saya lancang-"


"Karena aku melihatnya," Lan Guan Zhi menyela dan membuat Hu Li tersentak. Dia menatap pemuda tersebut dan lalu berkata, "Karena aku melihat masa lalu."


"Apa?" Hu Li nampak kebingungan dengan ucapan pemuda ini. Dia pun berusaha untuk mengejar Lan Guan Zhi yang semakin cepat.


Teman baik dari Xiao Shuxiang itu memang benar sudah melihatnya. Dia tahu jalanan yang sering dilalui oleh monster dan ada waktu ketika dia bisa melihat masa depan makhluk yang dilawannya.


Dari penglihatan itu, Lan Guan Zhi jadi tahu jalanan yang aman dan membuat mereka berdua bisa tiba lebih cepat ke Istana Teratai Hitam. Hanya saja mereka berada di posisi kedua setelah Bocah Pengemis Gila.


Pria dengan tongkat bambu itu sudah hampir sampai dan terlihat sedang bersembunyi dari para anggota Sekte Lembah Iblis yang berjaga.


Sejauh ini, Bocah Pengemis Gila masih aman. Persembunyiannya penuh dengan ketegangan karena hampir ketahuan beberapa kali. Dia menggeleng pelan dan lalu mengusap-usap dadanya sebelum keluar dari tempatnya bersembunyi dan kembali berjalan.


"Tadi itu ... Bahaya sekali," Bocah Pengemis Gila mendesah pelan dan tetap berjalan sambil mengawasi sekelilinya.


Tidak lama, dia melihat tangga yang terakhir dan ketika mendekat---Bocah Pengemis Gila mendengar suara yang aneh.


Pria dengan tongkat bambu itu nampak menelan ludah. Dia berjalan hati-hati dan tiba-tiba saja berhenti melangkah. Nada suara yang didengarnya ini lain daripada yang lain. Bahkan keningnya pun sampai mengerut.


"Uh ... Tahan ..."


!!!


Bocah Pengemis Gila terperangah. Ini bukan suara napas mayat hidup atau geraman Demonic Beast. Ini bahkan lebih mengerikan dari itu.

__ADS_1


"Tidak mungkin ..." raut wajah Bocah Pengemis Gila menjadi pucat. Dia pun mengintip sedikit dan nyaris jantungan melihat ada dua orang di tangga yang sedang melakukan ritual pasangan.


Bocah Pengemis Gila bersembunyi kembali, "Tidak tahu malu. Benar-benar tidak waras. Bagaimana bisa mereka melakukan hal semacam itu di tempat seperti ini?! Memalukan sekali,"


Bocah Pengemis Gila memegang kuat tongkat bambunya dan tiba-tiba terkejut saat menyadari sesuatu. Punggungnya menempel erat di dinding saat dia mulai berkedip beberapa kali.


"Tunggu sebentar. Aku melihat bahwa anggota Sekte Lembah Iblis yang sedang berpatroli di sini semuanya adalah laki-laki. Dua orang yang sedang melakukan 'ritual' itu jangan-jangan..!"


Mulut Bocah Pengemis Gila terbuka lebar. Pikiran kotornya kembali muncul dan itu membuat jantungnya berdebar lebih cepat dari sebelumnya.


Dia memperhatikannya dua insan itu dengan baik dan menjadi lega saat mereka yang sedang bermesraan tersebut bukan dari spesies yang sama. Bocah Pengemis Gila mengusap-usap dadanya, "Ya Tuhan ... Syukurlah. Biarkan Xiao Shuxiang saja yang tidak normal, jangan biarkan orang lain seperti itu."


Ada suara wanita yang terdengar, "Aku merasa ada orang lain di sini ..."


Bocah Pengemis Gila tahu itu suara yang lemah dan sepertinya sedang berusaha mengatur napas. Dia merasa merinding ngeri karenanya.


"Ada orang lain ... Kau-"


"Tidak ada apa pun. Hanya kita di sini,"


"Tu-tunggu ... Jangan-AH..!"


Tongkat bambu Bocah Pengemis Gila retak karena dicengkeram kuat. Tatapan mata pria itu menjadi gelap dan dia seakan menahan amarah. Dia harusnya melewati tangga itu dan sampai di Istana Teratai Hitam, tapi justru ditahan oleh dua spesies yang tidak tahu malu.


"Aku ingin membunuh mereka..." binar kuning-keemasaan nampak di mata Bocah Pengemis Gila, "Aku benar-benar ingin menghabisi dua orang mesum itu..."


Tidak pernah sekali pun Bocah Pengemis Gila begitu marah. Bahkan angin yang ada di sekitarnya memadat dan nampak mengelilingi tubuh pemuda itu.


Samar-samar, angin tersebut berbentuk seperti naga dan gambaran itu pun terlihat pada tongkat bambu hitam milik Bocah Pengemis Gila. Ukiran emas yang tiba-tiba muncul pada permukaan bambu itu adalah seekor naga yang marah dengan warna hijau giok pada matanya.


Bocah Pengemis Gila baru akan menerjang ketika mendengar suara derap langkah kaki mendekat. Dia pun menggunakan Teknik Pernapasan Udara yang membuatnya melayang sejenak di udara.


Bocah Pengemis Gila memakai kedua kaki dan tangannya untuk menahan tubuh di atap batu. Permukaan yang kasar dan lorong itu sangat pas untuk dirinya merentangkan tangan dan kaki agar bisa menempel dengan baik.


Kedua orang yang sebelumnya sedang sibuk melakukan 'itu' pun nampak kaget. Mereka buru-buru merapikan pakaian dan bersikap seolah tidak ada yang terjadi. Beruntung sebab kondisi di tempat ini pun minim dengan cahaya.


Selama beberapa kali bersembunyi, Bocah Pengemis Gila sempat berpikir bahwa dia akan ketahuan oleh anggota Sekte Lembah Iblis karena kehadiran kupu-kupu milik Xiao Shuxiang. Namun serangga bercahaya itu ternyata sangat pintar.


Kupu-kupu milik Xiao Shuxiang tersebut juga bersembunyi, mereka bahkan mengubah warna sayap menjadi hitam dan sama sekali tidak mengeluarkan cahaya.


Bocah Pengemis Gila yang bersembunyi dengan menempel di atap pun tidak sendirian. Kupu-kupu yang bersamanya juga ikut hinggap di atap dan dengan perlahan membuka serta menutup sayapnya yang sudah berubah warna.


"Kenapa kalian ribut begitu? Ada apa?"


Bocah Pengemis Gila mendengar suara salah seorang anggota Sekte Lembah Iblis dan merasa penasaran.


"Danau lahar di Kolam Seribu Luka menyembur berkali-kali. Ini bisa terjadi jika ada makhluk yang jatuh ke kolam itu,"


Mendengar ucapan anggota Sekte Lembah Iblis tersebut membuat wanita yang sebelumnya sedang bermesraan itu tersentak, "A-apa mungkin nona Chu Gu Xiang?!"


Seorang anggota Sekte Lembah Iblis mengumpat, "Sialan! Bagaimana dia bisa lepas? Rantai yang mengikatnya begitu kuat,"


"Aku juga tidak tahu,"


"Apa kau melihat ledakannya? Bagaimana jika itu tidak berasal dari Kolam Seribu Luka?"


"Ini berasal dari sana. Ledakannya bertubi-tubi dan udara begitu panas. Tidak ada tempat lain di ruang bawah tanah ini yang bisa menghasilkan ledakan semacam itu,"


"Gawat, kita pergi sekarang..!"


Bocah Pengemis Gila memperhatikan para anggota Sekte Lembah Iblis itu yang mulai bergegas. Dia pun bernapas pelan dan kemudian melompat turun, kakinya menapak lembut di tanah.

__ADS_1


Kupu-kupu yang hinggap di atap dinding batu itu pun mulai terbang. Dengan cepat sayap mereka berubah warna menjadi putih dan mengeluarkan cahaya kembali. Serangga bersayap indah itu mengikuti Bocah Pengemis Gila yang bergerak.


******


__ADS_2