KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
32 - Pemberian Pusaka Langit Ketiga


__ADS_3

Xiao Lu tidak pernah menyangka akan kedatangan adiknya yang paling dan tidak ada manis-manisnya sama sekali.


Hanya saja kedatangan Xiao Shuxiang kali ini membuatnya seperti jatuh di tumpukan permata.


Di Benua Timur, senjata yang paling hebat merupakan Pusaka Langit. Pusaka itu pun hanya ada tiga sejauh ini dan satu yang pernah muncul dulu adalah Pedang Bintang Malam, sementara dua yang lainnya tidak pernah diketahui.


Sekarang ini, Pusaka Langit Ketiga justru sedang berada di tangan Xiao Lu. Wanita itu bahkan sampai tidak percaya dengan yang dia lihat ini, "Xiao'Er... Kau serius akan memberikannya padaku?"


"Mn, kupikir itu lebih layak untukmu."


"Ta-tapi bagaimana kau bisa..."


Xiao Shuxiang mengembuskan napas, dia memang tidak pernah membahas ini dan sepertinya ibu cantiknya juga tidak mengatakan apa-apa pada Xiao Lu.


Xiao Shuxiang menjelaskan, suaranya pelan. "Saat perang melawan Wyvern beberapa tahun yang lalu, Ibu-lah yang memberikan benda itu padaku. Aku hanya pakai sekali dan setelahnya kusimpan dalam kotak giok itu. Yīng xióng sebelumnya sudah menyerap Pedang Tebasan Bulan yang merupakan wujud baru dari Pedang Bintang Malam. Aku juga memiliki Seruling Giok Putih bersamaku yang merupakan Pusaka Langit Kedua. Tidak baik jika ketiga Pusaka Langit aku yang bawa, jadi kuberikan satu padamu. Lagipula pusaka itu sudah lama dijaga Ibu. Kurasa kaulah yang lebih pantas mendapatkannya."


!!


Xiao Lu terkejut, tetapi berusaha untuk tenang. Dia mengusap pelan perutnya, tidak baik bagi bayinya bila dia terus-terusan merasa terkejut seperti ini.


Xiao Lu berujar pelan, "Ibu tidak mengatakan apa-apa padaku..."


"Dia mungkin tidak ingin kau mengetahui apa pun. Dia peduli padamu, jadi jangan salahkan dia,"


Xiao Lu menggeleng pelan, "Tidak akan. Aku tidak berani memikirkan untuk menyalahkan Ibu. Tidak ada hal di dunia ini yang dapat membuat aku menyalahkannya. Tapi... Bukankah lebih baik kau berikan pusaka ini pada Nona Ling?"


Xiao Lu menyerahkan jubah di tangannya, dia menatap adiknya. "Nona Ling adalah istrimu, kau harus menjaganya baik-baik. Meski aku tidak tahu fungsi jubah ini, tetapi perasaanku mengatakan ini sangat kuat dan bisa melindungi nyawanya. Aku sendiri sudah kuat hingga tidak perlu perlindungan apa pun. Selain itu, sayangku juga ada untukku. Kau... Berikan ini pada istrimu."


Xiao Shuxiang, "Gadis Cerewet. Pusaka Langit Ketiga dijaga oleh klan 'Xiao' dan tetap akan seperti itu. Hmph, dan perlu kau tahu. Meski aku bersikap baik pada klan 'Ling', tapi siapa juga yang mau mempercayai mereka seratus persen? Aku tidak akan mau melakukannya."


Xiao Lu merasa bahwa Xiao Shuxiang sangat serius dengan hal ini. Dia bahkan dapat melihat tatapan tegas dari adiknya itu. Dia pun bersuara pelan. "Xiao'Er, tapi nona Ling istrimu. Aku tidak memintamu memberikannya pada sembarangan orang---"


"Dia bukan dari klan 'Xiao'." suara Xiao Shuxiang dingin saat menyela ucapan kakaknya, namun kemudian dia tersadar dan kembali bersuara normal. Xiao Shuxiang mengembuskan napas, "Lagipula mengenai Kucing Putih, masih ada aku yang melindunginya. Aku hanya tidak ingin kau berada dalam bahaya,"


!!


"Xiao'Er..."

__ADS_1


"Tuan Muda Xiao..."


Xiao Shuxiang tahu Xiao Lu dan Hu Li tidak akan menyangka dengan apa yang mereka dengar darinya barusan. Tetapi dia tidak peduli, dirinya kembali berkata. "Meski aku tidak ingin mengatakan ini dan jujur malas mengakuinya, tapi biar bagaimanapun kau adalah kakakku. Aku sungguh tidak mau mengatakan ini, tapi kita tetap memiliki hubungan darah, jadi tentu saja kau tidak bisa mengabaikanmu."


!!


Xiao Lu tersentak, sementara Hu Li tersenyum samar. Meski Xiao Shuxiang dan Xiao Lu sering kali bertengkar serta nampak tidak akur, namun rupanya Tuan Muda-nya tetap menganggap wanita cantik ini sebagai 'Kakak'. Tuan Xiao-nya hanya malu mengakuinya.


Xiao Lu menatap adiknya dengan penuh perhatian, dia berusaha menahan air matanya. Selama hidupnya, ini pertama kalinya dia merasa bahwa Xiao Shuxiang ternyata amat menyayangi dirinya.


Xiao Lu meletakkan Pusaka Langit itu di atas meja dan berjalan mendekat. Dia memeluk Xiao Shuxiang dan mengusap lembut punggung saudaranya. Pemuda ini sekarang lebih lebih tinggi, padahal dahulu dia masih bisa mengapitnya di antara ketiak.


"Aku sampai tidak tahu harus berkata apa..." Xiao Lu masih memeluk Xiao Shuxiang, "... Aku mengalami masa kecil yang menyenangkan, tapi sepertinya kau tidak merasa demikian. Aku 'Jiejie' yang merepotkan, ya?"


"Mn... Baru sadar sekarang?" pelukan Xiao Shuxiang lebih lembut, dia tidak ingin menyakiti bayi di perut kakaknya.


Hu Li memperhatikan Xiao Lu dan Tuan Muda Xiao-nya. Dia tahu bahwa kedua orang ini saling menyayangi sebagai sesama saudara. Tapi terkadang Xiao Lu suka membangkitkan rasa kesal adiknya dan Xiao Shuxiang sendiri tipekal orang yang akan berbuat kekacauan ketika sedang kesal.


Tidak banyak masa kecil yang indah jika mengingat bahwa dunia para pendekar ini keras. Namun yang Xiao Lu bahas barusan merupakan masa kecilnya di Desa Tani, jauh sebelum dia dan saudara seperguruannya meninggalkan desa tersebut.


"Kau sekarang sudah tumbuh besar..." Xiao Lu melepaskan pelukannya, dia memperhatikan dengan baik wajah adiknya ini. "... Aku baru menyadari ini, kau ternyata sangat tampan,"


Xiao Shuxiang memegang tangan Xiao Lu yang menyentuh pipinya, "Kau harus jaga diri dengan baik. Jaga juga bayimu, dan sesekali datanglah ke Sekte Kupu-Kupu. Jaga hubungan persaudaraanmu dengan Ro Wei dan yang lainnya,"


"Tentu, aku pasti melakukannya..." Xiao Lu mengusap pelan perutnya.


Xiao Shuxiang berkedip, dia penasaran dan sedikit menyentuh pelan perut Xiao Lu dengan ujung jari. "Perutmu keras, kau yakin ini baik-baik saja?"


"Perut wanita yang sedang mengandung memang seperti ini, apa kau tidak pernah tahu?"


"Aku belum pernah memperhatikannya dengan baik selama ini..." Xiao Shuxiang mengusap pelan perut Xiao Lu dan baru berhenti saat sudah puas melakukannya.


"Xiao'Er, bagaimana hubunganmu dengan Nona Ling? Istrimu belum mengandung bayimu?"


!!


Hu Li dan Xiao Shuxiang berkedip, kedua pemuda itu sebenarnya agak geli dengan pembahasan semacam ini. Mereka jelas merasa demikian karena pembicaraan seperti ini berada dalam ranah kaum wanita.

__ADS_1


Xiao Shuxiang berusaha tetap tenang, "Merupakan sebuah keberuntungan bila Kucing Putih membiarkanku memegang tangannya tiga kali dalam seminggu. Dia bukan tipe orang sepertimu dan Li Qian Xie, Kucing Putihku punya harga diri yang tinggi. Dia gadis yang akan menyebutku 'tidak tahu malu' jika aku sampai berani bahkan untuk meminta bergandengan tangan dengannya."


Xiao Lu, "Ya ampun. Kau malang sekali... Apa kau mau mendengar beberapa saran dariku? Bersikaplah romantis. Beri dia bunga setiap hari atau jika dia suka binatang lucu, maka berikan dia satu."


Xiao Shuxiang memandang Hu Li dan mendapat gelengan kepala pertanda bahwa Hu Li pun tidak tahu apa-apa. Xiao Shuxiang pun menoleh kembali ke arah Xiao Lu, "Bunga dan binatang...? Apa kau yakin itu akan berhasil?"


Xiao Lu, "Kau bisa mencobanya. Gadis itu sebenarnya sangat sederhana. Kadang mendapatkan perhatian kecil saja sudah membuat kami senang."


"......"


Xiao Shuxiang terlihat memikirkannya dengan serius, ekspresi wajahnya yang sedang berpikir itu sangat mempesona. Xiao Lu bahkan tersenyum dan merasa bahwa adiknya ini benar-benar masih polos. 


Xiao Shuxiang bahkan mungkin saja tidak tahu bahwa hanya diam seperti itu, dia telah mencuri hati banyak orang. Ini terbukti dengan betapa banyaknya para pelayan wanita yang tengah menonton mereka sejak tadi sambil tetap menjaga jarak. Xiao Lu juga melihat para pelayan itu sangat antusias dan seakan hendak menerjang adiknya.


"Tuan Muda Xiao," Hu Li menepuk bahu Xiao Shuxiang karena merasa kondisi di sekitar mereka tidak lagi sama.


"Tuan Muda, sebaiknya kita segera pergi."


"Mn?" Xiao Shuxiang menoleh dan sadar bahwa keadaan akan menjadi tidak terkendali bila dia dan Hu Li tetap berada di sini. Dia pun berpamitan pada Xiao Lu dan pangeran kecil itu.


?!


Xiao Lu belum sempat bertanya tentang rambut bergelombang Xiao Shuxiang yang membuat adiknya tersebut semakin mempesona, namun pemuda itu sudah lebih dahulu masuk ke dalam sebuah Cermin Pemindah yang dikeluarkan Hu Li.


Wanita cantik itu kemungkinan juga lupa menanyakan tentang praktik adiknya yang tiba-tiba menurun. Pertanyaan ini sebenarnya sudah akan dia lontarkan, tapi perhatian Xiao Lu teralihkan saat diperlihatkan Pusaka Langit Ketiga. Pada akhirnya, dia pun lupa bertanya.


Pangeran kecil yang berada di samping Xiao Lu terkejut menyaksikan sebuah cermin besar yang tiba-tiba muncul dan bahkan melihat orang dapat masuk ke dalamnya, apalagi sekarang benda itu menghilang begitu saja sama seperti kemunculannya.


"ā niáng, ke mana Xiǎo Jiù pergi?"


"Di sudah pulang ke tempatnya,"


"Tapi... Dia tidak menyebutkan namanya padaku,"


"Eh? Benarkah?" Xiao Lu berkedip, dia pun mengembuskan napas sebelum kembali bicara kepada pangeran kecilnya. "Nanti biarkan Ibu menceritakan tentangnya padamu,"


Pangeran kecil itu mengangguk. Dia sebenarnya masih ingin melihat pemuda yang barusan memeluk ibunya itu dan masih ingin mengenalnya lebih jauh.

__ADS_1


******


__ADS_2