KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
219 - Pelepasan Satu Segel


__ADS_3

Xiao Shuxiang berjalan sambil terus memperhatikan botol giok di tangannya. Dia seperti memikirkan sesuatu dan baru akan bicara saat langkahnya mendadak berhenti.


Xiao Shuxiang dengan segera menoleh. Dia memandang ke sekitaran dan merasa sedang diawasi. Perhatiannya tertuju pada sebuah pohon dan dia pun mulai berjalan mendekat.


"..............."


Saat berjalan, tangan Xiao Shuxiang terulur dan memetik sehelai daun dari semak belukar di sampingnya. Tanpa peringatan, dia melesatkan daun itu yang langsung menembus batang pohon besar yang menjadi targetnya.


Xiao Shuxiang bergegas menghampiri pohon itu dan saat melihat sesuatu di baliknya, dia tidak menemukan apa-apa. Xiao Shuxiang mengerutkan kening dan kemudian bernapas pelan.


"Ini aneh .... Kupikir ada orang yang sedang mengawasiku," Xiao Shuxiang memperhatikan sekelilingnya yang hanya ada pepohonan dan semak belukar. Dia pun kembali melanjutkan perjalanan.


Wali Pelindung dari Ling Qing Zhu itu sebenarnya memang diawasi, namun sosok yang memperhatikan gerak-geriknya selama ini sudah bersembunyi di tempat yang cukup jauh.


Sosok itu tidak lain adalah Hei Lian. Dia anggota Sekte Lembah Iblis yang menyamar dan terlihat mengalami luka di lengan kirinya.


Hei Lian meringis kesakitan. Tatapan matanya tajam dan seakan hendak menguliti siapa pun yang dilihatnya. Dia pun menggertakkan gigi. Luka yang ada di lengannya adalah karena perbuatan Xiao Shuxiang.


"Pemuda itu ... Aku pasti akan membalas ini semua..! Dia pasti akan merasakan akibatnya,"


*


*


Xiao Shuxiang pergi ke gubuk bambunya untuk membersihkan diri. Setelah selesai, dia pergi berjalan-jalan ke hutan dan tidak sengaja melihat sungai dengan bebatuan di pinggirannya.


"..............."


Xiao Shuxiang melihat ke sekitarnya dan merasa bahwa tempat ini cocok untuk merenungkan banyak hal sambil menenangkan diri. Dia pun duduk bersila di atas sebuah batu yang cukup besar.


Xiao Shuxiang berkonsentrasi dan mulai berlatih melafalkan Sutra Pengendalian Jiwa. Dia bisa merasakan efek dari sutra ini yang begitu menghangatkan hati dan jiwanya.


"..............."


Xiao Shuxiang mengulang membaca Sutra Pengendalian Jiwa dan seakan telah yakin, dia pun mulai membuka segel yang ada di dahinya.


Segel pemberian Bocah Pengemis Gila bisa Xiao Shuxiang longgarkan jika mau. Hanya saja memang selama ini dia selalu kesulitan dalam melakukannya. Namun untuk kali ini, sesuatu tiba-tiba berubah.


Xiao Shuxiang menarik napas dan mulai mengembuskannya. "Aku sudah bisa merasakan kekuatan ini mulai terkendali, tapi memang segel 12 bintang ini harus dibuka. Benar. Tetua Wang Jing Li. Aku akan menemui pria itu,"


Di saat Xiao Shuxiang mulai bangun dari tempat duduknya dan bermaksud untuk pergi ke tempat Tetua Gunung Puncak Sheng berada, di saat itu jugalah Hei Lian mulai melaporkan kondisi Sekte Lautan Awan pada Qiao Nuan.


Hei Lian tidak perlu menuliskan surat atau pengantar semacam burung iblis, dia hanya duduk bersila dan kemudian memfokuskan diri untuk melakukan telepati.


Qiao Nuan yang keberadaannya sangat jauh di tempat lain terlihat menyeka darah di sudut bibirnya. Di hadapannya ada sebuah meja besar dengan mayat anak kecil berusia sekitar lima tahun.


Tidak perlu ditanya tentang siapa anak perempuan itu dan bagaimana kondisi tubuhnya sekarang. Satu hal yang pasti, itu terlihat sangat mengerikan dan bisa membuat orang lain muntah sampai tak sadarkan diri karenanya.


"Jiejie, aku membawa kabar untukmu."


Qiao Nuan mendengar suara yang seakan berasal dari dalam kepalanya. Dia dengan santainya berujar, "Katakan apa yang kau dapatkan."

__ADS_1


"Aku berada di Sekte Lautan Awan dan melihat bahwa mereka mempersiapkan diri untuk menyerang kita. Mereka bodoh, Jiejie. Mereka sepertinya sudah tidak lagi mampu berpikir jernih. Para tetua itu meminta bantuan pada pemuda bernama Xiao Shuxiang yang praktik kultivasinya sangat rendah."


"..............."


"Tapi aku tidak akan meremehkannya karena pemuda itulah yang sudah menghabisi Fu Tou si keledai bau. Aku juga tidak akan meremehkannya karena dia jugalah yang sudah membuat Chu Gu Xiang Jiejie kalah,"


"..............." Qiao Nuan menatap lurus ke depan dan mulai membelai lembut pipi mayat anak perempuan di hadapannya sambil mendengarkan Hei Lian bicara.


"Jiejie, aku juga sudah menemukan orang yang kau cari. Hi hi hi, bukankah orang itu adalah pemimpin sekte yang melarikan diri karena tidak kompeten? Wang Zhao?"


Qiao Nuan berhenti membelai pipi mayat di hadapannya saat mendengar ucapan itu. Tatapan matanya berubah dingin. Dia pun menggumam, "Wang Zhao .... Wang Xuan Zhao ... Jadi benar dia bersembunyi di Sekte Lautan Awan. Tapi kenapa Chu Gu Xiang tidak mengatakannya padaku?"


Qiao Nuan mulai menggaruk-garuk bekas luka yang ada di pipinya dengan sangat kuat. Dia menggeram, "Gadis itu ... Gadis itu hanya peduli pada urusan pribadinya sendiri. Bodoh. Gadis bodoh. Saudara yang tidak berguna,"


"Lian'Er," Qiao Nuan berkata. "Aku tidak peduli cara apa yang kau gunakan. Kau harus segera menghabisi Wang Zhao, bahkan jika perlu bunuh saja semua yang menghalangimu."


"Sesuai keinginanmu, Jiejie. Tapi apa aku harus memperlakukan Xiao Shuxiang secara khusus?"


"Xiao Shuxiang ...." Qiao Nuan bergumam pelan dan nampak memikirkannya. Dia pun berkata, "Xiao Shuxiang ... Benar. Itu dia. Xiao Shuxiang. Aku tidak akan lupa pada apa yang sudah dia lakukan..! Luka di wajahku ini .... Dialah yang harus bertanggung jawab. Xiao Shuxiang .... Pastikan dia mengalami penderitaan sebelum kematiannya."


"Jiejie, aku akan berusaha untuk tidak langsung membunuhnya.." Hei Lian mulai tertawa cekikikan sebelum suaranya tidak lagi terdengar.


Qiao Nuan berdiri dan berjalan begitu saja meninggalkan mayat perempuan di atas meja dalam keadaan yang begitu memprihatinkan. Organ dalam mayat itu sudah tidak ada.


*


*


Kedatangan Xiao Shuxiang disadari oleh pria berotot tersebut. Tetua Wang Jing Li pun langsung melesatkan serangan yang membuat Xiao Shuxiang tersentak.


!!


Tetua Wang Jing Li pikir bahwa pemuda yang baru sekali berlatih dengannya itu tidak akan mampu menghindari serangannya. Tetapi siapa yang sangka, Xiao Shuxiang justru menggunakan tenaga yang lebih kuat untuk menahan serangannya.


Tetua Wang Jing Li terdorong mundur beberapa langkah, dia pun mendengus. "Bagus sekali. Tapi coba kau praktekkan gerakan yang sudah kau pelajari,"


"Tetua Wang," Xiao Shuxiang terkejut. Dia pun melompat mundur dan menghindari serangan Tetua Wang Jing Li yang begitu kuat. Dia mengeluarkan Yīng xióng dan pertarungan mereka langsung menjadi sengit.


"Gerakan apa itu, perbaiki..!" Tetua Wang Jing Li menegur Xiao Shuxiang sambil terus memberikan serangan. Dia kembali berkata, "Kau sudah belajar dari tetua Xie Yanran, kan? Lakukan seperti yang beliau ajarkan padamu."


"Tapi aku berlatih dengannya hanya sebentar, bagaimana bisa---"


"Aku tidak mau mendengar keluhan." Tetua Wang Jing Li menyela, "Gunakan tenagamu..!"


Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan menggeleng dalam hati. Dia melesat dan kembali bertukar serangan dengan Tetua Wang Jing Li. Kekuatan pria ini benar-benar besar dan membuat tangan kanannya yang memegang Yīng xióng mati rasa.


Tetua Wang Jing Li sendiri mengagumi Xiao Shuxiang yang bisa dengan cepat berlatih. Dia sebelumnya memang tidak terlalu berharap Xiao Shuxiang mampu berlatih gerakan berpedang yang diajari oleh Tetua Xie Yanran, tetapi rupanya pemuda ini cukup berbakat.


"Kukira kau tidak bisa, lalu apa yang kulihat ini?" Tetua Wang Jing Li bersuara dengan nada sedikit meledek. Dia makin memperkuat serangannya.


"Kau yang memaksaku,"

__ADS_1


"Oh, jadi kau mampu melakukannya saat dipaksa? Maka coba tahan ini..!"


!!


Xiao Shuxiang terdorong ketika pedang Tetua Wang Jing Li berbenturan dengan senjata miliknya. Dia menggeram kesal sebab Yīng xióng entah bagaimana tiba-tiba saja menjadi sangat berat hingga sulit untuk diayunkan.


"Tetua Wang," Xiao Shuxiang mencoba bicara. "Aku kemari tidak untuk bertarung denganmu. Aku ingin kau membantuku untuk melepas segel ini, aku tidak bisa menunggu lama lagi."


"Apa kau ingat apa yang kukatakan?" Tetua Wang semakin menguatkan serangannya. Dia bahkan menggunakan kaki untuk memberi tendangan pada lawannya.


Xiao Shuxiang menyadari serangan itu dan dia membalasnya. Dia ikut memberi tendangan dan kembali berkata, "Aku ingat dengan jelas. Aku sekarang sudah menghapal sutra pengendalian jiwa. Kau bisa mendengarkannya jika masih tidak percaya padaku,"


"Tidak hanya menghapal, kau pun harus memahaminya."


"Aku tahu tentang hal itu, kau pikir aku anak kecil?" Xiao Shuxiang ingin merutuk, tetapi berusaha menahan diri.


Dia pun mengembuskan napas dan dengan sopan berkata, "Aku mengerti. Tetua Wang bisa menilainya lebih dahulu,"


"..............." Tetua Wang Jing Li menatap pemuda di hadapannya sebelum mulai mengendurkan serangan. Dia berhenti dan langsung menyarungkan kembali senjatanya.


"Aku tidak perlu mendengarkanmu membaca sutra pengendalian jiwa. Kita akan lepaskan segelnya sekarang juga,"


"Tetua Wang," Xiao Shuxiang berkedip, "Kau yakin tentang ini? Kau harusnya mendengarkanku melafalkan sutra itu, kan? Bagaimana jika ada yang salah,"


"Aku hanya butuh ketegasan darimu. Kau tidak mungkin datang kemari jika tidak benar-benar menghapal sutra itu. Ayo mulai ambil tempat,"


Xiao Shuxiang mengangguk pelan. Dia pun menuruti Tetua Wang Jing Li dan mulai duduk bersila. Sungguh, dirinya menjadi agak gugup.


"Dengarkan baik-baik," Tetua Wang Jing Li mengambil tempat duduk tepat di depan Xiao Shuxiang. Dia berkata, "Segel 12 Bintang yang ada padamu tidak bisa kulepaskan semua. Aku hanya mampu membuka satu segel, kau mengerti?"


Xiao Shuxiang mengangguk sebagai jawaban. Melihat tindakan tersebut membuat Tetua Wang Jing Li kembali berkata, "Aku tahu bahwa segel 12 bintang diberikan pada kultivator yang tidak bisa mengendalikan kekuatannya. Besar kemungkinan kultivator itu mempunyai kekuatan yang ditakuti, kau tahu maksudku?"


"............. Tetua Wang, apa aku sangat sulit untuk dipercaya?" Xiao Shuxiang serius saat mengantakannya. Ucapannya membuat Tetua Wang Jing Li tersentak.


Xiao Shuxiang bernapas pelan dan berkata, "Aku akan jujur padamu. Aku memang ditakuti karena kekuatanku dan caraku bertarung. Di masa lalu .... Orang-orang akan gentar hanya dengan mendengar namaku. Aku juga bukanlah sosok yang dikagumi hingga dijadikan pahlawan,"


Xiao Shuxiang menarik napas sebelum kembali berkata, "Jika mereka berpikir tentang penjahat, maka namakulah yang akan terlintas pertama kali dalam benak mereka. Tapi dalam hidup yang kujalani sekarang ini .... Aku benar-benar ingin mengubahnya. Jadi bisakah, kau percaya padaku?"


Tetua Wang Jing Li memperhatikan Xiao Shuxiang. Sosok di hadapannya masih sangat muda, tetapi dari ucapan yang dia dengat seakan-akan bahwa sosok ini sudah banyak melakukan kejahatan.


Tetua Wang Jing Li berkata, "Hidupmu masih panjang. Aku akan sangat bangga jika kau ingin mengubah hidupmu untuk menjadi lebih baik. Tentu saja aku akan memberimu kepercayaan yang besar. Seperti inilah cara seorang pria sejati dalam bersikap,"


Xiao Shuxiang tersenyum. Dia berterima kasih kepada Tetua Wang Jing Li dan mulai diminta untuk menutup mata. Xiao Shuxiang melakukannya tanpa bantahan dan proses membuka satu segelnya pun dimulai.


Tetua Wang Jing Li mulai membuat segel tangan dengan gerakan yang cukup cepat. Karena tingkat praktiknya yang besar, aura pendekarnya menguar dan bahkan menciptakan angin kejut.


Xiao Shuxiang sendiri hanya merasakan tekanan yang tiba-tiba menyelimutinya, namun tidak butuh waktu lama sampai dia merasakan ada desiran aneh pada pembuluh darahnya.


Tetua Wang Jing Li tidak membutuhkan waktu yang lama untuk melepaskan segel 12 bintang yang mengikat kekuatan Xiao Shuxiang. Dia agak syok ketika praktik pemuda di hadapannya tiba-tiba sulit dibaca.


******

__ADS_1


__ADS_2