![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
"Kalian kekanakan. Tidak tahu malu,"
Ucapan Ling Qing Zhu begitu dingin dan tindakan yang sangat mengejutkan itu membuat Xiao Shuxiang, Liu Wei Lin dan Bocah Pengemis Gila syok berat.
Ketiga pemuda itu sampai tidak sadar menahan napas. Mereka baru benar-benar mampu mengendalikan diri saat melihat Ling Qing Zhu yang melenggang pergi. Yi Wen sendiri sampai berdecak kagum karena gadis berambut putih itu ternyata bisa mendiamkan ketiga orang ini, apalagi Saudara Xiao-nya.
"Ini semua salahmu," Liu Wei Lin menatap tidak suka pada Bocah Pengemis Gila. Dia membuka kasar kipas miliknya dan masih berusaha menghilangkan rasa terguncang yang nyaris merenggut 'Masa Depannya' barusan.
"Ya ampun ..." Xiao Shuxiang menggeleng pelan, dia berkedip beberapa kali dan lalu menelan ludah. "Hampir saja ... Hampir saja aku kehilangan 'Piton'. Kucing Putih ternyata bisa sangat menakutkan,"
Xiao Shuxiang merinding. Dia mengusap keringat dinginnya dan menyakinkan diri sendiri bahwa dia tidak akan melibatkan Ling Qing Zhu dalam perdebatan antara dirinya dengan teman-temannya lagi.
"Baru kalian sadar sekarang, huh?" Yi Wen buka suara, "Jika saja bukan nona Ling yang bertindak. Maka aku yang akan melakukannya,"
Yi Wen berkata, "Kalian bertiga berdebat sampai berkelahi di saat keadaan begini, apa bagusnya itu? Untung saja nona Ling masih sangat baik. Kalau tidak .... Kalian bertiga sudah ganti identitas sekarang, dasar tidak tahu malu."
Bocah Pengemis Gila tersentak. Dia pun mendengus ketika melihat Yi Wen ikut melenggang pergi. Dirinya pun berdecak dan lantas menggeleng pelan, "Dasar gadis menyebalkan. Apa dia tidak bisa mengatakan hal yang lain?!"
"Sudahlah," Xiao Shuxiang menyilangkan tangan dan mengembuskan napas. Dia sudah tenang dan tidak mau bertengkar lagi. Meskipun sebenarnya dia masih kesal pada kenyataan bahwa Liu Wei Lin menghabiskan banyak waktu dengan Kucing Putihnya.
*
*
Matahari yang menyinari wilayah Sekte Lautan Awan membuat keadaan yang terlihat jadi semakin jelas. Kondisi sekte ini benar-benar buruk, bahkan sulit jika harus digambarkan secara detail.
Dilihat dari atas, wilayah pulau terapung itu bagaikan sebuah pulau hutan lebat yang diterpa badai topan berapi. Nyaris seluruh tempat terbakar habis, ini pun sudah terlihat sangat mengerikan.
Di tempat Xiao Shuxiang sekarang, dia nampak sedang memperhatikan ketika tangan Tetua Xie Yanran diobati.
Karena menyelamatkan Wang Zhao, satu tangan Tetua Xie Yanran terkena asam hingga kulit dan daging pada tangannya itu meleleh. Yang tersisa hanyalah tulang belulang.
Jian Yang dan Li Huanshou yang melihat kondisi tangan Tetua Xie Yanran menjadi kasihan, namun juga kagum. Ini karena Tetua Xie Yanran masih bisa menggerakkan tangannya yang telah berubah menjadi tulang-belulang.
Andai saja mereka tahu, bahwa untuk melakukan hal itu----Tetua Xie Yanran telah menahan sakit yang tidak terkira. Dia bahkan memakai sebagian besar energi spiritualnya untuk bisa membuat tangannya dapat bergerak seperti biasa.
Tentu saja, Tetua Xie Yanran telah memaksakan diri sendiri. Ini semua untuk menjaga identitasnya sebagai salah satu tetua dari Sekte Lautan Awan. Dia tidak ingin, tangan yang menjadi kerangka ini membuatnya terlihat lemah.
Jian Yang dan Li Huanshou tersentak saat melihat proses pengobatan yang dilakukan Tetua Meng Hao Niang. Urat nampak terbentuk di tangan Tetua Xie Yanran dan kemudian mulai membentuk daging.
Xiao Shuxiang pun melihatnya dan begitu terkesan. Tidak butuh waktu yang lama sampai tangan Tetua Xie Yanran pulih sepenuhnya. Dia memperhatikan Tetua Meng Hao Niang dan cukup kagum pada kemampuan wanita tersebut.
Di saat Xiao Shuxiang hendak bicara, tiba-tiba saja Wang Zhao datang dan langsung memanggilnya. Dia tersentak dan spontan menoleh. Dia bahkan agak kaget karena tangannya seketika diraih dan dia diajak pergi begitu saja.
"Wang Zhao, apa yang kau lakukan?" Xiao Shuxiang bertanya. Keningnya mengerut, tetapi tidak memberontak.
"Shizun ingin bicara denganmu," Wang Zhao menjawab seadanya. Dia mengajak Xiao Shuxiang untuk menemui Tetua Dao Fang An yang saat ini bersama dengan Hei Lian.
Xiao Shuxiang tentu saja heran, namun dia tidak menanyakan banyak hal. Jika Tetua Dao Fang An ingin bicara padanya, maka itu berarti adalah sesuatu yang penting.
"..............."
Xiao Shuxiang mengerutkan kening saat melihat Tetua Dao Fang An yang berdiri bersama Hei Lian, namun ada orang lain lagi. Sosok yang ternyata adalah teman baiknya sendiri.
"Lan Zhi ...." Xiao Shuxiang bergumam pelan. Dia melihat Tetua Dao Fang An seperti membicarakan sesuatu dengan Lan Guan Zhi dan pemuda itu terlihat mengangguk pelan.
"Lan Zhi, apa yang kau lakukan di sini?" Xiao Shuxiang bertanya ketika dirinya tiba di tempat teman baiknya berada. Dia berkata, "Harusnya kau istirahat dan pulihkan kondisimu."
"..............." Lan Guan Zhi menatap teman baiknya dan kemudian berujar tenang, "Aku baik-baik saja. Bagaimana dengan kau sendiri?"
__ADS_1
Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan lantas berujar, "Seperti yang sedang kau lihat. Aku masih hidup saat ini,"
Xiao Shuxiang menoleh ke arah Tetua Dao Fang An dan lantas bicara, "Wang Zhao berkata kau ingin membicarakan sesuatu denganku. Apa itu?"
Tetua Dao Fang An bernapas pelan dan lantas berkata, "Aku sebelumnya sudah bicara dengan A-Yuan. Kalian .... Akan pergi ke Istana Seribu Pedang,"
Tetua Dao Fang An, "Aku sudah meminta dua orang murid sekte untuk menyiapkan kereta kuda. Kalian akan berangkat pagi ini juga,"
"Tunggu." Xiao Shuxiang tersentak, "Apa maksudmu? Kau mengirim kami pergi?"
Tetua Dao Fang An mengembuskan napas, "Ini adalah pilihan yang tepat. Kau dan Wang Zhao akan berlatih di bawah bimbingan para guru di Istana Seribu Pedang. Aku sudah membuat keputusan, pelatihan kalian .... Akan dipercepat."
"Tapi ..." Xiao Shuxiang berkata, "Sektemu masih dalam kondisi yang kurang baik. Untuk apa begitu cepat mengirim kami? Aku bahkan belum berlatih dengan tetua Jiao Feng dan tetua yang lain,"
Xiao Shuxiang berkata, "Kondisi sektemu harusnya diperbaiki terlebih dahulu."
"Itu adalah urusanku," Tetua Dao Fang An berkata, "Kau dan Wang Zhao hanya perlu fokus pada pelatihan yang kalian jalani. Jangan memikirkan kondisi sekte ini,"
"Tua Bangka ...."
"Setelah penyerangan dan kabar bahwa sekte ini kehilangan sebagian besar kekuatannya, maka tempat ini tidak akan aman lagi untuk pelatihan kalian. Misi besar ini tidak boleh sampai gagal, jadi kalian harus pergi."
"..............." Xiao Shuxiang menarik napas dan ingin bicara saat tangannya tiba-tiba dipegang oleh Lan Guan Zhi.
Xiao Shuxiang tersentak dan langsung menoleh. Teman baiknya itu menggeleng pelan seakan memberi isyarat bahwa dia hanya perlu mengikuti ucapan Tetua Dao Fang An.
"Tetua Besar..!"
Sebuah seruan terdengar. Dua orang murid datang dan memberi hormat kepada Tetua Dao Fang An. Mereka rupanya mengabarkan bahwa kereta yang diminta sudah siap.
Xiao Shuxiang merasa tidak nyaman dengan hal ini, dia menatap Tetua Dao Fang An dan berkata. "Apa kau sangat yakin dengan ini? Jika sekte-sekte lain tahu insiden di tempatmu, bukankah kalian akan menjadi sasaran empuk untuk diserang?"
"Itu bukan urusanmu." Tetua Dao Fang An bersuara tegas, "Kau hanya perlu berpikir tentang dirimu sendiri dan misi yang kau jalani. Urusan di tempat ini bukan hakmu untuk mengatasinya,"
"............. Tuan Xiao," Wang Zhao menatap Xiao Shuxiang. Dia juga keberatan akan hal ini, tetapi dia tidak berani menentang Shizun-nya. Dia ingin bicara dengan Xiao Shuxiang, namun itu pun sulit dilakukan.
"Tua Bangka ...." Xiao Shuxiang menatap Tetua Dao Fang An cukup lama sebelum akhirnya bertanya, "Apa karena kami merupakan harapan dari masa depan kalian hingga kau melakukan hal ini?"
"Benar. Karenanya kalian harus pergi," Tetua Dao Fang An bersuara dengan yakin. Dia mengulurkan tangan dan menepuk bahu Xiao Shuxiang. Dia pun mengajak pemuda itu pergi.
Tetua Dao Fang An berkata, "Di Istana Seribu Pedang .... Kau harus berlatih dengan sungguh-sungguh. Aku akan mengirim tetua Meng Hao Niang untuk menyusul kalian setelah pekerjaannya selesai,"
Hei Lian yang mengikuti Tetua Dao Fang An, Xiao Shuxiang, Wang Zhao dan Lan Guan Zhi nampak berkedip saat nama Tetua Meng Hao Niang disebut.
"..............." ekspresi wajah Hei Lian masih sama, begitu polos dan seakan tidak tahu apa pun. Namun tidak demikian dengan binar pada matanya saat ini.
Ramuan dari buatan Zhang Xiao Lian memang mempunyai batasan waktu, meskipun itu adalah ramuan yang sudah diperbaiki Xiao Shuxiang. Batasan waktu itu tergantung dengan seberapa kuat seseorang untuk mengendalikan hatinya.
"..............."
Hei Lian masih gadis remaja, tetapi kekuatannya tidak main-main. Dia bisa cepat lepas dari pengaruh ramuan itu, apalagi selama hidupnya dia hanya tahu caranya membunuh tanpa mengetahui arti dari rasa cinta yang sebenarnya.
Di sisi lain. Tetua Dao Fang An tidak hanya menyuruh Xiao Shuxiang dan Wang Zhao pergi, dia juga meminta Lan Guan Zhi, Jian Yang dan Li Huanshou agar pulang ke Istana Seribu Pedang sebab sektenya sekarang sudah tidak aman.
Ling Qing Zhu pun diminta untuk ikut bersama Xiao Shuxiang, gadis bercadar tipis itu turut dalam misi ini. Mereka harus menjadi lebih kuat agar bisa membantu para tetua untuk menyerang Sekte Lembah Iblis nantinya.
Bocah Pengemis Gila dan Yi Wen tahu bahwa Xiao Shuxiang akan pergi. Mereka mengantar pemuda itu dan juga teman-teman mereka yang lain.
Beberapa murid Sekte Lautan Awan pun turut hadir dan menyaksikan kereta kuda yang akan membawa Xiao Shuxiang dan rombongannya.
__ADS_1
"Kau tidak ikut?" Xiao Shuxiang bertanya pada Bocah Pengemis Gila. Jian Yang dan Li Huanshou sendiri sudah berada di dalam kereta kuda bersama dengan Lan Guan Zhi.
Wang Zhao dan Hei Lian pun menaiki kereta kuda yang sama. Mereka hanya tinggal menunggu Xiao Shuxiang dengan Ling Qing Zhu.
Bocah Pengemis Gila menatap Xiao Shuxiang dan menggeleng pelan, "Aku harus kembali ke Alam Kultivasi Bawah. Karena kejadian hari ini, aku jadi teringat sesuatu. Aku memang harus pergi,"
Xiao Shuxiang bernapas pelan, "Lalu bagaimana dengan Yi Wen? Kau akan membawanya?"
Yi Wen menggeleng pelan, "Tentu saja aku akan ikut denganmu, Saudara Xiao-"
"Dia harus kubawa," Bocah Pengemis Gila menyela. Dia pun berkata, "Anak ini tidak bisa dibiarkan hilang dari pengawasanku. Dia dapat menimbulkan masalah bila harus ditinggalkan sendiri,"
Yi Wen tersentak dan lantas mendengus, "Astaga ... Kau pikir aku ini parasit? Kau keterlaluan sekali. Tsk, sialan."
Bocah Pengemis Gila, "Kau bukan parasit. Tapi Kucing Hitam Liar,"
"Ka-kau..!" Yi Wen tersentak dan sampai kehilangan kata-kata.
Xiao Shuxiang menarik napas dan lalu mengembuskannya. Dia pun menatap Bocah Pengemis Gila dan kemudian berkata, "Jika sempat. Aku ingin kau pergi menemui Hu Li dan ceritakan padaku apa yang sudah dia temukan saat kau kembali kemari,"
"Mn, baiklah. Aku akan mencarinya,"
Xiao Shuxiang mengangguk pelan. Di sisi lain, Ling Qing Zhu tetap tenang dan sejak tadi memang belum naik ke kereta kuda menyusul teman-temannya.
"..............." ini bukan karena dia tidak ingin naik, tapi sejak bertemu kembali dengan Xiao Shuxiang----tangannya dipegang dan tidak pernah dilepaskan. Dia pun secara terpaksa harus berdiri di samping Wali Pelindungnya ini.
Ling Qing Zhu tersentak saat tiba-tiba saja Xiao Shuxiang melompat naik ke atap kereta kuda dan ini pun ikut membuatnya melakukan hal yang sama.
Dua orang yang menjadi kusir bertudung merah mulai menjalankan kereta kuda tersebut.
Ling Qing Zhu bisa mendengar suara para murid perempuan Sekte Lautan Awan yang menyerukan nama Xiao Shuxiang dengan Lan Guan Zhi. Dia pun juga mendengar suara para murid laki-laki yang menyerukan namanya.
"............. Kenapa kita duduk di sini?" Ling Qing Zhu akhirnya bukan suara. Dia dan Xiao Shuxiang harusnya duduk di dalam kereta seperti teman-temannya yang lain.
"Tidak," Xiao Shuxiang menjawab. Nada suaranya terdengar seperti keluhan saat dia berkata, "Kau menghabiskan waktu hanya berdua dengan Liu Wei Lin, tidak ada yang mengganggu kalian. Jadi aku pun harus melakukan sesuatu. Dalam perjalanan ini, kau akan menghabiskan waktu bersamaku di atas sini."
"Kau masih memikirkannya?" Ling Qing Zhu berkedip. Dia bertanya tanpa nada.
"Aku tidak mau kalah," Xiao Shuxiang menggelembungkan pipinya. Dia pun menatap gadis di sampingnya dan berkata, "Jika kau menghabiskan waktu bersama orang lain----maka kau harus menghabiskannya lebih banyak denganku. Tidak. Ini terakhir kali aku mendengar kau menghabiskan waktu dengan orang lain. Berikutnya tidak boleh lagi, mengerti?"
"..............." Ling Qing Zhu menatap sosok pemuda di sampingnya dan kemudian bernapas pelan. Dia pun berkata, "Kau sangat kekanakan."
"Ini bukan kekanakan. Tapi aku tidak suka,"
"Bagaimana jika kuhabiskan waktu dengan Tuan Muda Lan?"
"Tidak boleh, biar bagaimanapun Lan'Er juga laki-laki. Aku tidak mau kau bersama dengan laki-laki manapun, apalagi jika hanya berdua."
"............. Bagaimana dengan perempuan?"
"Itu juga tidak boleh. Jika kau bersama para gadis siapa pun itu, mereka akan mengajakmu pergi ke mana-mana sampai lupa waktu. Pokoknya tidak boleh,"
"Shuxiang, kau menyebalkan."
"Kau hanya perlu menghabiskan waktu denganku, pergi denganku, bicara padaku dan hanya aku. Jika pun kau bersama orang lain, maka itu harus ada aku di dalamnya."
"..............." Ling Qing Zhu memperhatikan bagaimana Wali Pelindungnya nampak menggelembungkan pipi. Untuk sesaat, dia tertegun dan merasa terpukau. Ling Qing Zhu mengembuskan napas dan kembali berkedip.
"Dia ............. Menggemaskan sekali,"
__ADS_1
******