KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
428 - Alur Awal (3)


__ADS_3

Xiao Shuxiang mengepalkan erat tangannya dan dengan dingin berkata, "Kau membuatku sangat terkejut. Tindakanmu yang menyulut api benar-benar sudah membakar semuanya,"


"Tuan Muda Xiao..." perasaan Hu Li sangat tidak enak. Tubuhnya terluka parah, tetapi dalam situasi seperti ini pun---dia jauh lebih mengkhawatirkan Xiao Shuxiang.


Tanpa nada, Xiao Shuxiang berujar. "Aku yakin bahwa tidak hanya Kota Awan Dingin dan tempat ini yang menjadi targetmu, bukan? Katakanlah,"


Wang Zhao bisa melihat kebencian dan amarah yang menumpuk pada tatapan pemuda di hadapannya. Dia pun tanpa ragu berkata, "Sebenarnya bisa saja kubuat tiga kekaisaran ini berselisih, tetapi itu terlalu merepotkan. Jadi tindakanku hanya sebatas Kekaisaran Matahari Tengah, Tuan Xiao jangan khawatir. Dua Kekaisaran yang lain tidak akan bisa memberikan bantuan apa pun pada tempat ini,"


Wang Zhao tersenyum dan berujar, "Aku sangat tahu kesukaan Tuan Xiao. Sekte Tengkorak Darah, Istana Kaisar Matahari Tengah, dan juga orang bernama Shuai Niao serta Tianqi Mao... Mereka mendapat banyak hadiah."


"Kau..." darah menetes di sela-sela jari Xiao Shuxiang yang terkepal. Dia tanpa sengaja menyakiti diri sendiri akibat mendengar ucapan pemuda yang sangat menyebalkan ini.


"Tuan Xiao, apa kau pikir aku datang kemari tanpa menyelidiki apa pun tentangmu?" Wang Zhao berkata, "Sang Bintang Penghancur Xiao Shuxiang... Kurasa gelar itu terlalu luar biasa untuk seseorang seperti dirimu."


"Ah... Jangan cemas," Wang Zhao berujar. "Aku akan memberikan kabar yang baik. Istana Matahari Tengah bukan diserang olehku atau Paman Wang Hu Zhuang. Yang menyerang mereka adalah Tetua Wu Ji Zhen,"


Xiao Shuxiang terkejut, "Dia..."


"Tuan Xiao pasti tidak menyangka bagaimana aku mengenal tetua dari Sekte Kabut Berdarah itu, kan? Bukankah sudah kubilang, aku ini datang dengan persiapan." Wang Zhao mengeluarkan sebuah belati dari lengan pakaiannya dan berkata, "Tuan Xiao harusnya tidak meninggalkan bom waktu seperti itu. Jika mereka berselisih dengaku... Maka mereka semua tidak akan bisa melihat matahari lagi,"


Sebuah asap tiba-tiba terbentuk di udara dan seseorang kini dalam cengkeraman tangan Wang Zhao. Para patriarch, Hu Li, Zhi Shu, dan para murid Sekte Pedang Langit terkejut kala menyaksikan bahwa orang yang ada di tangan Wang Zhao saat ini adalah Xiao WeiWei.


"Bibi WeiWei..!" Zhi Shu berseru dan berusaha memberontak. "Wang Zhao! Akan kubunuh kau jika berani menyakiti Bibi..! Ukh, sialan!"


Lan Guan Zhi yang masih berada di bangunan tinggi saat ini terlihat mengepalkan tangan. Dia tidak berada di samping Xiao Shuxiang karena teman baiknya itu meminta agar dirinya tetap di sini sambil mengawasi situasi. Hanya saja, kehadiran Xiao WeiWei kemungkinan besar tidak diprediksi oleh temannya itu.


"Shuxiang..." Lan Guan Zhi merasa cemas. Dia menyadari bahwa Wang Zhao akan membuat Xiao WeiWei menjadi alat untuk menahan pergerakan Xiao Shuxiang. Pengecut itu tahu cara menggunakan kelemahan seseorang.


Di sisi lain, Xiao Shuxiang menatap tajam ke arah Wang Zhao. Urat menegang di dahinya ketika dia berkata, "Kau kekanakan. Beraninya kau menyandera ibuku,"

__ADS_1


"Entahlah... Aku memang kekanakan," Wang Zhao memutar belati di tangannya dan lalu tersenyum, "Tuan Xiao. Menurutmu... Apa yang akan kulakukan?"


!!


Xiao WeiWei memuntahkan darah. Wajahnya begitu pucat dan bahkan untuk bicara saja terasa sulit. Lehernya dicengkeram kuat dan hanya tatapan matanya yang mengarah pada Xiao Shuxiang.


"............... Wang Zhao," Xiao Shuxiang mengeluarkan Yīng xióng dan bersuara dingin, "Kau menguji batas kesabaranku."


"Ah, Tuan Xiao. Sebaiknya jangan lakukan apa pun jika kau tidak mau melihat ibu cantikmu ini ma-"


"Wang Zhao!" warna mata Xiao Shuxiang berubah merah dan udara di sekelilingnya terasa menegangkan.


"Tuan Xiao, untuk seseorang yang kuat... Kelemahan semacam ini harusnya tidak dibiarkan." Wang Zhao berkata, "Lihatlah dirimu. Kau tidak seperti dulu,"


"Tapi tenang saja," Wang Zhao menyeringai. "Murid ini.... Akan menghilangkan kelemahan terbesar dari Shizunnya-"


"Wang Zhao..!"


"Tuan Muda Xiao!"


!!!


Suara tusukan terdengar dan darah memercik di udara. Di saat yang bersamaan, suara pedang berbenturan dengan senjata lain. Para patriarch dan murid Sekte Pedang Langit terkejut bukan main, bahkan Zhi Shu pun berteriak histeris memanggil Xiao WeiWei.


Xiao Shuxiang sendiri tidak bisa menghentikan Wang Zhao karena serangannya ditahan oleh Wang Hu Zhuang. Bahkan dia tidak dapat mendekat akibat pria berjubah hitam ini datang dan menghadang jalannya.


Wang Zhao kembali mengangkat belati miliknya dan melihat ke arah Xiao Shuxiang. Dia bisa mendengar banyak seruan, tetapi itu sama sekali tidak membuatnya berhenti. Dia lebih menyukai reaksi dari sosok yang disebutnya Shizun ini.


Xiao Shuxiang menggunakan tenaga yang besar untuk mendorong senjata miliknya sebelum berhasil memberi tendangan pada Wang Hu Zhuan. Hanya saja dia sudah terlambat. Di depan matanya sendiri, dia melihat belati Wang Zhao kembali menusuk leher wanita yang dicengkeram pemuda itu.

__ADS_1


!!!


Suara ledakan keras seakan ada di dalam dadanya. Xiao Shuxiang menggeram, dia melesat namun Wang Hu Zhuang kembali menghalanginya. Namun di saat yang sama, Lan Guan Zhi datang dan melindungi Xiao Shuxiang. Benturan senjata terdengar hingga menghasilkan percikan api.


Xiao Shuxiang yang tidak dihalangi lagi kini menghunuskan pedangnya dan menyerang Wang Zhao. Tetapi sesuatu tiba-tiba terjadi dan semua orang kembali terkejut bukan main.


Wang Zhao melempar wanita yang sudah sangat sekarat itu ke arah Xiao Shuxiang. Namun entah ini kesalahan atau bukan, tetapi Xiao Shuxiang yang sebelumnya terlihat menghunuskan pedang kini berubah menjadi mengayunkannya dan menebas kepala wanita yang dilempar ke arahnya. Wang Zhao sampai terkejut melihat hal itu.


"Tuan Xiao, ibu cantikmu itu belum mati tetapi kau justru membunuhnya?" Wang Zhao tidak percaya ini. Dia berkedip dan berdecak beberapa kali.


Wang Zhao menjaga jarak dari Xiao Shuxiang dan berkata, "Kupikir kau sangat menyayangi ibumu... Ternyata.. Hmph, sepertinya tidak ada yang berubah dari karakter seorang Xiao Shuxiang. Dia masih kultivator berdarah dingin yang tidak akan ragu menebas kepala siapa pun yang menghalangi jalannya,"


Zhi Shu, "Saudara Xiao..."


"Tuan Xiao, lihatlah." Wang Zhao melirik Zhi Shu dan berkata, "Semua orang tidak percaya dengan apa yang mereka saksikan. Bahkan Tuan Muda Lan Guan Zhi pun demikian. Kau... Ternyata tidak bisa berubah. Menyedihkan,"


"Terserah kau mau mengatakan apa. Aku sama sekali tidak peduli," Xiao Shuxiang berujar dingin dan berdiri di depan mayat Xiao WeiWei yang terbaring.


Tanpa nada, Xiao Shuxiang berkata. "Kau pikir dengan melakukan ini... Aku akan kehilangan kendali dan menggila? Hmph, kau salah mengenai Yang Mulia Xiao Shuxiang ini."


"Shuxiang..." Lan Guan Zhi melihat perubahan pada warna pakaian Xiao Shuxiang yang kini menjadi hitam sepenuhnya. Angin berubah arah tiba-tiba, tetapi dia tidak bisa melepaskan pandangan lebih dalam karena sedang bertarung dengan Wang Hu Zhuang.


Di sisi lain, Xiao Shuxiang angkat bicara. "Kau sudah mencari tahu tentangku, berarti kau tahu orang seperti apa Xiao Shuxiang ini. Kau hanya tidak memperkirakan... Tindakan gila apa yang bisa kulakukan,"


Wang Zhao mengerutkan kening dan tiba-tiba terkejut ketika melihat mayat yang terbaring itu bergerak. Zhi Shu pun melebarkan mata dan menyaksikan bagaimana mayat tersebut berdiri dan kemudian mengambil kepalanya kembali.


"Kota Awan Dingin memang sudah terbakar dalam api karena ulahmu," Xiao Shuxiang berkata. "Orang-orang di sana pun ikut menjadi abu dan bahkan sekteku pun tidak kau lepaskan. Aku sama sekali tidak peduli, tetapi sepertinya kau lupa... Betapa luar biasanya Yang Mulia Xiao Shuxiang ini."


!!!

__ADS_1


******


__ADS_2