KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
177 - Ling Qing Zhu (6)


__ADS_3

Zhang Xiao Lian, perempuan berpakaian putih dengan ekspresi wajah dinginnya terlihat mendarat di halaman luas Sekte Lautan Awan dan langsung menyerang anggota Sekte Lembah Iblis.


Karena serangan Xiao Shuxiang sebelumnya, penghalang yang seharusnya dapat mengingatkan mereka akan adanya musuh yang mendekat menjadi rusak hingga kehadiran Zhang Xiao Lian tidak disadari oleh sebagian besar anggota Sekte Lembah Iblis.


Tidak hanya Zhang Xiao Lian, tetapi juga Liu Wei Lin dan Tetua Jiao Feng juga ada di tempat ini dan tanpa ragu menyerang anggota Sekte Lembah Iblis yang telah berani mengacaukan sekte mereka.


"Kurang ajar...!" salah seorang anggota Sekte Lembah Iblis mengumpat. Dia dan teman-temannya pun menyerang Zhang Xiao Lian dengan kekuatan yang besar.


"Harusnya bukan kami yang kalian serang, tetapi pemuda itu...!" salah satu dari anggota Sekte Lembah Iblis bicara, pedangnya berbenturan dengan pedang Zhang Xiao Lian. Dia berkata, "Pemuda itu datang dan membunuh saudara seperguruan kalian...!"


?!


Zhang Xiao Lian tersentak. Keningnya mengerut, tetapi pertahannya sama sekali tidak melonggar. Di sisi lain, Liu Wei Lin mendengar ucapan lawan dan kemudian berujar, "Apa kau sedang membahas tentang Xiao Shuxiang? Pemuda yang sudah melempar para sandera kalian dengan jurusnya?"


"Tentu saja, memang siapa lagi? Tapi bagaimana kau bisa tahu itu?!" seorang anggota Sekte Lembah Iblis tersentak.


Liu Wei Lin tersenyum, "Tenang saja. Apa yang dilakukan Saudara Xiao-ku telah kami ketahui. Dialah yang membuat rencana ini,"


!!


Zhang Xiao Lian tidak berkata apa-apa, termasuk menambahkan ucapan Liu Wei Lin. Dia memang gadis yang hemat bicara dan lebih fokus pada pertarungan.


"Sialan..! Kalian hanya bertiga, kalian tidak akan bisa mengalahkan kami semua..!"


"Ayo serang mereka..!!"


"Hmph," Liu Wei Lin menoleh ke arah Tetua Jiao Feng dan berkata, "Mereka sepertinya meremehkan anda, Tetua."


"..............." Tetua Jiao Feng terdiam sejenak sebelum berujar, "Wei Lin. Fokus pada musuh di depanmu atau kalau tidak .... Saat ini selesai, aku akan menyuruhmu menyalin 'Sutra Kesembilan'"


Liu Wei Lik tersentak, dia tersenyum pahit. 'Sutra Kesembilan' adalah kitab kedisiplinan yang tebalnya lebih dari dua jengkal tangan. Siapa yang mau menyalin benda keramat itu?!


Pertarungan sengit kembali terjadi. Kali ini, ada tiga tempat yang menjadi titik pertarungan. Pertama adalah tempat ini, kedua merupakan pertarungan Chu Gu Xiang melawan Tetua Wang Jing Li dan yang terakhir ialah pertarungan Fu Tou.


*


*


"Hmph, apa-apaan ini?! Kau sangat tidak tahu malu melawan gadis yang cantik," Chu Gu Xiang menyentuh pelan pipinya dan menatap ke arah Tetua Wang Jing Li.


"Cantik? Kau terlihat menjijikkan,"


"Aduh, kasar sekali~" Chu Gu Xiang mengayun-ngayunkan pedang Xiao Shuxiang di tangannya. "Aku ini tidak biasa bertarung, apalagi memakai pedang~ tapi kupikir .... Aku memang ingin menghabisimu,"


Mata Chu Gu Xiang berkilat dan sedetik berikutnya, dia melesat melawan Tetua Wang Jing Li. Pertarungan mereka kuat dan Chu Gu Xiang bahkan kagum karena pedang di tangannya bisa menciptakan lima buah serangan dalam sekali ayunan.


!!!

__ADS_1


Tetua Wang Jing Li mampu menahan satu serangan dan menangkis dua serangan lainnya dengan rasa terkejut. Hanya saja, dia mulai kesulitan menahan serangan susulan dan berakhir harus menghantam sebuah pohon besar.


"Waah~ pedang ini ternyata memang sangat hebat," Chu Gu Xiang tersenyum, "Kurasa ini bisa lebih dahsyat lagi,"


Tanpa peringatan, Chu Gu Xiang kembali mengayunkan pedang di tangannya. Dia mengalirkan Qi pada pedang tersebut dan berhasil melesatkan serangan yang sangat kuat ke arah Tetua Wang Jing Li.


Begitu mengejutkan! Pedang di tangan Chu Gu Xiang merupakan milik Xiao Shuxiang. Pedang itu adalah Yīng xióng. Senjata pusaka yang paling sulit untuk dikendalikan, bahkan oleh pemiliknya sendiri.


Jika Xiao Shuxiang tahu ini, dia pasti akan bertanya-tanya. Bagaimana bisa Yīng xióng justru sangat menurut pada orang asing dan bahkan bersedia menerima Qi milik orang tersebut. Tidak diragukan lagi Xiao Shuxiang pasti akan menanyakan apakah Yīng xióng benar-benar berpihak padanya atau justru berpihak dengan musuh.


Chu Gu Xiang tertawa kecil melihat serangan yang dia lesatkan meledakkan pohon tumbang, tempat di mana Tetua Wang Jing Li berada. Bahkan bukan hanya itu, tetapi dampak dari serangan tersebut sampai jarak sepuluh meter dan meledakkan pohon yang dilewatinya, termasuk membuat tanah retak.


Chu Gu Xiang merasa bahwa Tetua Wang Jing Li pasti terlambat menghindar. Dia pun menghela napas, "Sayang sekali~ aku sepertinya terlalu berlebihan karena membunuh pria tua. Tapi yah .... Aku lebih tertarik menghadapi pria muda yang tampan~"


Chu Gu Xiang baru akan berbalik ketika matanya melihat cahaya keperakan keluar dari kepulan asap yang dihasilkan oleh serangannya barusan. Dengan spontan, dia mengayunkan pedang di tangannya dan menangkis lesatan itu.


Tatapan mata Chu Gu Xiang berubah tajam dan ekspresi wajahnya menjadi dingin. Dia melihat ada seorang gadis berpakaian putih dan bercadar tipis nampak sedang berdiri sambil menatap ke arahnya.


"..............."


Ekspresi wajah Chu Gu Xiang berubah serius. Dia ingat gadis bercadar tipis dan berambut putih di hadapannya. Suaranya pun dingin, "Oh .... Jadi kau orang yang waktu itu selalu tebar pesona di depan para pengikutku?"


"..............." Ling Qing Zhu tidak menjawab. Dia mengulurkan tangan kirinya dan lalu berkata hal yang lain. ".......... Berikan,"


Chu Gu Xiang mengerutkan kening. Dia memperhatikan gadis yang berekspresi tenang di hadapannya. Dia tidak tahu gadis muda ini bicara tentang apa.


"Apa?" Chu Gu Xiang berkedip, "Pedang ini? Kau menginginkannya?"


"Mn," Ling Qing Zhu mengangguk pelan, "Itu bukan milikmu."


"Hah, lantas apa ini milikmu?" Chu Gu Xiang menentang. Entah kenapa dia tidak suka melihat gadis bercadar tersebut.


"Milik Shuxiang," Ling Qing Zhu berujar singkat. Dia jelas ingin mengatakan bahwa pedang di tangan Chu Gu Xiang adalah pedang Wali Pelindungnya. Dia ingin memberikannya kembali pada Xiao Shuxiang.


Chu Gu Xiang mendengus kesal, "Aku paling tidak suka dengan gadis yang terlihat mempunyai karakter semurni batu giok dan suci bagai es sepertimu,"


Ling Qing Zhu berkedip, dia tidak tahu apa arti dari ucapan gadis di hadapannya dan hanya fokus menangkis serangan yang datang. Pedang pusakannya membentur pedang yang dipakai gadis tersebut.


Pertarungan antara Ling Qing Zhu dengan Chu Gu Xiang dimulai. Mereka mempunyai teknik bertarung yang berbeda, tetapi tanpa celah. Keduanya memperlihatkan keindahan gerakan, namun sangat mematikan.


Di saat semacam ini, itu adalah jenis keindahan yang langka. Satu orang adalah kecantikan yang liar dan tidak terkendali dari gadis iblis. Sementara satunya lagi adalah kecantikan murni yang mampu mencuri jiwa.


Satu gadis dengan perilaku liar yang membuat orang lain mabuk dan satu gadis dengan toleransi besar, jujur dan suci yang membuat hati merasa pantang, tetapi keinginan memilikinya membuat hati menjadi gatal.


!!


Chu Gu Xiang memperlihatkan kebencian yang dalam, tetapi tidak dengan Ling Qing Zhu. Adik dari Ling Lang Tian itu masih berwajah tenang meski melawan sosok yang sebenarnya sangat kuat.

__ADS_1


"Bagus juga kau memakai cadar itu, aku jadi tidak harus merasa bersalah jika melukai wajahmu." Chu Gu Xiang kembali menekan pedang di tangannya dan lalu memberi tendangan pada lawan.


Ling Qing Zhu tidak bisa menahan tendangan tersebut. Dia terpental dan nyaris menghantam tanah andai tidak menjaga posisi kakinya.


Ling Qing Zhu mengatur napas dan menatap Chu Gu Xiang yang perlahan mendekat ke arahnya. Dia kembali mengulurkan tangan dan tanpa ekspresi berkata, "Pedang. Berikan,"


"Hmph, kau masih saja menginginkan pedang ini..." Chu Gu Xiang mendengus, "Apa menurutmu aku akan memberikan pusaka ini padamu?"


Chu Gu Xiang mengayunkan pedang di tangannya dan lima buah serangan besar kembali melesat. Kali ini semuanya mengarah ke tempat di mana lawannya berdiri.


"..............." Ling Qing Zhu berdiri dengan ekspresi yang tenang. Dia menaruh jari telunjuk kirinya di dekat bibir seakan memberi isyarat diam.


!!!


Mengejutkannya, lima serangan yang dilesatkan oleh Chu Gu Xiang menghilang tepat sebelum mengenai Ling Qing Zhu. Kejadian tersebut jelas saja membuat kaget siapa pun yang menyaksikannya.


"Ba-bagaimana bisa?!" ekspresi terkejut Chu Gu Xiang terlihat sangat jelas. Dia tidak tahu teknik apa yang dikeluarkan oleh gadis bercadar tipis itu, tetapi benar sekali bahwa serangannya tiba-tiba menghilang.


"......... Berikan." Ling Qing Zhu kembali bersuara, "Pedang milik Shuxiang."


"Apa yang kau lakukan? Teknik apa yang kau keluarkan barusan?!" Chu Gu Xiang berseru, namun Ling Qing Zhu tidak memberikan jawaban.


Ling Qing Zhu kembali bersuara, ".......... Itu bukan milikmu. Berikan,"


"Selalu saja bicara hal yang sama. Ini juga bukan pedang milikmu?! Kau sangat memuakkan!" Chu Gu Xiang meradang dan kembali melesatkan serangan yang jauh lebih besar.


Ling Qing Zhu kembali melakukannya, tetapi kali ini serangannya terlihat.


"Teknik Pernapasan Petir ..... *Xièhuò."


^^^*Discharge^^^


!!!


Serangan Chu Gu Xiang kembali menghilang, tetapi tidak butuh waktu lama sampai serangan yang sama datang dari arah berlawanan.


Chu Gu Xiang tidak sempat menghindar. Dia pun tidak menduganya. Gadis cantik itu mencoba menahan serangan yang amat kuat tetapi gagal. Belum lagi, ada lima serangan besar yang mengarah kembali padanya.


Serangan tersebut adalah serangan Chu Gu Xiang yang pertama dan mampu dihentikan oleh teknik pernapasan Ling Qing Zhu. Karena kejadian itu, Chu Gu Xiang terlempar dan menghantam beberapa pohon sebelum menghantam tanah dengan sangat keras.


Tidak cukup sampai di sana. Sebuah lesatan lain kembali datang dan terlihat bilah pedang yang berkilat. Sosok pria besar yang tidak lain adalah Tetua Wang Jing Li mengayunkan pedang besarnya seakan sudah menunggu serangan penghabisan tersebut.


!!!


Suara debaman yang sangat keras hingga menggetarkan tanah terdengar, bahkan di jarak yang begitu jauh.


Lan Guan Zhi yang saat ini membawa terbang teman baiknya bisa mendengar debaman itu. Beberapa bagian tanah dari pulau terapung tersebut nampak terkikis dan terjatuh perlahan.

__ADS_1


******


__ADS_2