KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
110 - Kekejaman (1)


__ADS_3

Xiao Shuxiang mengembuskan napas, dia membuat lima orang mayat menjadi tulang belulang dalam waktu tidak lebih dari 7 menit dengan memakai Yīng xióng. Dia juga berhasil melenyapkan beberapa hantu anak yang melawannya.


Gerakan berpedang Xiao Shuxiang brutal, apalagi dia nampak tak peduli jika mayat-mayat itu dalam kondisi tangan dan kaki tertebas. Tindakannya begitu berbeda dengan apa yang dilakukan Ling Qing Zhu dan Zhi Shu.


Di sisi lain, Lan Guan Zhi dengan teknik berpedangnya-----dia melawan Nyonya Upacara dan membuat kultivator wanita itu berada dalam posisi bertahan.


Nyonya Upacara menggertak, "Kurang Ajar...! Beraninya kalian mengganggu di saat-saat yang penting! Kalian semua akan kubunuh,"


Lan Guan Zhi tersentak dengan suasana yang tiba-tiba berubah. Dia mengambil beberapa langkah mundur dan bersikap waspada. Kultivatior wanita di depannya memperlihatkan perubahan wujud yang tidak biasa dan berlangsung cepat.


Kuku dari setiap jari di tangan Nyonya Upacara berubah hitam dan memanjang. Warna matanya menjadi sepenuhnya hitam dan nampak sangat menyeramkan, Lan Guan Zhi bahkan sampai menahan napas walau ekspresinya masih tetap tenang.


Liu Wei Lin tersentak dengan suara keras yang dihasilkan Xiao Shuxiang dalam pertarungannya. Pemuda mempesona dengan balutan pakaian pengantin itu menyerang secara membabi buta. Ling Qing Zhu sampai nyaris terkena serangan andai tidak menghindar.


Liu Wei Lin menutup kipasnya dengan ekspresi yang terperangah. "Dia benar-benar liar, teknik berpedang macam apa itu?!"


Zhi Shu membentak, "Saudara Xiao! Hati-hati dengan seranganmu! Kau hampir saja melukai kami----!!"


"SAUDARA XIAO! Kau mendengarku atau tidak sih!" Zhi Shu hampir jantungan. Dia mengusap-usap dadanya, serangan Xiao Shuxiang tadi hampir melukai kepalanya.


"Shuxiang," Ling Qing Zhu menatap tajam ke arah Wali Pelindungnya. Dia sekarang merasa bahwa yang harusnya diserang itu bukanlah para mayat ini, tetapi sosok menawan yang menyebalkan itu.


"Tidak sengaja..!" Xiao Shuxiang berseru tanpa menoleh ke arah kedua temannya tersebut. Dia menikmati pertarungannya.


Zhi Shu menghentakkan kakinya dan dengan pipi yang menggelembung----dia melesatkan anak panah es ke arah Xiao Shuxiang. Ling Qing Zhu tersentak karena gadis itu jelas sengaja melakukannya.


!!


Xiao Shuxiang dengan cepat menghindar dan menendang bagian batang dari anak panah Zhi Shu. Dia mengarahkannya ke tempat beberapa mayat yang langsung dapat membekukan mereka. Dirinya pun mengarahkan pandangan pada Zhi Shu dan menaikkan jempolnya, "Serangan yang bagus..!"


"SAUDARA XAIO..! Aku Membencimu..!" Zhi Shu kesal dan gemas sekali.


"Hah? Memang apa salahku?"


Ekspresi Xiao Shuxiang yang polos dan nampak tak berdosa itu sangat menguji kesabaran. Zhi Shu menghela napas dan lalu menggeleng pelan, "Untung saja aku mengagumimu, Saudara Xiao. Jika tidak, aku pasti sudah mengikatmu di tempat tidur Tuan Muda Lan."


Xiao Shuxiang tentu saja tidak mampu mendengar ucapan Zhi Shu barusan. Dia fokus pada pertarungannya dan kerja sama antara dirinya dengan Yīng xióng.


Liu Wei Lin sendiri merasa ini mulai tidak bagus. Dia pun melesat dan menyerang para mayat itu dengan menggunakan kipasnya. Dirinya berada di posisi yang dekat dengan Xiao Shuxiang.


Liu Wei Lin memanggil, "Saudara Xiao. Kau jangan melenyapkan mayat-mayat itu. Melakukannya sama saja dengan menyiksa jiwa yang mati, itu tidak baik."


Xiao Shuxiang bernapas dangkal, "Aku juga tahu. Tapi mau bagaimana lagi? Aku tidak bisa bersikap baik pada lawan yang tidak tahu diri. Harusnya saat kuberikan serangan pertama, mereka tidak perlu bangun dan menyerang lagi. Siapa pun akan kesal jika melawan makhluk yang keras kepala,"


"Saudaraku, mereka hanya mayat. Kau tahu yang kumaksud, kan?"


"Karena itulah aku kesal. Mayat sama sekali tidak tahu rasanya sakit, mereka akan menyerang lagi dan lagi. Karena itulah aku melakukan ini,"


"Saudara Xiao, ini tidak baik." Liu Wei Lin memperingati sambil mengambil alih serangan Xiao Shuxiang. Dia menyerang para mayat yang mendekati temannya ini dan membuat mayat-mayat itu terlempar dalam sekali kipasan. Liu Wei Lin berkata, "Melenyapkan jiwa yang mati juga dapat melukai jiwamu sendiri. Tidakkah kau tahu itu? Lihat, napasmu sudah tidak beraturan."


Xiao Shuxiang, "Ini karena aku banyak memakai tenaga. Kau tidak lihat praktik kultivasiku yang menyedihkan ini?"

__ADS_1


"Bukan hanya karena itu, Saudaraku." Liu Wei Lin menyentuh pelan bahu pemuda mempesona di sampingnya, "Jangan lagi melenyapkan mayat-mayat itu. Aku juga tadi melihatmu kesulitan menghadapi hantu yang notabenenya adalah roh jahat. Mereka tidak mempunyai tubuh fisik dan jelas kau tidak bisa menahan mereka dengan pedangmu."


Xiao Shuxiang tidak memprotes ucapan Liu Wei Lin. Dia memang tidak mampu berbuat apa-apa untuk menyerang para hantu anak kecil itu. Meski sekarang Yīng xióng dapat diajak bekerja sama, namun dia belum sepenuhnya menyatu dengan pedangnya.


Xiao Shuxiang, "Jadi sekarang aku harus bagaimana?"


"Jelasnya kau harus menahan diri untuk tidak melenyapkan seorang mayat pun. Dan jika bisa, kita harus menargetkan akar dari masalah ini,"


"Tsk, itu sulit.... Tapi jika mengatasi akar masalah... Ehm," Xiao Shuxiang baru saja akan berpikir saat mendengar suara ledakan keras. Dia melihat Lan Guan Zhi nyaris menghantam sebuah peti mati andai temannya itu tidak memakai kaki sebagai penahan tubuh. Hanya saja Lan Guan Zhi nampak memuntahkan darah.


Xiao Shuxiang melesat dan bergegas menghampiri Lan Guan Zhi. Liu Wei Lin tersentak kala menyadari tindakan yang tiba-tiba tersebut.


Xiao Shuxiang, "Lan'Er. Apa kau baik-baik saja?"


"Mn," Lan Guan Zhi menekan dadanya sebelum mulai menatap Xiao Shuxiang. Dia menyadari sesuatu hingga tangannya lantas terulur dan menyentuh kepala teman baiknya, suaranya berat.


Lan Guan Zhi berkata, "Cemaskan dirimu sendiri. Kau terlihat pucat,"


"Ini bukan masalah," Xiao Shuxiang meraih tangan Lan Guan Zhi yang menyentuh kepalanya. Suaranya sekarang terdengar serius, dia berkata. "Dengarkan aku, kita bertukar tempat. Aku yang akan melawan wanita tua menyebalkan itu dan kau atasi para mayatnya."


"Shuxiang,"


"Aku akan baik-baik saja. Kita makan setelah ini selesai, biar aku yang traktir. Oke?" Xiao Shuxiang tersenyum dan langsung melesat ke arah Nyonya Upacara. Dia mendesak wanita itu hingga masuk ke dalam kuil.


Lan Guan Zhi baru saja akan merespon saat teman baiknya menerjang Nyonya Upacara. Dia pun mengembuskan napas dan kemudian mulai menargetkan para mayat. Dia membantu Ling Qing Zhu, Zhi Shu dan Liu Wei Lin.


Pertarungan para kultivator itu dengan para mayat dan hantu berlangsung sengit. Wang Zhao nampak kagum saat menyaksikan betapa hebatnya orang-orang ini, dia tidak bisa mengalihkan pandangan.


!!


Liu Wei Lin yang sedang fokus membuat terpental beberapa mayat nampak kaget ketika mendengar suara keras yang seperti berasal dari dalam kuil. Dia pun melihat atap kuil itu berlubang dan seakan baru saja terkena serangan hebat.


Bahkan beberapa puing dari atap itu terlempar ke berbagai arah dan sebagian ada yang mengarah padanya.


Serangan yang berasal dari dalam kuil itu jelas adalah karena pertarungan antara Xiao Shuxiang melawan Nyonya Upacara. Kedua orang tersebut sama-sama kuat walau perlahan mulai terlihat siapa yang kini dalam keadaan terdesak.


Nyonya Upacara menjerit marah, "Berani sekali kalian...! Berani sekali kalian mengganggu upacara suciku!!"


"Upacara suci kau bilang?" Xiao Shuxiang mendengus dan menggeleng, "Aku tidak tahu lagi harus mengatakan apa padamu, Nenek Tua. Isi kepalamu itu sepertinya harus diperiksa,"


"Nenek Tua?! Kau..! Aku tidak setua itu sampai kau berani mengataiku..!" Nyonya Upacara mengumpulkan energi Yin dan Yang dari hasil 'Penyempurnaan Pernikahan' para mayat pengantin walau tidak sempurna.


Nyonya Upacara menggemeretakkan giginya, "Aku sudah menunggu saat-saat semacam ini untuk meningkatkan teknik kultivasiku. Tapi di saat-saat yang begitu penting.... Kalian justru merusaknya! Kecacatan dari teknik kultivasiku akan dibayar dengan nyawamu lebih dahulu..!!"


!!


Xiao Shuxiang tersentak. Wanita yang dia lihat melesatkan serangan besar dengan energi hitam yang berat. Dia meludahkan darah sebelum menerjang serangan itu.


"Dasar Bodoh..! Menerima seranganku secara langsung akan membunuhmu---!" Nyonya Upacara baru saja akan meledek kebodohan lawannya saat tiba-tiba sosok menawan yang dia serang itu lenyap di depan matanya sendiri.


"Ke mana perginya dia?!" Nyonya Upacara kaget. Dia tidak bisa merasakan kehadiran sosok yang menjadi lawan bertarungnya. "Dia menghilang tepat sebelum terkena seranganku. Di mana orang itu---!!"

__ADS_1


Nyonya Upacara terkejut bukan main saat tanpa peringatan, sesuatu tiba-tiba menabraknya hingga dia terjatuh ke lantai. Kedua tangannya dipegang kuat dan dia sendiri dalam posisi wajah mencium lantai kuil.


Khhak..!


Nyonya Upacara merasakan sakit di punggungnya. Ada seseorang yang menindih tubuhnya saat ini dan bahkan dia tidak bisa melakukan apa-apa.


"Sialan, siapa kau..!"


"........... Tidak mengenalku?"


Nyonya Upacara tersentak. Suara yang dia dengar adalah milik lawannya tadi. "Kau..!! Aku pasti akan membunuhmu!"


"Hmph, sayangnya kau tidak bisa." Xiao Shuxiang bersuara dingin. Dia sudah tidak memegang Yīng xióng. Tangannya mencengkeram kuat pergelangan tangan Nyonya Upacara.


Xiao Shuxiang menyadari akan ada serangan energi gelap dan langsung menyatukan kedua tangan Nyonya Upacara.


Dia mengeluarkan Seruling Giok Putihnya dan langsung menusukkannya ke tangan Nyonya Upacara hingga terdengar suara pekikan keras. Segaris senyum terlihat di wajah tampan Xiao Shuxiang, dia tidak salah memakai rencana yang berisiko tinggi ini.


Sebelumnya, saat dirinya melesat dan seakan ingin menerima serangan wanita ini secara langsung-----Xiao Shuxiang memakai hampir semua tenaganya untuk mengeluarkan Cermin Pemindah dan muncul ke titik buta Nyonya Upacara.


Yīng xióng dia masukkan ke dalam Cincin Spasialnya dalam kondisi bergerak cepat. Energinya benar-benar terkuras habis karena serangan tersebut, bahkan dia melakukan pertaruhan besar dengan Seruling Giok Putihnya.


Xiao Shuxiang ingat bahwa Seruling Giok Putih miliknya bisa digunakan melawan roh, tapi tentu mustahil baginya untuk bisa memainkan serulingnya sambil tetap mengayunkan Yīng xióng. Apalagi teman-temannya juga bisa terkena efek dari seruling itu.


Cara satu-satunya yang bisa digunakan Xiao Shuxiang adalah melakukan ini. Dia menusukkan seruling itu ke tangan Nyonya Upacara dengan harapan bahwa serulingnya punya efek yang sama dalam mengatasi energi dari roh jahat meskipun tidak dimainkan dan rupanya berhasil.


!!


"Le-lepaskan aku..!" Nyonya Upacara sudah tahu. Sejak rasa sakit yang dia terima dari kedua tangannya yang disatukan dan ditusuk oleh seruling, dia jadi tidak bisa mengeluarkan sedikit pun energi spiritual. Tubuhnya bahkan kian melemah.


"Ini tidak mungkin. Bagaimana bisa aku kalah dengan seorang manusia lemah? Sialan..!" Nyonya Upacara mengumpat.


Xiao Shuxiang begitu tenang, sama sekali tidak peduli dengan umpatan dan usaha wanita di bawahnya untuk bisa melarikan diri. Dia berkedip dan mulai kemudian merendahkan tubuhnya.


Xiao Shuxiang bicara tepat di telinga Nyonya Upacara. "Aku langsung saja, kau memiliki lembaran Kitab Pembunuh Matahari, kan? Aku menginginkannya. Serahkan padaku."


Mata Nyonya Upacara membulat, dia kini tahu apa yang diincar lawannya. Dirinya pun menggeram tertahan, "Kau pikir aku bodoh? Kau tidak akan mendapatkan apa pun yang kau cari. Kau tidak akan bisa,"


"Sepertinya kau tidak tahu. Ucapanku tadi bukan sebuah permintaan, melainkan perintah. Jadi jangan keras kepala dan berikan lembaran kitab itu."


"Kau tidak akan bisa mendapatkannya! Aku tidak akan pernah mengatakan apa pun padamu..!"


"............ Kalau begitu, kau sama sekali tidak berguna." Xiao Shuxiang berujar dingin dan mengambil sebuah belati dari dalam lengan pakaiannya. Dia kembali bicara di dekat telinga Nyonya Upacara, "Sebaiknya kau mulai memohon agar aku mau mengampuni nyawamu."


Xiao Shuxiang memegang kuat belati miliknya dan dengan kuat menusukkannya tepat di kepala Nyonya Upacara. Dia sama sekali tidak peduli pada jerit kesakitan yang memekakkan telinga.


"AAAAAAKH...!!"


"Jangan salahkan aku bersikap kejam. Kau sendiri-lah yang meminta ini,"


!!!

__ADS_1


******


__ADS_2