KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
24 - Keangkuhan


__ADS_3

Bocah Pengemis Gila terkejut, matanya terbelalak dan mulutnya sampai terbuka tanpa sadar akibat menyaksikan Xiao Shuxiang yang tanpa aba-aba langsung menyerang gerbang besar di depannya.


Bukan tentang kelakuan Koki Alkemis itu, tetapi karena telinga Bocah Pengemis Gila mendengar suara layaknya tulang yang retak. Apalagi sekarang terlihat pemuda tampan yang bersamanya nampak merintih.


"Aduh..." Xiao Shuxiang meringis, dia berjongkok dan mulai meniup-niup punggung tangan kanannya. Dia memakai tenaga yang besar, tetapi gerbang Sekte Pagoda Langit benar-benar keras.


"Shuxiang, kau terlalu meninggikan diri sendiri..! Kau tahu benar gerbang itu memiliki segel pelindung dan sangat keras dibanding gerbang biasa, lalu untuk apa kau memberinya kepalan tangan? Apa kepalamu terbentur sesuatu?"


Xiao Shuxiang merasakan tangan kanannya mati rasa. Dia tidak peduli pada ocehan dan ledekan dari Bocah Pengemis Gila. Tangan kanannya sangat sakit dan juga berdarah. Tidak disangka segel yang diberikan padanya sangat efektif.


Bocah Pengemis Gila, "Nak... Sekarang bukankah ini sudah menjadi bukti? Kau tidak bisa pergi sendiri, apalagi berniat menyusul Ling Qing Zhu dan melindungi gadis itu. Kau hanya akan menjadi beban untuknya. Sebaiknya... Kau di sini saja."


"Aku tidak mau. Aku tahu batasan dari kemampuanku sendiri. Aku pasti akan pergi." Xiao Shuxiang masih meniup-niup tangannya. Bahkan regenerasi yang selama ini dia banggakan juga nampak mengalami penurunan. Semuanya itu adalah karena segel yang diberikan kepadanya.


"Aku juga tidak bisa mengantarmu..." Bocah Pengemis Gila menggumam pelan sambil menggaruk pipinya. "... Aku tidak bisa meninggalkan Yi Wen sendirian dan selalu bersamamu juga tidak baik untuk diriku sendiri. Aku harus tetap menjaga identitasku..."


Xiao Shuxiang tidak mendengarkan gumaman dari Bocah Pengemis Gila. Pikirannya sekarang sedang diisi tentang bagaimana cara membuat segel yang ada padanya dapat sedikit dilonggarkan, setidaknya praktiknya tidak berada di Forging Qi tingkat 5.


"Shuxiang, apa sebaiknya kau pertimbangkan lagi keputusanmu? Perjalananmu akan sangat sulit dan rintangan yang kau hadapi ini jauh lebih banyak dari biasanya. Kau juga tahu kan bahwa tanah di Benua Tengah kurang mendukung bagi kultivator. Kesulitanmu justru akan makin bertambah."


Xiao Shuxiang mengembuskan napas saat mendengar Bocah Pengemis Gila. Dia tahu bahwa pria ini khawatir padanya, tetapi melarikan diri dari masalah bukan mencerminkan seorang 'Xiao Shuxiang'.


"Aku senang kau khawatir padaku, Bocah Pengemis Gila. Tapi selama itu bukan Qian Kun, maka tidak ada yang bisa menyulitkanku..." Xiao Shuxiang perlahan berdiri, "Kau tidak perlu ikut menemani. Aku selalu punya pengawal pribadi yang akan mengikutiku seperti bayangan. Dia adalah orang yang paling terpercaya,"


Bocah Pengemis Gila melihat luka di tangan Xiao Shuxiang yang masih mengeluarkan darah segar sampai sekarang. Dia yakin bahwa regenerasi pemuda ini benar-benar terhambat dan kemungkinan besar adalah pengaruh dari segel yang diberikan ke-12 Tetua.


Tidak perlu dia tanyakan tentang pengawal pribadi yang disebutkan oleh pemuda berpakaian hitam di sampingnya ini. Bocah Pengemis Gila tahu orang yang dimaksud Xiao Shuxiang itu adalah Hu Li.


"Kau buka gerbangnya,"


Bocah Pengemis Gila tersentak ketika Xiao Shuxiang memberinya perintah sambil menyenggolnya.


Dia menatap pemuda tampan tersebut dan lalu mendengus, "Aku 'Senior'mu. Buka sendiri,"


"Cepatlah. Ayo buka..! Apa susahnya menurutiku sekali ini saja,"


"Kau selalu saja menyuruhku melakukan banyak hal, aku ini bukan pelayanmu tahu..!" Bocah Pengemis Gila merutuk, dia protes tetapi tetap membuka gerbang Sekte Pagoda Langit sesuai permintaan Xiao Shuxiang.


Saat gerbang itu dibuka, terlihat bahwa mereka sudah ditunggu oleh sekitar 14 orang pendekar dari berbagai partai dan sekte.


Bocah Pengemis Gila tanpa sadar menahan napas karenanya.


"......"


"......"

__ADS_1


Dua di antara pendekar itu mengerutkan kening ketika melihat sosok pria yang berdiri jauh di hadapan mereka. Tampilan pria tersebut sangat aneh, menggelikan dan tidak terduga. Beberapa pendekar bahkan nampak berwajah pucat.


"Jadi... Kabar bahwa Bocah Pengemis Gila itu tinggal di Sekte Pagoda Langit memang benar?" seseorang berbisik kepada teman di sampingnya.


"Dia gigolo Xiao Shuxiang,"


"Apa?!"


!!!


Ucapan sinis salah seorang pendekar membuat kaget rekan-rekannya yang lain. Mereka datang beramai-ramai untuk memastikan kabar tentang disegelnya kekuatan Xiao Shuxiang, tetapi justru mendapat kebenaran terkait Bocah Pengemis Gila. Bahkan dua murid Sekte Pagoda Langit yang selama ini berjaga di luar gerbang pun terkejut mendengarnya.


"Hei, hei..!! Siapa yang kau maksud 'Gigolo' hah?! Aku..! Aku bukan..." Bocah Pengemis Gila memeluk erat tongkat bambunya dan tertunduk. Warna merah pada pipinya jadi semakin terang karena dia merasa malu.


"Jangan bicara dengannya. Dia bukan orang yang normal."


!!


Bocah Pengemis Gila hampir muntah darah. Para pendekar yang dilihatnya ini entah kenapa hanya datang untuk menghinanya. Dia tahu mempunyai profesi yang buruk, tetapi orang-orang ini tidak perlu bersikap seperti itu?! Rasanya jadi ingin menendang bokong mereka semua.


"Itu... Xiao Shuxiang!" seorang pendekar berseru hingga perhatian semua orang tertuju pada sosok Xiao Shuxiang yang nampak berjalan keluar.


!!


"Hmph, tidak sia-sia aku menunggu selama dua hari di sini. Kabar bahwa kekuatannya disegel benar adanya."


"Xiao Shuxiang! Kau pasti sudah tahu apa yang membawa kami kemari. Melihat keadaanmu sekarang ini... Rasanya jadi ingin mengasihanimu."


Nada suara pendekar lainnya terdengar seperti meledek. Apalagi mereka semua dapat melihat darah yang mengalir di sela-sela jari Xiao Shuxiang. Jelas bahwa pemuda itulah yang telah menyerang gerbang Sekte Pagoda Langit barusan tetapi gagal.


Xiao Shuxiang memperhatikan satu persatu pendekar yang menunggunya.


Dia memperkirakan usia tiap-tiap pendekar yang nampak berada di antara 21 hingga 27 Tahun.


Xiao Shuxiang pun memasang wajah yang tenang seperti biasa. "Kupikir akan ada Tua Bangka di antara kalian, tapi sepertinya mereka masih sadar diri..."


Xiao Shuxiang melangkah dan sejenak menoleh ke arah Bocah Pengemis Gila. "... Mulai sekarang jangan temui aku dengan riasan mirip hantu gantung itu. Aku tidak mau mempunyai gosip yang aneh-aneh denganmu."


"Aku juga tidak mau..!" Bocah Pengemis Gila merinding sendiri.


"Xiao Shuxiang..! Hari ini adalah hari kematianmu! Aku menantangmu bertarung sekarang juga!"


"Aku juga menantangmu! Kau akan membayar semua yang sudah kau lakukan padaku!"


Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya, dia mendorong Bocah Pengemis Gila ke samping hingga membuat pria itu tanpa sengaja menabrak salah satu murid Sekte Pagoda Langit. Dia sama sekali tidak peduli dengan seruan dan omelan dari Bocah Pengemis Gila.

__ADS_1


Xiao Shuxiang, "Aku tidak ingat pernah berhutang pada kalian, tapi jika ingin menantangku----tentu dengan senang hati kuterima."


"Tuan Muda Xiao," murid Sekte Pagoda Langit yang lain berujar, "Pengajuan tantangan untuk Anda tidak bisa sembarangan. Dan juga... Kalian tidak diizinkan bertarung di depan gerbang seperti ini."


"Aku sedang tidak mau berlama-lama dengan mengikuti berbagai aturan sekte kalian. Ada hal yang jauh lebih penting untuk kulakukan," Xiao Shuxiang menatap para pendekar di hadapannya, dia pun kembali bersuara. "Kalian semua... Majulah yang ingin mati lebih dahulu."


"Cih! Sombong sekali..! Kau harusnya sadar diri dengan kekuatanmu yang sekarang. Kau kini tidak lebih dari singa yang kehilangan cakarnya."


!!


Bocah Pengemis Gila dengan cepat bersembunyi di belakang punggung murid Sekte Pagoda Langit saat tiga di antara para pendekar menarik senjata mereka dan langsung melesat ke arah Xiao Shuxiang.


Hanya dalam waktu tiga detik dan alur pertempuran itu berubah sengit. Bocah Pengemis Gila sampai memegang erat ke dua bahu murid Sekte Pagoda Langit dan seakan mencari perlindungan.


"Tuan Muda, apa yang anda lakukan?"


"Aku takut, sangat takut...!"


Bocah Pengemis Gila benar-benar sesuai julukannya. Dia tanpa rasa malu meminta agar dilindungi oleh murid Sekte Pagoda Langit. Kelakukannya ini tidak pernah berubah, selalu menggelikan dan tidak terduga. Padahal sebelumnya dia baik-baik saja, termasuk berbicara layaknya orang biasa saat bersama Xiao Shuxiang.


"Tuan Muda, anda jangan seperti ini---!" murid Sekte Pagoda Langit berniat menegur Bocah Pengemis Gila, tetapi sebuah serangan nyasar mendadak datang ke arahnya.


Beruntung murid Sekte Pagoda Langit yang lain bergerak cepat dan menahan serangan tersebut. Mereka pun bergegas menutup gerbang kembali agar serangan nyasar yang lain tidak sampai masuk ke dalam wilayah Sekte Pagoda Langit.


Xiao Shuxiang menggunakan Seruling Giok Putihnya untuk menangkis bilah pedang yang diarahkan padanya. Jika serangan itu merupakan lesatan Qi, dia sebisa mungkin menghindarinya.


"Kau sudah lemah sekarang ini. Gerakanmu mudah sekali terbaca!"


Seorang pendekar memakai Tenaga Dalam Berat saat mengayunkan pedang miliknya. Xiao Shuxiang yang menyadari itu mengelak dengan melompat ke atas dan melentingkan tubuhnya di udara.


Pedang pendekar itu menghantam tanah dan menciptakan retakan yang cukup dalam. Seseorang bisa saja terbelah dua bila terkena serangan tersebut.


Xiao Shuxiang memang tidak segesit sebelumnya. Gerakannya kini agak melambat dan sama sekali tidak seliar yang dulu. Bahkan caranya bergerak di udara seperti makhluk bersayap indah yang anggun.


Hanya saja ketika menapakkan kakinya dan memberi serangan balasan----saat itulah sesuatu yang tidak diduga terjadi.


Puluhan kupu-kupu bersayap putih seperti keluar dari lengan pakaian Xiao Shuxiang. Serangga-serangga itu sangat indah, tetapi membawa kesulitan bagi para lawannya. Bahkan kultivator yang masih menonton pertarungan itu juga terpaksa menyerang.


Bocah Pengemis Gila dan dua murid Sekte Pagoda Langit menyaksikan bagaimana perhatian para pendekar itu teralihkan.


Mereka tersentak saat sadar bahwa Xiao Shuxiang memanfaatkan serangga cantik miliknya untuk melakukan serangan balasan.


"Oh tidak... Jangan sampai itu terjadi," Bocah Pengemis Gila menyadari sesuatu. Dia segera menepuk punggung kedua murid Sekte Pagoda Langit yang berdiri di depannya kemudian kembali berseru. "Kalian cepat hentikan Shuxiang! Dia akan membunuh mereka..! Ayo cepat..!"


******

__ADS_1


__ADS_2