![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
"Apa yang terjadi?" Yan Tianhen baru saja menapak di tanah. Ini adalah lokasi kedua yang dia datangi setelah tiba bersama rombongan Tetua Dao Fang An.
Sebelumnya dia bertarung dengan para anggota Sekte Lembah Iblis, namun tidak butuh waktu lama sampai lawannya secara mendadak berlutut di tanah dan meletakkan pedang mereka seolah menyerah.
Tetua Dao Fang An yang tidak jauh dari tempat Yang Tianhen berada nampak berbalik. Dirinya membeku saat melihat Wang Zhao berjalan dengan kepala manusia di tangannya. Suasana menjadi sangat berbeda.
Tetua Dao Fang An baru akan bicara ketika mendengar seruan para kultivator. Mereka begitu senang dengan kemenangan yang sudah diraih dan bahkan bersorak karenanya.
Setelah perang itu, para kultivator dari berbagai sekte mulai berkumpul. Sementara anggota Sekte Lembah Iblis beserta warganya terlihat berbaris sambil berlutut, mereka menundukkan pandangan dan bahkan tidak ada yang berani untuk buka suara.
Kepala pemimpin sekte yang sebelumnya ada di tangan Wang Zhao kini sudah di tempatkan di bawah bendera aliansi para kultivator. Itu merupakan pertanda bahwa kini Sekte Lembah Iblis sudah menyerah di bawah kemenangan lawan mereka.
"Shizun," Wang Zhao menatap Dao Fang An sejenak sebelum menundukkan pandangan. Suara pelan dan terdengar agak gemetar saat dia berkata, "Shizun ... Aku minta maaf. Aku ..."
Air tergenang di pelupuk mata Wang Zhao. Dia mengepalkan kedua tangannya dan berusaha untuk tegar pada semua ini. Tetapi Tetua Dao Fang An bisa melihat pemuda di hadapannya hanya berpura-pura kuat.
"Jangan meminta maaf jika ini bukanlah kesalahanmu," Tetua Dao Fang An berujar tenang. Dia membuat Wang Zhao kembali menatapnya, namun dengan ekspresi wajah yang campur aduk.
"Kau ini cengeng sekali... " Liu Wei Lin melihat dan merasa risih karena pemuda ini selalu bisa meneteskan air mata, bahkan terhadap musuh sekali pun.
Wang Zhao mengedarkan pandangan matanya dan kemudian bernapas pelan. Dia pun mulai buka suara dan berkata, "Satu-satunya Yang tersisa dari perang adalah rasa kehilangan Dan juga kesedihan. Shizun, aku tahu orang-orang di tempat ini sudah banyak menimbulkan kerugian, tetapi aku sangat tidak tahu diri karena masih ingin meminta pengampunan untuk mereka."
Tetua Dao Fang An mengembuskan napas dan merasa bahwa tidak seharusnya Wang Zhao bersikap selembut ini. Dia bahkan yakin bahwa pemuda di hadapannya pasti merasa sangat berat saat membawa kepala manusia berkeliling untuk menghentikan perang besar ini.
Tetua Dao Fang An dan para Tetua Besar lain memperhatikan Wang Zhao dengan saksama. Mereka sepemikiran dengan Tetua Dao Fang An. Lihat saja, bahkan saat ini pun Wang Zhao berusaha menyembunyikan gemetar pada tangan dan sekujur tubuhnya.
Salah seorang kultivator berkata, "Kuhargai kebaikanmu. Tetapi bagaimana jika kami mengampuni nyawa mereka dan justru terjadi sebuah pembalasan dendam?"
"Tidak perlu membicarakannya lagi..!" Seorang kultivator dari salah satu sekte aliran hitam membentak. Dia berkata, "Sekte Lembah Iblis harus membayar semua yang sudah mereka perbuat."
Kultivator itu hendak menerjang, tetapi Liu Wei Lin dengan cepat menghentikannya. Pemuda dengan kipas merah di tangannya itu nampak tersenyum dan berkata, "Saudaraku. Bukankah kau sudah menyaksikannya? Sekte ini sudah mengalami banyak kerugian. Mereka butuh waktu lama untuk pulih, apa kau masih tidak membiarkan mereka?"
"Apa orang-orang ini mengasihani sekteku? Atau mengasihani perguruan lain yang sudah mereka porak-porandakan?"
Tetua Chen Duan Shang berkata, "Yang bersalah sudah menerima hukumannya. Kau juga harus melihat bahwa pihak kita pun kini tidak sedang baik. Lihatlah kondisimu, apa kau tidak sadar dengan lukamu itu?"
"Persetan! Aku akan menghabisi mereka semua-"
"Aku berjanji," Wang Zhao menyela. Tangannya terkepal saat dia berkata, "Mulai sekarang... Orang-orang Sekte Lembah Iblis tidak akan lagi keluar dari tempat ini. Aku akan menutup lembah dari dunia ... Selamanya."
Liu Wei Lin tersentak, dia menoleh dan lantas berkedip saat menatap Wang Zhao. Dia bisa melihat pemuda tersebut sangat berat saat memutuskan akan menutup lembah untuk selamanya.
__ADS_1
Seorang kultivator berkata, "Aku masih tidak tenang. Bagaimana kau bisa melakukannya? Kau mau menutup sekte ini sementara ada di antara mereka yang lebih kuat darimu?"
"Apa kepala itu tidak cukup bagimu sebagai bukti?" Wang Zhao memberikan tatapan mata yang dingin dan membuat kultivator tersebut kaget. Dia pun kembali bertanya, "Apa reaksi mereka bahkan tidak cukup untuk membuatmu percaya?"
Meski suara Wang Zhao mempunyai nada yang mengancam, tetapi air yang menetes di pipinya tanpa bisa ditahan lagi adalah pertanda bahwa saat ini dia mencoba melakukan yang terbaik. Biar bagaimanapun, tidak semua orang yang tinggal di Sekte Lembah Iblis bersalah.
Tetua Dao Fang An mengembuskan napas. Dia pun berkata, "Kau tahu apa yang terbaik. Aku percaya padamu,"
"Shizun ..." Wang Zhao tidak hanya mendapat dukungan dari Tetua Besar Sekte Lautan Awan, tetapi juga dukungan dari Tetua Besar lainnya. Mereka memberinya kesempatan mengubah Sekte Lembah Iblis dengan tangannya sendiri.
Wang Zhao mengucapkan banyak terima kasih dan sekaligus permintaan maaf yang amat sangat. Dia mengatakan bahwa tidak bisa mengganti kerugian nyawa, tetapi akan berjanji bahwa ini adalah yang terakhir kalinya Sekte Lembah Iblis akan terlihat bagi dunia. Setelah ini ... Dia akan menutup lembah selamanya.
Ada beberapa kultivator yang mulai mencari rekan dan tetua mereka. Sebagian justru lebih peduli untuk menyembuhkan luka dahulu sebelum mengkhawatirkan orang lain. Di sisi lain, bahkan ada pendekar yang mulai pulang ke tempat masing-masing.
"Wei Lin?" Wang Zhao menghampiri Liu Wei Lin dan bertanya dengan suara pelan. "Anggota Sekte Lembah Hantu yang berkhianat padamu, apa kau akan membawa mereka pergi?"
Liu Wei Lin melihat ke arah anggota Sekte Lembah Hantu yang masih berlutut sambil menundukkan kepala mereka. Dia kemudian melambaikan kipas miliknya dan berkata, "Itu sekarang hak-mu. Kaulah yang memutuskan akan memberi hukuman seperti apa pada mereka,"
"Tapi-"
"Jika aku yang melakukannya, aku bisa saja tidak mampu mengendalikan emosiku. Para kultivator yang ada di sekteku dan saat ini sedang kulihat ... Sejujurnya aku sangat ingin mencambuk mereka."
"Wei Lin,"
"Hmph," Wang Zhao mendengus. "Jika aku tidak salah ingat, kau banyak menghabisi nyawa para penjaga Istana Teratai Hitam saat alur perang memasuki pertengahan."
"Mana mungkin," Liu Wei Lin melakukan pembelaan diri dengan berkata, "Apa kau pikir kipas lembut seperti ini bisa membunuh orang?"
"...................." Bukankah itu jelas? Wang Zhao sampai tidak tahu harus mengatakan apa. Dia bukanlah orang tua pikun hingga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Namun dia tidak mau melawan Liu Wei Lin dan pemuda ini sangat suka untuk berdebat meskipun kebenaran tidak berada di pihaknya.
Yi Wen baru saja membantu seorang anak yang terpisah dari orang tuanya. Dia kemudian menghampiri Zhi Shu yang saat ini bersama Ling Qing Zhu dan kemudian mulai buka suara.
Yi Wen menghela napas, "Ini menyebalkan. Kenapa pertempuran harus berakhir? Aku bahkan belum menunjukkan kemampuanku,"
"Bukankah itu lebih baik?" Zhi Zhu berkata, "Semakin cepat sebuah perang berakhir, maka korban tidak akan berjatuhan lagi. Aku justru lega karena semuanya sudah berakhir,"
"Haah, terserahlah. Sekarang tidak ada yang harua kita lakukan, kan? Jadi ayo pulang," Yi Wen berjalan dan memanggil Ling Qing Zhu untuk pulang bersamanya.
Ling Qing Zhu baru akan mengikuti Yi Wen saat tangannya tiba-tiba diraih oleh seorang anak perempuan berusia sekitar 9 Tahun. Dia pun sedikit mengerutkan kening.
"Kakak," anak perempuan itu memberi tanda agar Ling Qing Zhu menunduk. Dia kemudian memeluk gadis berambut putih itu saat Ling Qing Zhu berjongkok. Tindakannya cukup mengagetkan.
__ADS_1
?!
Ling Qing Zhu tidak mengatakan apa pun. Sejujurnya dia tidak menyangka akan langsung dipeluk seperti ini oleh seorang anak kecil. Dia bahkan penasaran kenapa anak perempuan yang manis ini tiba-tiba memeluknya.
"Kakak, terima kasih dan ...."
Anak perempuan itu membisikkan sesuatu di telinga Ling Qing Zhu dan membuat gadis itu tersentak dan langsung menatap ke arahnya. Belum sempat Ling Qing Zhu bicara, Yi Wen langsung meraih lengannya dan mengajaknya pulang bersama.
Yi Wen merangkul lengan Ling Qing Zhu dan berkata, "Aku ingin segera pulang dan mandi. Tubuhku benar-benar tidak nyaman, entah sudah berapa hari kita ada di tempat ini. Haah ... Zhi Shu! Kemari. Apa kau akan tetap di sana? Di mana Saudara Xiao-ku?"
Zhi Shu menyusul Yi Wen Dan menggeleng pelan, "Aku juga tidak tahu. Kurasa Saudara Xiao bersama Tuan Muda Lan,"
Yi Wen mengangguk mengerti. Dia kemudian mengedarkan pandangan dan berdecak beberapa kali. 'Tempat ini benar-benar kacau,"
Ling Qing Zhu buka suara. Dia berujar tanpa nada, "Masih banyak mayat yang perlu dikuburkan. Kita tidak bisa pergi,"
"Jangan khawatir," Yi Wen berkata, "Anggota Sekte Lembah Iblis yang akan mengurusnya. Lihat di sana?"
Ling Qing Zhu dan Zhi Shu mengikuti arah pandangan Yi Wen. Mereka melihat Wang Zhao memaksa untuk membersihkan bekas dari semua pertarungan ini. Bahkan Wang Zhao meminta agar para kultivator di hadapannya untuk lebih mementingkan kesehatan dan setiap luka yang mereka dapatkan.
Butuh waktu Lama sampai para tetua itu mengizinkan Wang Zhao dan kemudian mulai berpamitan dengan pemuda tersebut. Itu pun saat Tetua Meng Hao Niang tiba di tempat ini.
Wanita penggemar berat arak itu baru saja selesai menyembuhkan kultivator yang ada di sekte ini. Namun rupanya dia tidak ingin kembali ke Sekte Lembah Iblis. Tetua Meng Hao Niang lebih memilih tinggal di Sekte Lautan Awan daripada yang lain.
Zhi Shu melihat Wang Zhao menerima segala keputusan Tetua Meng Hao Niang. Wanita itu bahkan sangat ini pergi untuk mencari Wang Hu Zhuang.
Wang Zhao membungkuk memberi hormat pada para kultivator. Dia memperhatikan satu per satu punggung orang-orang itu dan bahkan tersenyum serta memberi tanda agar Zhi Shu pergi saja. Wang Zhao bahkan berkata bahwa dia akan menyusul mereka nantinya.
Ling Qing Zhu berbalik sejenak untuk menatap Wang Zhao dan pemuda itu membungkuk hormat sambil tersenyum padanya. Dia berkedip dan lantas tersentak saat Yi Wen memanggilnya.
"Ada apa? Kau melupakan sesuatu?" Yi Wen bertanya dan dijawab gelengan pelan oleh Ling Qing Zhu.
"Tidak ada,"
"Kau jangan khawatirkan pemuda itu. Dia sudah membuktikan diri dan sekarang dia harus mengembang tugas sebagai seorang pemimpin,"
"Aku tahu, tapi ..." Ling Qing Zhu merasa tidak nyaman akan sesuatu.
"Nona Ling? Katakan saja, kau kenapa?" Zhi Shu buka suara.
Ling Qing Zhu mengingat ucapan anak perempuan yang sebelumnya sudah memberikannya sebuah pelukan. Dia sama sekali tidak memahami gadis itu, tetapi yang dia ketahui adalah ... Anak tersebut membisikkan permintaan tolong padanya, entah sebab apa.
__ADS_1
******