![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Ekspresi Xiao Shuxiang tidak berubah, sosok di hadapannya memang adalah Mo Huai dan dia tahu benar identitas sebenarnya dari orang ini.
Xiao Shuxiang buka suara, "Aku harus menyebutmu apa sekarang ini...? Mo Huai? Atau... Qian Kun?"
"................." pemuda di hadapan Xiao Shuxiang mengulurkan tangan dan menyentuh wajahnya sendiri. Sebuah topeng rubah berwarna merah tercipta dan warna pada pakaian pemuda itu pun berubah menjadi sehitam malam.
Dia menutupi kepalanya dengan tudung dari jubah hitamnya dan buka suara, "Kurasa kau akan lebih nyaman bicara saat aku seperti ini."
"Ah... Benar," Xiao Shuxiang berkata. "Melihat wajah orang yang kukenali berada di jalan yang berseberangan denganku sangat memuakkan. Aku tidak habis pikir kau bisa bersembunyi... Bahkan sampai sejauh ini."
"Kau memanggilku kemari... Kupikir ini tidak akan pernah terjadi,"
Suara sosok di hadapan Xiao Shuxiang berubah. Pemuda itu memang adalah Mo Huai, tetapi entah bagaimana dia memiliki identitas lain dan itu pun bukan sosok sembarangan, melainkan Qian Kun.
Untuk Xiao Shuxiang, nama 'Qian Kun' sudah seperti mimpi buruk baginya. Dia marah, tetapi jika nekat bertarung dengannya---maka tidak hanya Kekaisaran Matahari Tengah yang akan terkena dampaknya. Sejujurnya, dia pun tidak memiliki gambaran akan menang bila menghadapi orang ini.
Xiao Shuxiang memejamkan mata sejenak sebelum kepalan pada tangannya mengendur. Dia pun bernapas pelan dan berkata, "Jika saja aku yang sekarang adalah aku yang saat sebelum naik ke Alam Kultivasi Atas... Maka saat ini tindakan cerobohku adalah dengan menyerangmu tanpa bicara."
Xiao Shuxiang menarik napas, tatapan matanya turun saat dia berujar pelan. "Tidak bisa disalahkan..."
Xiao Shuxiang berkata, "Aku tidak menyalahkanmu atas apa yang sudah terjadi. Pada akhirnya... Memang aku sendirilah yang menawarkan diri untuk melakukan ini semua. Akulah yang menawarkan diri agar datang ke Dunia Manusia dan menghancurkan semuanya,"
".............. Benar. Tapi pada akhirnya kau menolak dan justru melindungi semuanya."
"Karena itu tidak benar..!" Xiao Shuxiang berkata, "Menghancurkan Dunia Manusia demi menguasainya untuk tempat tinggal kalian bukanlah hal yang dibenarkan. Kalian mempunyai tempat tinggal sendiri dan dunia ini bukanlah milik kalian. Sadarilah hal itu,"
Xiao Shuxiang menahan sesak di dadanya dan kembali berkata, "Jika sejak awal dunia ini memang ditujukan untuk kalian... Maka kalian tidak mungkin tinggal di tempat selayaknya neraka itu."
Xiao Shuxiang, "Aku sebelumnya menolak untuk menerima ini... Tetapi sekarang aku yakin dengan pasti. Alasan mengapa aku tidak bisa merasakan kehadiranmu yang ternyata begitu dekat denganku adalah bahwa kau... Sama sekali tidak membenci manusia."
!
Sosok bertopeng itu menatap Xiao Shuxiang. Ibu jari pada tangan kanannya nampak menyentuh pelan perban kecil yang membalut jari telunjuknya. Balutan dari perban itu menyembunyikan sebuah bekas gigitan kecil.
"Benar. Tetapi tidak sepenuhnya ..." sosok bertopeng rubah itu buka suara. Dia berkata, "Aku tidak merasakan apa pun... Entah itu kebencian atau yang lainnya. Satu-satunya yang kutahu adalah aku harus mengawasimu,"
"Kau sudah cukup mengawasi sejauh ini. Apa kau masih belum mau berhenti?"
"Xiao Shuxiang," suara dari sosok bertopeng itu berubah serius. Dia berkata, "Kau jelas tahu waktu di mana aku akan menghentikan ini semua. Itu... Tergantung dari tindakanmu."
Sosok dengan topeng rubah berwarna merah itu pun mengambil langkah mendekat dan berkata, "Kau melindungi, melindungi, dan terus melindungi semua orang selama ini... Tetapi seharusnya kau tidak lupa bahwa kau terlahir bukan sebagai pahlawan."
!!
"Xiao Shuxiang... Usahamu sia-sia. Kau... Terlahir sebagai bencana." sosok bertopeng itu berhenti tepat di hadapan Xiao Shuxiang dan berujar, "Bahkan jika aku tidak bertindak sama sekali... Masa saat kau menghancurkan semua yang kau lindungi dengan tanganmu sendiri akan datang."
"39 Tahun...," sosok bertopeng itu menggeleng pelan dan mendengus, "Hmph. Kurasa tidak selama itu lagi. Sekarang pilihanmu untuk melindungi orang-orang yang kau anggap berharga hanya ada dua. Kau mati dengan tanganmu sendiri... Atau di tangan orang lain."
"..............." Xiao Shuxiang mengepalkan tangannya. Dia menatap tajam sosok ini dan berkata, "Aku akan membuat pilihan yang ketiga."
Sosok berjubah hitam itu mengerutkan kening di balik topeng rubah miliknya. Walau ekspresi wajahnya tidak terlihat, tetapi dia menatap Xiao Shuxiang seolah menunggu ucapan pemuda ini berikutnya.
Xiao Shuxiang berkata, "Aku tidak akan pernah menjadi bencana meskipun kau berkata bahwa ini adalah takdir yang ditentukan untukku. Akan kulindungi dunia ini dengan caraku sendiri dan langkah pertama yang kuambil... Adalah dengan menebus kesalahanku."
"...............?"
__ADS_1
Xiao Shuxiang bernapas pelan, kepalan tangannya mengendur dan tatapan matanya menurun saat dia berujar. "Aku tidak pernah membencimu dan makhluk yang ada di tempat itu. Biar bagaimanapun... Kalian sudah mengorbankan banyak hal untuk bisa membawaku... Ke dunia ini."
Xiao Shuxiang menatap sosok di depannya dengan tatapan mata yang benar-benar tidak telah duga. Air bahkan menuruni pipinya saat dia menyebutkan sebuah nama.
"A-Ayah..."
!!!
Itu bagaikan sebuah guncangan besar, bahkan tubuh sosok yang sebelumnya berkata bahwa dia tidak merasakan apa pun kini justru nampak bergetar. Kedua tangannya terkepal kuat dan di balik topeng rubahnya... Warna mata merah berkilat sangat tajam.
"Xiao Shuxiang...!"
"Kembalilah," suara Xiao Shuxiang pelan saat berkata, "Ini kesempatan terakhir yang aku berikan. Tempat itu memang buruk, tetapi tetap saja merupakan rumah kalian."
Xiao Shuxiang berujar. Ada perasaan yang sangat menyesakkan ketika dia berkata, "Aku mengasihi Lumière. Bagiku dia adalah teman, ibu, dan cinta pertamaku..."
Xiao Shuxiang menarik napas saat berkata, "Aku berterima kasih kalian menciptakan Xiao Shuxiang ini dengan hati yang tidak pernah memiliki dendam pada siapa pun. Karena hati itu... Membuatku lebih mencintai manusia daripada menghabisi mereka semua. Jadi untuk yang terakhir kalinya... Pergilah."
Xiao Shuxiang mengangkat pelan tangan kanannya. Dia menatap gulung Kitab Pembunuh Matahari yang sudah lengkap itu, tangannya sedikit bergetar ketika dia kembali buka suara.
Xiao Shuxiang berkata, "Meskipun aku sangat menyayangi manusia dan tempat ini... Tetapi aku tidak melupakan tempat di mana kalian menciptakanku. Itu juga rumah bagiku dan aku tidak bisa mengabaikannya,"
Xiao Shuxiang memberikan gulungan di tangannya dan berkata, "Ambil ini. Kau bisa menggunakannya untuk memperbaiki tempat itu. Dan sampaikan permintaan maafku pada Lumière. Jangan datang kemari lagi atau kali ini aku akan menghadapi kalian tanpa ampun,"
Sosok bertopeng rubah itu mengambil gulungan di tangan Xiao Shuxiang. Dia menatap pemuda di hadapannya sebelum membuka gulungan tersebut yang ternyata benar-benar berisi seluruh bagian dari Kitab Pembunuh Matahari.
Sosok itu mendengus, "Kau menyerahkan benda... Yang bisa kugunakan untuk menghancurkan dunia ini. Apa kau sudah gila?"
"Tidak, aku masih sangat waras." Xiao Shuxiang berkata, "Kulakukan ini... Karena aku mempercayaimu."
!!
"Xiao Shuxiang...!"
"Pergilah," Xiao Shuxiang berujar. "Tidak ada yang bisa kulakukan selain ini. Kau bisa menggunakan gulungan itu untuk memperbaiki dunia tempat kalian. Tetapi... Jika kau menggunakan pusaka itu untuk membawa dunia ini menuju kehancuran, maka aku benar-benar akan melupakan hubunganku denganmu atau pun dunia itu."
Xiao Shuxiang sebenarnya bertaruh dengan apa yang saat ini dia lakukan. Pikirannya mengatakan untuk menyerang dan membunuh sosok di hadapannya, tetapi ada satu titik di hatinya yang menahan keinginan tersebut. Seakan-akan ada sesuatu yang memberinya peringatan untuk tidak menghunuskan pedang ke arah subjek ini jika dia tidak ingin bencana besar terjadi.
".................." pria bertopeng rubah dengan jubah hitam itu menatap cukup lama ke arah Xiao Shuxiang. Dia mengepalkan tangan dan kemudian mengibaskan pakaiannya saat hendak melangkah pergi.
!?
Xiao Shuxiang tersentak dengan tindakan yang diambil oleh orang ini, tetapi di tidak mengatakan apa pun. Dalam hati dia berpikir dengan keras, memikirkan bahwa mungkin apa yang dia lakukan sekarang merupakan tindakan ceroboh dan sangat salah.
Saat sedang menimbang untuk menyerang sosok ini dan merebut kembali Kitab Pembunuh Matahari---sebuah panggilan membuatnya terkejut.
"Xiao Shuxiang,"
!!
Xiao Shuxiang spontan menangkap sesuatu yang dilempar oleh sosok bertopeng rubah itu. Dia tersentak ketika benda yang dia tangkap merupakan gulungan dari Kitab Pembunuh Matahari yang sebelumnya telah dia berikan.
Sebagian dari tubuh sosok bertopeng itu berada di kegelapan dan sebagian lagi tersinari oleh cahaya redup bulan. Dia pun lantas buka suara dan mengatakan hal yang membuat mata Xiao Shuxiang melebar.
"Kau bilang peduli pada dunia bak neraka itu, kan? Kalau begitu buktikan. Aku ingin kau sendiri yang mengubahnya," pria bertopeng rubah itu berkata, "Gunakan kekuatanmu dan perbaiki dunia tempat yang kau anggap 'rumah' itu. Namun ingat... Semuanya belum berakhir."
__ADS_1
Sosok berjubah dan bertudung hitam itu berbalik sebelum kembali berkata, "Dengan kau lebih memilih melindungi dunia ini... Maka kau sudah berada di jalan yang berseberangan dengan kami. Berhati-hatilah... Karena aku akan kembali."
Pria bertopeng rubah itu berujar, "Aku memang tidak memiliki perasaan benci pada manusia.. Tetapi satu hal ini bisa kupastikan... Bahwa aku benar-benar ingin membunuh satu orang di antara teman-temanmu."
!!
Xiao Shuxiang tersentak. Dia baru akan buka suara ketika tubuh sosok di hadapannya melebur dalam kegelapan dan menghilang. Dirinya mengedarkan pandangan dan sama sekali tidak melihat subjek itu, benar-benar tidak merasakan kehadirannya lagi.
"................."
Mata Xiao Shuxiang melebar. Dia sungguh tidak lagi merasakan kehadiran dari pria bertopeng itu. Rasa tidak percaya bahwa semua ini berakhir tanpa pertarungan. Jujur saja, itu membuatnya sangat syok dan kebingungan.
"Apa dia... benar-benar pergi?!"
Xiao Shuxiang melesat ke dalam hutan. Dia mencari di antara rimbunan pepohonan dan tidak menemukan siapa pun. Ini sungguh tidak bisa dipercaya bahwa Mo Huai, Qian Kun, atau siapa pun nama orang itu benar-benar meninggalkannya begitu saja.
Xiao Shuxiang menarik napas. Dia menghentikan langkah kakinya dan mengepalkan kedua tangannya. Xiao Shuxiang bahkan mengigit bibirnya sendiri karena sangat mengejutkan bahwa seseorang yang selama ini menjadi musuh utamanya---membiarkan dirinya begitu saja.
"Apa-apaan ini..." Xiao Shuxiang menggeleng, "Apa selama ini dia sebenarnya..."
!!
Darah menetes di bibir Xiao Shuxiang karena dia mengigitnya. Dia tidak ingin mengatakan kata itu, tetapi sepertinya memang... bahwa selama ini... Qian Kun menunggu kata-kata itu.
Tindakan sosok tersebut jelas sekali menandakan bahwa sebenarnya.... Dia juga mempercayai Xiao Shuxiang.
"Mustahil..." tanpa sadar air kembali menetes menuruni pipi Xiao Shuxiang.
Kata-kata dari sosok itu tergiang di kepalanya. Di mana saat Qian Kun mengembalikan Kitab Pembunuh Matahari ke tangannya agar Xiao Shuxiang sendirilah yang memperbaiki kondisi di dunia yang sangat buruk itu. Dunia yang seperti neraka dan merupakan alasan dari permulaan hidupnya selama ini.
*
*
...***** S E K I A N *****...
-
Catatan Penulis:
Hai dan terima kasih padamu karena sudah mengikuti perjalanan Xiao Shuxiang mulai dari buku pertama hingga sekarang. ( ´ ▽ ` )ノ #Entah sudah berapa tahun, tetapi arigatou karena masih bertahan dan memberikan dukungan. Kakak adalah pembaca istimewa kami..! ヽ(´▽`)/
Dasha benar-benar senang dan bersyukur karena Minna-Sama memilih novel ini sebagai salah satu dari teman pengisi waktu luang kalian. Novelnya untuk XSX SERIES sudah selesai dan setelah ini akan ada Extra Part-nya. (^.^)
Dan Minna-Sama yang menunggu adegan 'itu' maaf yah, (´△`) Dasha tidak masukkan ke dalam alur utama. Dasha nggak tahu harus masukkan ke episode berapa, padahal genre novel ini ada romantisnya, (*´ლ`*) #tolong jangan disantet online
Adegan romance antara Kakak Xiao dan Kakak Ling, Dasha sudah sediakan khusus di Extra Part. Jadi terus ikuti karena ini belum berakhir,^^
Dan untuk segi penulisannya.. Gomenkudasai karena masih banyak typo, (´ー`) Dasha akan revisi kembali, tetapi tidak dalam waktu dekat. Dan gomen karena novel ini ternyata hingga ratusan episode, #Mungkin alurnya masih bertele-tele atau justru lebih membosankan dari buku yang pertama.
Jika ada yang ingin disampaikan, apalagi pada bagian alur yang membosankan atau justru ada saran perbaikan tata cara penulisan dan lain sebagainya--Minna Sama bisa langsung komentar agar Dasha bisa perbaiki di novel musim berikutnya. (^.^) #prioritas harus menyajikan yang terbaik, hehe (*´∀`*)
Ciut-ciutan Dasha akan ada di akhir Extra Part dan akan kupas tuntas tentang kelanjutan kisah ini. Sampai jumpa lagi..! ( ´ ▽ ` )ノ
...*******...
__ADS_1