KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
220 - Kelinci Percobaan


__ADS_3

Ketika proses melepaskan satu segel yang mengikat kekuatannya, Xiao Shuxiang samar-samar mendengar suara asing yang seakan berada di kepalanya. Keningnya sampai mengerut.


"..... Karena kejahatan dan dosanya, semua sekte besar telah mengerahkan murid-murid mereka untuk memburunya. Menyingkirkannya membantu dunia menyingkirkan kejahatan besar,"


"Karena kalian mengatakan bahwa aku melakukannya, maka aku melakukannya. Hati kalian semua sudah memutuskan kebenaran, jadi mengapa bertanya lagi padaku? Semua orang di dunia ini sudah membenciku, jadi tidak ada lagi yang perlu dikatakan."


Detak jantung Xiao Shuxiang memberat. Dia secara tiba-tiba membuka matanya. Hanya saja saat itu, sosok Tetua Wang Jing Li sudah tidak terlihat di depannya.


"..............." napas Xiao Shuxiang menjadi tidak beraturan. Dia bisa merasakan titik keringat terbentuk di dahinya.


Xiao Shuxiang mengedarkan pandangan dan sama sekali tidak menemukan Tetua Wang Jing Li. Napasnya masih tersengal-sengal dan ekspresi wajahnya sedikit memburuk.


"Ingatan apa yang baru saja terlintas itu," Xiao Shuxiang menelan ludah. Dia paling tidak suka dengan perasaan di mana jantungnya berdetak tidak nyaman, apalagi tubuhnya tiba-tiba menjadi menggigil.


Xiao Shuxiang berdiri tiba-tiba dan lalu memutuskan untuk pergi. Jika dia tetap diam, pikirannya akan terus melayang dan ingatan-ingatan tidak menyenangkan akan muncul di kepalanya.


Di sisi lain, Tetua Wang Jing Li kembali ke dalam kamarnya dan terlihat berwajah pucat. Pria berotot itu berada dalam posisi berdiri yang kokoh, namun tidak butuh waktu lama sampai dia tiba-tiba saja meludahkan darah.


Tetua Wang Jing Li mengepalkan erat tangannya dan kemudian duduk di salah satu kursi. Dia mengembuskan napas dan lantas menggeleng pelan.


"Pemuda itu .... Entah makhluk apa yang ada di dalam dirinya. Aku hanya melepas satu segel, tetapi justru diserang balik."


Tetua Wang Jing Li memang berhasil membantu Xiao Shuxiang untuk melepas segel yang menahan kekuatan pemuda itu. Namun tidak disangka, saat satu segel Xiao Shuxiang lepas----Tetua Wang Jing Li justru mendapat serangan tenaga dalam. Beruntung dia masih bisa mengatasinya.


*


*


"Meski belum bisa memakai teknik terkuatku, tapi sekarang aku sudah bisa memakai Teknik Cermin Pemindah. Ini sudah lebih dari cukup," Xiao Shuxiang memperhatikan kedua tangannya dan melihat ada angin tipis yang melingkari kedua pergelangan tangannya itu.


Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan memandang ke depan, "Sekarang tinggal Yīng xióng. Aku harus mencari cara untuk membuat pedang ini menjadi senjata spiritual. Jika bisa kulakukan, maka ..."


Mata Xiao Shuxiang berbinar cerah. Dia berkedip beberapa kali sebelum suasana hatinya kembali normal. Senyuman yang terlihat di wajah tampannya sudah bisa ditebak, pemuda itu merencanakan sesuatu.


Xiao Shuxiang berjalan santai dan baru akan memikirkan untuk berlatih saat dia menjadi ingat ramuan aneh yang diberikan oleh Tetua Meng Hao Niang.


Dia butuh menguji ramuan berbau persik ini, tetapi tidak mungkin menggunakan diri sendiri sebagai kelinci percobaan. Xiao Shuxiang butuh orang lain agar dia bisa melihat efeknya secara langsung.


"..............." Xiao Shuxiang memperhatikan botol giok yang baru saja dia keluarkan. Dia memperhatikannya dengan saksama dan mulai menggumam pelan.


"Aku mungkin bisa mengembangkan ramuan ini..." Xiao Shuxiang membantin, "Wang Zhao berasal dari Sekte Lembah Iblis dan melihat karakter anak itu----dia pasti akan meminta keselamatan para warganya. Dan aku paling tidak suka jika harus menghadapi musuh yang tidak boleh dibunuh. Ramuan ini ... Akan bisa menjadi solusi. Tapi pertama-tama, aku butuh kelinci percobaan."


Xiao Shuxiang mengusap-usap dagunya dan mulai memutuskan tentang orang yang bisa membantunya. Dia akan pergi ke tempat orang itu saat malam hari hingga tidak akan banyak pengganggu.


Kebetulan sekali, saat hari sudah gelap. Orang yang menjadi target Xiao Shuxiang berada di dalam kamarnya dan terlihat sedang mempelajari sebuah gulungan di atas meja duduk di depannya.


Rambut putih panjangnya tergerai indah. Dia memiliki warna matanya sebiru langit dan merupakan sosok yang luar biasa. Tanpa memakai cadar tipisnya, dia jauh lebih mempesona dari yang bisa orang bayangkan.


"..............."


Sosok itu tidak lain adalah nona muda dari keluarga Ling, Ling Qing Zhu. Gadis yang sulit ditebak isi pikiran dan hatinya bila hanya memperhatikan dari wajahnya yang seindah giok putih.


Dari segi kepribadian dan sikapnya selama ini, Ling Qing Zhu hampir tidak memiliki kecacatan. Jika saja dia bisa memperlihatkan senyuman meski hanya seulas benang tipis saja, itu pasti sudah menjadi rebutan bagi para pendekar.


Memiliki Ling Qing Zhu merupakan sebuah kejaiban langit yang tidak terbantahkan. Hanya saja ada seseorang yang sepertinya tidak sadar dengan betapa beruntungnya dia.

__ADS_1


"Kucing Putih..! Apa kau di dalam?"


?!


Ling Qing Zhu berkedip mendengar suara Wali Pelindungnya disertai bunyi ketukan pintu. Dia baru akan mengambil penutup wajahnya saat pintu kamarnya langsung dibuka begitu saja.


Bahkan belum diterima masuk, Xiao Shuxiang sudah melenggang sambil membawa sebuah nampan berisi teh. Senyuman ramahnya yang mempesona itu membuat Ling Qing Zhu tidak bisa lagi menyuruh Wali Pelindungnya untuk keluar.


"Kucing Putih, apa yang sedang kau lakukan?" Xiao Shuxiang bertanya sambil meletakkan nampan teh di meja dan mulai duduk di depan Kucing Putihnya.


"Kau dari mana saja?" Ling Qing Zhu tidak menjawab pertanyaan Xiao Shuxiang, dia justru mengajukan pertanyaan lain.


Xiao Shuxiang menjawab dengan suara yang menyenangkan, "Kau kan melihat aku pergi ke tempat tetua Meng. Dia meminta agar aku membersihkan periuk besarnya. Aku juga pergi ke tempat tetua Wang dan berlatih sebentar dengannya."


Xiao Shuxiang tersenyum, "Apa kau mencariku?"


Ling Qing Zhu memperhatikan pemuda di hadapannya sebelum kembali melihat gulungan di hadapannya. Dia pun lantas berkata, "........ Kau pergi terlalu lama. Dan bukan hanya aku yang mencarimu,"


Xiao Shuxiang berkedip, dia bertanya. "Lalu di mana yang lainnya?"


"........... Tetua Dao datang saat kau pergi. Beliau membawa tuan muda Lan bersamanya,"


"Kucing Putih, aku tidak hanya bertanya tentang Lan Zhi." Xiao Shuxiang tersenyum pahit dan lalu berkata, "Ya sudahlah. Coba lihat, aku membawakan teh untukmu. Kau harus meminumnya,"


Ling Qing Zhu menatap Xiao Shuxiang dan bersuara dingin, "........... Apa niatmu?"


"Apa maksudmu?" Xiao Shuxiang tersentak. Dia tidak menyangka gadis di depannya akan bertanya seperti itu.


Ling Qing Zhu berkata, "Tidak biasanya kau membawa benda semacam ini kemari."


Xiao Shuxiang mengembuskan napas, "Istri tercintaku. Apa salahnya jika aku berbuat baik sedikit? Aku peduli padamu, makanya kubuatkan teh. Apa ini tidak cukup?"


"Tapi rasanya tidak akan sama dengan buatanku," Xiao Shuxiang membujuk, "Aku tidak pernah membuatkan hal semacam ini pada gadis mana pun, apa kau serius tidak mau menerima kebaikanku?"


"..............." Ling Qing Zhu sebenarnya tidak masalah dengan Wali Pelindungnya. Tapi ini memang pertama kalinya Xiao Shuxiang bersikap begitu perhatian dan seperti ada yang direncanakan.


Ling Qing Zhu bernapas pelan. Dia tidak mau berpikiran buruk tentang Wali Pelindungnya sendiri. Lagipula dia yakin bahwa pemuda ini tidak akan pernah menyakitinya.


"..............." Xiao Shuxiang memperhatikan saat Ling Qing Zhu menuangkan teh yang sudah dia bawa ke sebuah cawan.


Dia pun dengan sabar menunggu gadis ini mencicipi teh yang sebelumnya sudah dicampuri ramuan buatan Zhang Xiao Lian.


Bagi Xiao Shuxiang, Kelinci Percobaan untuk kepentingannya sendiri bisa siapa saja. Dia tidak akan ragu memanfaatkan orang lain, termasuk Ling Qing Zhu.


"..............."


Xiao Shuxiang tanpa sadar menahan napas saat gadis di depannya mulai mengangkat cawan berisi teh buatannya. Bibir Ling Qing Zhu baru akan menyentuh pinggiran cawan saat suara asing terdengar dan membuat Xiao Shuxiang terkejut.


"Nona Ling?! Apa Shuxiang ada--Ah, kebetulan sekali kau ada di sini."


?!


Xiao Shuxiang menoleh dan melihat Bocah Pengemis Gila berjalan terburu-buru ke arahnya. Dia mengerutkan kening dan merasa buruk di satu sisi karena pria ini sudah mengganggunya.


"Kau ini kenapa?" Xiao Shuxiang bertanya dengan nada yang ketus. Dia kesal melihat Bocah Pengemis Gila.

__ADS_1


"Shuxiang, serius. Kau harus memeriksa saudara seperguruanmu itu," Bocah Pengemis Gila duduk di sisi meja milik Ling Qing Zhu dan nampak tersengal-sengal.


Ling Qing Zhu merasa bahwa pria dengan tongkat bambu ini sudah mengalami kondisi yang tidak menyenangkan. Dia pun dengan sopan mengulurkan teh yang belum sempat diminumnya kepada Bocah Pengemis Gila agar pria itu bisa kembali tenang.


Tanpa peringatan, Bocah Pengemis Gila menerima kebaikan itu dan langsung menyeruput teh pemberian Ling Qing Zhu hingga habis. Xiao Shuxiang terkejut sebab kejadian itu berlangsung cepat.


"Bocah Pengemis Gila ...." Ekspresi wajah Xiao Shuxiang berubah pucat. Dia sama sekali tidak mengharapkan bahwa Bocah Pengemis Gila akan menggantikan Kucing Putihnya menjadi kelinci percobaan.


"Yi Wen itu tidak bisa diberi tahu. Aku benar-benar lelah menghadapinya," Bocah Pengemis Gila mengembuskan napas dan mulai mengusap-usap tengkuknya. Dia mulai merasa lelah entah bagaimana.


"Kau .... Baik-baik saja?" Xiao Shuxiang menyentuh bahu pria di sampingnya dan berkedip beberapa kali, "Apa efeknya akan terlihat secepat ini?"


"Yi Wen itu--"


"Nona Ling...! Apa saudara Xiao-ku ada di sini?!"


?!


Ling Qing Zhu menoleh saat mendengar suara gadis yang tak lain adalah Yi Wen. Saudara seperguruan Wali Pelindungnya itu tiba-tiba saja melenggang masuk.


Bocah Pengemis Gila pun mengenali suara ini dan langsung menoleh. Dia baru akan merutuki Yi Wen ketika sesuatu tiba-tiba saja terjadi. Entah bagaimana, sebuah desiran terdengar di dadanya.


"Bocah Pengemis Gila, ternyata kau juga ada di sini?" Yi Wen menggeleng. Dia padahal hanya ingin menculik Saudara Xiao-nya dari Ling Qing Zhu, tetapi justru bertemu pria paling menyebalkan ini.


"..............." Bocah Pengemis Gila tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya melihat Yi Wen dalam diam dan merasa bahwa kedua pipinya agak panas entah karena apa.


"Yi Wen, sebenarnya apa yang terjadi denganmu dan pria ini?" Xiao Shuxiang bertanya sambil menuangkan teh buatannya ke dalam cawan giok dan memberikannya pada Yi Wen.


Gadis itu menyilangkan tangan dan kemudian mengembuskan napas. Yi Wen pun mulai duduk di samping Xiao Shuxiang dan berkata, "Ada beberapa murid sekte ini yang mau berteman denganku. Tapi Bocah Pengemis Gila malah menggerayangi mereka semua. Sekarang, aku jadi tidak bisa dekat dengan para murid tampan itu lagi."


"Kau sudah punya aku, kenapa harus melirik orang lain lagi?"


Yi Wen syok dan sampai tersedak teh yang diminumnya. Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu pun menoleh, mereka seperti memiliki reaksi yang sama----Bocah Pengemis Gila entah bagaimana bisa bicara seperti itu.


"Kau..." Yi Wen berkedip beberapa kali. Dia menepuk-nepuk pelan pipinya dan kembali menuangkan teh di cawan miliknya sebelum meminum lagi. Dia memperhatikan Bocah Pengemis Gila yang terlihat kesal.


Ling Qing Zhu bisa melihat pipi Yi Wen yang nampak merona merah. Gadis bertubuh bagus itu meletakkan cawan di atas meja dan lalu terbatuk pelan.


Yi Wen berkata, "Jika kau .... Tidak suka aku dekat-dekat dengan pemuda lain, maka tidak akan kulakukan. Tapi kau juga harus menjaga sikapmu,"


"Aku begini kan, juga karenamu. Aku tidak akan bersikap begitu jika kau mau berhenti bertingkah genit,"


"Kalau begitu, kau tidak boleh menghindariku. Kau tidak boleh jaga jarak dariku, tidak boleh mendorongku menjauh, apalagi memintaku pergi."


"Aku ... Tidak akan melakukan itu,"


"..............." Xiao Shuxiang bergeser tempat duduk dan kini berada di samping Ling Qing Zhu. Dia memegang lengan gadis berambut putih itu dan terlihat sangat dekat.


Xiao Shuxiang setengah berbisik, "Kucing Putih ... Apa kau melihat ada sesuatu yang aneh?"


"........... Mn," Ling Qing Zhu mengangguk pelan tanpa menoleh ke arah Xiao Shuxiang. Dia memperhatikan Yi Wen dan Bocah Pengemis Gila yang tiba-tiba bicara sangat jujur satu sama lain.


Xiao Shuxiang bernapas pelan, "Apa mungkin ini karena efek ramuan itu..? Tapi .... Kenapa rasanya ini seperti ramuan kejujuran daripada ramuan cinta?"


"..............." Ling Qing Zhu tidak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi antara Yi Wen dengan Bocah Pengemis Gila. Tetapi yang dia lebih ketahui sekarang adalah----Sosok dari Wali Pelindungnya berjarak sangat dekat dengannya.

__ADS_1


Bahkan, entah disadari atau tidak tapi----Xiao Shuxiang begitu erat dalam memegang lengannya. Dia merasa tidak enak untuk menegur pemuda mempesona ini.


******


__ADS_2