![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
PERHATIAN!
Episode masih mengandung sedikit adegan bromance. Harap selalu bijaklah dalam membaca dan gomenasai karena update selalu kemalaman, hik ( ´_ゝ`)
*
*
Xiao Shuxiang menahan teriakannya.
Dia benar-benar merinding dengan tindakan Lan Guan Zhi yang jauh dari sikap pemuda ini. Para murid Sekte Lautan Awan di sekitarnya pun tidak henti-hentinya mulai membicarakan hal aneh antara ia dengan teman baiknya.
Telinga Xiao Shuxiang bahkan menangkap beberapa sinyal kesalahpahaman yang seharusnya tidak boleh sampai ada di Alam Kultivasi Atas. Sekarang entah bagaimana dia harus membawa mukanya.
"................" Xiao Shuxiang menatap teman baiknya dengan saksama, namun hanya melihat tatapan mata subjek lain yang teramat lembut padanya. Sejujurnya dia merinding dan cemas jika Lan Guan Zhi menjadi sedikit tidak waras.
!!
Xiao Shuxiang syok ketika melihat Lan Guan Zhi tersenyum tipis padanya. Dia sampai menarik murid Sekte Lautan Awan dan berlindung di belakang punggung murid laki-laki tersebut.
"A-apa kau barusan melihatnya?" suara Xiao Shuxiang gemetar, "Di-dia tersenyum padaku."
Murid Sekte Lautan Awan tentu saja kaget sebab tiba-tiba dijadikan perisai oleh pemuda di belakangnya ini. Dia tidak melihat senyuman dari Lan Guan Zhi, tetapi tatapan dingin paling menusuk yang pernah ada.
"Pergi,"
Satu kata dari Lan Guan Zhi membuat murid Sekte Lautan Awan itu merinding dan berusaha menjauh. Hanya saja, Xiao Shuxiang tidak melepaskannya.
"Tu-Tuan Xiao, sebaiknya kau lepaskan aku. Tuan Muda Lan sepertinya ti-tidak suka melihat ini,"
"Tidak mau. Kau harus obati dia dulu. Ada yang salah dengan kepalanya, bahkan pil yang kuberikan pun terlihat tidak bekerja." ekspresi Xiao Shuxiang rumit.
Lan Guan Zhi sendiri memperhatikan tangan Xiao Shuxiang yang berada di lengan murid Sekte Lautan Awan. Pandangannya menjadi gelap dan dia pun lantas bangun dari tempat tidur. Tindakannya mengejutkan semua orang.
"A-apa yang mau dia lakukan?" Xiao Shuxiang semakin khawatir. Sejujurnya dia berpikir untuk memukul kepala Lan Guan Zhi dengan keras jika sampai teman baiknya ini bertindak yang bukan-bukan.
"A-aku juga tidak tahu," murid Sekte Lautan Awan yang dipaksa ada di antara Xiao Shuxiang dengan Lan Guan Zhi terlihat akan menangis. Dia tidak ingin ada di situasi seperti sekarang ini.
Belum sempat murid itu kembali buka suara---sebuah tangan menariknya dan membuat dirinya terlempar hingga jatuh ke pelukan murid Sekte Lautan Awan yang lain. Untunglah dia menabrak seorang murid perempuan hingga dirinya cukup menyukai situasinya sekarang.
Di sisi lain, Xiao Shuxiang-lah yang dalam situasi buruk. Tangan subjek lain berada di pinggangnya dan dia bahkan dibuat bersentuhan dengan dada bidang orang lain. Dia sangat gugup dan ngeri, wajahnya sampai memucat.
"Kau ... Apa tidak menginginkanku lagi?"
Ucapan Lan Guan Zhi membuat Xiao Shuxiang syok. Di sisi lain teriakan histeris terdengar di antara murid perempuan Sekte Lautan Awan. Itu bukan teriakan pilu, tetapi seperti teriakan aneh dari murid yang menyukai situasi ini.
"A-anu Lan Zhi... Se-sebaiknya kau dirawat dulu. A-aku rasa kepalamu bermasalah, Ka-kawan." Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali dan membatin, "Gila. Serius, ini gila. Situasi ini.. Adegan ini.. Aku benar-benar ingin memukul kepalanya agar dia sadar kembali."
"Lan'Er... Kau jelas sedang terluka parah. Berbaring dan istirahatlah, oke?"
"Tidak suka,"
"Apa?" Xiao Shuxiang berkedip.
"Aku tidak suka di tempat ini. Terlalu banyak orang,"
"Itu karena tempat ini banyak orang yang dirawat. Kau pun harus diperiksa,"
"Tidak mau. Aku hanya menginginkanmu,"
"Anak ini... Ada apa dengannya?" Xiao Shuxiang menelan ludah dan berusaha untuk mencerna situasi yang ada. Dia pun berkata, "Nak. Kau tidak boleh bergerak dulu. Kau mengalami luka luar dan luka dalam. Ini harus dirawat dengan baik, dan juga kau memiliki masalah dengan isi kepalamu. Itu yang lebih parah,"
".......... Shuxiang,"
__ADS_1
"A-apa?" Xiao Shuxiang gugup saat dipanggil selembut ini. Dia bahkan sampai menahan napas saat harus memandang sosok di hadapannya.
"Jika aku baik, kau akan bersamaku?"
"Hah? O-oh. Tentu,"
"Tidak akan meninggalkanku?"
"Benar, gila..."
"Jika demikian aku baik-baik saja,"
"Apa?" Xiao Shuxiang baru akan bicara kembali ketika tubuh Lan Guan Zhi diselimuti oleh energi spiritual. Dalam waktu singkat, seluruh luka teman baiknya ini langsung sembuh.
Xiao Shuxiang terperangah, "Tunggu. Apa Pil Napas Naga milikku bereaksi lambat? Tapi yang kulihat ini sepertinya bukan karena pil itu..."
Ada yang salah! Xiao Shuxiang yakin ada yang salah dengan Lan Guan Zhi, tetapi dia sama sekali tidak tahu cara menjelaskannya.
"Jelas dia terluka parah sebelumnya. Aku memberikan Pil Napas Naga dan itu pun tidak berguna. Tetapi tiba-tiba saja dia bisa pulih begitu cepat. Masalahnya... Sifatnya masih aneh." Xiao Shuxiang keheranan, dia sampai tidak sadar sudah dipeluk oleh subjek lain.
*
*
Zhao Lu Si baru saja datang ketika dikejutkan oleh pemandangan di hadapannya. Dia melihat Xiao Shuxiang dan baru akan memanggil nama pemuda itu dengan senang ketika senyuman di wajahnya membeku.
Tepat di depan matanya, Xiao Shuxiang terlihat dipeluk seseorang yang sejujurnya tidak terduga. Baskom kayu berisi air yang bahkan dia bawa sampai terjatuh saking kagetnya.
"Tu-Tuan Xiao?"
Xiao Shuxiang belum sadar dengan kondisinya sekarang. Dia baru tersentak ketika tangan seseorang tergelincir secara sengaja ke sisi pinggangnya dan membelai. Di saat itu juga, pikiran Xiao Shuxiang menjadi jernih.
Energi spiritual terkumpul di kepalan tangannya dan dia mengarahkan serangan kritis, namun seketika ditahan oleh tangan Lan Guan Zhi. Suara dari benturan itu teramat keras, mengejutkan semua orang, bahkan sampai menciptakan angin kejut.
!!!
Xiao Shuxiang segera mengeluarkan Yīngxióng, dia menatap penuh waspada ke arah Lan Guan Zhi dan di saat itu juga melihat perubahan pada tatapan mata teman baiknya.
"Tetua Dao," Xiao Shuxiang buka suara tanpa mengalihkan pandangannya. Dia membuat Dao Fang An tersentak.
Xiao Shuxiang pun bertanya, "Apa ada tempat latihan di mana kekuatan besar bisa bertahan dan tidak merusak sekte ini?"
Dao Fang An baru akan menjawab ketika suasana di sekitarnya begitu menekan. Aura yang gelap ini tidak berasal dari Xiao Shuxiang, tetapi dari Lan Guan Zhi. Bahkan Liu Wei Lin pun terlihat sangat syok.
Mereka sebenarnya bertanya-tanya mengenai Xiao Shuxiang yang menyerang Lan Guan Zhi secara tiba-tiba. Tetapi melihat kondisi Lan Guan Zhi saat ini telah membuktikan bahwa tindakan Xiao Shuxiang tidak sepenuhnya salah.
Pandangan mata Lan Guan Zhi yang sebelumnya lembut berubah begitu dingin dan penuh aura yang gelap. Di tempat ini, hanya Dao Fang An, Liu Wei Lin dan Xiao Shuxiang yang akrab dengan aura tersebut.
"Te-Tetua," seorang murid Sekte Lautan Awan dengan gugup memanggil Dao Fang An. Dia baru akan bertanya ketika angin berhembus kuat membawa perasaan menyesakkan.
"..................." Xiao Shuxiang tidak mengarahkan pandangan matanya ke tempat lain. Dia terus bertatapan mata dengan subjek di hadapannya sebelum dalam hitungan detik, angin dengan kekuatan besar datang dan langsung mendorongnya hingga keluar dari ruangan itu.
Pintu bangunan bahkan sampai hancur ketika berbenturan dengan punggung Xiao Shuxiang.
"Tetua Dao..!"
"Tetua!"
Para murid Sekte Lautan Awan berseru dan Dao Fang An segera merentangkan tangan. Dia berkata, "Tetap di tempat ini dan jangan keluar."
Para murid menjadi tegang, apalagi mereka mulai mendengar suara pertarungan dahsyat yang sampai membuat tanah bergetar. Liu Wei Lin menyaksikan Dao Fang An keluar dan dia pun spontan menghentikan murid Sekte Lautan Awan yang hendak menyusul kakek tua itu.
"Jangan ke sana, kalian akan mati." Liu Wei Li memperingatkan.
__ADS_1
"Tapi Tuan Xiao dan Tuan Muda Lan--"
"Tuan Muda Liu? Apa Tuan Muda tahu apa yang sebenarnya terjadi?"
Liu Wei Lin menatap murid laki-laki yang bertanya itu sebelum pandangannya turun. Alisnya bertaut bersamaan dengan ekspresi wajahnya yang berubah serius.
Liu Wei Lin berkata, "Aku tidak bisa menjelaskan, tetapi intinya---Tuan Muda Lan sedang dalam pengaruh. Kemungkinan besar.. Dia kesurupan."
!
"Tuan Muda Liu, kau jangan bercanda. Tolong seriuslah,"
Liu Wei Lin melambaikan kipasnya, "Kau pikir aku bercanda? Aduh.. Dadaku sakit. Ini serius, tahu. Tubuh Tuan Muda Lan sedang dalam pengaruh roh, meskipun aku tidak tahu itu roh apa tapi..."
Liu Wei Lin menggantung ucapannya dan memikirkan setiap sifat Lan Guan Zhi sebelumnya. Dia bergumam, "Ini gawat. Aku merasa bahwa itu bukan hanya satu roh dan juga bukan roh biasa. Saudara Xiao pasti sedang dalam bahaya,"
Liu Wei Lin hendak bangun dari tempat tidurnya, tetapi tenaganya benar-benar sudah habis terkuras. Dia terpaksa harus berbaring lagi walau dirinya sangat ingin membantu Xiao Shuxiang sekarang.
Ucapan Liu Wei Lin benar mengenai roh itu. Saat ini memang tubuh Lan Guan Zhi berada dalam kendali, tetapi bukan roh luar. Itu adalah roh dari tiga pusaka langit dan karenanya Xiao Shuxiang merasa akrab.
!!!
Ukh!
Xiao Shuxiang yang saat ini berada di luar terlihat kesulitan. Dia terdorong mundur dan nyaris jatuh andai tidak menggunakan Yīngxióng sebagai penahan tubuhnya.
"Benar-benar kuat. Padahal itu hanya satu kibasan tangan dan aku sampai tidak bisa mendekat," Xiao Shuxiang meludahkan darah dan tetap melihat teman baiknya berjalan tenang.
Kabut tipis keemasan terlihat menyelimuti kaki Lan Guan Zhi dan mengubah seluruh warna pada pakaian pemuda itu menjadi hitam. Xiao Shuxiang melebarkan mata, apalagi ketika aura temannya ini sangat mendominasi.
"Luar biasa. Aku sudah tahu bahwa dia sangat tampan dengan pakaian berkabung itu, tetapi sekarang ketampanannya tidak bisa dijelaskan. Tunggu, kenapa aku jadi memujinya?" Xiao Shuxiang menggeleng.
Wajar jika dia terpesona, orang lain pun pasti akan sama. Maksudnya, lihatlah itu. Jubah hitam dengan lengan lebar berkibar lembut saat angin dingin menyapu. Wajah yang putih bersalju sangat sempurna dengan tatapan dingin dan tajam miliknya.
Bagi Xiao Shuxiang, tatapan itu seperti telah memakunya dengan dua pisau. Jantungnya melonjak dan sejujurnya punggungnya terasa dingin. Dia tidak pernah tahu bahwa Lan Guan Zhi bisa terlihat seperti pemeran tirani, atau antagonis tampan yang mendominasi.
Hilangkan kata 'tampan', oke? Xiao Shuxiang merasa tersaingi. Dialah yang seharusnya ada di posisi menindas orang. Jika ada yang harus disebut penjahat, maka itu hanya boleh namanya. Satu-satunya tirani pun hanya dia yang berhak dengan gelar tersebut. Tidak mungkin diberikan pada sosok yang lebih dikenal sebagai Gunung Suci Kebanggaan Sekte Pedang Langit itu.
"Pedang itu..." Lan Guan Zhi buka suara dan ini membuat Xiao Shuxiang tersentak. Nadanya dingin saat berkata, "Aku membencinya."
"A-Yuan! Apa kau masih di sana? Kau mendengarku?" Xiao Shuxiang berusaha untuk yang terakhir kalinya. Padahal sebelumnya sosok di hadapannya ini begitu manja, tetapi entah bagaimana sifatnya berubah.
"Kau masih belum pantas untuk bicara denganku,"
!!!
Tekanan yang dahsyat hanya dengan ucapan bernada dingin membuat Xiao Shuxiang harus menggunakan energi spiritual untuk menyelimuti tubuhnya.
Dao Fang An yang berada tidak jauh dari lokasi Xiao Shuxiang saat itu nampak terkejut. Dia melihat darah menetes keluar dari telinga Xiao Shuxiang dan ini bersamaan saat Lan Guan Zhi bicara. Jelas sekali bahwa itu adalah teknik yang kuat dan sepertinya pemuda menawan tersebut kesulitan dalam mengatasinya.
"Nak..!"
"Tetua Dao, jangan kemari..!" Xiao Shuxiang menghentikan Dao Fang An dan tanpa peringatan mengeluarkan serangan dengan memakai pedang pusakanya.
Ada lima tebasan dalam sekali ayunan Yīng xióng, namun hanya dengan dua jari dari Lan Guan Zhi---serangan itu pun berhasil di tahan. Padahal Xiao Shuxiang serius ketika menyerang.
Dao Fang An melesat dan menapak di salah satu dahan pohon. Dia pun berseru pada Xiao Shuxiang, "Ada segel di tengah hutan ini, Nak. Pergilah ke sana,"
Lan Guan Zhi memang tidak mengincar yang lain, dia hanya ingin menghancurkan pedang di tangan Xiao Shuxiang seolah memiliki dendam pribadi dengan pusaka tersebut. Xiao Shuxiang yang merasakan firasat akrab ini langsung menggunakan kesempatan untuk memancing subjek di depannya agar mengikutinya.
Tetapi tentu saja itu tidak mudah, sebab gerakan Lan Guan Zhi begitu cepat dan beberapa kali Xiao Shuxiang harus bertukar serangan dengan teman baiknya ini. Wali Pelindung dari Ling Qing Zhu itu berusaha memanggil Lan Guan Zhi, namun tetap tidak ada jawaban.
******
__ADS_1