KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
80 - Sosok Yang Dikagumi


__ADS_3

Xiao Shuxiang menyilangkan tangan dan bersandar pada sebuah batang pohon. Dia memperhatikan gedung besar di hadapannya dan mulai merasa jenuh.


"Kenapa Mo Huai belum keluar juga?" Xiao Shuxiang menggumam. Dia sudah menunggu cukup lama dan beberapa kali menarik perhatian murid perempuan Sekte Lautan Awan.


Dia memang memiliki paras yang menawan, apalagi saat Xiao Shuxiang diam saja----dia sungguh sangat luar biasa.


"Nona Yun yang cantik itu benar-benar menyebalkan. Sebelumnya dia setuju saat Mo Huai ingin aku menemaninya. Sekarang, justru aku tidak dibiarkan masuk ke dalam sana dan menyusul mereka. Mo Huai itu pemuda yang lemah, bagaimana jika dia mati karena terlalu gugup?"


Xiao Shuxiang menggaruk pipinya yang tidak gatal dan tetap memandang ke arah bangunan besar di hadapannya. Hanya saja tiba-tiba terdengar suara wanita yang memanggilnya.


"Tuan Xiao, apa itu kau?"


Xiao Shuxiang menoleh, dia melihat ada lima orang gadis berpakaian merah yang salah satu di antara mereka nampak tersenyum riang. Dia berkedip saat gadis itu berseru.


"Ternyata benar ini kau!" gadis berambut hitam itu dengan gemasnya memukul lengan Xiao Shuxiang dan memanggil-manggil temannya yang lain.


"Mm... Nona ini..." Xiao Shuxiang heran sebab langsung dikerumuni.


"Tuan Xiao, apa kau melupakanku lagi? Aku yang sering menyapamu saat kau memberi makan keledai, Zhao Lu Si."


"Ah... Nona Zhao. Aku mengingatmu," Xiao Shuxiang tersenyum ramah. Dia berkedip saat mendengar suara para gadis di hadapannya ini yang seperti kagum padanya.


"Dia lebih tampan saat dilihat dari dekat,"


"Manisnya~"


"Tuan Xiao?" salah seorang gadis ikut bersuara, "Apa benar kau bekerja sebagai tukang cabut rumput di sekte ini?"


"Mn, begitulah."


"Aah~ kasihan sekali. Kau sangat tidak cocok menjadi pelayan, Tuan Xiao~"


Xiao Shuxiang tersenyum pasrah saat pipinya dicubit dan diusap lembut. Entah makan apa gadis-gadis ini hingga dia dikerumuni. Dirinya jadi ingat dengan para pelayan di Istana Yang Chai Jidan. Mereka juga sering bertingkah saat bersamanya.


"Nona-Nona yang cantik ini .... Apa kalian tidak pernah melihat pemuda yang tampan sebelumnya?" Xiao Shuxiang mengusap pelan pipinya dan begitu ramah saat bertanya.


Para gadis yang sebelumnya hanya berjumlah lima hingga tujuh orang kini semakin bertambah. Mereka tertawa dan terus menggoda Xiao Shuxiang. Wajah polos dari pemuda ini selalu membuat mereka ingin lebih dekat dengannya.


Zhao Lu Si berujar, "Di tempat ini juga banyak pemuda tampan, tapi tidak ada yang seperti Tuan Xiao~"


Xiao Shuxiang tersenyum, "Apa karena aku lebih tampan?"


"Anda jauh lebih mempesona~" Zhao Lu Si menyentuh pelan pipinya, dia merasa wajahnya memanas.


Xiao Shuxiang berkata, "Pipi Nona Zhao akan sakit jika terus tersenyum,"


"Tidak .... Aku hanya bahagia melihat Tuan Xiao sedekat ini. Anda harusnya sering-sering datang kemari, jadi kita bisa bertemu setiap hari."


"Itu benar. Tuan Xiao, sering-seringlah ke bagian timur sekte, kami bisa membawa Anda berkeliling di sekte ini~"


"Kita bisa menghabiskan waktu bersama~"


"Ehm .... Kakek Dao akan memarahiku jika melakukan itu," Xiao Shuxiang jujur saja tidak menyangka akan mendapat respon sebaik ini. Rasanya seperti dia dikerumuni oleh banyak Yi Wen.


Xiao Shuxiang baru akan berbicara kembali saat melihat Ling Qing Zhu berjalan bersama empat orang murid perempuan dan seperti menatap ke arahnya.


Gadis berpakaian putih dan bercadar tipis itu memang adalah Ling Qing Zhu. Dia sebenarnya mengikuti arah pandang keempat temannya dan secara tidak sengaja melihat pemuda yang mirip Wali Pelindungnya.

__ADS_1


"........"


Ling Qing Zhu berkedip, namun tatapan matanya tidak berubah. Sosok yang dia lihat memang adalah Wali Pelindungnya. Tidak salah lagi. Itu Xiao Shuxiang.


Gadis di samping Ling Qing Zhu mengerutkan kening, "Kenapa di sana sangat ramai?"


"Mungkin mereka menyapa Tetua Puncak Xuyang. Kudengar Tetua Jing Shang Yu datang hari ini,"


"Kau serius?! Aah~ Tetua Jing, aku juga ingin menyapanya~"


"Hei, tunggu!"


Ling Qing Zhu berkedip saat empat orang temannya justru berjalan terburu-buru ke arah kerumunan orang itu. Gadis-gadis yang bersamanya memang memiliki usia yang masih sangat muda. Mereka lebih pendek darinya, karena itulah keempat gadis itu tidak bisa melihat wajah dari Wali Pelindungnya.


"........."


Ling Qing Zhu ikut berjalan. Dia bertemu pandang dengan Xiao Shuxiang dan tidak disangka dia bisa lewat dengan mudah di antara kerumunan gadis-gadis cantik ini.


Xiao Shuxiang berkedip saat Ling Qing Zhu berdiri di hadapannya dan berada di antara para gadis ini. Dia jadi mengingat ucapan Mo Huai yang memintanya untuk lebih bersikap agresif.


Jika diperhatikan dengan baik, memang di saat penuh keramaian seperti ini----Ling Qing Zhu tetap bersikap tenang, penuh wibawa dan bahkan tidak menyapa Xiao Shuxiang sama sekali. Gadis berambut putih ini hanya berdiri menatapnya tanpa mengatakan apa pun.


Xiao Shuxiang bernapas pelan, "Harus bersikap lebih agresif yah. Baiklah .... Mari kita lakukan,"


Xiao Shuxiang melangkah dan tanpa peringatan berdiri cukup dekat dengan Zhao Lu Si. Dia membuat gadis itu dan semua murid perempuan yang ada di sekitarnya tersentak.


Tangan Xiao Shuxiang terulur dan meraih sedikit rambut Zhao Lu Si. Dia agak menunduk dan menciumi rambut gadis itu sambil melirik ke arah Ling Qing Zhu.


"Aromanya sangat wangi," suara Xiao Shuxiang pelan, terkesan berat namun penuh pesona.


Zhao Lu Si membeku dengan serangan yang tiba-tiba ini. Pipinya terasa panas dan suaranya agak gugup ketika dia menjawab, "A-aku... Selalu berendam dengan bunga osmanthus,"


!!


Para gadis yang lain ikut-ikutan merona dan tanpa sadar membuka mulut mereka. Ling Qing Zhu sendiri hanya berkedip beberapa kali melihat tindakan Wali Pelindungnya, dia juga sampai tidak tahu harus mengatakan apa.


Zhao Lu Si sebenarnya berdiri tepat di samping Ling Qing Zhu. Gadis berambut putih itu tahu bahwa pemuda berpakaian pelayan ini bukan hanya menggoda Zhao Lu Si, tetapi juga memberi isyarat mata padanya. Buktinya Xiao Shuxiang melirik ke arahnya saat dia bicara pada gadis di sampingnya ini.


Xiao Shuxiang, "Nona sangat wangi. Apa .... aku boleh menciummu?"


Semua gadis yang berkerumung dan mendengar ucapan Xiao Shuxiang begitu heboh, tetapi tidak dengan Ling Qing Zhu.


Gadis bercadar tipis itu masih terlihat berekspresi tenang. Hanya saja sorot matanya sedikit berubah. Orang normal tidak akan bisa menemukan perbedaan pada tatapan matanya. Namun jika ada yang teliti, tangan kanan Ling Qing Zhu nampak meremas pakaiannya.


Xiao Shuxiang begitu dekat dengan Zhao Lu Si. Dia berbicara tepat di telinga gadis cantik tersebut, "Tutup matamu ...."


Zhao Lu Si, "Aku .... Sangat bahagia,"


!!


Lutut Zhao Lu Si terasa lemas, dia masih saja tersenyum ketika tubuhnya ditahan oleh dua orang gadis. Dia nyaris pingsan karena terlalu bahagia. Xiao Shuxiang berkedip dengan reaksi berlebihan yang dia lihat ini.


"Tuan Xiao~"


"Tuan~"


!!

__ADS_1


Ling Qing Zhu tersentak saat Xiao Shuxiang ditarik hingga jatuh oleh para gadis. Dalam waktu sekejap, sosok Wali Pelindungnya seperti tersembunyi oleh berbagai macam kecantikan.


Xiao Shuxiang sendiri sebenarnya sangat terkejut karena tiba-tiba mendapat serangan dadakan. Dia baru selamat ketika seorang murid laki-laki berseru dan mengatakan Shizun para gadis ini menunggu.


".........."


Ling Qing Zhu tetap berdiri tenang, dia kini melihat Wali Pelindungnya berbaring di tanah dan perlahan bangun. Tampilan pemuda yang dilihatnya ini sekarang menjadi berantakan.


"Ya ampun, mereka mengerikan." Xiao Shuxiang mengusap kedua pipinya dan mengeluh, "Aiya. Pipiku benar-benar lengket karena diciumi seperti anak kecil, apa-apaan mereka itu."


"Tidak tahu malu," Ling Qing Zhu akhirnya buka suara. Tatapannya dingin, "Apa kau mendapat pelajaran?"


Xiao Shuxiang sedikit menengadah, dia cemberut. "Harusnya kau mencegah mereka. Aku dikerumuni gadis-gadis loh, mereka merebut kesucian pipiku. Apa kau tidak cemburu melihat 'Suami-mu' diciumi banyak gadis?"


"Hmph, pantas untukmu."


"Kucing Putih...!"


Ling Qing Zhu mengulurkan tangan, "Ayo berdiri."


"Kau ini gadis yang menyebalkan,"


Meski mengeluh, Xiao Shuxiang tetap menerima uluran tangan Ling Qing Zhu. Dia sebenarnya berniat menarik gadis berambut putih itu agar jatuh, namun yang terjadi justru sebaliknya. Xiao Shuxiang-lah yang ditarik hingga berdiri.


Pemuda tampan itu sampai kaget saking tak percayanya, "Kau ternyata sangat kuat. Benar-benar luar biasa,"


Ling Qing Zhu menggeleng pelan dan membantu merapikan rambut serta pakaian Wali Pelindungnya. Tangannya terulur dan mengambil sebuah sapu tangan dari lengan pakaiannya.


Ling Qing Zhu tanpa ekspresi, "Tutup matamu."


"Kenapa?" Xiao Shuxiang secara spontan menutup mata kanannya ketika pipinya diusap dengan sapu tangan. "Kucing Putih, pelan-pelan."


"Tidak akan bersih jika pelan-pelan." Ling Qing Zhu memakai sapu tangannya untuk menghilangkan pewarna bibir para gadis itu di wajah Wali Pelindungnya.


Ling Qing Zhu kembali berujar, "Kau seperti bayi besar yang diperebutkan. Apa kau sangat sukanya diperlakukan seperti itu?"


"Tidak, aku hanya .... Kupikir aku bisa membuatmu cemburu. Aku tidak akan melakukannya lagi," Xiao Shuxiang benar-benar jera. Andai pikiran warasnya tidak ada, mungkin dia sudah mencekik leher gadis-gadis itu.


"Kucing Putih, apa kau tidak mau menciumku?" Xiao Shuxiang spontan bertanya. Siapa yang tahu Ling Qing Zhu justru memberi respon.


"Dengan dua pipi yang sudah penuh tanda ini? Sama sekali tidak ada tempat,"


"Kalau begitu biar aku menciummu,"


"Menjauhlah. Kau penuh bau perempuan," Ling Qing Zhu membersihkan wajah Wali Pelindungnya hingga warna pemerah bibir di kedua pipi dan dahi pemuda ini memudar.


Ling Qing Zhu berkata, "Gadis-gadis itu adalah murid dari Gunung Puncak Bai. Mereka tidak seperti murid perempuan yang lain."


Xiao Shuxiang, "Maksudmu mereka lebih liar daripada murid Sekte Lautan Awan yang biasa kutemui,"


"Mn, mereka lebih genit."


"Pantas saja aku merasa seperti dikerumuni oleh banyak Yi Wen,"


"Nona Wen gadis yang baik." Ling Qing Zhu menyerahkan sapu tangannya dan berkata, "Bersihkan sebelum kau mengembalikannya."


Xiao Shuxiang berkedip dan tersentak saat gadis berambut putih itu tiba-tiba saja melenggang pergi. "Tunggu! Kucing Putih...!"

__ADS_1


Xiao Shuxiang mendengus, "Gadis itu benar-benar aneh. Tsk, padahal tadi suasananya sudah sangat bagus. Haah... Dia itu suka sekali merusak suasana yang hampir mendekati romantis. Tsk,"


******


__ADS_2