KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
197 - Penyembunyian (4)


__ADS_3

Yīng xióng, dalam wujud besi berujung runcing terus menyerang Liu Wei Lin. Dia diselimuti oleh asap putih dan penuh Aura Pendekar saat ini. Serangan yang dia lakukan sangat kuat dan membuat lawannya kewalahan.


Liu Wei Lin sendiri masih berusaha menghindar, dia terus menjaga jarak dengan senjata yang melayang tanpa kendali tersebut. Dia bahkan memakai pepohonan sebagai tameng.


!!


Mata Liu Wei Lin terbelalak saat besi berujung runcing yang melesat ke arahnya menggores sebuah batang pohon. Di saat itu juga, Liu Wei Lin tahu bahwa senjata yang dirinya hadapi adalah senjata yang mengandung racun mematikan.


"Itu ...." Jian Yang sampai menahan napas, dia melihat ada satu pohon yang dedaunannya tiba-tiba saja menguning dan menjadi kering. Dia menatap tidak percaya ke arah senjata yang dihadapi oleh Liu Wei Lin.


"Bagaimana .... Besi itu bisa beracun?" Li Huanshou kaget tentu saja, "Apa yang sebenarnya telah kita lakukan?"


"Aku juga tidak tahu ...." Liu Wei Lin mendengar ucapan Li Huanshou. Dia pun tidak mengerti bagaimana bisa senjata yang mereka perbaiki ini mengandung racun.


Dia sendiri bukan ahli racun dan melihat reaksi Li Huanshou dan Jian Yang pun jelas bahwa mereka juga bukan ahli racun.


"Awas..!" Liu Wei Lin berseru saat tiba-tiba saja senjata yang dilawannya justru berbalik dan melesat ke arah Jian Yang dan Li Huanshou.


!!


Kedua kultivator itu kaget dan berusaha menghindar, tetapi posisi saat mereka mendarat tidak stabil.


Jian Yang terjatuh dan dadanya hampir saja ditusuk oleh Yīng xióng andai tidak ada sebuah batang bambu hitam yang menahannya tusukan tersebut.


Kejadian yang berlangsung sangat cepat itu sangat menegangkan. Liu Wei Lin sampai merasa bahwa jantungnya sudah runtuh dan nyawanya terangkat melihat kejadian yang tiba-tiba itu.


Hal serupa pun dirasakan oleh Jian Yang. Dia pikir, dirinya sudah menemui akhir riwayatnya. Sungguh, perasaan seperti ini sangat menyesakkan dibanding apa pun.


Bambu hitam yang menahan serangan besi berujung runcing itu dipegang oleh sosok pria yang tidak lain adalah Bocah Pengemis Gila. Kehadirannya sangatlah mengejutkan, bahkan pada Jian Yang sendiri.


"Pergi dan cari Xiao Shuxiang,"


?!


Jian Yang terkejut dengan ucapan pria asing itu. Dia baru akan bereaksi saat pria tersebut sudah melesat dan berakhir bertarung sengit dengan Yīng xióng.


"Kau tidak apa-apa?" Li Huanshou segera berjalan ke arah Jian Yang dan kemudian membantu saudara seperguruannya itu untuk berdiri. Ekspresi wajahnya terlihat cemas.


"Aku baik-baik saja," Jian Yang berusaha mengatur napas. Dia memperhatikan bagaimana pria asing itu menghadapi senjata yang entah bagaimana bisa hidup seakan mempunyai nyawa sendiri.


Pertarungan Bocah Pengemis Gila dan Yīng xióng tidak main-main. Hampir saja pria itu terkena goresan dan tusukan andai tidak menggerakkan tongkat bambunya. Liu Wei Lin sendiri tidak bisa memasuki pertarungan itu karena terlalu cepat dan begitu sengit.


"Siapa orang itu?" Li Huanshou bertanya saat baru memperhatikan wajah pria asing tersebut yang rupanya ditutupi oleh riasan aneh.


Jian Yang menggeleng pelan, "Aku tidak tahu siapa dia. Tapi orang itu memintaku untuk mencari saudara Xiao."


Li Huanshou tersentak, "Saudara Xiao?! Apa dia mengenal Xiao Shuxiang?"


"Sepertinya begitu--"


"Kenapa masih di sana?!" Bocah Pengemis Gila berseru, "Cepat pergi..!"


!!


Jian Yang tersentak, dia pun menepuk lengan saudara seperguruannya dan segera melesat pergi. Li Huanshou juga ikut dari belakang, dia merasa harus membantu Jian Yang mengingat Xiao Shuxiang kemungkinan masih mengurung diri di dalam kamarnya.


Di sisi lain, Liu Wei Lin juga sebenarnya penasaran dengan pria asing yang tiba-tiba datang ini. Sosok yang mengambil alih pertarungannya dengan Yīng xióng.


Dia sebenarnya tidak masalah, tetapi pria ini jelas butuh bantuan. Hanya saja dia kesulitan masuk dalam pertarungan itu sebagai bantuan.


"Kau jangan sampai tergores. Senjata itu mengandung racun..!" Liu Wei Lin berseru dan memutuskan untuk membantu dari jauh, tentu saja sambil terus mengawasi jalannya pertarungan itu.


Bocah Pengemis Gila mendengarnya dan menjadi semakin berhati-hati. Dia sedang sedih sekarang dan memang butuh sesuatu untuk melampiaskannya.


*


*


Di tempat yang lain, Xiao Shuxiang sudah berhasil membuat Wang Zhao tenang saat ini.


Dia sedikit memikirkan tentang betapa berat kehidupan yang dijalani oleh Wang Zhao. Tidak hanya kehilangan orang tua dan saudara, bahkan pemuda ini pun terpaksa meninggalkan lingkungan yang seharusnya adalah miliknya.


"Apa yang akan kau lakukan sekarang?" Xiao Shuxiang bertanya. Dia bernapas pelan dan berkata, "Tetua Meng Hao Niang sendiri meminta bantuanku untuk menghadapi Sekte Lembah Iblis. Dia ingin merebut kembali tempat itu,"


Wang Zhao terdiam tanpa mengatakan apa pun. Pemuda itu hanya menatap Xiao Shuxiang tanpa bicara. Dia juga sama sekali tidak terkejut mendengar ucapan Xiao Shuxiang barusan.


"Melihat kebungkaman dan sikapmu, sepertinya kau tahu tentang hal ini." Xiao Shuxiang berujar.

__ADS_1


Wang Zhao bernapas pelan, "Awalnya aku tidak tahu apa pun. Kupikir dia tidak akan meminta bantuan pada orang lain. Hanya saja sepertinya ..... Dia melihat kemampuan Tuan Xiao dan memutuskan untuk mengikut-sertakanmu dalam rencana itu."


Wang Zhao mengembuskan napas dan berujar, "Sebenarnya .... Aku ingin menjalani kehidupan yang biasa-biasa saja andai Sekte Lembah Iblis yang dipimpin oleh paman tidak merugikan orang lain. Tapi yang kulihat justru adalah kekejaman dan penindasan yang tidak ada habisnya."


Wang Zhao berkata, "Aku berusaha untuk berlatih di tempat ini dengan bantuan Shizun. Tapi kau tahu, karena identitasku ini----banyak yang menentang Shizun,"


Xiao Shuxiang mengerutkan kening, "Maksudmu ...."


"Aku bukan murid Sekte Lautan Awan. Meski dianggap murid oleh tetua Dao Fang An pun, aku tetap bukan bagian dari sekte ini. Karenanya, jika aku ingin tetap tinggal di tempat ini----aku tidak boleh mendapat pengajaran apa pun tentang teknik bertarung dari Shizun."


"Jadi karena itu .... Tua bangka yang bau tanah itu sama sekali tidak mengajarkan apa pun padamu?"


"Tolong jangan sebut Shizun-ku begitu," Wang Zhao tersenyum pahit. "Shizun-ku lebih mengajarkan tentang bagaimana sebaiknya manusia hidup. Ajaran yang kuterima lebih banyak tentang sikap kemanusiaan, pengendalian diri dan rasa cinta kasih."


Ekspresi Xiao Shuxiang entah sejak kapan menjadi agak pucat. Pemuda tampan itu berkedip dan menghela napas. Dia pun menggeleng dan berkata pada Wang Zhao, "Suatu hari nanti .... Shizun-mu akan memintamu untuk mencukur seluruh rambutmu dan menjadi penghuni kuil."


Wang Zhao tersentak mendengarnya. Dia tidak tahu bagaimana Xiao Shuxiang mempunyai pemikiran seperti itu, padahal apa yang diajarkan Shizun-nya merupakan perbuatan yang baik.


"Ooh .... Ya ampun," Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan kembali bertanya. "Jadi kau sama sekali tidak ada niatan untuk membalaskan dendam pada pamanmu? Dia membunuh ayahmu dan bisa dibilang, dia jugalah yang membuat ketiga saudaramu tiada. Sebagai anak yang berbakti, tidakkah harusnya kau menuntut pembalasan atas apa yang dilakukan paman kejammu itu?"


"Tidak ada yang akan berakhir baik jika terus menyimpan dendam." Wang Zhao bernapas pelan, "Aku ingin membuat jiwa ayah dan saudaraku tenang dengan cara yang lain, bukan membalaskan kematian mereka. Tapi beda halnya jika orang lain pun juga ikut terluka,"


Wang Zhao menatap Xiao Shuxiang dan berkata, "Paman membuat kehidupan di Sekte Lembah Iblis menjadi sulit. Orang-orang di sana menjalani kehidupan yang berat. Aku tidak bisa menerimanya,"


"Jadi kau memutuskan untuk membalas dendam?"


"Bukan pembalasan dendam, tapi Pembebasan. Harus ada yang bertindak." Wang Zhao berkata, "Aku adalah sosok pemimpin yang tidak kompeten. Jika aku hanya diam saja dan menutup mata atas semua tindakan paman, maka aku benar-benar bisa menjadi sampah seperti yang katakan oleh para murid di tempat ini."


"Apa semua murid Sekte Lautan Awan tahu tentang identitasmu?"


"Tidak semuanya. Tapi Tuan Xiao bisa melihat siapa saja yang tahu tentang hal itu dengan memperhatikan sikap mereka padaku,"


Wang Zhao menarik napas dan dengan hati-hati berkata, "Selama ini aku terus berlatih dengan melihat keterampilan bela diri para murid di sini. Tapi seperti yang Tuan Xiao tahu, aku mempunyai Dantian Berakar yang membuat praktik kultivasiku tidak bisa meningkat."


Wang Zhao, "Saat kulihat bekas akar pada dantianmu, kupikir akar pada dantianku juga bisa dihilangkan. Aku juga kagum bahwa kau ternyata adalah orang dengan teknik bertarung yang hebat. Aku pikir .... Aku bisa meminta bantuanmu. Tapi aku tidak mengatakan tentang siapa diriku yang sebenarnya karena kupikir masalahku ini .... Biar aku sendiri yang mengatasinya,"


Wang Zhao bernapas pelan, "Mungkin karena kemampuanmu juga .... Tetua Meng jadi ingin meminjam kekuatanmu. Karena ..... Tetua Meng mungkin berpikir, aku sama sekali tidak bisa melakukan apa-apa. Aku ... juga merasa begitu, aku memang terlalu lemah. Aku tidak bisa mengalahkan paman sendirian. Aku ingin mengatakan ini semua padamu sejak awal .... Tapi seperti yang kukatakan sebelumnya. Ini adalah masalahku sendiri,"


Xiao Shuxiang menyilangkan tangan dan dengan polos berkata, "Kau mengatakan itu semua padaku sejak pertemuan pertama kita pun----aku tidak akan mau ikut campur. Tapi aku sebenarnya punya urusan dengan Sekte Lembah Iblis, khususnya Iblis Mimpi."


Wang Zhao tersentak dan kemudian berkata, "Anggota sekteku sebenarnya tidak jahat. Mereka dipaksa. Sulit sekali menghadapi orang seperti paman,"


"Tuan Xiao..?"


"Aku adalah orang yang paling tidak bisa bertarung tanpa membunuh. Benar-benar sulit melakukannya," Xiao Shuxiang menggeleng pelan. Dia membuat Wang Zhao berkedip dan menahan napas.


"Tuan Xiao..." Wang Zhao tanpa sadar berkata, "Tapi Anda terlihat seperti orang yang tidak mungkin mengambil nyawa orang lain. Anda ..... Terlihat terlalu baik untuk melakukannya,"


Alis Xiao Shuxiang terangkat dan dia pun mendengus pelan, "Wang Zhao. Kawan, kau jangan tertipu dengan wajah tampan, penuh pesona dan luar biasa ini. Aku sungguh tidak seperti ekspektasimu,"


"Tapi ...."


"Apa kau ingat saat anggota Sekte Lembah Iblis datang dan kulemparkan pedang kayumu di tengah-tengah mereka untuk mencuri perhatian? Kubuat mereka mati menjadi gumpalan daging, lainnya menjadi tulang-belulang. Lalu apa aku masih terlihat seperti pemuda yang baik di matamu?"


Wang Zhao terkejut, dia melupakan hal itu. Dirinya memperhatikan pemuda di hadapannya dengan saksama dan lalu bersuara pelan, "Aku sempat lupa. Tetapi sungguh, Tuan Xiao. Anda tidak seperti kultivator Aliran Hitam yang biasa kulihat. Rasanya .... Tidak hanya wajah, tapi aku merasa bahwa anda memang orang yang baik."


"..............."


Xiao Shuxiang tidak mengeluhkannya lagi. Wang Zhao hanya mengetahui sedikit tentang dirinya dan dia sendiri juga tidak mau menceritakan terlalu banyak tentang hidupnya.


Xiao Shuxiang mengusap-usap dagunya, dia menyadari bahwa Wang Zhao sedang memperhatikannya saat ini. Dirinya pun tersenyum dan berkata, "Apa aku orang yang baik?"


Wang Zhao mengangguk pelan dan tanpa ragu membenarkan pertanyaan dari pemuda di hadapannya. Dia tertegun saat melihat senyuman Xiao Shuxiang.


Untuk sesaat, Wang Zhao terpesona. Senyuman pemuda di hadapannya begitu indah dan dia baru memperhatikan baik-baik bahwa Xiao Shuxiang ternyata tidak sama seperti pemuda tampan yang biasa dia lihat. Sosok di hadapannya seakan mempunyai daya tarik tersendiri dan sungguh sangat mengagumkan.


"........ Cantik,"


"Kau bilang apa?"


"Tidak! Tidak ada," Wang Zhao spontan menggeleng. Dia terbatuk pelan dan lalu memandang ke arah lain. Entah kenapa pipinya terasa agak panas.


"Baiklah," Xiao Shuxiang mengembuskan napas, "Karena aku sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi padamu, maka kurasa aku sudah bisa memulainya."


Wang Zhao tersentak dan menatap Xiao Shuxiang, "Memulai .... Apa?"


"Tentu saja, pelatihan. Persiapan untuk mencari keributan di wilayah Sekte Lembah Iblis," Xiao Shuxiang berdiri dan mengajak Wang Zhao pergi bersamanya.

__ADS_1


"Tuan Xiao.." Wang Zhao berjalan di belakang Xiao Shuxiang. Dia bertanya, "Anda akan pergi ke mana?"


"Menemui Shizun-mu. Kurasa tetua Meng sudah bersama tua bangka bau tanah itu," Xiao Shuxiang tidak lupa memanggil Lan Guan Zhi, Yan Tianhen dan Yi Wen yang ada di kamar lain. Dia mengajak teman-temannya untuk pergi menemui Dao Fang An.


Yan Tianhen sebenarnya tidak tahu apa yang terjadi. Dia bertanya pun hanya dijawab singkat oleh Xiao Shuxiang. Dia tentu saja heran sebab saudara Xiao-nya justru mengajak mereka ke tempat Dao Fang An berada.


Di sisi lain, Yi Wen nampak begitu pendiam. Hidung dan matanya memerah karena kebanyakan menangis, bahkan wajahnya pun agak membengkak. Dia sampai sekarang masih terisak.


"Kau ini kenapa?" Xiao Shuxiang jelas merasa keheranan dengan tingkah Yi Wen, dia pun berkata. "Apa kau sungguh menyukai Lan Guan Zhi?"


"Tentu saja..!" Yi Wen mengusap-usap air yang menuruni pipinya, "Siapa yang tidak suka pada Tuan Muda Lan?! Kau saja menikahinya,"


Xiao Shuxiang berkedip, dia menggeleng pelan dan berkata. "Kenapa kau tidak mencari pemuda yang lain? Aku melihat kau sangat mesra dengan Yan Tianhen sebelumnya,"


"Aku?" Yan Tianhen menunjuk diri sendiri dan nampak tersentak. Di sisi lain Yi Wen mengerutkan kening dan memperhatikan orang yang dimaksud Xiao Shuxiang.


"..............."


"..............." Yan Tianhen berkedip beberapa kali, dia menjadi gugup karena ditatap oleh gadis cantik dan asing ini.


Yi Wen terisak dan lalu menatap Xiao Shuxiang. Tanpa peringatan, dia seketika memeluk saudara Xiao-nya tersebut dan mengejutkan semua orang. Bahkan Lan Guan Zhi pun ikut tersentak.


"Yi Wen?! Apa yang kau lakukan?!" Xiao Shuxiang jelas kaget. Dia hampir saja jatuh karena tidak siap menerima jenis serangan semacam ini.


"Saudara Xiao, apa menurutmu aku ini gadis murahan yang bisa diberikan pada siapa pun?! Kau ini jahat sekali," Yi Wen memukul dada Xiao Shuxiang sebelum kembali memeluknya.


"Aku tidak bilang begitu, kau ini cengeng sekali ...." Xiao Shuxiang menepuk-nepuk punggung pelan Yi Wen dan kemudian menenangkannya. "Sudah, ayo berhenti menangis. Maaf sudah menyakitimu,"


"Kau menikahi Tuan Muda Lan," Yi Wen kembali terisak, "Kenapa kau lakukan itu? Kau sudah punya nona Ling, kenapa kau juga harus mengambil Tuan Muda Lan-ku. Apa nona Ling tidak cukup untukmu?"


"Pernikahan itu tidak seperti yang kau bayangkan, Yi Wen. Aku dan Lan Zhi terjebak dalam Festival Hantu. Kau pikir kami menyukainya? Tentu saja tidak. Benar kan, Lan'Er?"


Lan Guan Zhi berkedip saat tiba-tiba teman baiknya bertanya. Dia menatap Yi Wen dan gadis itu juga nampak menoleh ke arahnya seakan menunggu jawaban.


"Tuan Muda Lan, apa kau tidak suka..?" suara Yi Wen serak karena sudah banyak menangis. Dia memperlihakan wajah sedihnya pada Lan Guan Zhi.


"............ Mn,"


"Saudara Xiao, artinya apa?" Yi Wen tidak memahami arti dari gumaman Lan Guan Zhi. Dia cemas karena pemuda berpita dahi itu tidak mengangguk membenarkan jawaban Xiao Shuxiang.


"Aku selalu menganggap gumaman Lan'Er sebagai 'iya'. Tentu saja dia setuju dengan ucapanku," Xiao Shuxiang berujar, "Lagipula apa kau pikir dua orang laki-laki bisa menikah satu sama lain? Kami akan dirajam jika seluruh dunia tahu,"


"Benar," Lan Guan Zhi mengangguk. Kali ini dia setuju dengan ucapan teman baiknya.


"Tapi .... Aku masih tidak rela kalian menikah. Paling tidak .... Harusnya aku ikut menyaksikan pernikahan itu," Yi Wen menggunakan pakaian Xiao Shuxiang untuk mengusap air di hidungnya.


Yan Tianhen tersentak mendengar ucapan Yi Wen, dia merasa agak ambigu mendengar perkataan gadis tersebut. Wang Zhao pun ikut mengerutkan keningnya.


"Aduuh .... Anak ini," Xiao Shuxiang sepertinya tidak terlalu memperhatikan. Dia kerepotan dengan pakaiannya saat ini.


Xiao Shuxiang tidak bisa berbuat apa-apa selain merobek kain pakaiannya yang kotor akibat ulah Yi Wen. Dia mengeluarkan sebuah sapu tangan dan memberikannya pada gadis cantik tersebut.


Yi Wen menerima bentuk perhatian itu. Saudara Xiao-nya bahkan membantunya dengan mengusap air mata di pipinya. Dia diperlakukan begitu baik tanpa satu pun omelan seperti biasa.


Bila diperhatikan, itu semacam bentuk kebaikan kepada saudara. Perhatian seorang kakak kepada adiknya, ayah kepada anak, atau seorang kakek kepada cucunya. Namun dalam pandangan orang lain, itu adalah jenis perhatian laki-laki dengan perempuan yang begitu mesra.


Yan Tianhen tertegun beberapa saat. Dia yakin pernah mendengar bahwa Xiao Shuxiang sudah menikah dengan Ling Qing Zhu, tetapi kenapa pemuda ini sangat memperhatikan Yi Wen?


Yan Tianhen tidak mau berpikiran yang bukan-bukan. Xiao Shuxiang sama sekali tidak terlihat seperti pemuda brengsek yang suka berselingkuh. Jadi dia akan berusaha menganggap bahwa hubungan kedua orang ini masih sangat wajar.


Wang Zhao sendiri baru akan bicara saat dirinya mendengar sebuah seruan yang memanggil Xiao Shuxiang. Dia langsung menoleh dan melihat ada dua orang pria yang berlari mendekat ke arahnya.


"Saudara Xiao...!"


Yi Wen tersentak dan juga ikut menoleh. Yan Tianhen dan Lan Guan Zhi pun demikian. Dua pemuda yang mereka lihat tidak lain adalah Li Huanshou dan Jian Yang.


Xiao Shuxiang mengerutkan kening melihat kedua pemuda itu yang nampak tersengal-sengal. Li Huanshou dan Jian Yang bahkan berkeringat cukup banyak.


"Saudara .... Hah ... Hah ... Saudara Xiao," napas Jian Yang tidak beraturan. Nada suaranya sampai tersendat-sendat.


"Ada apa dengan kalian?" Xiao Shuxiang bertanya.


"Kau .... Harus ikut dengan kami." Jian Yang berusaha mengatur napasnya yang masih tidak karuan.


"Gawat Saudara Xiao, sangat gawat..!" Li Huanshou meraih tangan Xiao Shuxiang dan berkata, "Kita harus cepat. Ayo..!"


!!

__ADS_1


******


__ADS_2