KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
311 - Istana Teratai Hitam


__ADS_3

Kemegahan Istana Teratai Hitam bahkan tidak lagi terlihat di mata seseorang seperti Bocah Pengemis Gila. Pria dengan tongkat bambu itu dalam keadaan yang sulit karena harus menghadapi anggota dari Sekte Lembah Iblis. Dia sama sekali tidak mempunyai tempat melarikan diri.


"Gawat, gawat, gawat..! Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus aku lakukan dalam situasi ini? Di mana anak-anak itu? Di mana Xiao Shuxiang?"


Ini untuk yang kesekian kalinya Bocah Pengemis Gila menelan ludah. Ekspresi wajahnya mengandung kepanikan yang begitu jelas. Dia benar-benar seperti kelinci dalam kepungan serigala.


"Aku bertanya sekali lagi, katakan siapa kau dan apa maumu di tempat ini..!?" Monster Duri Beracun membentak dan mengayunkan gada berdurinya ke arah pria yang memakai riasan aneh ini. Dia tidak pernah melihat orang seperti ini sebelumnya jadi jelas hal tersebut adalah pertanda bahwa ada yang berani menyusup masuk ke sektenya.


Bocah Pengemis Gila memegang kuat tongkat bambunya dan tersenyum getir, "Tenanglah ... A-aku hanya lewat saja. Aku benar-benar hanya orang gila yang lewat saja,"


"Tidak ada orang gila yang menyebut diri sendiri gila, kau jelas berbohong. Bunuh dia!"


"Tahan dulu!" Bocah Pengemis Gila dengan cepat mengangkat tangan dan seakan benar-benar menyerah. "Aku sungguh tidak ingin mencari masalah dengan kalian. Aku ... Aku ..."


Bocah Pengemis Gila berpikir dengan cepat dan kemudian berkata, "Aku kemari untuk bekerja sama. Ya. Aku ingin menawarkan kerja sama dengan kalian,"


?!


Monster Duri Beracun meski mempunyai tubuh yang terbungkus otot dan perisai kuat berduri, serta memiliki wajah yang garang namun sebenarnya dalam hal kecerdasan dia sedikit ada di bawah.


Ini jelas dibuktikan dengan bagaimana dia mengangkat tangannya sebagai tanda untuk para orang-orangnya agar mereka berhenti menyerang.


Monster Duri Beracun memberikan tatapan yang tajam dan bertanya, "Kerja sama apa yang ingin kau tawarkan pada kami?"


"Itu ..." Bocah Pengemis Gila berkedip. Dia merasa bisa memanfaatkan situasi ini. Dia pun berkata, "Aku butuh kekuatan. Praktik kultivasiku sangat rendah, tapi aku ingin membalaskan dendam pada seseorang dan aku ingin bekerja sama dengan kalian."


Bocah Pengemis Gila berujar, "Aku bisa datang kemari karena dibawa oleh Wang Zhao, maafkan aku. Aku berusaha keras untuk bisa dipercaya olehnya, tapi aku hanya ingin bertemu pemimpin sekte ini dan memohon agar diberi kekuatan. Aku ingin membalaskan dendamku,"


"Kau bilang ... Wang Zhao?"


Bocah Pengemis Gila dengan cepat mengangguk, "Benar. Benar sekali. Dia bilang ... Dia berasal dari sekte ini, tapi aku tidak percaya. Dia mengatakan ingin merebut kembali istana ini, tetapi dia melakukan tindakan bodoh dengan datang tanpa persiapan. Aku tidak peduli padanya, aku hanya ingin bertemu pemimpin Anda yang Perkasa ini dan memohon kekuatan."


Seorang pendekar, paling tidak memiliki satu buah prinsip yang pantang untuk mereka langgar. Bocah Pengemis Gila pun juga memiliki hal yang sama.


Namun jika Xiao Shuxiang adalah orang yang menjunjung tinggi kejujuran atas ucapannya, maka ini tidak berlaku untuk Bocah Pengemis Gila. Pria dengan riasan wajah mirip hantu gantung itu adalah sosok yang tidak akan pernah ragu untuk berbohong.


Satu-satunya prinsip yang sampai saat ini dia pegang adalah dengan tidak meningkatkan praktik kultivasinya sebagai bentuk penghormatan atas gurunya. Selain daripada itu, dia bisa menjadikan hidupnya sebagai lelucon yang menggelikan.


Bocah Pengemis Gila awalnya merasa bahwa mungkin sebodoh-bodohnya orang ini, Monster Duri Beracun pasti masih bisa meragukannya. Tetapi siapa yang sangka sosok ini jelas tertawa dan dengan cepat menyebutnya saudara.


"Kau benar-benar gila, Saudaraku." Monster Duri Beracun menepuk-nepuk bahu Bocah Pengemis Gila tanpa rasa waspada sama sekali. Dia berkata, "Kau begitu berani. Aku menyukainya, ha ha ha."


Bocah Pengemis Gila berkedip beberapa kali dan kemudian juga ikut tertawa. Dia berpikir di dalam hati dan jadi semakin yakin bahwa sosok ini punya tingkat kecerdasan di bawah rata-rata.


"Aku adalah Monster Duri Beracun, Gao Bao Tian. Siapa namamu?"


"Namaku Mu Chen," tentu saja Bocah Pengemis Gila tidak akan menyebutkan nama aslinya, maupun nama 'Shén Lóng'. Ini adalah misi penyamaran, jadi nama samaran pun harus dia siapkan.


"Tuan, apa tidak sebaiknya Anda jangan terlalu mempercayainya?" salah seorang penjaga Istana Teratai Hitam buka suara. "Dia memakai riasan di wajah dan itu berarti dia ingin menyembunyikan rupa aslinya, orang ini tidak bisa dipercaya."


Bocah Pengemis Gila tersentak. Semua awalnya berjalan sesuai rencananya, tapi entah dari mana datangnya keberanian anggota Sekte Lembah Iblis itu untuk berbicara hingga membuatnya menelan ludah kembali.

__ADS_1


Tidak hanya satu orang, bahkan ada anggota Sekte Lembah Iblis yang ikut menentang keakraban yang diperlihatkan oleh Monster Duri Beracun ini.


Bocah Pengemis Gila berusaha untuk mengubah pemikiran mereka dengan berkata cepat-cepat, "Aku tidak bohong. Aku datang kemari untuk diriku sendiri. Riasan ini ... Sengaja kubuat agar kalian bisa tahu aku penyusup. Buktinya aku ada di sini, kan?"


Para anggota Sekte Lembah Iblis itu masih terlihat tidak percaya dan ini sangat diketahui oleh Bocah Pengemis Gila. Tetapi bukan berarti dia akan langsung menyerah.


Bocah Pengemis Gila berkata, "Jika kalian tidak percaya ... Kalian bisa lihat praktik kultivasiku sekarang. Kalian juga bisa memeriksanya. Aku benar-benar datang bersama Wang Zhao,"


"Jika itu memang benar, lantas di mana Wang Zhao sekarang?" salah seorang anggota Sekte Lembah Iblis bertanya sambil menunjuk sosok di depannya dengan memakai pedang.


Bocah Pengemis Gila tanpa ragu berkata, "Dia ada di bawah bersama yang lainnya. Kami tidak datang berdua, ada empat orang lagi yang ikut."


Monster Duri Beracun, Gao Bao Tian nampak melirik beberapa rekannya dan mereka pun bergegas memeriksa ucapan pemuda ini.


Dia pun menepuk bahu sosok di sampingnya dan berkata, "Kau ingin bertemu dengan pemimpin sekte ini, kan? Aku sendiri yang akan membawamu untuk menemuinya, ayo ikuti aku."


Bocah Pengemis Gila tegang dan tanpa sadar menahan napas. Dia pun mulai mengikuti Gao Bao Tian sambil terus meminta maaf dan mendoakan keselamatan teman-temannya.


Kupu-kupu bersayap putih yang selalu menemaninya selama ini entah terbang ke mana. Bocah Pengemis Gila tidak lagi melihat mereka ketika dirinya ketahuan. Dia hanya berharap serangga terbang itu tidak benar-benar menghilang.


Kupu-kupu yang menemani Bocah Pengemis Gila memang masih ada, tetapi sekarang hanya tersisa seekor saja. Serangga itu hinggap di salah satu atap gedung dan warna sayapnya pun menyesuaikan dengan warna atap hingga tidak terlihat oleh siapa pun.


Kupu-kupu yang hanya tersisa satu ini adalah pertanda bahwa Xiao Shuxiang sudah banyak mengeluarkan energi spiritualnya. Koki Alkemis yang sekarang ini masih menggendong Chu Gu Xiang nampak bernapas pelan.


Wang Zhao dan Liu Wei Lin yang sudah selesai mengikat para anggota Sekte Lembah Iblis, keduanya kini terlihat berjalan di samping Xiao Shuxiang. Kupu-kupu yang ada di sekitar mereka berkurang satu per satu.


Mereka tidak tahu apa yang sudah dilakukan oleh Bocah Pengemis Gila dan tentang anggota Sekte Lembah Iblis yang bergegas menuju tempat mereka sekarang. Di sisi lain, para anggota sekte yang berniat buruk itu juga tidak tahu tentang apa yang akan mereka temui.


"Hah, gadis buruk rupa itu?" Chu Gu Xiang mendengus. Dia masih digendong oleh Xiao Shuxiang sambil menatap Wang Zhao dan berkata, "Sejak aku dipermalukan olehnya ... Dia bukan lagi saudaraku."


Xiao Shuxiang berkedip dan lalu berkata, "Meskipun kau kesal padanya, tetapi kau tidak seharusnya melampiaskan amarahmu padaku. Kau mencengkeram pakaianku terlalu kuat, tahu!"


Chu Gu Xiang tersentak dan tanpa peringatan mencubit gemas pipi Xiao Shuxiang. Tindakannya membuat Liu Wei Lin dan Wang Zhao terkejut, bahkan tanpa rasa bersalah dia pun berkata, "Apa yang terjadi padaku juga karena salahmu!"


Xiao Shuxiang tertegun, tidak percaya pipinya akan mendapat serangan seperti ini. Dia pun tidak tinggal diam dan lantas membalas dengan mencubit paha gadis di gendongannya.


Chu Gu Xiang terkejut sampai menjerit, dia memeluk erat leher Xiao Shuxiang dan lagi-lagi membuat Liu Wei Lin dan Wang Zhao tidak bisa berkata apa-apa selain membuka mulut mereka saking kagetnya.


"Ka-kau keterlaluan!" warna merah terlihat di pipi Chu Gu Xiang, "Berani sekali kau melakukan itu padaku?"


"Kau yang memulainya lebih dulu, kan?"


Liu Wei Lin berkedip dan melambaikan kipas miliknya. Dia memperhatikan bagaimana Chu Gu Xiang dan Xiao Shuxiang saling mendebat dengan posisi yang begitu dekat, nyaris intim.


"Saudara Xiao," Liu Wei Lin buka suara dan berkata, "Maaf jika yang kukatakan ini akan sedikit menyinggung. Tapi apa kalian berdua punya hubungan yang ehm ... Dekat satu sama lain?"


Xiao Shuxiang mengerutkan kening, "Apa maksudmu?"


"Aiyo, bukankah kau sudah menikah. Nona Chu ini tidak akan menjadi bagian dari kehidupan rumah tanggamu dengan nona Ling, kan?"


Chu Gu Xiang tersentak mendengarnya dan dia pun menatap ke arah Xiao Shuxiang, "Kau sudah menikah?"

__ADS_1


"Benar, kenapa? Kau mulai jatuh hati padaku?"


"Hmph, sama sekali tidak!" Chu Gu Xiang terlihat kesal. Jika saja rasa ngilu pada lututnya menghilang dan dia bisa berjalan lagi, maka pasti saat ini dirinya sudah melompat turun dari gendongan Xiao Shuxiang.


Liu Wei Lin sendiri bukanlah pemuda yang polos hingga tidak tahu tentang pola ini. Dia bisa melihat ekspresi Chu Gu Xiang dan tatapan matanya yang lain itu saat berbicara dengan Xiao Shuxiang.


Liu Wei Lin baru akan memperhatikan ekspresi Xiao Shuxiang ketika suara debaman keras terdengar dari atas mereka. Dia dan Wang Zhao sampai kaget, mereka bahkan menoleh ke atas.


Chu Gu Xiang juga mendengarnya, ada suara benturan pedang dan menjadi pertanda bahwa seseorang mungkin sedang bertarung. Xiao Shuxiang mengingat tentang teman baiknya dan segera bergegas.


"Lan Zhi mungkin butuh bantuan, ayo pergi..!"


"Tuan Xiao, tunggu!" Wang Zhao berlari mengejar Xiao Shuxiang diikuti oleh Liu Wei Lin.


Yang saat ini sedang bertarung memang adalah Lan Guan Zhi dan Hu Li. Kedua orang itu tanpa sengaja bertemu dengan para anggota Sekte Lembah Iblis yang datang.


Penjaga Istana Teratai Hitam itu sudah tahu akan kedatangan penyusup dari pria aneh bernama Mu Che itu. Jadi sekarang mereka bisa bertarung dengan kekuatan yang tidak main-main.


"Tuan Muda Lan, awas..!" Hu Li berseru saat melihat atap batu di atas Lan Guan Zhi retak dan detik selanjutnya runtuh akibat dampak dari serangan lawan.


Beruntung, Lan Guan Zhi bisa secara tepat waktu menghindar hingga tidak sampai terkena reruntuhan. Hanya saja lawan tidak menyia-nyiakan kesempatan dan kembali menyerangnya.


Hu Li melesatkan api rubah miliknya. Dia juga ikut menyerang lawan dengan memakai kuku jari tangannya yang panjang. Awalnya dia ingin membunuh mereka, tetapi Lan Guan Zhi melarang.


Di sisi lain, kupu-kupu yang selama ini bersama mereka mulai menghilang satu per satu bahkan tanpa disadari. Suara pertarungan itu semakin jelas terdengar dan reruntuhan selanjutnya bahkan lebih besar lagi.


Lan Guan Zhi menangkis serangan salah satu anggota Sekte Lembah Iblis dan di saat bersamaan pandangan matanya mengabur sejenak. Dia hampir saja terkena serangan dari lawan yang lain andai tidak dilindungi oleh api rubah milik Hu Li.


Sebelumnya, Lan Guan Zhi sudah mencari jalan yang terbaik agar dia dan Hu Li tidak bertemu hambatan seperti ini. Namun pada akhirnya mereka tetap harus bertarung juga.


"Tuan Muda Lan, saya tidak bisa terus menghadapi mereka tanpa niatan membunuh."


Hu Li merasa kesulitan. Dia bisa saja melakukannya, tetapi itu jika lawannya ada di tingkat praktik yang lemah. Tetapi saat ini dia menghadapi orang-orang yang cukup kuat, lincah dan merepotkan. Sekali saja salah melangkah, maka luka terkena serangan lawan akan menjadi luka yang parah.


"Tuan Muda Lan, bagaimana sekarang?" Hu Li berusaha mengatur napasnya dan berkata. "Mereka berbeda dari anggota Sekte Lembah Iblis yang sebelumnya. Mereka kuat,"


Lan Guan Zhi juga kesulitan, tetapi untuk mengambil nyawa manusia hidup terlalu memberatkan. Biar bagaimanapun para lawannya ini hanya mematuhi perintah, tetapi dia pun juga harus membuat keputusan.


"Kau bisa dengan sekali serangan?" Lan Guan Zhi bertanya tanpa nada dan membuat Hu Li menoleh ke arahnya.


"Apa maksud Anda membunuh mereka dengan sekali serangan?"


"Setidaknya dengan ini mereka tidak terlalu tersiksa," Lan Guan Zhi tidak mau mendengar ada erangan kesakitan atau memberi kematian paling menyakitkan kepada lawannya, itu adalah sebuah penyiksaan.


Hu Li sendiri baru akan buka suara ketika salah satu anggota Sekte Lembah Iblis berseru.


Penjaga Istana Teratai Hitam itu mendengus, "Hah. Kalian ingin membunuh kami? Sayang sekali yang justru akan mati adalah kalian..! Atur formasi..!"


!!!


******

__ADS_1


__ADS_2