![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Xiao Shuxiang saat ini berada di sebuah ruangan terbuka bersama dengan Tetua Dao Fang An dan Lan Guan Zhi. Mereka berpisah jalan dengan Tetua Meng Hao Niang sebelumnya.
Di tempat itu, Xiao Shuxiang terlihat duduk bersila dengan tingkah yang tidak bisa tenang. Pemuda mempesona itu mengedarkan pandangan dan melihat-lihat sekeliling.
Terkadang dia menunjuk sebuah pohon dan menanyakan jenis tumbuhan itu, entah pada Lan Guan Zhi atau Tetua Dao Fang An. Terkadang juga, tangannya mengetuk-ngetuk meja duduk dan bermain-main dengan kuas di atas meja.
Tidak tanggung, Xiao Shuxiang bahkan bergerak untuk dekat dengan Lan Guan Zhi dan menjadikan bahu teman baiknya itu sebagai sandaran kepala. Dia berbeda sekali dengan Lan Guan Zhi yang begitu tenang dan tidak banyak bertingkah.
"Perbaiki cara dudukmu," Lan Guan Zhi menepuk pelan paha teman baiknya dan tanpa menoleh ke arah Xiao Shuxiang.
Tetua Dao Fang An mengembuskan napas dan berkata, "Belum lima menit kau duduk dan sudah banyak tingkah. Apa kau tidak merasa malu?"
Xiao Shuxiang mendengarnya dan lalu menatap ke arah Tetua Dao Fang An. Dia pun berujar, "Kenapa aku harus malu? Banyak bertanya bukanlah hal yang memalukan. Lagi pula .... Untuk apa kita di sini? Kau menyuruhku dan Lan Zhi duduk, tapi tidak menjamu kami."
Lan Guan Zhi berkedip, teman baiknya sungguh berani. Bahkan mengatakan hal semacam itu pada seorang Tetua Besar. Untung saja, Tetua Dao Fang An adalah sosok yang penyabar dan sama sekali tidak tersinggung karena hal ini.
"Dasar Berandalan ...." Tetua Dao Fang An menggeleng pelan, dia tersenyum samar melihat betapa menariknya pemuda di hadapannya ini.
Dia pun berkata, "Duduklah dengan baik dan mulai dengarkan aku,"
Xiao Shuxiang tidak lagi menjadikan bahu temannya sebagai sandaran kepala, tapi dia masih duduk sangat dekat dengan Lan Guan Zhi. Hanya saja dia memang mendengarkan Tetua Dao Fang An kali ini.
"Tetua Meng Hao Niang sebenarnya ingin langsung menguji kemampuanmu. Tapi setelah melihat kau mempunyai bakat menempa yang lumayan hebat, tetua Meng Hao Niang jadi mengurungkannya."
Xiao Shuxiang mengerutkan kening, dia jelas keheranan. Tetua Dao Fang An lalu melanjutkan, "Bakat menempamu masih terlalu pemula, kau masih menggunakan alat dan itu bukan cara kerja kultivator yang semestinya. Sama seperti itu, teknik berpedangmu pun tidak beraturan."
Tetua Dao Fang An bertanya, "Selama ini .... Apa kau pernah dibimbing seorang guru dalam teknik berpedangmu?"
Xiao Shuxiang berkedip, "Permainan pedangku berantakan? Hah, wah .... Kau benar-benar menyebalkan Kakek."
Xiao Shuxiang protes, "Sudah banyak orang yang tiada di tanganku, dan kau bilang permainan pedangku berantakan?"
Xiao Shuxiang menggeleng, "Hah. Aku tidak habis pikir kau bisa mengatakan hal senekat itu--"
"Berapa banyak kau mengalami luka selama kau bertarung?" Tetua Dao Fang An tiba-tiba menyela. Dia membuat Xiao Shuxiang tersentak.
"Biar kutebak, setiap kali kau bertarung---kau pasti terluka. Entah itu luka ringan maupun yang berat." Tetua Dao Fang An berujar kembali.
Xiao Shuxiang mengerutkan kening dan berkata, "Aku tidak tahu berapa kali aku terluka saat bertarung, tapi bukankah itu hal yang wajar? Seseorang bisa terkena luka gores atau sayatan---"
__ADS_1
"Kau lemah,"
"Hei-"
"Pendekar yang kuat tidak membiarkan ada goresan senjata musuh di tubuhnya." Tetua Dao Fang An menyela, "Ingatlah baik-baik, berapa kali kau mengalami luka saat sedang bertarung."
Xiao Shuxiang berkedip dan berusaha mengingat-ingat, dia memang cukup sering mengalami luka gores dan sampai pada titik hampir kehilangan nyawa beberapa kali.
"Melihatmu tidak bisa menjawab berarti kau sangat sering mengalaminya," Tetua Dao Fang An berujar.
"Aku kan menghadapi musuh yang kuat. Karena itulah-"
"Ucapan itu hanya dikatakan oleh orang yang lemah." Tetua Dao Fang An bernada tegas dan membuat kedua pemuda di hadapannya tersentak.
Kali ini, Dao Fang An terlihat benar-benar seperti seorang tetua dan Shizun. Dia bertanya, "Siapa guru yang mengajarimu teknik berpedang selama ini?"
!!
Xiao Shuxiang terkejut, dia sangat jarang sekali mendengar pertanyaan ini diajukan kepadanya. Bahkan dalam kehidupannya di masa lalu hingga reinkarnasinya yang sekarang----ini adalah pertanyaan paling langka yang ditujukan kepadanya.
Xiao Shuxiang bisa dikatakan memiliki dua ingatan kehidupan. Pertama adalah masa jayanya sebagai Sang Bintang Penghancur. Kedua, tentu saja adalah kehidupannya yang sekarang. Jadi bisa dikatakan dia mengalami masa kecil sebanyak dua kali.
Xiao Shuxiang bernapas pelan saat mengingatnya dan berkata, "Aku ... Diajari cara memegang belati saat masih sangat kecil. Lalu .... Aku dibawa ke sekte tetapi hanya melihat murid-murid di sana berlatih dan ketika berusia 5 Tahun aku dikirim ke arena hidup dan mati."
Xiao Shuxiang berkata, "Aku keluar dari tempat itu saat berusia 7 Tahun. Setelah itu... Kurasa aku membakar rumah, lalu menebas kepala kedua orang tuaku. Aku kemudian membuat masalah di sekte, kutebas lidah anak-anak yang berani memanggilku 'Xiang-Er' dan kupikir aku juga membakar sekte."
Ekspresi Tetua Dao Fang An sudah berubah ketika Xiao Shuxiang berkata sudah menebas kepala kedua orang tuanya, tetapi sepertinya pemuda itu tidak menyadari hal ini dan lanjut bicara.
Xiao Shuxiang berkata, "Aku tinggal di dalam hutan sampai berusia 14 Tahun dan mulai mencari desa-desa untuk dikacaukan. Kubuat namaku terkenal dan menjadi ditakuti bahkan sampai usiaku menginjak dewasa. Jadi .... Benar-benar tidak ada campur tangan seseorang yang bisa dianggap, 'Shizun'."
Tetua Dao Fang An entah sejak kapan menahan napasnya. Dia syok, tetapi berusaha tenang. Dirinya pun berkata, "Kau ini membicarakan hidupmu atau hidup orang lain? Kenapa gelap sekali,"
"Hidupku memang segelap itu. Sangat luar biasa dan mengagumkan," Xiao Shuxiang bersemangat. Dia bangga saat berkata, "Kau tidak akan menemukan anak yang terlahir jenius sepertiku. Bayangkan, aku sudah melakukan hal besar di usia yang sangat muda. Anak-anak lain masih menjadi ekor ibunya saat itu. Haah... Tsk, tsk, tsk, masa jayaku memang luar biasa."
Tidak ada penyesalan dan bahkan rasa sedih di wajah pemuda mempesona yang diperhatikan oleh Tetua Dao Fang An. Justru, dia melihat rasa puas dan bangga diri pada pemuda yang nampak seperti orang baik-baik ini.
Tetua Dao Fang An menggeleng pelan, "Apanya yang bisa dibanggakan dari ceritamu itu. Kau benar-benar iblis,"
"Hei-"
__ADS_1
"Apa? Kau pikir menebas kepala orang yang sudah melahirkan dan menjagamu dengan baik adalah hal yang bagus? Kau sudah berdosa besar. Sungguh sebuah dosa yang besar,"
Xiao Shuxiang memperhatikan Tetua Dao Fang An. Kakek Tua ini tidak melihat dari sudut pandang yang lain. Harusnya, Tetua Dao Fang An bertanya alasan dia sampai melakukan tindakan menebas kepala kedua orang tuanya. Bukannya malah ....
"Haaah ...." Xiao Shuxiang menarik napas pelan. Dia tidak melakukan pembelaan atas hal semacam ini. Semua orang bisa mempunyai pendapat yang berbeda-beda tentangnya. Dia tidak perlu memberikan penjelasan yang membuat dirinya seakan melakukan sesuatu yang benar.
Lan Guan Zhi sendiri hanya duduk tenang dan mendengarkan. Dia tidak banyak bicara, tapi kedua tangannya menegang. Dia pernah diperlihatkan oleh kejadian di mana Xiao Shuxiang memenggal kepala kedua orang tuanya sendiri.
Jika ingin bicara, sebenarnya Lan Guan Zhi bisa saja membela teman baiknya. Namun Xiao Shuxiang tidak mengatakan apa-apa tentang hal itu, jadi dia pun ikut diam. Lan Guan Zhi tahu bahwa teman baiknya memang menginginkan ini.
Xiao Shuxiang menggelembungkan pipinya dan menatap Tetua Dao Fang An. Dia berujar, "Kakek ... Itu hanya di masa lalu. Sekarang aku mempunyai orang tua yang cukup kusayangi, seorang kakak yang meskipun menyebalkan---tapi aku tidak membencinya. Hidupku lumayan baik sekarang,"
Tetua Dao Fang An mengerutkan kening dan bertanya, "Kau ini menceritakan masa lalu siapa sebenarnya?"
"Punyaku, memang siapa lagi?"
"Haaah.." Tetua Dao Fang An menggeleng pelan saat melihat Xiao Shuxiang yang nampak tersenyum bodoh. Dialah yang salah karena terpengaruh oleh kisah aneh pemuda di hadapannya ini.
Tentu saja, Xiao Shuxiang mustahil melakukan tindakan kejam semacam itu. Lihat saja wajahnya..! Sama sekali tidak ada wajah penjahat yang terlihat selain wajah polos tanpa dosa tersebut.
"Nak, aku sedang tidak bercanda. Ini juga demi kebaikanmu. Apa kau mempunyai shizun?"
"Shuxiang memiliki kakek yang bukan dari kalangan pendekar. Dia belajar di sekte tempatku tinggal, namun sering membolos latihan. Dia hanya punya shizun yang mengajarinya menempa pedang. Itu saja,"
Xiao Shuxiang berkedip dan menatap Lan Guan Zhi. Untuk pertama kalinya, sosok tampan dengan pita dahi itu akhirnya bicara.
Tetua Dao Fang An mengusap-usap dagunya dan menatap Xiao Shuxiang, "Jadi kau tidak punya shizun yang melatihmu teknik berpedang?"
Xiao Shuxiang dengan polos menjawab, "Teknik berpedangku di dapatkan dari pengalaman bertarung selama ini. Tidak ada yang bisa disebut, 'Shizun'."
"Pantas teknik berpedangmu sangat berantakan dan begitu liar. Sama sekali tidak ada seni berpedang di dalamnya,"
"Ayolah, Kakek Tua. Teknik berpedang yang sedang kau ledek ini ditakuti oleh semua orang, aku--"
"Aku perlu melihat kemampuanmu,"
?!
******
__ADS_1