![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
"Serang dia ..!"
Teriakan para prajurit yang mempunyai wajah menyeramkan menggema untuk yang kesekian kalinya. Guwen Gu bahkan tidak sempat bereaksi ketika prajurit yang dilihatnya terpental begitu saja seakan terkena angin yang sangat kuat.
"Hmph. Atasan kalian saja tidak berdaya di hadapan Yang Mulia ini, apalagi kalian."
"Akh..! Ta-tanganku.."
"Coba kita lihat. Apa jika kuhancurkan jiwamu ... Kau masih bisa pulih kembali, hm?"
"Tidak. Tu-tunggu! Kau tidak bisa-"
"SIAPA YANG BERANI MEMBUAT KERIBUTAN DI ISTANA TUAN AGUNG INI..!"
!!
Semua orang terkejut mendengar suara berat dan penuh aura yang menekan itu. Guwen Gu sampai menahan napas dan seakan kesulitan menelan ludahnya.
Ada sebuah singgasana besar yang tiba-tiba saja muncul di langit, terlihat seakan dibawa oleh awan hitam dengan kilatan-kilatan petir.
Delapan orang laki-laki dengan tubuh tinggi dan perkasa berdiri di belakang singgasana itu. Mereka mempunyai wajah garang dan tatapan mata yang penuh aura mematikan.
Ada seorang pria bertubuh gempal yang duduk di singgasana. Pakaiannya kuning keemasan dengan bulu rubah salju yang menjadi penghias singgasananya. Dia memeluk dua keindahan di lengan dan satu lagi berada tepat di pangkuannya.
"Ada apa dengan kemarahan kesayangan Tuan Agung ini?"
Lan Guan Zhi melihat sosok yang baru saja menghaluskan suaranya setelah sempat berteriak keras. Kemungkinan besar sosok ini baru memperhatikan dengan baik bahwa orang yang berbuat keributan merupakan salah satu dari keindahan di istananya. Satu hal yang bisa dia pastikan adalah bahwa orang ini tidak lain ialah Giam Yiao Wang.
"Apa karena sangat tidak sabarnya ingin menjadi selirku hingga berbuat seperti ini? Cantik yang punya banyak energi. Aku punya tempat yang bisa digunakan untuk membuang energimu ini~"
Ekspresi Guwen Gu menjadi gelap dan tanpa disadari dia pun bersembunyi di belakang Lan Guan Zhi. Dia lantas bersuara gugup, "Aku minta maaf sudah berbuat salah padamu. Tapi ... Sungguh, aku tidak ingin begitu. Kau lihat sendiri, kan? Dialah Tuan Agung Giam Yiao Wang."
Guwen Gu menelan ludah dan berkata, "Aku memang bukan gadis yang baik selama hidup, tapi aku juga masih punya harga diri. Aku membuat kesepakatan lain dengannya karena tidak ingin dijadikan selir. Lihat itu, tatapan matanya seakan bisa menelanjangi siapa pun. Dia sangat cabul dan menyebalkan,"
"..............." Lan Guan Zhi mendengar ucapan Guwen Gu, tetapi perhatiannya lebih tertuju pada teman baiknya itu.
Ekspresi Xiao Shuxiang terlihat gelap. Perlahan seringai muncul di wajah menawannya dan dia pun langsung menatap ke arah Giam Yiao Wang.
"Cantik kau bilang?" suara Xiao Shuxiang dingin, "Perhatikan kata-katamu dengan baik dan lihat siapa yang kau ajak bicara ini."
"Tuan Agung..!" penanggung jawab Aula Deng Xia baru saja akan bicara saat dia kembali ditendang dan kali ini sampai terpental cukup jauh. Tindakan yang tidak terduga ini sangat mengejutkan.
__ADS_1
Giam Yiao Wang menyeringai, terlihat binar pada matanya. Dia menatap ke arah kecantikan yang liar ini. Perasaan pada diri sosok dingin dan angkuh ini lebih mampu membangkitkan gairah dibandingkan jenis kecantikan yang lemah lembut dan patuh.
"Sangat hebat, Tuan Agung ini hanya menginginkan kecantikan. Tetapi kau begitu menantang dan seperti sulit di dapat. Tuan Agung ini tidak sabar untuk memilikimu,"
Lan Guan Zhi melihat bagaimana Giao Yiao Wang meraih rahang salah satu kecantikan yang dimilikinya dan lantas menanam ciuman panas sebelum memberi tatapann mata yang seakan memprovokasi.
Xiao Shuxiang tidak bergerak dari tempatnya berdiri, namun tatapan matanya begitu dingin dan seakan menahan diri untuk mengubah sosok bajingan tidak tahu malu ini menjadi potongan daging.
"Hm...? Kau terlihat seperti seseorang yang kukenal," Giam Yiao Wang baru memperhatikan dengan saksama sosok yang menjadi gairahnya ini. Keningnya mengerut saat mencoba mengingat sesuatu.
Xiao Shuxiang menatap Giam Yiao Wang dan bersuara dingin. "Sepertinya kau benar-benar melupakan apa yang tidak seharusnya,"
Giam Yiao Wang merasa seperti baru saja disiram air dingin. Dia bahkan bisa mendengar suara petir di kepalanya yang saling sahut-sahutan hanya karena telah ingat dengan sosok yang dia hadapi.
"Tidak mungkin ...." Giam Yiao Wang syok berat tentu saja. Bahkan tidak butuh waktu lama, sampai dia meneriakkan sebuah nama.
"XIAO SHUXIANG! Apa kau benar adalah Xiao Shuxiang?!" Giam Yiao Wang berdiri di singgasana miliknya dengan ekspresi wajah yang sangat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang terlihat.
"Hmph, sekarang kau baru ingat?"
Lan Guan Zhi berkedip menyaksikan situasi yang tiba-tiba berubah ini. Dia mengerutkan kening saat melihat wajah Giam Yiao Wang yang seperti telah berubah pucat.
"Menurutmu apa yang kuinginkan?" Xiao Shuxiang mengepalkan kedua tangannya dan berkata, "Kau bilang apa tadi? Kau ingin memiliki aku? Phuuih,"
Xiao Shuxiang menggertakkan giginya dan berjalan selangkah, "Berani sekali kau merendahkan Yang Mulia ini."
Dada Giam Yiao Wang naik-turun dan pandangan matanya terus mengarah pada sosok di hadapannya. Dia berusaha untuk memikirkan situasi dan kemudian melirik kedelapan pengawalnya.
Detik berikutnya, lesatan yang sangat besar terjadi dan pertempuran pun pecah. Lan Guan Zhi tidak membawa pedang saat ini dan bahkan lengannya pun ditahan oleh Guwen Gu. Dia sampai tersentak karena tindakan wanita ini.
Xiao Shuxiang benar-benar bertarung, melawan delapan orang pria secara sekaligus dan bahkan tanpa memakai pedangnya sama sekali. Hanya saja di samping lawannya kesulitan karena dia begitu lincah bergerak----Xiao Shuxiang juga sudah membuat kegelisahan makin menjadi di dalam hati Giam Yiao Wang.
"Xiao Shuxiang..!" Giam Yiao Wang berseru, "Jika kau berani membuat masalah di tempat ini, maka para dewa tidak akan mengampunimu."
Xiao Shuxiang mendengus, dia dengan cepat memberi pukulan pada salah satu lawannya dan kemudian menarik pita dahinya untuk dijadikan cambuk.
Xiao Shuxiang berkata, "Sepertinya kau lupa bahwa pamanku, Wu Yu bahkan pernah memberontak di alam dewamu dan pergi ke Dunia Bawah membuat kekacauan. Tidak hanya merobek namanya sendiri dari buku kematian, dia bahkan membuat kerugian besar pada kalian."
"Kau--"
"Kau akan lihat apa yang akan terjadi bila pamanku tahu tindakanmu. Akan kubuat kalian semua merasakan akibatnya,"
__ADS_1
"Tidak tahu diri..! Kau hanya bersembunyi di bawah ekor kera sialan itu!"
"Ha ha ha. Jika aku punya orang lain untuk melakukan kerusakan, kenapa harus bergerak dengan tangan sendiri? Atau ... Kau ingin lihat apa yang bisa kulakukan, hm?"
Xiao Shuxiang tersenyum dan hanya dengan sekali kibasan, pita putih yang ada di tangannya langsung menghantam secara sekaligus tubuh kedelapan lawannya hingga terdengar suara lolongan kesakitan.
Lan Guan Zhi yang melihat itu langsung menyadari bahwa temannya selama ini selalu menahan diri ketika bertarung. Xiao Shuxiang tidak langsung menyerang titik vital lawan padahal dia mempunyai banyak kesempatan melakukannya.
Mungkin ini hanya pandangan pribadi atau memang fakta bahwa sebenarnya Xiao Shuxiang mempunyai kekejaman yang samar. Pemuda itu berbicara dan menatap dingin ke arah Giam Yiao Wang sambil terus menghindari serangan dari kedelapan lawannya.
Langkah yang ringan, gerakan terukur dan sama sekali tidak berlebihan. Belum lagi elakannya terhadap serangan lawan yang tanpa celah. Dan serangan balasan yang justru mempertahankan kekuatan tanpa goyah sedikit pun---ini sama sekali bukan lagi kultivator yang masih berlatih, tetapi lebih daripada itu.
Guwen Gu yang merupakan orang awam pun nampak terkejut dengan gerakan bertarung Xiao Shuxiang. Serangan jarak dekat dan jarak jauh yang dilakukan oleh pengawal Giam Yiao Wang sama sekali tidak ada yang bisa menggores pemuda menawan itu.
"Dia benar-benar gesit," Guwen Gu berkata, "Para pengawal Tuan Agung itu seperti pemula di hadapan sosok yang sangat mengagumkan itu. Dia ... Dia luar biasa,"
Pita yang dipegang kuat Xiao Shuxiang menyambar, ketajamannya seperti pisau. Dia menggunakan pita itu sebagai senjata, mencambuk wajah dan tubuh lawannya hingga terdengar suara memekakkan telinga.
Detik berikutnya, lawan yang dia cambuk dengan sangat brutal bahkan langsung menghilang. Itu bukan hal yang baik sebab ini pertanda jiwa seseorang telah dirusak hingga terpecah dan tidak mungkin untuk disatukan.
"Di tempat ini ... Jiwa itu rapuh, bukankah begitu?" Xiao Shuxiang bahkan sudah selesai dengan pekerjaannya. Dia sudah menghancurkan jiwa delapan orang dalam waktu yang amat singkat.
Tidak perlu ditanyakan bagaimana dia bisa sekuat ini sekarang. Xiao Shuxiang sejak dulu memang sudah sangat kuat. Bahkan meski hanya terlepas tiga segel dari kekuatan penuhnya, dia benar-benar sudah bisa membuat banyak kerusakan.
Apa nama dari situasi yang berantakan ini? Satu-satunya yang bisa dijelaskan adalah bahwa orang yang melakukannya merupakan monster. Sosok monster yang tidak akan ragu mendaratkan satu cambukan besar hingga melenyapkan jiwa orang lain.
"Sekarang bagaimana?" Xiao Shuxiang menatap dingin ke arah Giam Yiao Wang dan berkata, "Kau ingin menghadapiku secara langsung atau kau mau reuni dengan paman angkatku dulu."
Giam Yiao Wang mengepalkan kedua tangannya dan menggertakkan gigi. Dia punya kenangan yang buruk tentang sosok bernama Wu Yu dan bahkan satu di antaranya juga turut melibatkan Xiao Shuxiang.
"Aku benar-benar tidak habis pikir akan bertemu denganmu di sini," Giam Yao Wang melotot marah bahkan garis matanya terlihat merah.
Dia berkata dengan suara dingin, "Tapi sekuat apa pun dirimu ... Istana ini adalah wilayah kekuasaanku. Kau tidak akan bisa keluar sama sekali..!"
Giao Yiao Wang hendak mengirim Xiao Shuxiang ke neraka tingkat 18, tetapi sebuah serangan melesat ke arahnya dan mengaburkan pandangan.
Xiao Shuxiang tersentak karena serangan itu bukan berasal darinya. Baru saja dia menoleh, tiba-tiba saja sesuatu meraih pergelangan tangannya dan menariknya pergi.
!!
******
__ADS_1