KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
353 - Sekte Pedang Langit


__ADS_3

"Lan Zhi ...!" Xiao Shuxiang berusaha mengejar Lan Guan Zhi, tetapi saat dia nyaris menyusul teman baiknya itu---dia mendengar seruan dari seseorang.


"Lan'Er-"


"Tuan Muda Xiao!"


Xiao Shuxiang tersentak. Kakinya menapak di sebuah dahan pohon dan dia pun menatap ke arah di mana seruan itu berasal. Orang yang memanggil namanya tidak lain adalah Hu Li. Dia tersentak melihat kondisi pemuda itu yang nampak tidak baik.


Xiao Shuxiang mengepalkan tangannya. Dia ingin mengejar Lan Guan Zhi, tetapi Hu Li lebih membutuhkan bantuan. Dia pun terpaksa untuk turun dari tempatnya berdiri dan menemui Hu Li terlebih dahulu.


"Ada apa denganmu?" Xiao Shuxiang bergegas menahan tubuh Hu Li yang nyaris ambruk. Dia berkata, "Bagaimana bisa kau seperti ini?"


"Saya tidak apa-apa. Saya hanya kelelahan," suara Hu Li begitu berat. Dia sudah melawan banyak orang hingga tidak mempunyai waktu untuk istirahat. Tenaganya benar-benar sudah terkuras habis.


"Tuan Muda Xiao, Anda sebenarnya ingin ke mana? Tuan terlihat terburu-buru,"


"Hu Li..." Xiao Shuxiang membantu Hu Li untuk duduk di bawah salah satu pohon dan lantas menyandarkan tubuh pemuda berambut putih itu. Perasaan gelisah masih nampak jelas di wajahnya dan ini disadari oleh Hu Li.


"Tuan Muda Xiao, apa terjadi sesuatu?"


Xiao Shuxiang menatap Hu Li dan kemudian menarik napas dalam. Dia pun berkata, "Aku sepertinya membuat Lan Zhi marah."


Hu Li berkedip, "Tuan Muda Lan marah? Itu mustahil. Tidak mungkin Tuan Muda Lan bisa marah pada Anda,"


"Entahlah, mungkin bukan marah..." Xiao Shuxiang mengusap tengkuknya dan berkata, "Kurasa dibandingkan marah... Dia mungkin kecewa padaku,"


Hu Li memperhatikan Tuan Muda Xiao-nya dan dari ekspresi wajah pemuda ini---dia sepertinya kurang lebih tahu apa yang sudah dilakukan oleh Xiao Shuxiang.


Hu Li berusaha mengatur napas dan kemudian berkata, "Perang yang berlangsung sangat panjang ini... Saya tidak berpikir bahwa akan banyak kultivator yang selamat. Tetapi meski mereka tewas sekali pun di tangan orang lain, tidak ada yang lebih mengerikan dari mati di tangan Tuan Muda Xiao. Apa jangan-jangan karena hal ini Tuan Muda Lan jadi... Ah. Jadi ternyata saya benar?"


Melihat ekspresi Xiao Shuxiang dan tindakan pemuda ini yang menurunkan pandangannya, Hu Li pun mengembuskan napas. Dia pun lalu menggeleng pelan, "Tuan Muda Xiao..."


"Hu Li, aku berani bersumpah bahwa aku tidak membunuh banyak orang dengan tanganku sendiri, tapi..." perasaan Xiao Shuxiang semakin tidak nyaman. Dia memijat kepalanya dan lantas berujar pelan, "Tapi... Sepertinya aku memang sedikit keterlaluan."


"Jika Tuan Muda Lan bisa sampai se-kecewa itu, saya rasa Tuan Xiao memang bersalah."


"Ya ampun... Hu Li. Tidakkah kau harusnya membelaku-" Xiao Shuxiang hendak protes, tetapi sesuatu seketika terlintas dibenaknya dan kemudian membuatnya terdiam.


"Tuan Muda Xiao?" Hu Li keheranan saat Xiao Shuxiang tiba-tiba berhenti bicara. Dia melihat ekspresi serius dari Tuan Mudanya dan entah mengapa perasaannya aneh dengan tatapan mata Tuannya ini.


"Sepertinya kau baik-baik saja sekarang," Xiao Shuxiang buka suara dan kemudian berkata, "Suara dari perang juga tidak lagi terdengar. Sepertinya semua sudah selesai,"


Xiao Shuxiang kemudian berdiri dan berujar, "Aku akan mencoba menyusul Lan Zhi. Jika tenagamu sudah pulih, tolong jaga Kucing Putihku."


?!


"Tuan Muda Xiao..!" Hu Li berkedip beberapa kali. Dia mengerutkan kening karena tidak biasanya Xiao Shuxiang berekspresi seperti itu. Dia bahkan tidak tahu cara menggambarkan raut wajah Tuannya tersebut.


*


*


Xiao Shuxiang saat ini berada di Istana Seribu Pedang, dia mengikuti Lan Guan Zhi yang pulang terlebih dahulu. Perang sudah berakhir dengan kemenangan Aliansi para pendekar dan saat ini seluruh kultivator dari berbagai sekte pulang ke tempat tinggal mereka masing-masing.


Waktu yang dibutuhkan untuk pulang pun sama dengan saat mereka datang, bahkan saat ini pun ada yang masih dalam perjalanan karena harus memulihkan tenaga lebih dahulu. Untuk Xiao Shuxiang sendiri, dia sama sekali tidak nampak beristirahat. Karenanya ketika tiba di Istana Seribu Pedang, dia membuat terkejut murid-murid di sana dengan penampilannya.


"Tuan Xiao?" seorang murid perempuan tersentak. Dia baru akan menyapa Xiao Shuxiang, namun pemuda itu pergi begitu saja dan sepertinya nampak terburu-buru.


"Kau melihat Lan Zhi?" Xiao Shuxiang bertanya pada seorang murid Istana Pedang yang dia temui.


Murid laki-laki itu berkedip, "Lan Zhi?"


"Lan Guan Zhi, kau melihatnya?"


"Ah... Tuan Muda Lan. Aku tidak melihatnya,"


"Tsk,"


Xiao Shuxiang terus berjalan. Dia menanyai murid Istana Seribu Pedang lainnya dan mendapat jawaban yang sama. Kecemasan terlihat di wajahnya sebab tidak seorang pun yang tahu keberadaan teman baiknya itu.


"Apa kau melihat Lan Guan Zhi?"


"Aku tidak melihatnya,"


"Bagaimana denganmu?"


"Aku juga tidak melihat Tuan Muda Lan."


"Kalau kau, apa kau melihat Lan Guan Zhi?"


"Dua hari lalu Tuan Muda Lan ke Balai Agung Nanhai. Hanya itu yang kutahu,"


"Balai Agung Nanhai?"


"Kau bisa berjalan lurus dan belok kanan di ujung jalan."

__ADS_1


Xiao Shuxiang bergegas, dia memang terlambat dua hari saat mengejar teman baiknya. Ini berarti saat Lan Guan Zhi tiba di Istana Seribu Pedang, pemuda itu langsung pergi ke Balai Agung Nanhai.


Tempat yang didatangi oleh Xiao Shuxiang merupakan tempat untuk para kultivator pulang ke rumah asal mereka. Karena itulah saat Xiao Shuxiang tahu teman baiknya telah kembali ke Alam Kultivasi Bawah, dia menjadi sangat terkejut.


"Tuan Muda Xiao, sebenarnya apa yang terjadi padamu?" seorang murid Istana Seribu Pedang yang menjadi penjaga tempat ini pun nampak penasaran.


Salah satu rekan murid itu berkata, "Tuan Muda Lan juga terlihat terburu-buru pulang. Apa sudah terjadi masalah?"


Memang masalah, bahkan masalah besar! Xiao Shuxiang selama ini tidak pernah melihat Lan Guan Zhi benar-benar marah, jadi dia tentu saja sangat terkejut dan merasa gelisah. Dan entah apa ini benar atau tidak... Namun dia sedikit merasa takut.


"Kirim aku ke tempat Lan Zhi,"


!!


Murid penjaga Balai Agung Nanhai itu terkejut. Keduanya baru saja akan bicara lagi saat Xiao Shuxiang mendesak. Mereka kini tidak punya pilihan selain menuruti permintaan pemuda tersebut.


Dengan sebuah lingkaran segel, Xiao Shuxiang dibawa pulang ke Alam Kultivasi Bawah yang mana lokasinya berada di luar lingkungan Sekte Pedang Langit.


Hanya saja kebetulan sekali tempat mendarat Xiao Shuxiang tidak terduga. Dia bagaikan seseorang yang tiba-tiba jatuh dari langit. Posisinya jatuh pun sampai harus menabrak seseorang yang sedang melihat keindahan pohon bunga persik.


!!!


Ada seorang gadis berpakaian Indah berwarna merah muda yang merupakan tamu dari jauh Sekte Pedang Langit. Sosok itu baru saja keluar dari gerbang sekte bersama dua orang pengasuhnya untuk menikmati keindahan pohon persik yang sedang berbunga.


Harinya begitu indah dan penuh kedamaian. Dia baru saja berdiri di bawah salah satu pohon persik untuk menikmati hujan kelopak bunga saat seseorang tiba-tiba muncul begitu saja dan langsung menabraknya.


"Nona!!"


Dua pengasuh dari gadis itu berseru. Mata mereka terbuka lebar dengan ekspresi wajah yang terkejut. Entah berasal dari mana orang yang tiba-tiba jatuh itu dan buruknya dia adalah seorang pria?!


"Aduh..." Xiao Shuxiang sepertinya belum sadar dengan kondisinya saat ini. Dia berusaha bangun dan tanpa sadar tangannya justru menyentuh sesuatu.


!!!


"....................."


"....................."


Wajah kedua wanita pengasuh itu langsung membeku. Tidak butuh waktu lama sampai terdengar teriakan nyaring dari gadis cantik berpakaian merah muda tersebut.


"Dasar mesum gila..!!"


Xiao Shuxiang terkejut dan bergegas menjauh dari apa pun yang dia tabrak, hanya saja langit seperti sedang tidak bersahabat padanya saat ini. Sosok yang berteriak nyaring itu kini justru malah gantian jatuh dan menimpanya.


!!!


"Aduh..." gadis berpakaian merah muda itu merintih. Hidungnya menabrak sesuatu dan berusaha bangun---dia luar biasa kaget karena berada di antara paha seseorang.


"Aaaah..!!"


"Berisik. Aku tidak sengaja menyentuh bagian atasmu dan kau menjerit. Sekarang kau yang menabrak kediaman 'piton' dan kau juga yang menjerit?! Hah, luar biasa."


"Ka-Ka-Kau orang mesum tidak beradab!!" gadis berpakaian merah muda itu buru-buru berdiri dengan dibantu kedua pengasuhnya.


Mereka pun baru memperhatikan orang yang sudah membuat kacau hari indah ini dan kaget. Sosok pemuda berpakaian putih tersebut luar biasa menawan. Bahkan rambutnya yang dipenuhi kelopak bunga itu juga membuatnya semakin luar biasa.


"Astaga..."


"Dia..."


"..................!!"


Xiao Shuxiang tidak peduli pandangan ketiga wanita ini yang sampai menutup mulut mereka karena terpesona padanya, apalagi pada 'piton' yang nyaris mendapat pelecehan. Suasana hatinya benar-benar sedang kalut saat ini.


Xiao Shuxiang pun mulai berdiri, dia sudah lama tidak datang ke Sekte Pedang Langit. Dia ingin mengenang beberapa kenangan masa lalu andai sekarang dia punya waktu untuk itu. Baginya sekarang yang lebih penting adalah masalah yang harus dia selesaikan dengan teman baiknya.


Dia tidak pernah khawatir pada Ling Qing Zhu, itu karena dia percaya gadis cantik tersebut akan baik-baik saja. Lagipula Ling Qing Zhu lebih fokus pada penyelamatan warga daripada ikut dalam perang, jadi dia tidak akan mengalami luka yang serius. Hanya saja mungkin Kucing Putihnya akan mencarinya jika tahu dia tidak ada.


"He-Hei tunggu! Urusan kita belum selesai..!"


"Hei, Nonaku sedang bicara padamu. Berhenti..!"


"....................." Xiao Shuxiang berhenti berjalan dan kemudian memberi tatapan tajam yang membuat ketiga wanita asing ini terkejut bukan main.


Warna mata Xiao Shuxiang berkilat merah saat dia bersuara dingin. "Berani mengganggu, akan kubakar kalian."


!!!


Ketiga wanita itu terkejut. Mereka sampai membeku di tempat dan bahkan tanpa sadar menahan napas. Ketiganya melihat pemuda asing itu berjalan ke arah gerbang Sekte Pedang Langit.


Xiao Shuxiang sebenarnya tidak terbiasa memasuki Sekte Pedang Langit lewat gerbang depan. Jadi dia pun langsung melesat masuk melewati dinding, hanya saja detik itu juga dia terlempar keluar dan terjatuh ke tanah.


Tindakan Xiao Shuxiang mengejutkan ketiga wanita asing yang saat ini belum bergerak dari tempat mereka berdiri.


Salah satu pengasuh gadis cantik itu berujar pelan, "Nona. Siapa pemuda itu? Apa dia ingin menyusup ke Sekte Pedang Langit,"

__ADS_1


!!


"Aku tidak akan membiarkannya."


Ketika gadis berpakaian merah muda itu mulai berjalan, di sisi lain Xiao Shuxiang merintih. Dia tidak menyangka Sekte Pedang Langit sudah memperkuat segel penghalang sekte hingga tidak bisa diterobos masuk begitu saja. Bahkan saat dia menggunakan Cermin Pemindah, Xiao Shuxiang juga mengalami masalah yang serupa.


"Haaah... Ya ampun," Xiao Shuxiang bangun dan menepis debu di pakaiannya. Sekarang dia terpaksa masuk ke Sekte Pedang Langit lewat cara orang normal. Untung saja para murid yang berjaga di gerbang langsung bisa mengenalinya.


"Tuan Muda Xiao?"


"Kenapa tidak bilang bahwa segelnya sudah diperbarui dan semakin kuat?" Xiao Shuxiang terlihat kesal. Dia merutuki kedua murid yang berjaga di gerbang utama Sekte Pedang Langit saat mulai dibukakan pintu.


Salah seorang murid berkata, "Saya baru saja ingin memanggil Anda, tapi Tuan Muda Xiao langsung melompat begitu saja."


"Alasan. Bilang saja kalian menyukainya,"


Penjaga gerbang sekte yang lain nampak menghela napas. "Haaah, Bocah. Memangnya kau tidak bisa masuk ke dalam sekte ini dengan cara orang biasa? Tidakkah kau sadar berapa usiamu itu,"


"Memang aku merugikanmu?"


"Aah... Menyebalkan sekali."


"Tenanglah," murid Sekte Pedang Langit yang lain nampak berusaha menenangkan rekannya. Dia pun menyaksikan punggung Xiao Shuxiang yang semakin berjalan masuk ke dalam sekte.


"Kalian..!" seruan seorang gadis membuat kedua murid penjaga gerbang Sekte Pedang Langit menoleh. Mereka melihat gadis cantik berpakaian merah muda itu berlari dengan diikuti oleh kedua pengasuhnya.


"Kalian ... Kalian kenapa membiarkan pemuda itu masuk?" napas gadis manis berkulit putih tersebut nampak tersengal-sengal. Dia pun kembali bicara, "Pemuda itu... Dia... Dia itu penyusup!"


"Ah..." seorang murid penjaga gerbang Sekte Pedang Langit tersenyum dan dengan ramah berkata, "Nona tenanglah. Pemuda tadi adalah Tuan Muda Xiao Shuxiang, dia orang yang cukup akrab dengan tempat ini."


Gadis berpakaian merah muda itu tersentak, "Xiao Shuxiang? Haaah... Namanya Bagus tapi kelakuannya sangat menyebalkan,"


"Mn?" murid penjaga gerbang berkedip. Dia nampak keheranan, "Menyebalkan? Memang apa Nona sudah pernah bertemu dengannya?"


!


Mengingat kembali kejadian beberapa saat lalu membuat pipi gadis cantik itu merona merah karena malu dan marah. Dia bersungut-sungut dan kemudian berjalan masuk ke dalam Sekte Pedang Langit sambil diikuti pengasuhnya.


"Gadis itu kenapa?"


"Nona Rana terlihat sangat cantik, benar kan?"


"Yaah, tapi aku penasaran dengan apa yang dilakukan Xiao Shuxiang. Bagaimana mereka bisa bertemu?"


"Seakan kau tidak tahu saja sifat Tuan Muda Xiao. Dia bahkan bisa membuat orang asing langsung memusuhinya meski baru pertama kali bertemu,"


"Haaiih, Bocah itu memang tidak pernah berubah."


"Tapi aku lebih penasaran dengan sesuatu,"


"Mn? Apa?"


"Kau ingat saat Tuan Muda Lan datang? Saat ini Tuan Muda Xiao juga kemari dan sepertinya terburu-buru. Kira-kira apa yang terjadi di antara mereka?"


"Mn, entahlah. Mereka mempunyai hubungan rumit yang sama sekali tidak kumengerti,"


"Itu namanya sahabat sejati,"


"Benarkah? Hubungan mereka terlalu dekat untuk disebut persahabatan,"


"Namanya juga belahan jiwa, orang seperti kita tidak akan mungkin bisa mengerti."


"..................."


"Menurutmu akan seperti apa reaksi Tuan Muda Xiao saat tahu Tuan Muda Lan akan menikah?"


"Kurasa akan patah hati. Kudengar dari anak-anak perempuan, Xiao Shuxiang itu sebenarnya--"


"Kalian menggosip apa lagi?" seseorang tiba-tiba menyela. Dia adalah murid senior Sekte Pedang Langit yang akan bergantian mengawasi gerbang sekte. Dia dan rekannya mendengar kedua teman mereka ini sudah mulai membicarakan hal yang nampak seru sekali.


"Kau ini mengganggu saja. Aku ini sedang membahas Xiao Shuxiang,"


"Benarkah? Kalau begitu aku ikut. Ada berita apa?"


"Sssh, pelankan suaramu."


"Bukankah salah satu aturan sekte adalah tidak membicarakan orang lain?"


"Siapa yang peduli, tidak ada Patriarch Lan Xu Jian di sini."


"Jika kau tidak mau mendengarnya, maka pergi sana. Jangan bergabung di sini. Ayo katakan ada apa?"


"Tunggu, aku juga mau mendengarnya."


******

__ADS_1


__ADS_2