![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Suara yang tercipta dari pertarungan Lan Guan Zhi dengan Monster Tulang Besi terdengar nyaris ke seluruh penjuru Istana Teratai Hitam. Para penjaga yang mendengarnya berbondong-bondong mencari sumber suara tersebut.
Ada beberapa penjaga istana bagian dalam yang tanpa sengaja bertemu Xiao Shuxiang. Mereka terkejut, apalagi ketika tahu bahwa pemuda itu adalah penyusup mengingat sudah banyak rekan mereka yang tergeletak tidak berbentuk.
"Ba-Bagaimana dia bisa masuk ke tempat ini?!"
"Sialan! Siapa Kau?! Sebutkan nama dan tujuanmu kemari?!"
Xiao Shuxiang yang baru saja menebas lawan terakhirnya menoleh ketika mendengar suara bentakan. Dia pun melihat ada enam orang kultivator yang tingkat praktiknya tidak bisa dibaca.
Tanpa nada, dia menjawab. "Nama? Xiao Shuxiang. Tujuanku kemari? Tentu saja Kitab Pembunuh Matahari."
"Bocah Sialan! Beraninya kau menginginkan pusaka sekte ini. Bunuh dia!"
Mendengar kata 'Bocah' disematkan padanya membuat Xiao Shuxiang mendengus, dia tersenyum. "Berapa usia kalian hingga berani menyebut Yang Mulia ini 'bocah'?"
Tangan Xiao Shuxiang terulur dan sebuah cermin pemindah terbentuk di hadapannya. Salah satu penjaga istana tidak bisa menghentikan langkahnya karena terlalu terkejut, dia terlihat masuk ke dalam cermin.
Bersamaan dengan itu, Xiao Shuxiang mengangkat pedangnya dan hanya butuh waktu sedetik---sebuah cermin terbentuk di atasnya dan sesuatu langsung jatuh, tertancap tepat di pedang Xiao Shuxiang.
!!!
Para penjaga istana itu membeku, tanpa sadar menahan napas dan bahkan sama sekali tidak bisa mendengar detakan jantung masing-masing. Para penjaga itu berada dalam situasi yang luar biasa mengejutkan saat melihat pemandangan mengerikan di hadapan mereka.
Subjek yang menancap di pedang Xiao Shuxiang tidak lain adalah salah seorang penjaga Istana Teratai Hitam. Tubuh orang itu langsung berubah menjadi gumpalan daging busuk sebelum akhirnya terjatuh ke lantai.
Para penjaga istana lainnya merasa bahwa nyawa mereka baru saja dihempaskan dari langit ketujuh hingga ke tanah lapisan terakhir. Orang ini ... Sosok yang berdiri di hadapan mereka ini bukanlah kultivator biasa. Hanya ada kematian yang akan mereka dapatkan bila nekat melawan.
Seorang penjaga istana yang merupakan pemimpin untuk kelompoknya nampak kesulitan menelan ludah. Suaranya gemetar ketika melirik ke arah teman-temannya.
"Se-se-sepertinya di sini ti-tidak ada penyusup. Mungkin a-ada di tempat lain,"
"O-oh, be-benar. Aku juga merasa begitu,"
"Ka-kalau begitu ... Ayo ca-cari di tempat lain,"
"................." Xiao Shuxiang tertegun, apalagi melihat tingkah para penjaga yang sebelumnya sangat bersemangat untuk melawannya, kini nampak menciut.
Dia berdiri dan menyaksikan orang-orang itu berbalik dengan langkah yang gemetar, beberapa nampak terjatuh hingga harus dibantu oleh rekannya.
Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali dan menjadi agak pucat, "Tunggu dulu ..."
Teman baik dari Lan Guan Zhi itu mengedarkan pandangan ke sekitarnya dan melihat sudah banyak penjaga istana yang dia habisi. Mereka ada yang berbentuk tulang-belulang, gumpalan daging, dan anggota tubuh yang bahkan tidak bisa disebut mayat utuh.
!!
Xiao Shuxiang menelan ludah, dia baru sadar bahwa tindakannya memang agak sedikit keterlaluan. Dia melihat ke arah pedangnya dan kemudian bernapas pelan. Memikirkannya lagi ... Ini tidak bisa dibilang adalah kesalahannya.
__ADS_1
"Di luar Lan Zhi pasti sedang kesulitan. Aku harus mencari pusaka itu segera dan kemudian membantunya,"
Xiao Shuxiang tidak memikirkan terlalu jauh apalagi mengejar para penjaga yang jelas-jelas takut padanya. Dia tidak punya waktu bermain-main dengan mereka dan lagipula saat ini---ada hal yang lebih penting daripada mengambil nyawa orang lain.
*
*
Para penjaga istana yang sebelumnya bertemu dengan Xiao Shuxiang nampak berlari ke lorong kecil dari istana dalam. Ini adalah tempat lain di mana mereka bisa pergi ke ruang bawah tanah.
"Ketua, apa ini pilihan yang baik? Orang yang tadi itu penyusup. Harusnya kita melawannya, kan?" salah satu penjaga nampak tersengal-sengal, dia berusaha mengatur napasnya.
"Kau mau melawannya? Lalu kenapa kau ikut denganku? Kau pergi saja dan lawan dia! Sana!"
"Ta-tapi ..."
"Dengar. Antara harga diri dan nyawamu, mana yang lebih penting? Kita mengikuti nona Qiao Nuan karena takut dibunuh olehnya, tetapi jika lawannya pemuda yang tadi ... Apa kau pikir kita bisa menang, hah?"
Penjaga istana yang merupakan ketua dari kelompok tersebut menggeleng dan berkata, "Apa kalian tidak lihat ada yang aneh? Praktiknya begitu rendah, tetapi bisa menghabisi salah satu dari kita hanya dalam sekejap mata. Tidakkah kalian memikirkan seberapa mengerikannya itu?"
Salah seorang penjaga mengangguk, ekspresi wajahnya pun nampak sangat pucat. Suaranya bergetar, "Sebenarnya ... Orang mana yang disinggung oleh nona Qiao Nuan? Pemuda ini jelas bukanlah kultivator biasa,"
"Aku rasa ... Orang itu adalah kultivator yang praktiknya sudah setingkat Immortal. Dia mungkin mempelajari kultivasi yang membuat penampilannya lebih muda dari usia yang seharusnya. Jika tidak ... Bagaimana dia bisa sekuat itu?"
"Sekarang sebaiknya lepaskan jubah luar kalian, kemudian ikat kain putih di kepala sebagai tanda penyerahan diri.."
Para penjaga istana itu mengikuti apa yang dikatakan oleh ketua mereka. Satu di antaranya pun berkata, "Apa kita tidak mencari yang lainnya dan mengabarkan ini?"
Para penjaga itu terdiam, ini menjadi bukti bahwa apa yang dikatakan oleh ketua mereka ini tidak salah sama sekali. Para penjaga istana itu pun mengikuti ketua mereka menuju ke tempat yang aman.
Kondisi di luar Istana Teratai Hitam sebenarnya tidak terlalu baik. Hu Li yang sedang bertarung dengan beberapa penjaga istana nampak tersentak ketika melihat ada sesuatu yang berbeda dari Lan Guan Zhi.
Teman baik Tuan Muda Xiao-nya itu seakan seperti tidak bisa berkonsentrasi. Hu Li memperhatikan gerak-gerik Lan Guan Zhi dan mendadak terkejut. Dia pun berseru dan langsung melesat untuk menyelamatkan pemuda berpita dahi itu.
"Tuan Muda Lan ..!"
!!
Hampir saja pedang besar Monster Tulang Besi mengenai tubuh Lan Guan Zhi andai tidak segera diselamatkan oleh Hu Li. Kondisi yang sangat mengejutkan itu bahkan disaksikan oleh Liu Wei Lin dan Chu Gu Xiang.
"Tuan Muda Lan, Anda tidak apa-apa?" Hu Li terlihat khawatir.
Lan Guan Zhi menggeleng, tangannya menyentuh kening dan memang ada sedikit gangguan pada penglihatannya. Dia terkadang melihat masa lalu dari Monster Tulang Besi dan juga gerakan yang dilakukan oleh musuhnya itu, tetapi penglihatan yang saling tumpang-tindih membuatnya kesulitan melakukan serangan.
Monster Tulang Besi sendiri tidak tinggal diam, dia melepaskan serangan yang begitu besar dan tindakannya tersebut disaksikan oleh Liu Wei Lin.
Chu Gu Xiang yang juga melihatnya berseru dan membuat Lan Gua Zhi tersadar. Pemuda berpita dahi itu lantas meraih pinggang Hu Li dan menariknya untuk menghindari serangan yang datang.
__ADS_1
"Berhati-hatilah," Lan Guan Zhi berujar tenang.
"Te-terima kasih," Hu Li agak gugup dan dia pun mulai melangkah mundur. Entah mengapa dirinya menjadi tidak enak pada Tuan Muda Xiao-nya jika terlalu dekat dengan Lan Guan Zhi.
"Tuan Muda Lan, menjauh dari sana..!" Liu Wei Lin berseru. Dia ingin mendekat, tetapi penjaga Istana Teratai Hitam tidak membiarkan dirinya begitu saja. Dia pun terpaksa harus bertarung kembali tanpa bisa mendekati kedua temannya itu.
Lan Guan Zhi mendengar seruan Liu Wei Lin bersamaan saat munculnya sebuah penglihatan yang aneh. Tanpa disadari, warna matanya berubah dan dia bisa melihat titik lemah dari lawannya.
Lan Guan Zhi memegang erat Shǎndiàn dan kembali melesat sebelum lawannya melakukan serangan yang lebih besar lagi. Hu Li tersentak, tetapi kemudian mulai membantu Lan Guan Zhi dengan melawan para penjaga Istana Teratai Hitam yang hendak melakukan serangan diam-diam.
Monster Tulang Besi sebenarnya sangat kuat, tetapi jika dia menghadapi lawan dengan kekuatan panuh---maka Istana Teratai Hitam bisa mengalami kerusakan yang parah dan ini tentunya merugikan bagi dirinya sendiri.
Monster Tulang Besi juga memikirkan tentang serangannya yang bila dilakukan dengan seluruh kekuatan---ada bagian dari serangan itu yang mungkin akan mengenai beberapa tempat di sekitar istana. Wilayah sekte mereka bisa kehilangan banyak sumber daya dan pasti ini akan menjadi penurunan yang besar.
Karena itulah Monster Tulang Besi sangat fokus agar kekuatan serangannya tidak terlalu berdampak pada sekitar meski lawannya cukup mengesalkan.
Lan Guan Zhi menyadari pola serangan Monster Tulang Besi dan tahu apa yang sudah menahan musuhnya ini. Dia pun memanfaatkan situasi tersebut untuk menguji gambaran yang barusan dia lihat.
Lan Guan Zhi mengayunkan Shǎndiàn dan benturan dari pedangnya membuat angin kejut disertai percikan api. Dia terus berusaha mencari celah untuk mendekati targetnya dan tetap berhati-hati pada serangan rahasia musuh.
Di sisi lain, Chu Gu Xiang menyaksikan betapa sengitnya pertarungan Lan Guan Zhi, Liu Wei Lin dan Hu Li. Dirinya tidak bisa berbuat apa-apa dan justru lebih banyak menjadi beban. Hanya saja meski demikian, dia juga tidak berniat untuk mati tanpa melihat keruntuhan dari Qiao Nuan.
"Kurang Ajar...!!" Monster Tulang Besi menggeram dan nampak melotot marah. Dia mengeluarkan Aura Pembunuh yang sangat pekat dan serangannya pun menjadi semakin cepat.
Lan Guan Zhi tersentak, namun ekspresi wajahnya tidak berubah. Dia juga ikut mengeluarkan Aura Pendekar miliknya, namun memang tidak sekuat aura lawan. Hanya saja, meskipun sangat sulit---Lan Guan Zhi tidak pernah memperlihatkan rasa lelahnya atau pun perasaannya yang lain. Ketenangannya begitu luar biasa.
Menghadapi lawan yang tidak banyak berekspresi dan bicara membuat sosok Monster Tulang Besi merasa kesal sendiri. Dia berusaha memancing emosi musuh, namun orang yang dilawannya ini sama sekali tidak terpengaruh. Entah cara apa lagi yang bisa dia lakukan.
!!!
Chu Gu Xiang spontan menutup mata dan telinganya kala mendengar suara yang menggelegar. Ini bukan berasal dari pertarungan Lan Guan Zhi atau pun Liu Wei Lin. Suara ini sangat dahsyat dan membuat jantung seakan berguncang.
Monster Tulang Besi dan para penjaga Istana Teratai Hitam serta lawan mereka juga ikut terkejut. Semua mengarahkan pandangan ke langit dan melihat langit di bagian selatan berwarna merah menyala.
"A-apa itu?" salah seorang penjaga yang terlihat menekan dadanya mengerutkan kening. Dia sudah kesulitan menghadapi Liu Wei Lin dan pemandangan yang dia lihat membawa perasaan tidak mengenakkan.
"Jadi seperti itu ..." seorang penjaga Istana Teratai Hitam mempunyai pikiran sendiri terkait hal ini. Dia menggeram dan lantas menunjuk musuhnya dengan menggunakan pedang pusakanya.
Penjaga itu mencibir, "Kalian ternyata sama saja. Kalian datang kemari dan menyerang di tempat ini, kemudian rekan kalian yang lain menyerang orang-orang yang sama sekali tidak bersalah dalam hal ini."
Penjaga itu meludah dan berkata, "Kami akui menyerang sekte kalian demi untuk mendapatkan Kitab Pembunuh Matahari, namun kami tidak pernah menyakiti orang biasa. Tetapi kalian..!"
Penjaga Istana Teratai Hitam itu bahkan tidak sanggup untuk bicara. Dia menatap rendah ke arah lawannya dan butuh waktu lama sampai dia buka suara kembali.
Penjaga Istana Teratai Hitam itu berkata, "Kalian berasal dari wilayah Aliran Putih, tetapi kelakuan kalian bahkan lebih buruk lagi dengan apa yang kami lakukan. Di antara kita ... Siapa sebenarnya yang paling jahat?"
!!
__ADS_1
Pertanyaan ini tidak hanya ditujukan pada Lan Guan Zhi dan yang lainnya. Bahkan pertanyaan serupa pun ditanyakan oleh seorang penjaga wilayah yang jauh dari Istana Teratai Hitam, sebuah tempat di mana kultivator aliran putih dari berbagai sekte datang dengan niat hati ingin memusnahkan Sekte Lembah Iblis.
******