![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Seperti ucapan yang ditepati, Ling Qing Zhu memegang janjinya dengan tidak mengatakan tentang Pelatihan tertutup yang dilakukan oleh Xiao Shuxiang.
Dia bertindak seolah-olah pemuda itu ada di Istana Seribu Pedang, atau pergi ke tempat mana pun dan baru pulang ketika malam hari. Ling Qing Zhu cukup sering memakai nama Lan Guan Zhi dengan berkata bahwa Wali Pelindungnya sedang bersama pemuda itu.
Lan Guan Zhi sendiri berlatih di dalam hutan yang ada di halaman belakang Istana Seribu Pedang. Dia berusaha keras selama seminggu belakangan ini.
Pedang di tangannya merupakan senjata yang sama dengan milik para murid biasa di Istana ini. Namun di tangan Lan Guan Zhi, bilah yang nampak biasa itu terlihat mempunyai aura dingin seperti air musim semi.
Ketegasan dan ketajaman dalam ayunan pedangnya bercampur dengan sebuah penampilan anggun dan tertata. Terlihat memikat, tetapi juga berbahaya.
Setiap kali menyerang, semua tanaman dalam tiga meter bergetar hebat dan aliran udara melonjak dengan raungan yang keras. Aliran kekuatan itu mampu menghentikan sungai dan mengubah gelombang laut bila semakin disempurnakan.
"..............."
Kaki Lan Guan Zhi menapak lembut di tanah. Jubah putih dengan corak aliran air itu berkibar dilambaikan angin. Mata yang tenang itu terlihat penuh daya pikat dan sangat mempesona. Dia merupakan sosok yang sudah sepantasnya mampu membuat iri siapa pun.
"Saudara Besar Yuan..!"
Lan Guan Zhi mendengar seruan pemuda dan langsung berbalik. Dia melihat ada tiga orang murid Istana Seribu Pedang yang berlari ke arahnya. Dengan sikap yang tenang, Lan Guan Zhi kemudian menyarungkan pedangnya.
"Saudara Beladiri Yuan...!"
"Ada apa?" Lan Guan Zhi berujar tenang, dia mengenali ketiga orang ini. Mereka adalah rekan Jian Yang dan Li Huanshou yang dahulunya sering mengganggunya.
Salah seorang murid Istana Seribu Pedang dengan semangat bertanya. "Saudara Beladiri Yuan, apa kau melihat tuan Xiao Shuxiang? Kami ingin bertemu dengannya."
"Benar, nona Ling mengatakan tuan Xiao Shuxiang sedang bersamamu. Ada hal yang ingin kami bicarakan dengannya,"
Lan Guan Zhi melihat betapa antusiasnya ketiga pemuda ini. Dia tidak tahu apa yang mereka inginkan dari teman baiknya itu, dia pun bersuara tenang, "Shuxiang tidak bersamaku."
"Apa?" salah seorang murid tersentak, "Tapi nona Ling mengatakan tuan Xiao sedang berlatih pedang denganmu,"
"........ Tidak, aku berlatih sendiri." Lan Guan Zhi berujar tanpa nada, "Untuk apa mencari Shuxiang?"
"Ah... Itu ... Kami dengar bahwa tuan Xiao adalah seorang alkemis. Apa itu benar?"
Lan Guan Zhi berkedip mendengar jawaban salah seorang murid yang dia lihat ini. Jelas sekali bahwa niat mereka ingin dekat dengan Xiao Shuxiang karena teman baiknya itu adalah Alkemis.
Lan Guan Zhi pun menggumam sebagai jawaban dan balasan itu membuat ketiga pemuda tersebut semakin bersemangat. Alkemis memang profesi yang agung dan sangat dihormati, bahkan bila alkemis itu masih setingkat pemula.
"Tuan Xiao itu .... Apa dia alkemis yang hebat di Alam Kultivasi Bawah?"
"Apa dia sosok yang terkenal?"
__ADS_1
"Kudengar dari nona Zhi Shu, dia pernah menyelamatkan ketiga benua dari kehancuran. Apa cerita itu benar?!"
Lan Guan Zhi dicecar oleh banyak sekali pertanyaan. Dia tahu Xiao Shuxiang memiliki saudara seperguruan yang sangat cerewet, namun dia berharap Zhi Shu akan berbeda.
Pertama kali Lan Guan Zhi merasa bahwa Zhi Shu adalah sosok yang pemalu hingga jarang sekali bicara. Zhi Shu pun gadis yang penurut dan lembut, dia juga penuh dengan kasih-sayang.
Hanya saja memang kita tidak boleh menilai orang semudah itu. Biar bagaimanapun juga----Zhi Shu adalah generasi kedua Sekte Kupu-Kupu dan merupakan 'senior' yang kecerewetannya hampir menyamai dengan kecerewetan Yi Wen dan Xiao Lu.
Bila mengingat tentang pribadi Zhi Shu, maka bisa dipastikan bahwa tidak ada rahasia yang mampu aman disimpan lama oleh gadis cantik itu. Kabar tentang Xiao Shuxiang pasti sudah disebarkan oleh gadis muda tersebut hingga ke seluruh sudut Istana Seribu Pedang.
Lan Guan Zhi menjawab pertanyaan dari ketiga pemuda di hadapannya dengan singkat. Dia tidak memberi penjelasan yang terlalu banyak terkait Xiao Shuxiang.
Lan Guan Zhi berkata, "Dia alkemis yang berbakat. Dia sudah menolong banyak orang,"
"Apa tuan Xiao telah lama belajar tentang alkemis? Pil apa saja yang sudah dia buat?"
"Kudengar dia mudah diajak berteman, apa menurutmu kami bisa bertukar pendapat dengannya? Ada sesuatu yang ingin aku coba,"
"..............." Lan Guan Zhi bernapas pelan dan kemudian berkata, "Shuxiang sudah sangat lama belajar tentang alkemis. Dia bisa saja membantumu. Tapi sekarang dia tidak bersamaku,"
Lan Guan Zhi sebenarnya juga merasa bahwa selama seminggu belakangan ini----dia jarang melihat Xiao Shuxiang. Dia pernah mengunjungi kamar teman baiknya itu dan hanya menemukan Ling Qing Zhu seorang.
Saat dia bertanya, gadis berambut putih dan bercadar tipis itu hanya menjawab bahwa Xiao Shuxiang sedang fokus berlatih. Dia tentu saja percaya, tetapi apa-apaan ini? Bagaimana bisa dia dianggap sedang bersama Xiao Shuxiang sementara dirinya sendiri tidak pernah bertemu teman baiknya itu.
"Tidak mungkin ..." murid lain menggeleng pelan dan berkata, "Nona Ling adalah gadis yang cantik. Sosok yang sangat mengagungkan seperti dirinya mana mungkin bisa berbohong?"
"Kau benar, tidak mungkin nona Ling seperti itu ..."
Lan Guan Zhi berkedip menyaksikan reaksi ketiga pemuda ini. Mereka jelas-jelas telah tertipu oleh pesona Ling Qing Zhu. Kecantikan gadis itu memang bagai mata pisau yang tersembunyi.
Lan Guan Zhi menarik napas sebelum akhirnya buka suara. Dia berujar, "Akan kukatakan pada Shuxiang bahwa kalian ingin bicara dengannya saat dia kemari."
Ketiga murid Istana Seribu Pedang itu tersentak, ekspresi wajah mereka kini kembali cerah. Mereka berterima kasih dan bersikap sangat bersahabat kepada Lan Guan Zhi.
"Saudara Beladiri Yuan, kau sangat baik. Aku berterima kasih padamu,"
"Jika kau mempunyai kesulitan atau ada hal yang butuh bantuan, jangan pernah ragu untuk memintanya padaku. Aku akan berusaha untuk membantumu,"
"Aku juga akan membantumu. Kau tidak perlu takut,"
"Mn, terima kasih." Lan Guan Zhi memberi hormat dengan begitu sopan. Ketiga pemuda di hadapannya mulai berpamitan dan dia melihat mereka berjalan semakin menjauh darinya.
Lan Guan Zhi baru akan kembali untuk melanjutkan latihannya saat suara dari langkah kaki mengganggunya. Dia pun mendengar suara seruan yang tidak lain berasal dari Wang Zhao.
__ADS_1
"Tuan Muda Lan..!" Wang Zhao berlari dengan sangat terburu-buru. Saat sudah berada di hadapan Lan Guan Zhi, dirinya pun langsung mengambil napas banyak-banyak.
"..............." Lan Guan Zhu mengerutkan keningnya melihat Wang Zhao yang begitu tersengal-sengal. Dia bisa tahu bahwa pemuda ini telah berlari sangat jauh hingga menguras tenaga.
Wang Zhao mengatur napasnya dan lalu berusaha bicara, "Akhirnya .... Akhirnya aku menemukanmu,"
"Ada apa?"
"Tetua Jing Yufeng memberikan ini padaku," Wang Zhao menyerahkan sebuah gulungan kepada Lan Guan Zhi yang kemudian dibaca oleh pemuda berpita dahi itu.
Wang Zhao berkata, "Tetua Jing Yufeng meminta agar aku dan Tuan Muda Lan pergi ke Kota Ye untuk sebuah misi. Ada kabar yang beredar bahwa para gadis di kota itu menghilang secara tiba-tiba,"
Wang Zhao akhirnya bisa kembali tenang dan kemudian berkata, "Aku mendengar bahwa ada kejadian yang sama di kota lain dan para murid senior Istana Seribu Pedang yang lain mulai menyelidikinya. Sementara misi ini, diberikan khusus untuk Tuan Muda Lan dan aku."
"........... Jika demikian, maka ayo pergi."
"Baik..!" Wang Zhao mengikuti Lan Guan Zhi dari belakang. Ini merupakan misinya yang pertama setelah berlatih selama seminggu di Istana Seribu Pedang.
Wang Zhao gugup, namun di satu sisi dia pun sangat bersemangat. Inilah saat-saat yang tepat untuk melihat sejauh mana perkembangan dari latihannya selama ini.
"Tuan Muda Lan? Aku tidak melihat tuan Xiao akhir-akhir ini, nona Ling juga jarang bisa ditemui. Apa mereka berdua pergi berkencan?"
"............ Mungkin saja,"
Wang Zhao berkedip mendengar suara Lan Guan Zhi yang dingin. Sebenarnya dia hanya sekadar bertanya untuk bisa lebih akrab dan bisa menjalin komunikasi dengan pemuda tampan ini, namun dia tidak menyangka bahwa sikap pemuda ini akan begitu berbeda.
Mungkin hanya perasaannya atau memang pembahasan Xiao Shuxiang dengan Ling Qing Zhu ini lebih sensitif bagi Lan Guan Zhi.
"Ya ampun ...." Wang Zhao menggaruk pelan pipinya yang tidak gatal, "Kenapa aku merasa sudah melakukan kesalahan ..."
Wang Zhao melihat bahwa Lan Guan Zhi merupakan sosok yang penuh wibawa dan bagaikan gunung suci. Ekspresi ketenangan pemuda ini mengagumkan dan bahkan dia sendiri pun terpesona karenanya.
Tetapi meski perasaan Lan Guan Zhi tidak bisa diketahui dari raut wajahnya, namun bukan berarti Wang Zhao tidak menyadari sesuatu.
Wang Zhao melihat bahwa mata indah bagai air jernih yang tenang itu mengandung sedikit *cuka. Dan ini baru nampak saat dia sedang membahas Xiao Shuxiang dengan Ling Qing Zhu.
Mungkin. Ini hanya pandangan pribadi dari Wang Zhao saja yang curiga bahwa .... Lan Guan Zhi, Ling Qing Zhu dan Xiao Shuxiang mungkin mempunyai hubungan yang rumit.
Melihat bahwa ketiganya merupakan sosok yang hebat dan Ling Qing Zhu sendiri adalah gadis dengan kecantikan luar biasa, maka bisa dipastikan nona cantik itulah yang sedang menjadi tokoh utama dalam masalah kedua pemuda ini.
"..............." Lan Guan Zhi sendiri tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Wang Zhao sekarang. Dia hanya melihat gulungan di tangannya dan kemudia memandang ke depan.
******
__ADS_1