![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Xiao Shuxiang melihat Ling Qing Zhu tidur begitu tenang. Dia pun lantas berjalan ke arah sekat kayu dan menemukan bahwa bak mandi yang sebelumnya rusak kini telah diganti.
Xiao Shuxiang membersihkan dirinya dan memutuskan untuk tidak tidur setelah itu. Dia duduk dengan tenang sambil meneliti isi gulungan dari bagian Kitab Pembunuh Matahari.
Semakin membacanya, raut wajah Xiao Shuxiang kian serius. Ekspresinya pun menjadi tegang dan seketika tersentak. Xiao Shuxiang menelan ludah, "Tidak bisa dipercaya... Bagaimana mungkin ada manusia yang mampu menulis sesuatu semacam ini...?"
Napas Xiao Shuxiang mendadak tidak beraturan, dia berusaha menenangkan dirinya. "Benar-benar mustahil... Jika satu bab saja bisa sampai semengerikan ini, lantas bagaimana versi lengkap dari kitab kuno itu?"
Gulungan di tangan Xiao Shuxiang adalah salah satu bab dari isi Kitab Pembunuh Matahari. Bab itu membahas tentang Roh dan Kebangkitan. Jika seseorang berhasil mempelajarinya, kekacauan yang dapat dia timbulkan bahkan lebih buruk dari perang yang pernah menimpa dua benua sekaligus.
"Di sini dijelaskan bahwa tidak hanya roh bebas yang dapat dikendalikan, tetapi juga roh yang masih berada dalam jasad seseorang..." Xiao Shuxiang menahan napas, "Sialan. Kultivator biasa akan sulit mengartikan makna tulisan ini. Salah sedikit saja, maka tidak hanya hati yang akan ternoda kegelapan----tapi juga mengundang kematian bagi orang lain."
Xiao Shuxiang bernapas pelan, "Apa yang diinginkan penulis kitab ini sebenarnya? Apa dia sengaja meninggalkan warisan semengerikan ini untuk mengguncang dunia? Agar semua orang berebut sambil mempertaruhkan nyawa mereka demi mendapatkan benda ini? Aku benar-benar kesal sampai ingin menemui orang yang menulis kitab ini dan memukul kepalanya."
Xiao Shuxiang memegang kuat gulungan di tangannya hingga sebuah titik putih terbentuk di sampingnya yang kemudian berubah menjadi seekor kupu-kupu bersayap indah.
Binatang cantik itu terbang perlahan dan kemudian terdengar suara bagai anak perempuan.
"Tuan, apa Anda ingin mempelajari isi gulungan itu?"
"..............."
Xiao Shuxiang menatap kupu-kupu putih yang mulai hinggap di atas meja, tepat di depannya. Dia pun berkata, "Tidak mudah mempelajari isi gulungan ini dan aku juga harus berhati-hati. Selama bagian Kitab Pembunuh Matahari belum terkumpul seluruhnya, maka benda ini tidak boleh dipelajari."
"Tapi Tuan..."
"Teman kecil. Pengalamanku melarang Xiao Shuxiang ini mempelajarinya. Usia tulang dari tubuh ini sekarang adalah 23 Tahun. Aku memulai kehidupan baru ini sejak usia 7 Tahun, tapi bukan berarti aku melupakan masa laluku sebagai Sang Bintang Penghancur. Kitab ini seperti pedang bermata dua, tidak bisa dipelajari secara sembarangan."
"Tuan. Salah satu bab dari kitab itu ada di tangan Anda dan tidak seperti lembaran yang lain----bab itu lengkap. Jika Tuan mempelajarinya, maka tidak hanya roh yang terpisah dari jasad yang mampu Anda kendalikan----tetapi juga roh yang masih berada dalam tubuh manusia. Anda akan menjadi tidak terkalahkan,"
Xiao Shuxiang mendengus dan kemudian mengembuskan napas pelan, "Kau benar. Jika mempelajari isi gulungan ini, maka aku bisa menggemparkan Alam Kultivasi Atas. Jika bisa disempurnakan, maka mungkin juga mampu melawan kultivator dari Sekte Lembah Iblis. Tapi bukankah sudah kukatakan. Sebelum kitab ini lengkap, maka aku tidak akan pernah mempelajarinya."
"Tuan, kenapa?"
"Teman Kecil. Seseorang tidak mungkin akan mewariskan sesuatu yang begitu berharga tanpa alasan. Jika bukan untuk melindungi, maka pasti berhubungan dengan pembalasan dendam. Dan walau ada yang lain, maka pasti berhubungan dengan dirinya sendiri..."
Xiao Shuxiang memperhatikan gulungan di tangannya dan tersenyum samar. Dia sudah memiliki rencana yang bagus untuk benda di tangannya ini.
"Teman kecil, kurasa aku tahu--"
"..............."
Kupu-kupu putih milik Xiao Shuxiang perlahan menghilang saat menyadari bahwa gadis yang sebelumnya tidur mulai membuka mata. Xiao Shuxiang juga tersadar dan langsung memasukkan gulungan di tangannya ke dalam cincin spasialnya.
Ling Qing Zhu menatap langit-langit kamar cukup lama sebelum akhirnya bangun. Ekspresi wajahnya tenang, dia memang mempunyai kebiasaan bangun pukul 4 pagi. Ini juga karena aturan di sektenya yang cukup ketat sehingga kebiasaan semacam ini mengakar dan tidak mudah dihilangkan.
"..............."
Ling Qing Zhu menoleh ke samping, di mana Xiao Shuxiang tidur. Hanya saja, keningnya sedikit mengerut saat tahu bahwa Wali Pelindungnya itu sudah tidak ada. Dia pun mengedarkan pandangan dan langsung bertatapan mata dengan Wali Pelindungnya.
Xiao Shuxiang tersenyum, "Apa kau mencariku?"
"..............." Ling Qing Zhu tidak menjawab dan justru berjalan mendekat ke arah Wali Pelindungnya.
Xiao Shuxiang berkedip saat gadis cantik bercadar tipis ini berdiri di hadapannya dengan mata yang teduh. Dia tersentak saat tiba-tiba pipinya disentuh oleh Kucing Putihnya.
Ling Qing Zhu bersuara, "Kau mimpi buruk lagi?"
!!
Xiao Shuxiang tidak menyangka dengan pertanyaan itu, apalagi suara dari gadis di hadapannya terdengar agak lembut. Dia sampai tidak tahu harus berekspresi seperti apa.
Xiao Shuxiang berusaha bicara meski sedikit gugup, "Ehm... Aku tadi bangun dan kemudian tidak tidur lagi,"
"Kau mimpi buruk?" Ling Qing Zhu kembali bertanya karena pemuda di hadapannya tidak memberinya jawaban yang dia inginkan.
"Kucing Putih..." Xiao Shuxiang bersuara pelan. Dia mengulurkan tangan dan memegang tangan Ling Qing Zhu. Dia menatap gadis berambut putih itu dan melanjutkan ucapannya, "Apa kau tidak bisa mengartikannya sendiri? Setelah keseringan mengalami mimpi buruk, tidurku menjadi terganggu. Aku begitu kesulitan,"
"..............."
Xiao Shuxiang bersikap begitu manja. Pemuda itu bahkan memberi tatapan polos layaknya anak kecil sambil mengusap-usapkan tangan Ling Qing Zhu di pipinya.
__ADS_1
"Hmph, memalukan." Ling Qing Zhu menarik kembali tangannya. Dia pun berkata, "Harusnya kau bangunkan aku."
"Tapi aku tidak tega melakukannya, kau pasti lelah seharian ini. Aku tidak ingin menganggu tidurmu,"
"..............." Ling Qing Zhu mengembuskan napas dan mengusap pelan kepala Wali Pelindungnya. Dia pun berjalan ke arah sekat kayu tanpa mengatakan apa-apa.
Xiao Shuxiang berkedip pertama dan lalu kedua kalinya saat melihat selembar pakaian tersampir di sekat kayu pemisah ruangan dengan bak mandi.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas. Untung saja setelah membersihkan diri tadi----dia memasukkan tanaman rumput kuning miliknya ke dalam bak mandi sehingga air bekas mandinya kembali bersih. Dia memang punya tanaman yang se-mengagumkan itu.
"Shuxiang,"
"Ya?" Xiao Shuxiang tersentak karena tiba-tiba dipanggil oleh Ling Qing Zhu, dia bahkan spontan merespon.
Ling Qing Zhu dengan suara yang datar berkata, "Kau tidak berniat pergi dari kamar ini?"
Xiao Shuxiang berkedip, "Memang aku mau pergi ke mana?"
"Hmph." Ling Qing Zhu yang begitu tenang berendam dalam bak mandinya pun mengembuskan napas, dia berkata tanpa nada. "Bisakah kau mengambilkan pakaianku. Di lemari,"
?!
Xiao Shuxiang terkejut dan langsung menatap ke arah sekat kayu, ini pertama kalinya Ling Qing Zhu meminta hal seperti itu. Dia berkedip dan lantas bertanya, "Pakaian?"
"Kau tidak pergi dari kamar ini. Aku tidak bisa keluar. Jadi ambilkan,"
"Ah... Begitu ya. Baiklah," Xiao Shuxiang menggaruk pelan pipinya yang tidak gatal dan mulai bangun dari tempat duduknya.
Pemuda itu mengambil satu set pakaian dari lemari. Xiao Shuxiang tidak kesulitan mengetahui pakaian Ling Qing Zhu sebab gadis cantik tersebut selalu mempunyai pakaian dengan corak bunga wisteria.
Xiao Shuxiang pun mulai berjalan ke arah sekat, namun hanya berada di baliknya. Dia menyampirkan satu set pakaian di tangannya ke sekat kayu, bahkan tanpa diminta oleh Ling Qing Zhu.
"Kucing Putih, kuletakkan di sini. Kau bisa mengambilnya, kan?"
"Mn, terima kasih."
"Tentu," Xiao Shuxiang kembali ke tempat duduknya dan menunggu sampai Kucing Putihnya selesai membersihkan diri.
"..............."
Xiao Shuxiang menunggu Ling Qing Zhu cukup lama sebelum akhirnya melihat Kucing Putihnya berjalan dari balik sekat kayu. Dia tertegun saat melihat gadis itu dalam balutan pakaian berwarna putih dengan corak bunga wisteria merah.
Rambut Ling Qing Zhu tergerai panjang dan nampak basah, dia tidak memakai cadar tipisnya hingga wajah cantiknya terlihat semakin jelas. Untuk sesaat, Xiao Shuxiang menahan napas sampai tidak berkedip.
"Kau ternyata sangat cantik. Aku sampai terpukau... Tsk, tsk, tsk. Luar biasa..." Xiao Shuxiang spontan bicara dan membuat Ling Qing Zhu memberinya tatapan paling dingin yang pernah ada.
Ling Qing Zhu mendengus, "Kau baru tahu?" dia menggunakan jari-jari tangan kanannya untuk mengibaskan pelan rambut putihnya.
Xiao Shuxiang terkejut dengan respon penuh rasa percaya diri itu. Dia melihat Kucing Putihnya berjalan dan duduk di depan sebuah cermin rias. Xiao Shuxiang pun menggeleng pelan, "Dari mana kau belajar cara bertingkah seperti itu? Jika sedang dipuji, tidakkah seharusnya kau sedikit lebih pemalu atau salah tingkah atau apa pun? Kenapa responmu tidak sama dengan gadis-gadis lain pada umumnya, Kucing Putih?"
Ling Qing Zhu mendengar protesan panjang lebar dari Wali Pelindungnya. Dia menatap pantulan wajahnya di cermin dan berkata tanpa ekspresi, "Karena aku tahu... Aku sangat cantik."
!!!
Kedua ujung telinga Xiao Shuxiang memerah mendengar ucapan itu. Entah kenapa justru dialah yang memberi respon yang amat menggemaskan dan itu membuatnya semakin menawan.
Ling Qing Zhu menoleh sejenak dan melihat respon Wali Pelindungnya. Dia pun mendengus, "Aku menang."
Xiao Shuxiang tersentak, dia langsung menoleh. "Jadi kau menggodaku?"
"Ekspresi yang bagus." Ling Qing Zhu kembali menghadap ke cermin.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas, "Aiya... Kau ini. Dari mana kau belajar hal semacam itu? Siapa yang mengajarimu? Tingkahmu ini mirip seperti--"
"Tuan Muda Lan,"
"Jadi Lan'Er yang mengajarimu?!" Xiao Shuxiang syok, dia mengusap-usap dadanya. "Ya ampun... Ketahanan jantungku. Pantas aku merasa tidak asing. Lan'Er.... Astaga,"
Xiao Shuxiang berusaha menenangkan dirinya. Dia pun berjalan ke arah Ling Qing Zhu dan berkata, "Kucing Putih. Apa lagi yang Lan Guan Zhi ajarkan padamu?"
"......... Mn, tidak banyak." Ling Qing Zhu hendak mengeringkan rambutnya dengan kain yang ada di meja, namun kain itu lebih dahulu diambil Wali Pelindungnya.
__ADS_1
Xiao Shuxiang, "Biar kubantu mengeringkan rambutmu,"
"Tidak perlu," Ling Qing Zhu sebenarnya cukup tersentak, namun itu tidak terlihat dari ekspresi wajahnya.
"Tidak masalah, aku hanya ingin tahu apa lagi yang kau pelajari dari Lan Guan Zhi." Xiao Shuxiang berujar pelan. Dia dengan telaten merapikan dan mengeringkan rambut Kucing Putihnya.
"..............." Ling Qing Zhu diam-diam mencengkeram kain pakaiannya. Walau ekspresi wajahnya tidak berubah, tapi jujur dia sangat gugup diperlakukan sebaik ini oleh Wali Pelindungnya.
Nyaris saja terbentuk rona di kedua pipi seputih salju milik Ling Qing Zhu. Namun sebelum itu terjadi, pemuda yang sedang mengeringkan rambutnya membuat kesalahan hingga dia merintih.
Xiao Shuxiang kaget, "Kau baik-baik saja?"
"Kau menarik rambutku." Ling Qing Zhu bersuara ketus.
"Aku tidak sengaja," Xiao Shuxiang mengusap-usap kulit kepala Kucing Putihnya agar membaik, "Bagaimana? Apa masih sakit?"
"Mn, tidak.." Ling Qing Zhu melihat pantulan wajah Wali Pelindungnya di cermin. Pemuda itu terlihat sangat hati-hati dan begitu fokus pada rambutnya. Dia berkedip dan merasa pemandangan ini begitu menarik.
"Kucing Putih?" Xiao Shuxiang bertanya tanpa melihat Ling Qing Zhu, "Ini adalah pertanyaan yang sudah kusimpan lebih dari seratus tahun. Aku penasaran pada mereka yang bermarga 'Ling'."
"Mn?"
Xiao Shuxiang dengan polosnya berkata, "Kenapa saat masih berusia muda kalian punya rambut berwarna putih, sementara setelah berumur---warna rambut kalian berubah hitam? Sangat berkebalikan dengan rambut manusia pada umumnya,"
"Mn, entahlah."
"Kau tidak tahu?"
"Mn, tidak."
Xiao Shuxiang mengangguk pelan dan mengembuskan napas, "Sayang sekali. Aku juga pernah bertanya mengenai ini pada senior Zhou dan dia juga bilang tidak tahu,"
Alis Ling Qing Zhu bertaut, "Senior Zhou?"
Xiao Shuxiang mengangguk, "Mn. Ayah dari Tetua Tiga---Patriarch Zhou Yan."
"Patriarch Zhou Yan.... Sekte Pedang Langit?"
"Benar,"
"Kau kenal dengan ayahnya?" Ling Qing Zhu menatap ke arah cermin, dia melihat Wali Pelindungnya mengangguk.
Xiao Shuxiang, "Tentu saja. Ayah dari Tetua Tiga adalah teman baikku. Dia mempunyai rambut berwarna putih dan mata yang seperti ribuan bintang. Itu jenis mata yang sangat langka, tapi sayang dia memilih untuk menutupnya. Padahal itu mata yang begitu indah,"
Xiao Shuxiang lantas bertanya, "Apa kau tidak mengenal ayah dari Tetua Tiga?"
Ling Qing Zhu menggumam, "Immortal Zhou Yuan... Apa benar itu nama ayah Alkemis Zhou Yan?"
"Mn, benar."
"..............." Ling Qing Zhu terdiam cukup lama dan lalu bernapas pelan. Dia pun mulai bicara, kali ini nada suaranya rendah.
"Shuxiang?"
"Mn? Apa?"
"Immortal Zhou Yuan temanmu?"
"Benar, dia teman baikku."
".......... Tapi kenapa kau membunuhnya?"
!?
******
Terima kasih sudah menjadi bagian dari keluarga besar dari XIAO SHUXIANG. Taqobbalallahu minna wa minkum. Ja’alanallahu minal aidzin wal faizin. Semoga Allah menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang kembali dan orang-orang yang menang. Selamat hari raya Idul Fitri Minna Sama..! ( ´ ▽ ` )ノ
*****
__ADS_1