KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
50 - Sekte Lautan Awan


__ADS_3

Ling Qing Zhu bersama dengan empat orang kultivator lainnya yang lebih dahulu tiba di atas. Ada dua tugu batu di kedua sisi mereka yang bertuliskan 'Sekte Lautan Awan'. 


Ling Qing Zhu dan keempat kultivator yang bersamanya itu disambut oleh seorang kultivator pria yang terlihat berusia 50 Tahun. Pria itu tersenyum, memberi hormat dan mengucapkan selamat datang kepada mereka.


"Namaku Nan Zhen. Aku ditugaskan untuk menyambut kalian yang pertama tiba di Sekte Lautan Awan ini," Nan Zhen menyatukan kedua tangan dan kembali memberi hormat dengan posisi yang sedikit membungkukkan tubuh.


Ling Qing Zhu dan keempat kultivator yang bersamanya ikut membalas hormat dari pria berpakaian putih di hadapan mereka ini. Dia beserta keempat orang yang bersamanya tersebut tidak bisa membaca praktik Nan Zhen. Jadi ada kemungkinan besar, pria di depan mereka memiliki praktik yang sangat tinggi.


"Tuan Nan Zhen," seorang kultivator pria yang berdiri tidak jauh dari Ling Qing Zhu mulai bersuara. Dia memperkenalkan diri sebagai murid dari Sekte Darah Roh yang bernama Wu Shi.


Kultivator lainnya mengikuti Wu Shi untuk memperkenalkan nama dan sekte mereka. Ling Qing Zhu sendiri adalah orang terakhir yang melakukannya.


Nan Zhen awalnya tertegun ketika memandang sosok Ling Qing Zhu. Dia jelas kagum, apalagi gadis berambut putih itu sangat cantik meski wajahnya terhalangi oleh kain cadar yang tipis. Meski di Alam Kultivasi Atas banyak wanita yang juga cantik----tetapi entah mengapa kecantikan Ling Qing Zhu ini melebihi mereka semua.


Nan Zhen terbatuk ringan saat dirinya tersadar. Dia pun dengan sopan berkata, "Aku akan mengantar kalian ke kamar masing-masing, beristirahatlah dengan baik. Penjelasan tentang tempat ini dan lain sebagainya akan mulai diterangkan esok hari, kalian sudah bekerja keras dan pasti sangat kelelahan sekarang. Jadi mari ikuti aku,"


"Terima kasih,"


Wu Shi, Ling Qing Zhu dan tiga kultivator yang lainnya pun mengucapkan terima kasih dan mengikuti Nan Zhen dari belakang. Mereka diberi kamar masing-masing sebagai tempat istirahat.


Kamar yang disediakan untuk Ling Qing Zhu sendiri terbilang luas dengan nuansa merah muda yang lembut menenangkan. Terdapat satu set kursi, dua buah sekat kayu dan bak mandi yang lumayan besar.


Hiasan di kamar ini tidak terlalu meriah, namun begitu mempesona. Ling Qing Zhu menyukainya, apalagi ada tempat belajar yang dekat dengan jendela. 


Pemandangan di luar jendela tersebut bahkan sangat indah. Meski ini bukan rumah Ling Qing Zhu, namun rasanya kamar yang disediakan untuknya ini membuat dia merasa bagai pulang ke rumah.


Ling Qing Zhu adalah orang ketiga yang diantar oleh Nan Zhen ke kamarnya. Dia diminta untuk langsung beristirahat, sementara pria itu mengantar kultivator yang lain.


Setelah Ling Qing Zhu menutup pintu, dia pun berjalan untuk melihat-lihat sekeliling kamarnya. Hanya saja perasaan kagum yang dirinya rasakan beberapa menit sebelumnya perlahan memudar ketika dadanya mulai terasa sakit.


Tangannya terulur, dia membuka kain cadar yang menutupi wajahnya dan langsung memuntahkan darah. Ekspresi wajah Ling Qing Zhu tetap tidak berubah, namun pandangan matanya agak sedikit berbeda. Darah yang dimuntahkannnya merupakan akibat dari luka dalam yang dia alami saat berjalan hingga ke tempat ini.


Setiap kultivator yang melewati Tiān lù pastinya mendapatkan sebuah luka dalam. Tidak hanya rasa kelelahan, tetapi juga perasaan bagai tubuh ditekan ke tanah. Ling Qing Zhu sendiri mendapat luka dalam karena keduanya, apalagi itu terlihat lebih parah sebab dirinya tidak pernah beristirahat.


"......."


*

__ADS_1


*


*


Sepanjang jalan, Xiao Shuxiang melihat banyak kultivator yang beristirahat. Ada yang terlihat duduk sambil meluruskan kaki-kakinya dan ada juga yang sedang duduk bersila sambil memejamkan mata dan nampak menyerap Qi dalam sebuah spirit stone.


Mereka yang beristirahat sebelumnya kurang melihat jelas sosok pemuda yang berjalan di samping mereka. Tapi ketika tahu itu adalah Xiao Shuxiang, banyak orang yang membelalakkan matanya karena terkejut.


Para kultivator itu banyak yang berseru di dalam hati. Mereka sebenarnya ingin mengeluarkan suara, tetapi tubuh mereka terlalu lelah hingga tidak sanggup bicara sepatah kata pun.


Xiao Shuxiang sendiri hanya berjalan melewati mereka begitu saja. Sesekali matanya bertemu pandang dengan beberapa kultivator yang terkejut, tetapi Xiao Shuxiang dengan cepat kembali fokus berjalan.


Sesekali pemuda mempesona itu melihat pemandangan di kiri dan kanannya. Dia tidak melihat ada yang aneh, namun makin lama melangkah----Xiao Shuxiang mulai memikirkan banyak hal.


"Kurasa aku mengerti mengapa para kultivator itu diminta menaiki anak tangga yang jumlahnya ratusan ini..."


Xiao Shuxiang mengembuskan napas. "Aku bisa melihat betapa lelahnya para kultivator itu, mereka pasti memikirkan tentang kehidupan yang dijalani selama ini. Aku yakin, para kultivator ini tengah mengalami berbagai konflik batin."


Xiao Shuxiang mengembuskan napas, "Yaah... Tingkat tertinggi dari seorang kultivator sebenarnya bukan kekuatan bagai dewa dan keabadian. Tapi rasa kesepian..."


Xiao Shuxiang memperbaiki posisi keranjang yang dia peluk dan mulai bergumam. "Jika dibandingkan dengan rasa kesepian, aku lebih peduli pada pakaianku. Ini kualitas kain terbaik dan justru harus lecet karena bersentuhan dengan keranjang sayur ini. Belum lagi rambutku... Oh ya ampun, kenapa harus Xiao Shuxiang yang diperlakukan seperti ini?"


Xiao Shuxiang berhasil menaiki anak tangga yang jumlahnya lebih dari 500 itu dan sampai di atas saat sore hari. Dia langsung disambut dengan dua tugu bertuliskan 'Sekte Lautan Awan' di kedua sisinya dan terdapat lantai yang begitu luas di hadapannya. Itu seperti lapangan tempat berlatih dan semacamnya.


Sepanjang menaiki anakan tangga tadi, sebenarnya Xiao Shuxiang mencari-cari keberadaan Ling Qing Zhu dan juga Mo Huai. Tapi kedua orang itu tidak ditemukan. Dia pun lantas berpikir bahwa kedua temannya itu sudah tiba di tempat ini.


Xiao Shuxiang mengedarkan pandangan ke sekeliling dan kemudian bergumam. "Mm... Kalau dilihat-lihat lagi... Tempat ini tidak ada bedanya dengan sekte besar pada umumnya. Lantas apa yang membuat tempat ini begitu sangat dikagumi---!!"


Mata Xiao Shuxiang seketika membulat saat pandangan matanya menangkap pemandangan yang tidak biasa. Dia menengadah dan melihat ada benda besar yang tengah melayang di udara.


!!


Benda? Tidak. Itu terlihat seperti pulau yang diangkat dan melayang di udara. Karena sinar matahari yang terbenam, pulau itu nampak sangat mengagumkan.


"Apa mungkin..." Xiao Shuxiang tidak sanggup berkata-kata ketika indera penglihatannya menangkap satu lagi benda yang sama, kemudian yang lainnya. Mereka semua... Itu adalah pulau yang terapung!!


"Luar biasa..."

__ADS_1


Kekagumam terlihat jelas pada tatapan dan ekspresi wajah Xiao Shuxiang. Dia sungguh telah melihat sebuah pulau yang terapung di udara. Bahkan beberapa pulau kecil nampak bergerak pelan seperti ketika mata melihat pergerakan awan.


"Di Dunia Elf tidak ada tanah yang bisa melayang seperti itu... Woaah..." Xiao Shuxiang bergumam, "Apa kira-kira ketika pulau itu dihancurkan... Puing-puingnya akan jatuh atau tidak, yah? Apa yang menopang pulau-pulau itu? Aku bahkan melihat ada pulau dengan gunung di dalamnya. Tsk, tsk, tsk... Luar biasa."


"Permisi...?"


?!!


Xiao Shuxiang terkejut dan spontan menoleh. Ada seorang gadis cantik dengan pakaian merah bercorak bunga yang berdiri di sampingnya. Kehadiran sosok berambut panjang itu tidak dia sadari dan ini membuat jantungnya nyaris runtuh.


"Apa yang kau inginkan?" suara Xiao Shuxiang dingin dan tatapan matanya agak menakutkan. Dia membuat terkejut lawan bicaranya.


"Ma-maafkan saya..." gadis cantik itu begitu gugup, dia sampai tertunduk karenanya. Dia terlihat selalu memegang sapu tangan.


Xiao Shuxiang tersadar dengan sikapnya barusan dan mengembuskan napas. Dia pun lantas bersuara lembut, "Aku yang meminta maaf. Aku terlalu kaget,"


"Ah..." gadis cantik itu perlahan mendongak, dia menatap wajah pemuda di depannya dan berkata dengan malu-malu. "Saya yang harusnya meminta maaf. Saya membuat Tuan Muda kaget,"


"Sekarang aku baik-baik saja, jadi tidak masalah. Lalu? Apa yang Nona inginkan dariku?"


"Saya... Melihat Anda. Jadi... Ehm... Saya mau bertanya. Anda... Apa sedang tersesat?"


"Oh, sebenarnya aku datang membawa bahan makanan ini. Ada token kayu di sini, tapi aku tidak tahu harus ke mana." Xiao Shuxiang memperlihatkan sisi keranjang anyaman yang memiliki token pada gadis di depannya.


Gadis berpakaian merah itu melihat tulisan pada token tersebut yang berukir 'Dao Fang An'. Dirinya tersentak dan kembali menatap pemuda mempesona di hadapannya.


Ada raut wajah tidak percaya pada mata gadis itu, namun dengan cepat ekspresi tersebut menghilang. Dia bergumam pelan, "Anda rupanya pelayan..."


"Mn?"


"Ah... Maksud Saya. Anda pasti sedang mencari dapur. Tempatnya ada di belakang bangunan di sebelah kanan itu."


"Oh, terima kasih. Kalau begitu aku ke sana dulu," Xiao Shuxiang berterima kasih setelah tahu di mana dia harus membawa keranjang sayur yang digendongnya. Dia meninggalkan gadis berpakaian merah yang masih setia berdiri menatap punggungnya.


Gadis cantik itu terus memperhatikan pemuda yang bahkan tidak dia ketahui namanya. Dia memegang erat sapu tangannya dan baru memperlihatkan ekspresi sedih ketika tidak lagi melihat punggung pemuda itu.


"Karena terlalu kagum pada wajahnya... Aku sampai tidak menyadari bahwa praktiknya selemah itu. Padahal dia terlihat kuat..." gadis cantik berpakaian merah itu mengembuskan napas. Dia jelas terpesona dengan wajah Xiao Shuxiang.

__ADS_1


Di sisi lain, Xiao Shuxiang sedikit mirip mempunyai perasaan yang sama. Dia menghela napas dan berdecak pelan, "Sial. Karena terlalu kagum dengan tempat ini, kewaspadaanku jadi turun hingga tidak menyadari ada orang di sampingku. Gadis yang tadi terlihat berusia muda, tapi praktiknya tidak bisa kubaca. Alam ini... Kurasa aku akan sering bertemu orang-orang seperti gadis asing itu,"


******


__ADS_2