![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Di Istana Seribu Pedang, Ling Qing Zhu berlatih di bawah bimbingan Tetua Xia Longhua. Sementara Wang Zhao dilatih oleh Tetua Jing Yufeng bersama dengan Lan Guan Zhi.
Untuk Xiao Shuxiang sendiri, dia dilatih langsung oleh Tetua Besar Chen Duan Shan. Di sisi lain, Liu Wei Lin memilih berjalan-jalan di kota dan mengajak Mo Huai bersamanya.
Hei Lian sendiri ikut dengan Wang Zhao. Sepanjang hari itu, dia tidak banyak bicara dan memilih bersembunyi di belakang punggung Wang Zhao saat melihat Xiao Shuxiang.
"..............."
Tetua Chen Duan Shan berada di Paviliun tempat dia mengajar para muridnya. Saat ini dia hanya bersama Xiao Shuxiang dan nampak memeriksa denyut nadi pemuda itu.
Tetua Chen Duan Shan mengusap pelan dagunya dan kemudian bertanya, "Sudah berapa banyak orang yang kau bunuh?"
"Tidak terhitung," Xiao Shuxiang spontan menjawab.
"Apa kau tahu bahwa kultivator Aliran Putih tidak asal menebas kepala musuh yang dilawannya? Kami mempunyai aturan untuk tidak membunuh manusia, apalagi sesama kultivator."
"Itu aturan lama," Xiao Shuxiang berkata. "Jika tidak membunuh, maka kita yang akan terbunuh. Lagipula aku sendiri bukan berasal dari Aliran Putih,"
"Pemikiran bahwa jika tidak membunuh, maka kita yang akan terbunuh justru telah menjadi kendala bagimu." Tetua Chen Duan Shan berkata, "Jika kau bukan berasal dari Aliran Putih, maka mulai saat ini .... Kau harus belajar bagaimana hidup seperti kami yang sebenarnya. Aku tidak mengatakan bahwa kultivator Aliran Putih seluruhnya diisi oleh orang-orang yang baik, tapi setidaknya kultivator di sini memiliki hidup yang lebih tertata daripada lingkungan tempat tinggalmu."
"..............." Xiao Shuxiang menarik napas dan mengembuskannya perlahan. Dia mendengarkan ucapan Tetua Chen Duan Shan kembali.
"Jika kau bisa mengendalikan diri, mampu menahan nafsu membunuhmu, maka kau dapat melepaskan segel yang membelenggu kekuatanmu itu." Tetua Chen Duan Shan bernapas pelan dan kemudian kembali bersuara.
Tetua Chen Duan Shan berkata, "Aku tahu satu hal ini. Segel 12 Bintang yang ada padamu tidak diberikan agar kau menjadi lemah. Ini merupakan segel yang dibuat untuk mendukung kekuatanmu yang sebenarnya,"
Xiao Shuxiang tersentak, dia bernapas pelan dan kemudian berkata. "Apa ini juga sama dengan segel yang diberikan Bocah Pengemis Gila?"
"Mn? Siapa itu?"
"Shén Lóng,"
"Ah ..." Tetua Chen Duan Shan mengusap dagunya dan mengangguk mengerti. Dia pun berkata, "Kau bisa membayangkan bahwa kekuatanmu ini seperti air terjun, tidak terhenti. Segel pemberian Shén Lóng ibarat gerbang yang menutup air itu, namun tidak menghentikan deras arusnya. Kau bisa membuka gerbang ini, namun mempunyai risiko sendiri."
Xiao Shuxiang mengangguk. Dia paham dengan penjelasan Tetua Chen Duan Shan dan kembali fokus mendengarkan. Ini pertama kalinya dia begitu tertarik untuk mempelajari sesuatu dari orang lain.
__ADS_1
Tetua Chen Duan Shan berkata, "Untuk segel 12 Bintang .... Ini ibarat penahan dari arus air yang deras itu. Namun meski di permukaan air tersebut terlihat tenang, tidak berarti arus di dalam air itu juga akan tenang. Dari sinilah akar pada masalahmu,"
Tetua Chen Duan Shan menjelaskan, "Kekuatanmu hanya terkendali di bagian permukaan, tapi tidak di dalamnya. Meski sebanyak apa pun dan sekuat apa pun segel yang diberikan padamu----jika kau tidak bisa membuat arus kekuatanmu ini tenang, itu tidak akan berguna."
"............ Lantas apa yang harus aku lakukan?"
"Pengendalian Diri. Cobalah agar kau tidak menggunakan kekuatanmu untuk mengambil nyawa orang lain. Jangan pernah memikirkan untuk mengambil nyawa orang lain dan berusahalah menahan diri dari melakukan kejahatan semacam ini,"
"..............." Xiao Shuxiang memperhatikan Tetua Chen Duan Shan dan kemudian berkata, "Tetua Chen. Apa kau ingin aku mengampuni nyawa siapa pun yang menggangguku? Kau ingin aku tidak membunuh mereka saat kami bertarung? Bukankah jika kulakukan, ini sama saja membuktikan bahwa aku adalah orang yang lemah."
"Shuxiang, mengampuni nyawa musuh bukan berarti kau lemah. Tapi karena kau menyadari bahwa nyawa manusia itu berharga dan bukan sampah yang bisa dibuang begitu saja,"
Xiao Shuxiang tersentak, ini pertama kali dia mendengar ucapan semacam itu. Dia berkedip dan memikirkan ucapan Tetua Chen Duan Shan barusan.
Tetua Chen Duan Shan kembali berkata, "Meski ada manusia yang baik dan jahat, namun tetap saja nyawa adalah sesuatu yang berharga. Kau jangan menghukum kejahatan dengan cara mengambil nyawa mereka. Kau harus tahu bahwa semua orang berhak mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri mereka menjadi lebih baik,"
"Tetua Chen, tapi bagaimana jika mereka justru kembali dengan niat yang lebih buruk lagi?" Xiao Shuxiang berujar, "Aku melakukan apa yang kuanggap benar. Mereka sudah membuat pilihan hidup sendiri, jadi pasti tahu risiko dari pilihan itu. Jika aku melepaskan mereka begitu saja, maka suatu hari nanti mereka akan menjadikanku target pembalasan dendam."
Xiao Shuxiang berkata, "Mencegah hal yang akan menjadi buruk dengan membunuh mereka adalah untuk keselamatan diriku sendiri."
Dia pun berkata, "Apa kau pernah mendengar ini. 'Tidak ada orang yang benar-benar jahat di dunia ini, tetapi ada yang tidak bisa menerima kenyataan hidup hingga sifat mereka berubah.' Seorang anak yang hidup dengan ketidak-beruntungan akan merasa bahwa dunia tidak adil padanya. Dia pun berubah menjadi sosok yang pendendam dan melihat semua orang sebagai musuh, dia berusaha agar orang-orang bisa merasakan kesengsaraan hidup seperti yang dia alami."
Tetua Chen Duan Shan berkata, "Aku yakin kau memiliki masa lalu yang tidak sepenuhnya menyenangkan. Mungkin, kesulitan hidup yang kau alami lebih buruk lagi. Tapi kau sekarang berada di tempat ini bukankah menjadi bukti bahwa kau telah mengubah hidupmu?"
Tetua Chen melanjutkan, "Kau adalah orang yang tidak berasal dari Aliran Putih, tapi kini kau ada di sini. Itu berarti, kau mempunyai keberuntungan yang tidak semua orang sepertimu bisa mendapatkannya. Jika demikian, maka orang lain pun memiliki kesempatan yang sama."
"..............." Xiao Shuxiang terdiam selama beberapa saat. Dia bernapas pelan dan kemudian menatap Tetua Chen Duan Shan cukup dalam.
Xiao Shuxiang pun berkata, "Aku sedang memikirkan ini. Mengambil nyawa orang lain bukanlah kondisi yang membuatku terpaksa melakukannya. Aku tidak bisa mempercayai musuhku mampu berubah,"
"Shuxiang, kau tidak akan menjadi lemah meski mengampuni nyawa musuhmu. Ini justru menjadikanmu memiliki kebesaran hati. Cobalah .... Untuk bisa memaafkan orang lain,"
Xiao Shuxiang tertegun. Dia tidak pernah memikirkan kata semacam 'memberi maaf kepada musuhnya'. Menurutnya ini bahkan adalah pemikiran yang sangat naif. Hanya saja, dia tidak mengutarakan pendapatnya itu kepada Tetua Chen Duan Shan.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan sebagai balasan dia pun hanya mengangguk pelan. Untuk saat ini, yang perlu dia lakukan adalah mengendalikan kekuatannya. Dia akan melakukan apa pun agar tujuan ini tercapai.
__ADS_1
"Aku akan mencobanya," Xiao Shuxiang menatap Tetua Chen Duan Shan dan kemudian menyatukan kedua tangannya. Dia pun berkata, "Kuharap Tetua Chen bersedia membimbingku."
Tetua Chen Duan Shan sebenarnya tidak menyangka akan mendapatkan respon semacam ini. Padahal dia merasa Xiao Shuxiang akan kembali membalas ucapannya.
Seulas senyum terlihat di wajah Tetua Chen Duan Shan. Dia pun mengangguk pelan dan mulai menjelaskan pelatihan yang akan dia berikan kepada pemuda di hadapannya ini.
Tetua Chen Duan Shan berkata, "Aku sudah memikirkannya. Dengarkan baik-baik. Pelatihan yang akan kuajarkan padamu tidak boleh sampai mendapat gangguan dari siapa pun. Kita akan menjalani pelatihan tertutup,"
"Apa?" Xiao Shuxiang tersentak, "Ta-tapi bagaimana itu mungkin?! Haah... Ya ampun. Tetua Chen, bagaimana kau bisa berbuat semacam ini di saat aku dan Kucing Putihku sekarang bisa satu kamar?!"
Xiao Shuxiang tentu saja tidak terima. Dia sudah memiliki kesempatan yang bagus untuk lebih dekat dengan Ling Qing Zhu dan Tetua Chen Duan Shan tanpa hati ingin memisahkan mereka. Pelatihan Tertutup tentu saja merupakan pelatihan di mana dia tidak boleh berhubungan dengan dunia luar dalam beberapa waktu tertentu.
Tetua Chen Duan Shan tersenyum dan kemudian berkata, "Siapa suruh kau menikah? Ini adalah risiko yang harus kau tanggung. Kau masih muda, tapi sudah berani menjadikan anak orang lain sebagai istrimu. Apa kau bisa menjamin keselamatannya, huh?"
Xiao Shuxiang mendengus, "Apa aku harus terlihat berwajah setua dirimu dulu baru menikah? Kau menyebalkan, Tetua Chen."
"Yaaah... Ini terserah padamu. Jika kau mau berlatih di bawah bimbinganku, maka pergilah dan minta izin pada istrimu. Kita akan bertemu di sini lagi,"
"Te-Tetua Chen?" Xiao Shuxiang berkedip saat Tetua Chen Duan Shan mulai berdiri dan kemudian pergi meninggalkannya. Dia pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan lalu menggeleng pelan.
Xiao Shuxiang memikirkan hal ini dan memang sedikit terganggu dengan keputusan yang harus diambilnya. Tidak hanya tentang Kucing Putihnya, tetapi juga perihal Hei Lian yang bisa menjadi musuh berbahaya setiap saat.
"Tanpa pengawasan .... Gadis kecil itu akan menjadi ancaman lagi," Xiao Shuxiang berguman pelan dan tidak lama berselang---sebuah titik cahaya terlihat di udara dan membentuk seekor kupu-kupu.
Xiao Shuxiang menatap serangga terbang itu dengan penuh arti sebelum kemudian berkata, "Kau awasi Hei Lian dan jika dia mencoba melakukan tindakan yang mencurigakan, maka buat gadis kecil itu merasakan betapa sakitnya menjelang kematian. Aku akan menemui Kucing Putihku terlebih dahulu,"
"..............."
Serangga terbang itu melayang naik-turun dan seakan mengerti ucapan Xiao Shuxiang. Dia pun terbang meninggalkan 'Tuannya' dan menjalankan perintah yang telah diberikan.
Setelah kepergian serangan bersayap putih nan indah itu, Xiao Shuxiang pun bangkit dari tempat duduknya dan bermaksud untuk menemui Ling Qing Zhu.
Xiao Shuxiang sedikit memikirkan ucapan Tetua Chen Duan Shan tentang dirinya yang apakah bisa menjamin keselamatan dari Kucing Putihnya. Apalagi saat ini, dia sedang dalam kondisi yang bisa dikatakan berurusan dengan musuh yang kuat dan sangat berbahaya.
"..............."
__ADS_1
******