![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Tetua Besar Chen Duan Shan dan para tetua lainnya terlihat merawat luka para murid. Mo Huai dan Wang Zhao pun ikut membantu mereka.
Tidak ada di antara para tetua itu yang peduli dengan diri mereka sendiri. Ada banyak koyakan dan juga bekas darah pada setiap pakaian mereka, bahkan beberapa orang berwajah pucat tetapi tetap membantu merawat murid yang terluka.
"Bawa dia untuk perawatan lebih lanjut," Tetua Qin Yun meminta dua orang murid Istana Seribu Pedang agar membawa kultivator yang mengalami luka cukup para ke tempat yang lebih baik.
"Hati-hati, angkat dengan pelan.." Tetua Qin Yun membantu mengangkat tubuh seorang kultivator.
Tidak hanya Tetua Qin Yun yang nampak sangat sibuk, tetapi juga Pendekar Lin. Setiap sekte mempunyai kerumunan masing-masing dan sejujurnya suasana terlihat dalam kondisi yang buruk.
Zhi Shu melihat para murid dari berbagai sekte itu yang sampai menangis karena kehilangan saudara seperguruan mereka. Dia juga melihat murid-murid dari Menara Bintang Suci yang begitu tidak rela harus kehilangan sosok Zhi Yihua, gadis cantik yang merupakan murid langsung dari Tetua Chan Jia Zhen itu dibunuh dengan cara yang cukup mengenaskan.
Seseorang yang mungkin tidak ikut andil mengobati mereka yang terluka meski sangat mampu melakukannya tidak lain adalah Xiao Shuxiang. Pemuda itu duduk bersila di lantai tertinggi sambil menutup mata, dia fokus pada pemulihannya.
Untuk Tetua Meng Hao Niang sendiri, dia terlihat mengobati para kultivator yang berada dalam kondisi kritis. Dia dibantu oleh Ling Qing Zhu dan Lan Guan Zhi.
Ling Qing Zhu sebenarnya tidak ingin meninggalkan Xiao Shuxiang sendirian dan bermaksud membawa pemuda itu untuk beristirahat, namun Xiao Shuxiang menolak dan memintanya untuk memberi bantuan pada orang lain.
Aneh rasanya jika melihat Xiao Shuxiang bertingkah seperti ini. Padahal biasanya, dia selalu mencari perhatian dari Kucing Putihnya. Sikap Xiao Shuxiang yang tiba-tiba berbeda ini tentu saja membuat rasa penasaran. Ling Qing Zhu bahkan sering memperhatikan Wali Pelindungnya dari jauh sambil membantu para murid yang terluka.
Lan Guan Zhi sebenarnya mendesak Xiao Shuxiang agar pergi ke ruangan lain supaya bisa beristirahat, namun teman baiknya itu menolak dengan alasan tidak menyukai tempat sunyi yang membuat mengantuk. Tentu saja alasan ini sangat mengherankan, tetapi Lan Guan Zhi menghargainya dan tidak mendesak teman baiknya lagi.
Konferensi Aliansi Abadi kali inilah yang paling banyak menelan korban. Tidak hanya kultivator yang menjadi peserta konferensi, tetapi juga mereka yang menjadi penonton selama acara konferensi berlangsung.
Di antara orang-orang itu, dua sekte yang tidak lain adalah Istana Seribu Pedang dan Menara Bintang Suci kehilangan masing-masing sekitar 60 orang murid mereka. Sementara para murid dari Sekte Lautan Awan lebih banyak mengalami cidera.
Banyak murid dari sekte menengah dan kecil yang juga ikut kehilangan anggota mereka. Sekte-sekte inilah yang paling banyak menderita kerugian dan karena kekacauan ini----Konferensi Aliansi Abadi harus dihentikan dengan cara yang tidak mengenakkan sama sekali.
*
*
__ADS_1
Konferensi yang harusnya berlangsung dengan suasana penuh nuansa hangat dan persahabatan kini harus diakhiri dengan iringan peti mati dan upacara pemakaman.
Tetua Meng Hao Niang beserta para kultivator yang tahu ilmu pengobatan sebenarnya sudah berjasa besar karena mereka berhasil menyelamatkan nyawa banyak orang. Tetapi tetap saja mereka tidak bisa berbuat apa-apa pada para murid yang tewas dalam pertempuran sengit itu.
"Saudara Xiao, kita harus memikirkan bagaimana para penyusup itu masuk dan mengacaukan konferensi. Ini jelas tidak masuk akal..! Pengamanan sangat ketat, lantas bagaimana penyusup itu bisa melewatinya?" Zhi Shu berjalan mondar-mandir di depan Xiao Shuxiang sambil berpikir keras. Dia saat ini berada dalam kamar saudaranya itu.
Tidak hanya Zhi Shu, tetapi Lan Guan Zhi, Ling Qing Zhu, Mo Huai dan Wang Zhao pun juga ada. Mereka semua terlihat sedang berpikir meski yang banyak bicara sejak tadi adalah Zhi Shu.
Xiao Shuxiang berkata, "Tidak bisakah kau duduk dengan tenang?"
"Mana bisa aku tenang, Saudara Xiao? Ini bukan masalah yang sepele,"
Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan menggeleng pelan. Dia sebenarnya sedang dibantu oleh Ling Qing Zhu untuk membalut lukanya dengan perban. Ini karena regenerasi tubuhnya yang lambat, luka di punggungnya tidak sepenuhnya dapat tertutup.
Xiao Shuxiang meringis ketika Ling Qing Zhu mengikat perbannya cukup kencang, dia mendapat permintaan maaf bernada datar dari gadis cantik berambut putih tersebut.
Xiao Shuxiang menatap Zhi Shu yang masih berjalan ke sana kemari. Dia pun berkata, "Shu'Er. Kau tidak perlu terlalu memikirkannya? Para penyusup itu bisa sampai melewati keamanan yang begitu ketat tentu karena mereka menyamar. Memang apa lagi yang bisa dilakukan?"
Pandangan Wang Zhao tertunduk dan dia merasa sedih ketika berkata, "Aku .... Karena terlalu lemah, aku tidak bisa menyelamatkan nona Yihua,"
"Tuan Muda Wang ...." Mo Huai merasa tidak enak ketika melihat Wang Zhao tertunduk sedih. Dia pun juga mengingat tentang ketidak-mampuannya mencegah para murid itu saling menyerang satu sama lain ketika berada di dalam Ngarai Xiling.
"Bukan salahmu," Lan Guan Zhi bersuara pelan. Ucapannya membuat Wang Zhao dan Mo Huai tersentak.
Zhi Shu sendiri langsung menoleh ke arah Xiao Shuxiang. Dia mengembuskan napas dan kemudian duduk di samping saudara seperguruannya.
"Saudara Xiao, apa kau bisa sedikit .... Lebih peduli pada kondisi orang lain?" Zhi Shu menatap Xiao Shuxiang dan berkata, "Kau bahkan tidak membantu mereka yang terluka. Semua perawatan para murid itu dilakukan oleh tetua Meng tanpa kontribusimu,"
"Kau bilang apa? Aku tidak memiliki kontribusi? Mo Huai sudah ada, jadi aku tidak perlu turun tangan. Lagipula, jika aku ikut serta pada semua hal----maka para kultivator lain tidak akan melakukan apa pun." Xiao Shuxiang melanjutkan, "Aku juga sedang terluka dan pil yang kubawa pun tidak terlalu banyak. Aku ini juga butuh istirahat, Zhi Shu."
Ling Qing Zhu menggumam pelan dan berujar tanpa ekspresi, "Kultivasinya rendah. Tidak bisa disamakan dengan yang lain,"
__ADS_1
Xiao Shuxiang, "Kau dengar? Bahkan Kucing Putih sangat peka dengan kondisiku. Kau harus belajar darinya,"
Zhi Shu menatap Ling Qing Zhu sejenak sebelum menoleh ke arah Xiao Shuxiang. Dia pun mulai memasang ekspresi wajah yang cemberut dan baru akan merutuki pemuda di sampingnya ini saat terdengar suara pintu yang diketuk.
Zhi Shu dan teman-temannya tersentak. Mereka segera mengarahkan pandangan ke arah pintu yang masih dalam kondisi tertutup. Bunyi ketuk itu mulai berganti dengan suara seorang pemuda.
"Tuan Xiao?"
Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya, sementara Zhi Shu menjadi penasaran. Mo Huai yang berjarak cukup dekat dengan pintu itu mulai bangun dan kemudian berjalan untuk membuka pintu.
Xiao Shuxiang tersentak saat pintu telah dibukan dan memperlihatkan lima orang pemuda yang cukup dia kenali. Mereka tidak lain adalah Jian Yang, Li Huanshou, Yan Tianhen, Wen Gao Chong dan juga Liu Wei Lin.
"..............." Lan Guan Zhi sama sekali tidak menyangka akan kedatangan tamu yang sama sekali tidak terduga.
Wang Zhao dan Mo Huai bahkan terlihat kaget. Keduanya sampai berdiri dan memperhatikan dengan jelas orang-orang yang datang ke kamar Xiao Shuxiang.
"Saudara Xiao? Bagaimana keadaanmu?" Liu Wei Lin tersenyum ramah dan terlihat membuka kipas miliknya. Dia merupakan orang yang menjadi penunjuk jalan bagi keempat pemuda di belakangnya ini.
"Saudara Liu," Xiao Shuxiang berkata, "Seperti yang terlihat. Aku sekarang sudah sedikit lebih baik,"
Xiao Shuxiang melirik ke arah Yan Tianhen dan bertanya kembali pada Liu Wei Lin. "Untuk apa kau membawa mereka kemari?"
"Saudaraku, jangan bicara begitu. Mereka ingin mengatakan sesuatu padamu," Liu Wei Lin menatap Yan Tianhen sejenak dan membiarkan pemuda itu berjalan ke arah Xiao Shuxiang.
Zhi Shu dan Ling Qing Zhu memperhatikan, apalagi saat Yan Tianhen mulai buka suara dan itu membuat Wang Zhao serta Mo Huai kembali tersentak.
"Aku ...." Yan Tianhen sebenarnya tidak ingin membicarakan ini ketika di kamar Xiao Shuxiang ada banyak orang. Tetapi sebagai seorang pria, dia harus mengesampingkan keangkuhannya sekarang.
Yan Tianhen berkata, "Kedatanganku kemari untuk bererima kasih padamu. Kau ....Sudah menyelamatkan tidak hanya nyawaku, tetapi juga nyawa banyak orang di dalam Ngarai Xiling. Mendengar bahwa kau terluka... Aku segera datang kemari,"
!!
__ADS_1
******