![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Selama pertarungannya melawan Hei Lian, Xiao Shuxiang memikirkan cara untuk bagaimana memakai ramuan buatan Zhang Xiao Lian ini.
Dia tidak bisa langsung menggunakan ramuan miliknya begitu saja, Xiao Shuxiang butuh sebuah rencana yang matang. Di tangannya hanya ada sedikit ramuan, tentu harus digunakan secara baik dan di waktu yang benar-benar tepat.
Hei Lian berdecak kesal karena pemuda yang menjadi lawannya sangat gesit dalam menghindari setiap serangan dari asam beracun miliknya. Dia tidak suka pada Xiao Shuxiang, tetapi dia lebih tidak menyukai bakat pemuda ini.
"Cermin ... Cermin itu benar-benar sudah menggangguku!" Hei Lian berteriak kesal. Dia menggerakkan kedua tangannya dan serangannya mulai membentuk mulut hewan besar.
Sosok hewan yang bagaikan ular naga itu terbuat dari kepulan awan merah yang beracun. Hei Lian mengibaskan tangan dan tanpa ampun menyerang pemuda di depannya walau dengan cara membabi buta.
Xiao Shuxiang bergerak refleks dan tanpa ragu mengeluarkan Cermin Pemindah miliknya. Bentuk dari pusaka itu lebih besar, cukup untuk menelan serangan dari ular naga Hei Lian.
"Tidak mungkin ...." Hei Lian tertegun selama beberapa saat sebelum urat di dahinya menegang. Dia menggertakkan gigi dan kemudian menyerang secara langsung.
!!
Xiao Shuxiang tersentak, namun dirinya masih sangat sigap. Yīng xióng langsung berbenturan dengan senjata Hei Lian yang ternyata adalah sebuah tombak. Senjata milik gadis kecil itu terbentuk dari awan merah yang memadat.
Awalnya Xiao Shuxiang sempat khawatir Yīng xióng akan terkikis, apalagi saat mengingat senjata Hei Lian ini terbentuk dari asam. Namun menyadari perubahan pedangnya sekarang, Xiao Shuxiang tidak lagi terlalu memikirkannya.
!!!
Hei Lian terbelalak saat merasakan kekuatannya seperti dihisap oleh pedang milik pemuda ini. Dia menggeram dan lalu menyentak untuk bisa melepaskan diri. Hanya saja ketika berhasil, sebuah cermin besar terbentuk di atasnya dan langsung mengeluarkan serangan yang tak lain adalah miliknya sendiri.
Xiao Shuxiang mendengar teriakan nyaring, pertanda bahwa dia berhasil mengenai Hei Lian dan bahkan membuat lubang besar di awan buatan gadis kecil itu. Namun tidak ada waktu baginya untuk merayakan ini, pertarungan masih belum berakhir.
?!
"Gawat ..." Xiao Shuxiang menahan ringisan. Dadanya sakit karena terlalu memaksakan diri, "Sepertinya memang hampir mencapai batasanku sendiri..."
Jujur saja, Teknik Cermin Pemindah adalah sebuah teknik yang paling banyak menggunakan Qi dan juga menguras mental. Xiao Shuxiang benar-benar harus mengontrol kedua hal ini agar setiap serangan yang memakai Cermin Pemindah tidak salah sasaran.
Meski Xiao Shuxiang mampu menyerap Qi dari alam secara langsung, tetapi itu juga perlu konsentrasi yang tinggi. Biar bagaimanapun, dia tidak seperti Dai Chen yang disukai oleh Qi. Apalagi saat ini, masih ada segel yang mengikat kekuatannya.
Tubuh Xiao Shuxiang melayang agak rendah, hampir menyentuh awan merah yang ada di bawahnya. Dia berusaha memperhatikan keseimbangan dan tidak sampai melayang semakin turun, atau kondisi ini tidak akan membaik.
Di saat sedang mengumpulkan tenaga dan mengatur napas, Xiao Shuxiang tiba-tiba mendengar suara Hei Lian. Hanya saja, dia tidak melihat wujud manusia dari anak perempuan itu.
"Tidak bisa ... Aku tidak terima kalah seperti ini..!"
Xiao Shuxiang terbelalak, dia mendengar suara gemuruh pada awan merah di bawahnya dan terkejut ketika melihat awan itu bergejolak mengeluarkan semburan api dan petir.
"Dia .... Punya kekuatan sebesar ini..?" Xiao Shuxiang tersentak. Rasanya saat ini dirinya ingin tertawa pahit karena sudah membangunkan monster.
"Makhluk apa yang sebenarnya .... Sedang kulawan ini?" Xiao Shuxiang menelan ludah. Dia tahu ini adalah Alam Kultivasi Atas dan tahu bahwa praktik kultivasi di tempat ini lebih tinggi. Namun tidak disangka bahwa itu bahkan jauh dari yang bisa dia bayangkan.
*
*
Lubang yang terbentuk di awan karena serangan Xiao Shuxiang sebelumnya membuat cahaya bulan akhirnya terlihat kembali. Itu menerangi tempat di hutan Sekte Lautan Awan, tepat di lokasi Tetua Xie Yanran dan Wang Zhao berada.
Tetua Xie Yanran cukup tersentak karena terbentuknya lubang di awan itu telah membuat hujan asam berapi di sekitarnya mendadak berhenti. Namun tetap saja ketegangan yang dirasakannya masih belum menghilang.
Cahaya bulan menerangi Tetua Xie Yanran, termasuk Wang Zhao. Pemuda itu masih belum sadarkan diri, jelas sekali bahwa dia benar-benar mengalami trauma yang mengguncang jiwanya.
__ADS_1
Di saat Tetua Xie Yanran memandangi awan merah yang berubah di atas sana, sesuatu terjadi pada Wang Zhao. Tubuh pemuda itu mulai diselimuti asap tipis dan ukiran aneh terbentuk di pelipis sebelah kanannya.
Gemuruh besar terdengar dan membuat Tetua Xie Yanran terkejut. Awan yang dia lihat dan menutupi langit sekarang kini mulai mengandung api. Tetua Xie Yanran baru akan bersuara saat dia menoleh ke arah Wang Zhao, namun terkejut sebab pemuda itu sudah tidak ada.
"Ke mana dia?!" Tetua Xie Yanran kaget. Wang Zhao tidak ada di sampingnya, padahal sebelumnya pemuda itu sedang terbaring tidak sadarkan diri.
Tetua Xie Yanran mengedarkan pandangannya ke sekitaran dan sama sekali tidak melihat kehadiran Wang Zhao. Dia tersentak dan bertanya-tanya bagaimana bisa pemuda itu tiba-tiba saja menghilang, apalagi saat di bawah pengawasannya.
"Wang Zhao...?!" Tetua Xie Yanran memanggil pemuda itu, namun tidak ada jawaban. Di sekelilingnya hanya ada rerumputan dan pepohonan yang terbakar.
Di tempat lain, Tetua Dao Fang An terlihat melindungi para murid Sekte Lautan Awan dengan penghalang dari energi spiritual miliknya. Dua di antara murid yang dia lindungi adalah Li Huanshou dan Jian Yang, murid dari Istana Seribu Pedang.
"Sebenarnya apa yang sedang terjadi?" Li Huanshou berekspresi pucat. Sebelum ini, dia dan Jian Yang menghadiri kelas malam di bawah bimbingan Tetua Dao Fang An, namun hujan asam berapi yang tiba-tiba turun dan mengejutkan semuanya.
"Bukankah kau sudah lihat?" Jian Yang berujar, "Ini pasti perbuatan Sekte Lembah Iblis lagi. Mereka tidak henti-hentinya membuat masalah,"
Li Huanshou melihat para murid junior Sekte Lautan Awan yang duduk dengan ekspresi wajah yang ketakutan. Mereka memang tidak mengatakan apa-apa, tapi Li Huanshou bisa tahu bahwa anak-anak ini sedang mengalami guncangan.
Jian Yang sendiri melihat ke sekelilingnya dan tidak menyangka bahwa hujan asam berapi ini telah banyak melukai murid Sekte Lautan Awan dan bahkan mungkin sudah membunuh cukup banyak orang.
Di saat Jian Yang ingin berbicara pada Tetua Dao Fang An, suara keras terdengar di langit dan hujan asam berapi turun semakin deras. Dia jadi khawatir jika penghalang yang dibuat Tetua Dao Fang An tidak akan bertahan lama.
Buruknya, membuat segel penghalang dari energi spiritual bukanlah sesuatu yang mudah dan Jian Yang sendiri tidak menguasai kemampuan ini. Dia tidak bisa membantu Tetua Dao Fang An meski ingin.
"Tetua Dao, apa ada hal yang bisa aku lakukan?" Jian Yang akhirnya bertanya. "Aku belum tahu caranya membuat penghalang, tapi bisakah aku membantu dengan hal yang lain? Aku tidak mungkin terus diam di sini,"
"Aku juga ingin membantu," Li Huanshou ikut bersuara dan beberapa murid Sekte Lautan Awan pun mengajukan diri mereka.
Tetua Dao Fang An memperhatikan murid-muridnya dan kedua kultivator dari Istana Seribu Pedang ini. Dia bernapas pelan dan lalu berkata, "Kalian hanya perlu menunggu."
"Aku tahu," Tetua Dao Fang An berujar. "Tapi tidak ada yang bisa kalian lakukan selain menunggu. Teknik musuh sangat kuat, kalian jangan keluar dari penghalang ini. Aku tidak ingin ada semakin banyak orang yang kehilangan nyawanya,"
Tetua Dao Fang An sebenarnya tidak mengetahui ada berapa dari murid-muridnya yang tewas dikarenakan serangan dadakan dari anggota Sekte Lembah Iblis. Namun dia yakin ini akan menjadi kemunduran yang besar bagi sektenya.
Baru saja ingin bersuara, tiba-tiba saja terdengar suara ledakan di atas sana. Awan yang bagai kobaran api dan dilihat oleh Tetua Dao Fang An sekarang ini nampak menyembunyikan kengerian yang lebih besar lagi.
Masalahnya, Tetua Dao Fang An tidak mungkin meninggalkan tempat ini. Dia harus menahan segel penghalangnya karena jika tidak----akibatnya sungguh sangat buruk untuk dibayangkan.
*
*
Di langit, Xiao Shuxiang terus menyerang Hei Lian memakai cermin pemindahnya. Dia mengembalikan serangan anggota Sekte Lembah Iblis menjadi dua kali lipat dan terus bertambah karena Yīng xióng pun ikut digunakan.
Meski Xiao Shuxiang bisa melawan Hei Lian, dia masih mempunyai kekurangan dan itu ada pada batas dari tenaganya. Ini karena biar bagaimanapun, praktik kultivasi Xiao Shuxiang masih terlalu rendah.
"Sial ..." Xiao Shuxiang berusaha untuk tetap mempertahankan kesadarannya. Dia berusaha sangat keras dan berharap para tetua Sekte Lautan Awan sudah berbuat sesuatu untuk menyelamatkan murid-murid mereka.
"Tua Bangka itu harus datang dan menolong atau ini tidak akan selesai," Xiao Shuxiang menggunakan cermin pemindah untuk melindungi dirinya. Tanpa kemampuan ini, dia mungkin sudah tamat sekarang.
"Tsk, ke mana Bocah Pengemis Gila?!" Xiao Shuxiang merutuk. "Apa mungkin Mo Huai mati hingga tidak menemui orang itu?! Kalau pun dia mati, harusnya Bocah Pengemis Gila sudah tahu akan hal ini dan segera membantu."
Xiao Shuxiang benar-benar kesal. Dia sudah membuat Hei Lian mengamuk dan sampai sekarang belum ada bantuan yang datang padanya. Serius, apa dia harus bertarung sendirian?!
Xiao Shuxiang tentu tidak akan berharap dibantu jika saja praktik kultivasinya kembali. Namun sekarang, lawannya sulit dihadapi dan akan buruk akibatnya bila bantuan tidak segera datang.
__ADS_1
Sebenarnya, Wali Pelindung dari Ling Qing Zhu itu sudah sangat luar biasa. Dia mampu menghadapi Hei Lian dengan praktik kultivasi yang lemah, di mana kultivator lain mustahil untuk melakukan hal yang sama. Apalagi, Xiao Shuxiang benar-benar tidak terpengaruh dengan racun yang ada pada setiap serangan musuhnya.
"Aku terbatas di waktu. Ini benar-benar gawat.." Xiao Shuxiang merasakan sesak setiap kali dia mengeluarkan cermin miliknya. Ini membuktikan bahwa dia hampir tidak bisa lagi menggunakan teknik tersebut.
"Aku akan membunuhmu .... MATILAH SEKARANG JUGA!" kobaran api semakin menyala-nyala dan gulungan awan yang berikutnya menciptakan sosok ular naga dengan tubuh yang lengkap.
Xiao Shuxiang tersentak, namun dia tidak merasa takut sama sekali. Di tangannya, Yīng xióng bergetar kuat dan dia pun melesat. Ini adalah sisa dari kekuatan miliknya dan akan sangat sulit bila harus menghadapi serangan Hei Lian yang berikutnya.
!!!
Di saat Xiao Shuxiang hampir menerjang ular naga itu dengan Yīng xióng di tangan kanannya, tiba-tiba saja dia melemahkan serangan dan mengeluarkan sesuatu dari dalam Cincin Spasialnya.
Kilatan melesat dari arah belakang Xiao Shuxiang dan langsung menembus mulut ular naga itu hingga terdengar bunyi ledakan yang besar. Serangan Hei Lian ditaklukkan oleh sesuatu yang amat mengejutkan.
"............. Akhirnya datang," Xiao Shuxiang tersenyum tipis. Dia sebenarnya tidak menduga bahwa bantuan yang saat ini ada di hadapannya bukanlah orang yang dia harapkan, tapi ini tidak masalah sama sekali.
Sosok pria dengan jubah hitam terlihat melayang memunggungi Xiao Shuxiang. Jubah pria itu berkibar dengan pedang besar yang diselimuti aura gelap di tangan kanannya.
Sorot matanya memancarkan ketegasan dan meski terdapat darah segar yang mengalir di sudut bibirnya, pria itu masih terlihat penuh wibawa.
"Tuan Xiao .... Maaf membuatmu harus menunggu lama,"
Suara pria itu lembut, teramat sopan dan seakan begitu menghormati pemuda di belakangnya. Xiao Shuxiang yang ada di sana dan mendengar itu menggumam sebagai balasan.
Pria berjubah hitam di hadapan Xiao Shuxiang tidak lain adalah Wang Zhao. Pemuda itu terlihat berbeda, apalagi dengan ukiran aneh di pelipis kanannya.
"Aku tidak tahu bahwa kau bisa menjadi bantuan untukku," Xiao Shuxiang berujar tanpa nada dan langsung melesat. Dia menyerang Wang Zhao dari belakang dan membuat pemuda itu memuntahkan darah.
!!?
Tentu saja mengejutkan, bahkan bagi Wang Zhao sendiri. Xiao Shuxiang berkata, "Kedatanganmu terlalu luar biasa dan sangat menarik perhatian. Apa sekarang kau ingin menjadi pahlawan, huh?"
Wang Zhao kembali memuntahkan darah. Andai saja dia tidak tahu, dirinya pasti sudah mengajukan protes. Namun karena dia mempercayai Xiao Shuxiang, dia pun hanya tersenyum.
Detakan jantung Wang Zhao lebih cepat selama beberapa saat sebelum kembali normal. Aliran darahnya menjadi lebih lancar dan energi spiritual seakan mengalir deras di setiap aliran darahnya tanpa hambatan apa pun.
"Tuan Xiao .... Terima kasih," Wang Zhao menahan sakit saat dia bersuara.
"Sebaiknya jangan membuatku kecewa,"
Serangan yang dilakukan Xiao Shuxiang secara tiba-tiba kepada Wang Zhao tidak lain adalah memberikan lima jenis petir untuk menghilangkan beberapa akar pada Dantian pemuda itu.
Xiao Shuxiang menggunakan cara yang sama dengan yang dilakukan oleh paman angkatnya dahulu kepadanya. Kini, akar pada Dantian Wang Zhao berkurang cukup banyak.
Xiao Shuxiang tidak melupakan janjinya. Dia memang memanfaatkan Wang Zhao untuk bisa pergi ke Istana Seribu Pedang, namun dia tidak lupa menolong pemuda ini untuk mengumpulkan lima jenis petir.
Xiao Shuxiang sudah mengumpulkan semuanya dan bahkan meraciknya, tanpa sepengetahuan Wang Zhao. Tentu saja mengumpulkan kelima jenis petir ini tidak dilakukan sendiri oleh Xiao Shuxiang, dia dibantu Lan Guan Zhi dan juga dengan petir miliknya sendiri.
Orang yang melengkapi petir yang Xiao Shuxiang kumpulkan adalah Ling Qing Zhu. Kucing Putihnya itu mempunyai Dantian Petir Matahari yang langka dan gadis berambut putih itu pun cukup baik untuk membantu tanpa Xiao Shuxiang harus memberikan alasannya.
Wang Zhao sendiri mempunyai kemampuan yang dia sembunyikan dan memang sedikit sulit dikendalikan meski tidak se-berbahaya dengan kekuatan tak terkendali milik Xiao Shuxiang.
Wang Zhao bisa menggunakan kekuatan tersembunyi miliknya itu dalam keadaan yang benar-benar terguncang hebat dan dengan dorongan kuat untuk menolong orang lain. Dia berhasil melakukannya dan dengan lepasnya beberapa akar pada dantiannya----Wang Zhao sekarang bisa mengendalikan kekuatan itu tanpa hambatan sama sekali.
*****
__ADS_1