![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Perjalanan Xiao Shuxiang dengan teman-temannya untuk sampai ke Kuil Xiang Yu masih panjang. Hanya saja mereka tidak tersesat sebab mempunyai seseorang yang bisa menunjukkan jalan.
"........... Kau mempunyai kemampuan yang hebat. Pelindung buatanmu sangat indah, Lan'Er." Xiao Shuxiang memuji teman baiknya yang bisa menggunakan energi spiritual untuk menciptakan penghalang agar air hujan tidak membasahi mereka.
Feng Hao dan Wang Zhao juga nampak kagum. Mereka pun ikut dilindungi oleh kemampuan Lan Guan Zhi. Bahkan meski hujan, tidak ada satu tetes air pun yang bisa mengenai tubuh mereka.
Sebenarnya Feng Hao bisa memakai energi spiritual untuk melindungi diri dari hujan, namun dia tidak bisa memakainya untuk melindungi orang lain. Dan bila ingin dikatakan, Feng Hao tidak terlalu ahli dalam segel seperti yang dilakukan oleh Lan Guan Zhi saat ini.
Di sisi lain, Hei Lian terus menuntun jalan para pemuda di belakangnya. Dia sempat berpikir ingin melakukan sesuatu yang buruk pada mereka, tapi belum sempat niatnya dilakukan----perutnya tiba-tiba saja sakit. Beruntung dia masih bisa menahannya.
"Apa kau yakin ini tempat yang benar menuju Kuil Xiang Yu?" Xiao Shuxiang bertanya pada Hei Lian dan membuat gadis kecil itu tersentak.
"Te-tentu saja. Aku pernah kemari dan membuat perhitungan dengannya. Tapi kalian jangan terlalu berharap, sebab pepohonan yang mengelilingi kuil Xiang Yu mampu bergerak dan itu bisa menjadi masalah utama kita."
Feng Hao ikut bertanya, "Apa kau tahu berapa jarak Sekte Lembah Hantu ke kuil itu? Ini untuk berjaga-jaga,"
Xiao Shuxiang tahu ada rasa cemas pada tatapan mata Feng Hao. Itu hal yang lumrah sebab mereka memang saat ini begitu nekat pergi ke tempat di mana banyak musuh yang kuat.
"Jika ingin jujur, aku hanya mengatakan ini ..." Hei Lian berkata, "Kalian datang ke sana tidak lebih dari mempersembahkan nyawa."
Hei Lian menjelaskan, "Kuil Xiang Yu bukanlah kuil menyeramkan biasa. Itu adalah altar persembahan untuk iblis yang terlihat seperti patung dewi maha tahu. Bahkan kemungkinan besar .... Kehadiran kita sudah tidak bisa disembunyikan lagi,"
Feng Hao tersentak, sementara Wang Zhao terlihat gugup sendiri. Wang Zhao tahu dia sudah berlatih keras dan tidak sama seperti dirinya yang dahulu, namun untuk bertarung di markas musuh----dia masih merasa takut dan sama sekali tidak bisa melihat peluang selamat.
Lan Guan Zhi sendiri masih nampak tenang, tidak ada yang goyah dari sikap dan bahkan tatapan matanya. Rasanya seakan-akan dia sudah membuat sebuah keputusan hingga apa pun yang terjadi, dia tidak akan pernah mundur.
Xiao Shuxiang memain-mainkan seruling miliknya dan dengan santai berkata, "Aku ini bukan anak kuil, jadi tidak tahu seperti apa penampilan Dewi Maha Tahu itu. Tapi kau bilang tadi kehadiran kita tidak bisa disembunyikan lagi, jadi apa dia sekarang melihat kita?"
Wang Zhao bersuara pelan, "Dia seorang dewi. Maka tentu dia akan bisa melihat di mana pun kau berada,"
"Aku tidak mengerti ...." Xiao Shuxiang menyilangkan tangan dan berkata, "Jika Gui Hong Yi merupakan pengikut dewi. Kenapa dia harus menculik para gadis dan berlatih Kultivasi Iblis. Bukankah dia sebaiknya menjadi anggota kuil saja? Hidup damai dan tidak terikat pada kehidupan dunia fana,"
"Dewi itu bukan yang asli," Lan Guan Zhi mulai buka suara dan membuat Xiao Shuxiang menatapnya.
Hei Lian mengangguk pelan, "Itu benar. Memang bukan dewi yang asli. Tapi daripada memikirkannya lebih jauh, bukankah sebaiknya kita pikirkan rencana yang harus dilakukan?"
__ADS_1
Hei Lian mengembuskan napas dan berkata, "Kita datang ke tempat musuh dan selain aku, praktik kalian semua sangat menyedihkan. Apakah kalian pikir bisa selamat, huh? Bahkan jujur saja, meski mengandalkan keberuntungan sekali pun----aku tidak yakin langit akan berpihak pada kalian,"
Feng Hao merasa tertampar dengan ucapan Hei Lian. Dia adalah salah satu senior di Istana Seribu Pedang, meski memang tidak mempunyai nama yang terkenal.
Dia tidak meragukan kemampuannya, tapi penglihatannya terbuka dan tahu benar bahwa dibandingkan Hei Lian----dirinya bukanlah apa-apa.
Feng Hao akui, di antara mereka hanya Hei Lian yang mempunyai praktik lebih tinggi. Dia sebenarnya penasaran dengan kemampuan Xiao Shuxiang, tetapi juga tidak berharap terlalu banyak.
Wang Zhao terlihat memperhatikan sekelilingnya dan kemudian berjalan mendekati Xiao Shuxiang. Dia pun menanyakan pendapat pemuda itu.
Wang Zhao berkata, "Aku tidak bisa memikirkan apa yang harus kita lakukan selanjutnya. Apa Tuan Xiao punya rencana?"
"Rencana? Aku selalu punya rencana. Aku yang akan lebih dulu menyerang mereka dan kau akan menyusul di belakang, lalu menyerang. Tidak perlu mencemaskan apa pun, siapkan saja dirimu. Mengerti?"
Hei Lian berkedip mendengar ucapan Xiao Shuxiang dan tidak tahan lagi. Dia pun membentak, "Apa tidak ada orang yang pernah memberitahumu tentang betapa buruknya rencana yang kau miliki itu?! Menyerang dari depan sama sekali bukan rencana. Itu mengantarkan nyawa, dasar payah..!"
Xiao Shuxiang mendengus karena baru saja disebut 'payah' oleh seorang anak kecil. Dia pun berkata, "Kucing Kecil. Itu adalah rencana yang paling sederhana dan bagus. Buktinya, kau yang pernah mengacau di Sekte Lautan Awan pun sampai tunduk di hadapanku."
"Apa?! Kapan aku tunduk padamu?"
"Hmph, tidak sadar diri ..."
!!!
Lan Guan Zhi berhenti dan menatap lurus ke depan. Dia melihat hewan malam beterbangan seakan melarikan diri dari sesuatu. Suara ledakan lain kembali terdengar.
Xiao Shuxiang pun ikut berhenti melangkah, hanya saja kakinya tanpa sengaja menginjak tali yang tersembunyi di antara rerumputan. Dia pun tersentak dan spontan berseru.
Batang kayu berujung runcing melesat dari berbagai arah bersamaan dengan seruan Xiao Shuxiang. Hei Lian bergerak cepat dan menyebarkan kabut beracun miliknya untuk menutupi penghalang spiritual dari Lan Guan Zhi.
Batang kayu itu langsung terbakar dan meledak saat bersentuhan dengan kabut Hei Lian. Wang Zhao dan yang lainnya terkejut mendapatkan serangan tiba-tiba semacam ini.
"Berhati-hatilah saat melangkah," Hei Lian berkata. "Tempat ini penuh dengan jebakan dan akan semakin banyak saat kita semakin dekat dengan tempat tujuan,"
"Kalian .... Apa melihat hal barusan?" Xiao Shuxiang buka suara dan membuat teman-temannya tersentak.
__ADS_1
"Ada apa?" Feng Hao bertanya.
Lan Guan Zhi yang menyadarinya berkata tanpa nada, "Pepohonannya bergerak."
!!
Wang Zhao dan Feng Hao mengarahkan pandangan mereka ke depan. Tepat di saat itu juga, sebuah serangan nyasar datang dan melintas tepat di samping penghalang energi spiritual milik Lan Guan Zhi.
Serangan itu sangat besar dan mampu meledakkan beberapa pohon yang dia lewati. Wang Zhao, Feng Hao dan Xiao Shuxiang bahkan sampai menahan napas karenanya.
"Apa itu tadi?" Feng Hao menelan ludah dan melihat bekas serangan tadi yang telah mengikis tanah bahkan hingga terbakar.
Suara ledakan kembali terdengar dan kali ini serangan lain melesat ke langit. Wang Zhao merasakan getaran pada tanah dan yakin bahwa telah terjadi pertarungan yang sangat sengit saat ini.
Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang nampak berekspresi serius. Mereka melihat ada sesuatu yang bergerak di dalam gelap malam. Keduanya menghunuskan senjata mereka dan seakan bersiap bila harus terlibat pertarungan.
Xiao Shuxiang mengerutkan kening. Dia tidak merasakan adanya bahanya dari sesuatu yang bergerak itu. Dia tersentak ketika melihat siapa yang semakin mendekat ke arahnya.
?!
Wang Zhao sendiri terkejut bukan main. Dia juga melihatnya. Sosok yang berlari dari dalam kegelapan itu merupakan orang yang sangat dia kenali dan kehadiran orang ini benar-benar mengejutkan.
"Mo Huai?!" Xiao Shuxiang berseru lebih dahulu. Dia berkedip tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.
Wang Zhao juga ikut berseru. Dia sama sekali tidak menyangka bisa bertemu Mo Huai di tempat yang berbahaya ini.
Wang Zhao baru akan bersuara kembali saat serangan lain datang dan hampir mengenai Mo Huai andai Feng Hao tidak segera bergerak untuk menolong pemuda itu.
Mo Huai dibawa masuk ke dalam pelindung spiritual Lan Guan Zhi. Tubuhnya terlihat gemetar ketakutan dan wajahnya pun nampak pucat. Pemuda itu tersengal-sengal dan masih sulit untuk diajak bicara.
"Mo Huai, bagaimana kau bisa ada di sini?" Wang Zhao bertanya dan tersentak saat Mo Huai kesulitan menahan berat tubuhnya. Dia pun membantu pemuda itu untuk duduk di rerumputan.
"Tuan ... Tuan Muda Wang," Mo Huai akhirnya buka suara meski sangat pelan. Dia berusaha mengambil napas sebanyak-banyaknya.
"Aku akan mati ... Aku benar-benar akan mati,"
__ADS_1
"Mo Huai?!" Wang Zhao tersentak mendengar gumaman Mo Huai. Pemuda ini berada dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Rasanya seakan-akan Mo Huai baru saja mengalami kejadian yang sangat mengerikan.
******