KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
403 - Wen Jiang


__ADS_3

Kultivator yang saat ini sedang bertukar serangan dengan Xiao Shuxiang bernama Wen Jiang. Dia adalah sosok yang kuat dan bisa dikatakan dapat mengambil nyawa banyak orang sejak tadi. Hanya saja, menghabisi nyawa orang-orang yang tidak bersalah bukanlah tujuan mereka membuat kekacauan di kota ini.


Wen Jiang dan rekan-rekannya menargetkan Xiao Shuxiang. Hanya saja kendala mereka saat mencoba merusak suasana kota adalah terdapatnya gangguan dari kultivator lain.


Sebenarnya, nilai dari praktik Wen Jiang dan para rekannya sangat berbeda dari kultivator umum di tempat ini. Mereka mempunyai kekuatan yang tidak sebanding meski tingkat praktik mereka serupa. Jelasnya, Wen Jiang dan teman-temannya jauh lebih kuat.


!!!


Xiao Shuxiang tentu tahu itu dan memang dia kesulitan. Bukan karena kekuatannya kurang, tetapi karena memikirkan bahwa jika dia menyerang sekuat tenaga---dampak dari serangannya justru akan dirasakan oleh warga Kota Awan Dingin. Dia tidak punya pilihan selain menahan kekuatan serangannya.


Di sisi lain, Wen Jiang juga menahan kekuatannya. Dia datang kemari memang untuk merampas Kitab Pembunuh Matahari dari Xiao Shuxiang, tetapi bukan berarti dia akan sangat tega mengambil nyawa banyak orang. Apalagi mereka yang jelas-jelas berasal dari kalangan manusia biasa.


Wen Jiang sebenarnya terkejut. Pola segel yang dia dan rekan-rekannya persiapkan harusnya sudah berhasil menangkap Xiao Shuxiang. Tetapi yang terlihat justru pemuda ini datang dengan semangat yang menggebu dan berakhir bertukar serangan dengannya.


"Kau benar-benar kuat," Wen Jiang buka suara ketika pedangnya berbenturan dengan pedang milik Xiao Shuxiang. Kejadian itu menciptakan angin kejut dan suara yang keras.


Xiao Shuxiang sendiri tidak bicara, dia terlihat lebih kesal karena pria berpenutup wajah ini sudah mengganggu ketenangan kota miliknya. Dia menggunakan serangan yang lebih cepat dan tajam, pertarungan itu sangat sengit dan akhirnya Xiao Shuxiang pun semakin yakin.


Pemuda menawan yang merupakan teman baik dari Lan Guan Zhi itu pun berkata, "Aku sudah memikirkan ini dan sekarang tahu dengan pasti. Kau berasal dari Alam Kultivasi Atas,"


"Sejauh ini hanya sedikit orang yang bisa sebanding denganku. Dan melihatmu yang tidak berniat menghabisi warga di tempat ini membuktikan bahwa kau bukan berasal dari Aliran Hitam," Xiao Shuxiang berkata. "Kau jelas-jelas hanya menggunakan cara ini untuk memancing seseorang keluar dan sepertinya itu adalah aku,"


Wen Jiang mendengus. Di sela pertarungan sengitnya dengan pemuda ini---dia pun berkata, "Apa menurutmu jika ada seseorang yang tidak menghabisi nyawa orang lain.. Lantas dia bukan berasal dari Aliran Hitam?"


"Tentu saja," Xiao Shuxiang menatap sosok di hadapannya dan beeujar. "Mereka yang berasal dari Aliran Hitam selalu mengambil nyawa orang tanpa mempedulikan bahwa orang itu hanyalah manusia biasa. Tidak hanya itu, mereka pun tidak peduli pada kerusakan yang mereka perbuat."


Xiao Shuxiang memperhatikan pria di depannya dari atas sampai bawah dan kemudian berkata, "Kau jelas sangat berbeda. Kau bukan berasal dari Aliran Hitam, tetapi tetap saja perbuatanmu ini tidak dibenarkan. Kuberi kau satu kesempatan, pergi dalam hitungan ketiga sebelum aku tidak memiliki kesabaran lagi dan menarik keluar jantungmu."


"Hmph, kemampuanmu masih kurang untuk memberiku ancaman." Wen Jiang bergerak lebih cepat dan menggunakan sebuah teknik berpedang yang tidak biasa, namun sedikit akrab di mata Xiao Shuxiang.


!!

__ADS_1


Wali Pelindung dari Ling Qing Zhu itu menahan setiap serangan yang ada. Pedang miliknya berbenturan keras dengan senjata lawan.


Xiao Shuxiang memakai Teknik Pernapasan Air miliknya, sementara Wen Jiang menggunakan Teknik Lingkaran Bulan. Kekuatan serangan mereka sebanding dan dampak pertarungan itu bisa terlihat dari kerusakan yang ada.


Wen Jiang terkejut saat menghindar serangan Xiao Shuxiang. Dia melihat pepohonan yang langsung tumbang dan tanah yang mengalami retakan besar, bahkan rerumputan nampak memperlihatkan bekas seperti terbakar.


Di sisi lain, ekspresi Xiao Shuxiang tidak jauh berbeda dari lawan. Dia berhasil menghindari serangan Wen Jiang, namun bangunan yang berada di belakangnya justru terbelah karena terkena serangan tersebut.


Meski sama-sama terkesan, namun keduanya kembali bertukar serangan dan sebenarnya Wen Jiang merupakan lawan yang merepotkan untuk Xiao Shuxiang.


"Aku yakin dia berasal dari Alam Kultivasi Atas, tapi dari perguruan mana?" Xiao Shuxiang memikirkannya disela-sela pertarungannya. Dia tidak mungkin bertanya sebab lawannya terlihat tidak akan mau mengatakan apa pun.


"Sekte Lautan Awan? Atau Istana Seribu Pedang? Tapi tidak mungkin jika Istana Seribu Pedang. Aku tidak menyinggung siapa pun di sana. Atau... Konferensi Aliansi Abadi?" Xiao Shuxiang mencoba mengingat-ingat siapa yang kira-kira tidak menyukainya selama dia berasal di Alam Kultivasi Atas.


Wen Jiang sendiri dalam hati menggeram kesal sebab setiap serangannya tidak ada yang mengenai lawannya ini. Dia pun mengalirkan energi spiritual pada pedangnya dan detik itu juga kekuatan penuhnya terlihat.


Xiao Shuxiang terkejut, tetapi masih memberi respon cepat dengan mengeluarkan Cermin Pemindah miliknya. Serangan yang dahsyat itu masuk ke dalam cermin dan di saat yang sama Wen Jiang menghilang.


Pria berpakaian serba hitam itu tiba-tiba muncul di samping Xiao Shuxiang dengan tatapan mata yang tajam. Pedangnya berayun kuat dan nyaris menebas tubuh lawannya, tapi yang mengejutkan adalah puluhan kupu-kupu seketika muncul dan mengganggunya.


Wen Jiang meringis dan baru akan bergerak saat tubuhnya tiba-tiba menjadi kaku. Dia terkejut mendapati Xiao Shuxiang sudah berdiri di hadapannya dan tanpa peringatan---sebuah tangan langsung mencengkeram kuat lehernya bahkan membuatnya berdiri dengan punggung yang menghantam dinding.


"Ka-kau.." Wen Jiang masih bisa bicara, tetapi tubuhnya sulit sekali digerakkan. Bahkan pedang di tangannya sampai terjatuh ke tanah.


"Aku memberimu kesempatan untuk lari, kan?" Xiao Shuxiang buka suara. Dia menguatkan cengkeraman tangannya dan kemudian membuka penutup wajah pria di hadapannya.


Kening Xiao Shuxiang sedikit mengerut. Dia berhadapan dengan wajah yang sama sekali tidak seperti penjahat. Ini jelas merupakan aura yang hanya dimiliki oleh para kultivator Aliran Putih.


Xiao Shuxiang bernapas pelan. Dia berkata tanpa nada, "Bagaimana seharusnya aku membunuhmu? Kau terlihat seperti pria yang baik,"


Xiao Shuxiang melepaskan cengkeramannya dan membuat Wen Jiang terbatuk. Tubuh pria itu masih belum bisa bergerak. Wen Jiang sendiri tidak tahu apa yang terjadi, dia bahkan sampai bertanya-tanya apa yang sudah Xiao Shuxiang lakukan padanya.

__ADS_1


"Haaah... Kau sangat beruntung." Xiao Shuxiang buka suara, "Sebelumnya aku sempat kesal, tapi setelah melihat wajahmu... Aku merasa sepertinya harus memberimu kesempatan untuk bicara."


Xiao Shuxiang masih mendengar suara dari beberapa titik pertarungan dan kembali berkata, "Aku tidak punya banyak waktu. Katakan kau berasal dari sekte mana dan apa yang kau mau dariku?"


Urat menonjol di dahi Wen Jiang. Dia kesal karena tidak menyangka pemuda ini memiliki teknik aneh yang sejujurnya mengerikan. Dia sebelumnya tidak pernah disentuh oleh Xiao Shuxiang, bahkan pedang pemuda ini tidak bisa menggores pakaiannya sama sekali. Jadi bagaimana dia dapat jatuh ke tangan orang ini? Bahkan sampai tidak berdaya.


"Teknik apa yang sudah kau lakukan padaku?" Wen Jiang buka suara, namun ucapannya itu justru membuat Xiao Shuxiang memegang kuat pedang miliknya.


"Itu bukan jawaban atas pertanyaan yang kuajukan." Xiao Shuxiang berkata, "Aku tidak mempunyai banyak kesabaran jadi jangan mengujinya. Sebaiknya sekarang katakan apa yang paling ingin kudengar,"


"Kau tidak akan mendapatkan apa pun," Wen Jiang berkata. "Jauh lebih baik jika kau mulai mengkhawatirkan tempat tinggalmu ini,"


"Padahal aku sudah memberimu kesempatan.." Xiao Shuxiang menggeleng pelan. Pria ini sama sekali tidak mau buka suara dan dia merasa bahwa sosok di hadapannya akan banyak membuang waktunya.


Mata Xiao Shuxiang sedikit menyipit dan di saat itu pula gelombang rasa sakit memenuhi tubuh Wen Jiang. Pria itu mengerang hingga membuat keringat mengucur di pipinya.


Wen Jiang merasa seperti ribuan serangga menggerogoti setiap pembuluh darahnya dan bahkan gelombang rasa sakit ini merayap hingga ke jantungnya. Dia bahkan sampai memuntahkan segumpal darah.


Xiao Shuxiang tidak mengubah ekspresi wajahnya. Dia sama sekali tidak merasa kasihan pada pria di hadapannya. Dia berkata, "Sayang sekali kau tidak punya kesempatan lagi."


Tepat setelah mengatakan itu, Xiao Shuxiang berbalik dan berjalan pergi. Di belakangnya terlihat bagaimana erangan kesakitan dari Wen Jiang semakin menggema. Jantung pria itu berdetak sangat cepat dan bahkan itu terlihat jelas di dadanya, seolah-olah jantungnya hendak keluar dari dada.


!!!


Xiao Shuxiang tidak main-main dengan ucapannya. Dia tidak menarik jantung lawan dengan tangan sendiri, tetapi menggunakan cara yang tidak kalah mengerikannya.


Karena sekarang Segel 12 Bintang yang ada padanya menghilang, kekuatan Xiao Shuxiang kembali. Teknik Pengendalian Darah miliknya bahkan menunjukkan kemampuan yang mengerikan.


Tulang rusuk Wen Jiang seluruhnya retak dan hancur dari dalam. Sebagian tulangnya bahkan sampai mencuat keluar dari dadanya disertai dengan gumpalan daging yang meledak. Jelas sekali bahwa jantung pria itu benar-benar dibuat keluar oleh Xiao Shuxiang bahkan sampai tidak disentuh.


Gelombang rasa sakit yang menyiksa bahkan baru menghilang setelah Wen Jiang tiada. Pria itu kemungkinan besar tidak menyangka akan bisa tewas dengan cara seperti ini. Di sini lain, Xiao Shuxiang bahkan tidak membiarkan tubuh lawannya utuh. Pemuda itu mengait sebuah kayu dengan kakinya dan tanpa peringatan langsung melemparkannya ke tubuh Wen Jiang.

__ADS_1


Kayu itu menancap tepat di kepala mayat pria tersebut dan membuatnya meledak. Beberapa potongan bahkan sampai terlempar dan ada yang sebagian menabrak dinding dengan keras. Xiao Shuxiang tidak membutuhkan orang yang tidak mau bicara, dia pun lantas melesat ke titik lain yang masih dalam pertarungan sengit.


******


__ADS_2