![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Aaaakh..!
Xiao Shuxiang memperhatikan lawan di depannya yang mengeluarkan suara erangan kesakitan dan nampak sangat menyedihkan. Dia sebenarnya menyukai pemandangan semacam ini andai tidak merasakan sakit di seluruh tubuhnya, apalagi di bagian organ dalamnya.
Xiao Shuxiang mungkin berwajah seperti biasa, namun jika diperhatikan dengan saksama----dia sedang menahan sakit saat ini. Tentu saja, bertarung melawan Yi Shisi dengan alur pertempuran yang cepat dan sengit sangat membebani tubuhnya.
"Tsk, aku .... Tidak bisa bergerak," Xiao Shuxiang sulit menggerakkan kakinya. Dia tersentak kala Yi Shisi kembali berteriak kesakitan.
Gadis itu menggaruk kulit lengannya yang telah menjadi busuk, dia juga menggaruk lehernya dan Xiao Shuxiang bisa melihat daging Yi Shisi yang mulai berjatuhan.
!!!
Xiao Shuxiang menahan napas, "Ada yang salah dengannya. Ini tidak seperti yang biasa kusaksikan,"
Aaaakh...!
"Kenapa dia lama sekali tidak berubah menjadi gumpalan daging?"
Xiao Shuxiang memiliki firasat yang tidak enak tentang Yi Shisi. Masalahnya, dia belum bisa menggerakkan kakinya sekarang ini. Tenaganya pun sudah banyak terkuras habis.
Tangan Xiao Shuxiang bergerak meski sedikit gemetar. Dia mulai menimang Yīng xióng dan kemudian melemparkan pedangnya dengan bilah yang mengarah ke dada Yi Shisi.
Pedang itu melesat dengan cepat. Tapi sebelum benar-benar mengenai targetnya, lima akar menjalar langsung muncul di tanah dan menjadi perisai yang melindungi Yi Shisi. Tanah mendadak bergetar saat itu juga.
Xiao Shuxiang menahan napas.
Firasatnya benar, ada yang salah dengan Yi Shisi. Gadis itu belum tewas. Kulit dan daging yang jatuh tersebut justru bagai pembungkus dari kulit tubuh Yi Shisi yang sebenarnya. Bahkan, kulit wajah gadis itu pun ikut terjatuh dan digantikan dengan kulit wajah yang sama sekali berbeda.
Ekspresi Xiao Shuxiang berubah, dia jelas terkejut. Wajah gadis di hadapannya sangat mengerikan dengan kulit hitam dan penuh bekas luka koyakan. Rasanya seakan gadis tersebut merupakan korban penganiayaan yang tidak manusiawi.
!?
Erangan kesakitan yang sebelumnya terdengar begitu meyayat hati kini telah berubah menjadi tawa mengerikan dan teriakan yang penuh amarah. Bahkan mampu menciptakan angin kejut yang membuat Xiao Shuxiang terdorong sampai terjatuh.
Meski sangat mengejutkan, tetapi karena angin kejut itu jugalah yang membuat kaki Xiao Shuxiang kembali bergerak. Yīng xióng yang sebelumnya dilempar kini kembali ke tangan pemiliknya.
Yi Shisi mengusap pipi kanannya dengan tangan yang sepenuhnya berwarna hitam dan kuku panjang berwarna merah. Dia menatap nyalang ke arah lawannya dan memperlihatkan tawa yang menakutkan.
"Sudah lama sekali aku tidak bertarung serius. Kau akan menjadi orang pertama yang merasakan kekuatanku...!" Yi Shisi merentangkan tangan dan pepohonan di sekelilingnya bergetar secara tidak wajar.
Pohon-pohon itu berguncang hebat sebelum akhirnya bergerak dan turun ke tanah. Tidak hanya pepohonan di sekitar Xiao Shuxiang, tetapi juga seluruh pohon yang nyaris mencapai setengah wilayah hutan Ngarai Xiling menghilang.
Xiao Shuxiang menelan ludah saat mulai berdiri kembali, racun dari pedangnya kemungkinan besar tidak mempan melawan gadis ini-----justru dia malah membangunkan monster.
"Sudah kubilang .... Hutan ini berada dalam kendaliku...!" Yi Shisi berseru dan akar-akar menjalar yang tidak terhitung jumlahnya keluar dari tanah.
Xiao Shuxiang berusaha menghindari terjangan dari akar-akar tersebut, dia pun kaget saat beberapa akar mengeluarkan asap tipis berwarna hijau pudar dan tidak lain adalah serbuk yang menciptakan ilusi.
Xiao Shuxiang mengayunkan pedangnya dan lima buah serangan seketika tercipta dari satu ayunan senjata tersebut. Akar-akar menjalar menjadi perisai dari Yi Shisi sekaligus berperan membalas setiap serangan yang dialamatkan kepadanya.
Napas Xiao Shuxiang memberat karena tenaganya yang kian terkuras, sementara lawan yang dia hadapi justru mempunyai Dantian Kehidupan yang jelas sangat diuntungkan.
Yi Shisi tertawa, "Kau tidak akan bisa menang melawanku. Kekalahanmu sudah mutlak!"
Yi Shisi merupakan kultivator yang ahli dalam serangan jarak jauh dan bahkan setelah perubahan pada penampilannya, lawan tidak bisa lagi menggapainya. Dari jarak ini dia mampu melihat secara jelas tiap-tiap gerakan lawan.
"Praktik sampah sepertimu berani sekali menyombongkan diri di hadapan seorang Grand Master sepertiku. Kau hanya kerikil kecil di jalanan..! Anak yang tidak bisa mengukur kemampuannya sendiri..!"
"Kau terlalu banyak bicara..!" Xiao Shuxiang berseru sebelum suaranya berubah dingin, "Sebaiknya hati-hati .... Karena orang yang kau anggap anak kecil ini bisa membuatmu menangis."
"Hmph! Dalam mimpimu!"
__ADS_1
!!!
Serangan Yi Shisi teramat kuat dan cepat. Xiao Shuxiang sebenarnya sangat kewalahan, namun ekspresi yang terlihat di wajahnya sama sekali berbeda. Dia begitu serius memperhatikan setiap serangan lawan.
Di sisi lain, Wang Zhao juga ikut kesulitan. Dia pun harus menghadapi akar-akar menjalar yang kini tidak lagi terhitung jumlahnya. Tenaganya terkuras sangat banyak dan kakinya pun mulai berat untuk melangkah.
Napas Wang Zhao terengah-engah, debaran jantungnya semakin kuat. Dia masih berusaha menangkis serangan beberapa akar lagi, tapi memang tidak semuanya yang mampu dia hadapi.
Sebuah akar menjalar melesat dan menembus bagian bahu kanan Wang Zhao. Tangan pemuda itu hampir terputus andai tidak diselamatkan oleh sebuah kilatan cahaya merah.
Seseorang menapak di tanah dan sebuah ayunan kipas menciptakan serangan besar yang sampai mampu menebas akar-akar menjalar itu hingga menjadi potongan kecil.
Kibaran pakaian merah dan rambut panjang sosok tersebut terlihat dalam pandangan Wang Zhao. Dia meringis sambil memegang bahunya yang terluka.
"Balut lukamu."
Wang Zhao menahan napas. Suara sosok di hadapannya dan postur tubuh yang dia lihat tidak lain adalah milik Liu Wei Lin. Dirinya meringis dan lantas berujar ketus, "Kenapa kau baru datang?"
Liu Wei Li kembali mengayunkan kipas merahnya dan serangannya kembali membuat akar-akar menjalar itu menjadi potongan kecil. Dia bahkan mampu menyingkirkan asap kehijauan tersebut.
Liu Wei Lin berkata, "Kau harusnya bersyukur karena aku masih bisa datang tepat waktu. Kau tidak jadi kehilangan sebelah lengan termasuk nyawamu,"
Wang Zhao meringis, darah mengucur cukup banyak di bahu kanannya dan penglihatannya berangsur-angsur memburam. Meski demikian, dia masih membalas ucapan Liu Wei Lin dengan nada suara yang ketus.
"Apa yang pantas disyukuri? Karena keterlambatanmu, banyak peserta yang kehilangan nyawa mereka. Sebenarnya kau ini dari mana saja?!"
"....... Tidur," Liu Wei Lin menjawab dengan santai dan tanpa berbalik ke arah Wang Zhao. Jawabannya membuat pemuda di belakangnya teramat sangat terkejut.
"Tidur?! Kau..!!" Wang Zhao tidak habis pikir dengan isi kepala Liu Wei Lin, "Bagaimana kau bisa tidur di kondisi seperti ini?!"
Wang Zhao kembali meringis, pedang kayu miliknya terjatuh dan raut wajahnya nampak pucat. Liu Wei Lin yang berbalik langsung menyadari kondisi Wang Zhao dan segera menghampiri pemuda itu.
Wang Zhao baru saja akan bersuara saat dia justru ditarik oleh Liu Wei Lin dan dibawa melesat menjauhi akar-akar merambat yang nampak menggeliat di tanah tersebut.
"A-apa yang kau lakukan?! Ke mana kau akan membawaku?!" Wang Zhao jelas saja kaget karena tiba-tiba diperlakukan seperti ini oleh seseorang yang jujur saja tidak memiliki hubungan baik dengannya.
"Tentu saja ke menara komando, tempat itu aman untukmu." Liu Wei Lin berujar, "Meski aku tidak menyukaimu... Tetapi kau masih bagian dari Sekte Lautan Awan. Rasanya akan sangat menyedihkan jika kau justru mati mengenaskan ditusuk oleh akar-akar itu,"
"Kau sebaiknya turunkan aku! Jangan membawaku ke menara komando, itu terlalu jauh. Tuan Xiao di sana dan melawan musuh sendirian!"
Liu Wei Lin tersentak mendengar ucapan Wang Zhao, dia pun melesat turun dan menapak dengan mulus di tanah. Raut wajahnya begitu serius, "Kau bilang apa tadi? Saudara Xiao-ku sedang bertarung sendirian?!"
"Itulah yang kukatakan. Kau pergi dan selamatkan tuan Xiao, dia jauh lebih butuh bantuanmu."
"Belahan jiwaku ...." Liu Wei Lin menahan napas dan lalu menatap Wang Zhao, "Kau lurus saja dari sini. Berhati-hatilah pada siapa pun yang kau lihat di hutan dan sebisa mungkin bersembunyilah untuk menghindari mereka. Tempat ini dipenuhi kabut ilusi, namun jika kau tetap berjalan lurus----kau akan tiba di luar hutan."
Darah pada luka di bahu Wang Zhao memang sudah berhenti, tetapi dia masih bisa merasakan sakit karena luka yang dialaminya. Wang Zhao meringis, "Kabut ilusi itu----"
"Aku tidak bisa menjelaskannya lebih jauh, ini bukan waktu yang tepat. Aku harus membantu belahan jiwaku,"
Wang Zhao tersentak saat Liu Wei Lin tiba-tiba melesat pergi, "Hei..! Wei Lin..?!"
Wang Zhao mengembuskan napas dan berusaha menenangkan debaran kuat pada jantungnya. Keadaan yang dia alami masih belum Wang Zhao percayai. Ada banyak pertanyaan dalam dadanya dan itu semua berkaitan dengan situasi yang saat ini.
Tidak seperti Wang Zhao, Xiao Shuxiang sendiri sudah mampu menyimpulkan apa yang sebenarnya diinginkan musuhnya karena berani bertindak nekat untuk mengacaukan konferensi. Hanya saja, dia sedang mengkhawatirkan kondisinya yang hampir mencapai batas.
Yi Shisi sendiri nampak mengerutkan kening. Sosok yang dia lawan sama sekali tidak terlihat akan menyerah. Justru gerakan lawannya kian cepat dan benar-benar merepotkan.
"Apa kau tidak tahu kapan waktunya menyerah, hah?!" Yi Shisi mempercepat serangannya, urat menegang di dahinya. Dia berdecak, "Kenapa sulit sekali menemukan celah dalam gerakannya? Dia bahkan bisa menghindari serangan yang jelas-jelas berada di titik butanya."
"Kau menyuruh orang yang salah untuk menyerah," Xiao Shuxiang menarik napas dan mengeluarkan Teknik Pernapasan Api miliknya.
__ADS_1
Xiao Shuxiang menyatukannya dengan Teknik Pernapasan Angin dan ini adalah serangan dari tenaga yang dia kumpulkan. Yīng xióng bereaksi dan juga membantu Xiao Shuxiang untuk memperbesar dampak dari serangan tersebut.
!!!
Suara menggelegar seketika terdengar dan disertai oleh suara bagai raungan hewan besar. Mata Yi Shisi terbelalak saat melihat serangan lawan yang justru berbentuk bagai kepala seekor naga.
Yi Shisi juga melesatkan serangan yang besar dari akar-akar menjalar miliknya ntuk menandingin serangan itu, namun akar-akar tersebut justru terbakar dengan begitu mengejutkan.
Hampir saja Yi Shisi ikut terbakar hidup-hidup andai tidak gesit menghindarinya. Dia kagum pada lawan yang sama sekali berbeda dari kultivator lainnya.
Wajah Yi Shisi sedikit berubah, dia pun mulai sangat mewaspadai pemuda di hadapannya. "Hebat sekali .... Aku sudah bertarung lama dengannya dan serangan orang ini masih sangat kuat, dia bahkan menyimpan teknik serangan sekuat tadi. Dia hebat, tapi kurasa ...."
Senyuman terlukis pada wajah Yi Shisi, dia pun berkata. "Kau sepertinya sudah mulai mencapai batasanmu...."
Xiao Shuxiang bernapas pelan-pelan dan masih waspada terhadap sosok di hadapannya. Dia pun mendengus dan lantas tersenyum, "Jika kau anggap ini adalah batasanku. Maka aku hanya perlu melampauinya..!"
"Teknik Pernapasan Api .... Raungan Naga Api...!!"
"Kau..!!" Yi Shisi kaget bukan main sebab lawannya masih bisa melesatkan teknik yang sekuat barusan. Dia menggertak dan berkata, "Apa kau tidak memikirkan? Bahwa di saat kau bertarung sekuat tenaga denganku-----peserta yang lain justru kehilangan nyawa mereka. Kau tidak akan bisa menyelamatkan seorang pun bila tetap berada di sini.
Xiao Shuxiang menyeringai, dia bisa merasakan kegelisahan pada sosok di hadapanya. "Kau tidak perlu berusaha keras. Siapa yang tahu, jika aku menghabisimu di tempat ini----ilusi yang kau buat akan membebaskan semua orang."
"Optimis sekali. Kalau begitu .... Coba serang yang ini..!!" Yi Shisi melesatkan akar menjalar yang terbakar miliknya dan mengejutkan Xiao Shuxiang.
Yi Shisi tertawa, "Sudah kubilang. Praktik kultivasimu terlalu lemah. Kau tidak akan pernah bisa mengalahkanku---!!"
Sebuah lesatan membuat Yi Shisi kaget dan spontan menghentikan seruannya. Xiao Shuxiang melihat bahwa lesatan itu adalah sosok pemuda berpakaian merah dengan kipas di tangan kanannya.
"Saudara Liu..?" Xiao Shuxiang sadar dan tahu benar bahwa sosok di depannya tidak lain adalah Liu Wei Lin.
"Saudara Xiao, tindakanmu sangat ceroboh." Liu Wei Lin membentak, "Bagaimana bisa kau melawan sosok yang praktik kultivasinya sepuluh kali lipat lebih banyak dari milikmu?! Apa kau sedang cari mati?!"
Xiao Shuxiang tersentak. Tidak disangka dia akan mendapat omelan dalam situasi ini. Padahal, dia baru saja akan memuji Liu Wei Lin yang datang tepat waktu.
"Saudara Xiao, aku sangat menghargai kemampuanmu. Kau pemberani dan hebat," Liu Wei Lin berujar. "Tapi kau juga harus tahu siapa yang sedang kau hadapi ini. Dia jelas bukan lawan yang sebanding denganmu, kau seperti datang untuk memberikan nyawamu..!"
"Saudara Liu, aku tahu batas dari kemampuanku sendiri." Xiao Shuxiang melangkah dan menepuk bahu Liu Wei Lin, "Bantu aku untuk bisa menyerang dia dari jarak dekat. Akan kuselesaikan pertarungan ini secepatnya,"
Liu Wei Lin tersentak mendengar ucapan serius dari Xiao Shuxiang. Dia kaget saat pemuda itu melesat dengan tiba-tiba tanpa menunggunya memberikan respon terlebih dahulu.
"Saudara Xiao...! Kau tidak akan bisa..!" Liu Wei Lin mengayunkan kipasnya dan api yang membakar akar-akar menjalar itu kian membesar.
Yi Shisi merasakan sakit karena akar-akar miliknya yang terbakar, tetapi dia masih bisa mengendalikan mereka untuk menyerang. Dia bahkan mentertawakan tindakan ceroboh Xiao Shuxiang.
"Dasar Bocah! Dengan apimu ini .... Kau justru telah menguntungkanku..!" Yi Shisi menyeringai. Dia bisa melihat betapa sulitnya kedua pemuda itu mendekat untuk memberinya serangan balasan.
Xiao Shuxiang mendengus dan kemudian tersenyum tipis, "Benarkah? Kurasa ... Kau telah salah,"
Xiao Shuxiang mengepalkan erat tangan kirinya dan bersamaan dengan itu----api yang membakar akar-akar menjalar milik Yi Shisi meledak dan suaranya saling bersahut-sahutan satu sama lain. Liu Wei Lin yang juga ada di sana bahkan kaget dengan apa yang terjadi, tepat di depan matanya.
!!!
Jeritan pilu Yi Shisi kembali terdengar, kali ini lebih nyaring dari yang tadi. Api yang sudah meluas itu terus meledak dan suara kerasnya tidak berhenti. Yi Shisi tidak bisa lagi mengendalikan akar-akar miliknya karena tubuhnya pun terasa seperti terbakar.
Liu Wei Lin mengambil jarak, telinganya berdengung karena teriakan nyaring dari Yi Shisi. Dia melihat Xiao Shuxiang kini berhasil memberi tendangan pada Yi Shisi hingga membuat monster itu menghantam tanah dengan keras.
Liu Wei Lin melihat sorot mata Xiao Shuxiang yang nampak berbeda dan berusaha untuk melesat mendekati temannya itu. Dia tersentak ketika Xiao Shuxiang menarik rambut Yi Shisi dan berniat menusuk mata wanita itu dengan pedangnya.
"Saudara Xiao, jangan bunuh dia! Kita memerlukannya untuk menggali informasi..!" Liu Wei Lin berujar cepat hingga ujung pedang Xiao Shuxiang berhenti dengan jarak 1 cm dari mata Yi Shisi.
******
__ADS_1