![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Di dalam ruangan tempat Zhang Zifan dirawat, terlihat Yan Tianhen dan tiga orang rekannya. Di dalam ruangan itu juga ada Liu Wei Lin dan Tetua Puncak Jiang, Liu Lang. Selain mereka, Tetua Meng Hao Niang pun juga terlihat.
Meski merupakan alkemis terbaik dan sangat dihormati di Sekte Lautan Awan ini, nyatanya Tetua Meng Hao Niang sama sekali tidak mau membantu mengobati Zhang Zifan. Bahkan walau dibujuk oleh Tetua Liu Lang sekali pun.
Khhk
Zhang Zifan terus menahan rasa nyeri pada tangan kirinya. Jari-jarinya sudah diluruskan kembali karena bantuan Tetua Liu Lang, namun nyerinya masih sangat terasa.
Di dalam kulit yang nampak biru kehitam-hitaman itu menggumpal banyak darah, kulitnya terlihat membengkak di samping tulangnya yang benar-benar patah. Andai tangan Zhang Zifan yang luka itu adalah tangan kanannya, maka bisa dipastikan dia tidak akan pernah bisa mengayunkan pedang lagi.
Liu Lang merasa kasihan pada muridnya, dia melihat urat menegang di dahi Zhang Zifan. Dia pun menoleh pada Meng Hao Niang yang duduk bersandar sambil meminum arak pada kendi labunya.
Liu Lang berkata, "Tetua Meng? Apa kau tidak mau mengulurkan tanganmu untuk membantunya? Dia juga muridmu,"
Meng Hao Niang menggoyang-goyangkan kendi labunya sebelum berkata, "Aku tidak pernah mengangkat murid. Tidak mungkin dia muridku,"
"Tetua Meng, Zhang Zifan belajar di Sekte Lautan Awan. Sekte di mana kau tinggal. Kenapa kau bisa berkata demikian?" Liu Lang tidak habis pikir dengan ucapan Meng Hao Niang yang merupakan Tetua Puncak Jin Cheng ini.
"Hmph, satu sekte bukan berarti kami adalah guru-murid. Aku saja tidak mengobati pelayan yang menjadi lawannya, lalu untuk apa kau memintaku mengobati muridmu itu...?"
Yan Tianhen, Liu Wei Lin dan tiga murid Sekte Lautan Awan yang berada di dalam kamar itu hanya bisa menatap wanita berpakaian putih dengan rambut acak-acakan tersebut. Mereka seperti tidak habis pikir bagaimana bisa sosok yang tak peduli seperti Meng Hao Niang ini bisa menjadi salah satu Tetua Puncak Suci di sekte mereka.
"Biarkan dia merasakan sakit..." Meng Hao Niang meminum arak pada kendi labunya sebelum kembali berujar, "Itu sebagai hukuman karena dia .... Sudah menindas pelayan yang lemah,"
Zhang Zifan menahan erangan dan lalu mengarahkan pandangan pada Meng Hao Niang. Urat masih menegang di dahinya dan bahkan keringat nampak mengucur di lehernya.
Suara Zhang Zifan tersengal-sengal, "Lemah? Dia---Pelayan itu sama sekali tidak lemah! Dia bahkan bisa mengelak dari se-semua seranganku! Dia tidak lemah. Dia orang yang licik!"
"Hanya pelayan sepertinya dapat menang melawanmu hingga kau mengatainya licik?" Meng Hao Niang bersuara datar, dia cegukan sebelum berkata. "Penyebab kau kalah dari pelayan itu adalah karena dia mengerahkan seluruh tenaganya untuk melawanmu, sementara kau justru menahan kekuatanmu."
Meng Hao Niang memberi tatapan dingin walau dengan ekspresi orang yang sudah mabuk berat. "Kau harusnya tidak pernah melakukan kesalahan se-fatal itu,"
Zhang Zifan tersentak, namun tidak bisa membalas ucapan Meng Hao Niang. Dia hanya dapat fokus menahan nyeri pada tangan kirinya.
Yan Tianhen menatap Meng Hao Niang dan berkata, "Mana mungkin Saudara Zhang akan mengerahkan kekuatan penuhnya, pelayan itu bisa mati."
Meng Hao Niang mendengus, "Naif. Jika pelayan itu mati di tangan temanmu, maka itu memang takdirnya. Bukankah sudah menjadi aturan dunia, bahwa yang berdiri di puncak kekuasaan adalah mereka yang punya kekuatan? Orang lemah hanya memiliki satu takdir yaitu .... Diinjak-injak."
Liu Wei Lin membuka kipas merahnya dan mengembuskan napas. "Apa yang Tetua Meng katakan benar, tapi kurasa tindakan Saudara Zhang yang menahan kekuatannya juga tidak salah. Andai dia memakai teknik terkuatnya, maka yang terjadi justru dia akan di-cap sebagai penindas. Reputasinya bisa langsung memburuk. Tidak menutup kemungkinan para saudara yang lain akan geram. Ini tentulah jauh lebih buruk lagi,"
"Tapi sekarang lihatlah apa yang didapat oleh Saudaramu karena pilihannya itu," Meng Hao Niang meledek, "Kuyakin kau juga tidak menyangka Zhang Zifan akan berakhir semenyedihkan ini,"
__ADS_1
Liu Wei Lin tersentak, dia baru saja akan bicara ketika tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Mereka yang berada di ruangan itu pun spontan mengarahkan pandangan pada satu titik.
"Tuan Muda Zhang, ini aku. Mo Huai. Apa aku boleh masuk?"
Liu Wei Lin yang menjawab, "Masuklah."
Tetua Liu Lang melihat sosok pemuda yang berjalan dengan gugup ke arahnya. Dia tentu mengenali murid yang baru belajar darinya secara langsung ini.
Mo Huai sebenarnya tidak menyangka bahwa ruangan tempat Zhang Zifan dirawat penuh oleh banyak orang.
Dia sudah sangat gugup dengan hadirnya Yan Tianhen dan juga Liu Wei Lin. Dan kini perasaan itu semakin menjadi saat dia tahu bahwa ada dua Tetua Gunung Puncak Suci yang juga hadir di ruangan ini.
Mo Huai menyatukan tangan dan memberi hormat pada orang-orang yang ada di dalam ruangan tersebut. Dia pun berujar, "A-aku kemari .... Untuk mencoba memeriksa kondisi Tuan Muda Zhang,"
Kening Yan Tianhen mengerut, dia mendengus. "Hah, kau? Kau akan apa? Kau bisa mengobati Zhang Zifan dengan praktikmu yang rendah itu?"
"Pergilah, apa kau pikir kami akan percaya pada pelayan sepertimu?" murid lainnya menambahkan dan membuat Mo Huai tertunduk.
Tetua Liu Lang menegur mereka, "Apa yang kalian katakan? Mo Huai adalah orang yang berbakat. Tidakkah kalian mengerti?"
Yan Tianhen, "Maafkan aku Shizun. Tapi aku tahu orang ini. Dia pelayan yang selalu bersama Xiao Shuxiang, mustahil jika mereka tidak berteman. Aku hanya khawatir dia datang dan justru semakin menambah sakit saudaraku,"
Tetua Meng Hao Niang menenggak kembali arak pada kendi labunya sebelum memperhatikan Mo Huai dengan saksama. Praktik pemuda di hadapannya memang sangat rendah yakni berada di Forging Qi Tingkat 2.
Tetua Meng Hao Niang berkata, "Jujur jika di tempat ini. Kau akan dianggap sampah dan beban sekte. Usiamu bukan lagi anak-anak, tetapi praktikmu tidak pernah meningkat. Mengataimu sampah pun masih terlalu baik untukmu,"
Mo Huai merasakan denyut sakit di hatinya, tetapi dia tidak mengatakan apa pun. Dia hanya tertunduk semakin dalam dan tidak sanggup menatap Meng Hao Niang apalagi berusaha membela diri. Ucapan Tetua Puncak Jin Cheng itu sama sekali tidak salah.
"Tapi..." Tetua Meng Hao Niang kembali menambahkan, "Alasan kau diangkat murid dan dibimbing oleh Tetua Jiang adalah karena memiliki bakat yang tidak terduga. Aku ingin melihat sendiri apa itu layak disebut murid alkemis atau tidak,"
Tanpa sadar Mo Huai mendongak dan menatap ke arah Tetua Meng Hao Niang. Dia tertegun dan seperti memperhatikan dengan saksama wanita berambut acak-acakan tersebut.
Tetua Meng Hao Niang memberi isyarat mata agar Mo Huai memeriksa kondisi Zhang Zifan sekarang. Hanya saja raut wajahnya tetap tidak berubah, terlihat sama sekali tak tertarik pada apa pun.
"..........."
Liu Lang, Yan Tianhen, Liu Wei Lin dan yang lainnya hanya bisa diam sambil fokus menyaksikan bagaimana Mo Huai memeriksa kondisi Zhang Zihan. Mereka melihat pemuda itu duduk di sisi tempat tidur dan memeriksa denyut nadi pada pergelangan tangan Zhang Zifan.
Mo Huai sendiri sangat gugup, tetapi dia melakukannya dengan baik. Sebelumnya dia memang sudah mempelajari cara memeriksa denyut nadi seseorang dari Xiao Shuxiang. Walau pengajaran itu dilakukan secara kilat, nyatanya dia bisa mempraktekkannya dengan sempurna.
Mo Huai lantas memeriksa kondisi tangan kiri Zhang Zifan yang begitu parah. Siapa pun mengetahui itu pasti sangat sakit. Bahkan tidak mustahil menyebut Zhang Zifan cacat karena kondisi tangannya tersebut.
__ADS_1
Mo Huai mengembuskan napas pelan, dia mengambil gelas kayu yang ada di atas meja dan mengisinya dengan air.
Semua orang memperhatikan ketika Mo Huai mengambil botol giok kecil dari lengan pakaiannya dan mengeluarkan sebuah pil putih susu. Mereka juga melihat pemuda itu mengeluarkan sebuah pisau belati.
Mo Huai mengerut pil tersebut hingga setengahnya dan mengisinya ke dalam gelas. Air yang semula terlihat putih--bening berangsur-angsur keruh.
Mo Huai menyimpan kembali setengah dari pil putih susu miliknya. Dia bernapas pelan-pelan, "Aku memberikan setengah dari Pil Napas Naga. Kuharap meskipun hanya setengah, efeknya tidak akan berubah."
Mo Huai memberikan gelas berisi air itu pada Zhang Zifan, dia berujar pelan. "Tolong minum ini,"
".........." Zhang Zifan masih berwajah pucat karena rasa nyeri yang dia tahan. Dia menatap Mo Huai dan seperti ragu pada pemuda tersebut.
"Tolong percaya padaku," Mo Huai membujuk.
Zhang Zifan menatap Liu Lang yang nampak mengangguk seakan memberi isyarat padanya. Dia pun kembali menatap Mo Huai dan berujar dingin, "Sebaiknya kau tidak mempermainkan aku,"
Mo Huai menahan napas, namun dia mengangguk pelan. Dirinya pun melihat saat Zhang Zifan mulai meminum air pada gelas kayu pemberiannya.
Air yang diminum Zhang Zifan memiliki rasa seperti air tawar pada umumnya, namun lebih menyegarkan. Dia bisa merasakan tenggorokannya dingin dan terus turun hingga ke dadanya. Zhang Zifan seakan bisa merasakan air itu mengalir di organ dalamnya. Ini pertama kalinya dia sangat puas meminum air.
Tidak butuh waktu lama hingga Zhang Zifan merasakan efek lainnya. Pemuda itu tersentak dan menatap tangan kirinya yang terluka. Terlihat warna biru kehitam-hitaman pada kulit tangannya secara perlahan memudar. Sakit yang Zhang Zifan rasakan pun telah menghilang.
!!
Yan Tianhen, Liu Wei Lin dan yang lainnya terkejut menyaksikan kejadian itu. Tetua Liu Lang bahkan sampai tidak berkedip karenanya. Mereka melihat Zhang Zifan mulai menggerakkan pelan jari-jari tangan kirinya.
"I-ini ...." Zhang Zifan sangat tidak percaya luka parah pada tangan kirinya sembuh hanya dalam waktu kurang dari semenit.
Sebelumnya, Tetua Liu Lang yang memeriksa dirinya berkata bahwa tulang pada jari-jarinya tidak mampu lagi disembuhkan. Retakan pada tulangnya terlalu parah dan meski punya praktik kultivasi yang tinggi, dia tidak mampu menyembuhkan luka separah ini.
Di Alam Kultivasi Atas, kultivator yang hidup tetap saja manusia. Mereka dapat terluka parah bahkan mati. Mereka tidak mempunyai regenerasi tubuh yang hebat seperti layaknya Demonic Beast dan Iblis.
Hari itu, Mo Huai telah membuat kejutan yang besar dan mulai menarik perhatian Tetua Meng Hao Niang. Pil asing yang dia gunakan untuk mengobati Zhang Zifan telah mengubah pandangan Yan Tianhen, Liu Wei Lin dan saudara seperguruan mereka padanya.
Di sisi lain, Xiao Shuxiang yang sudah berganti pakaian nampak berbaring dengan penuh gaya. Pemuda mempesona itu nampak tersenyum dan seperti sudah memperkirakan apa yang akan terjadi pada Mo Huai.
"Selain bisa membantu anak itu belajar dan mengembangkan bakatnya, dia juga bisa menjadi mata dan telingaku untuk mencari tahu tentang informasi Kitab Pembunuh Matahari di sekte ini. Wajah dengan ketampanannya yang standar serta pribadinya yang penakut itu .... Tidak akan menimbulkan kecurigaan."
Senyuman Xiao Shuxiang semakin merekah. Dia mengembuskan napas, "Haaah.... Kenapa aku sangat luar biasa? Kelicikan ini terlalu mempesona. Aku benar-benar harus memberi pujian pada diriku. Haah... Xiao Shuxiang. Sekarang kau tahu? Inilah gunanya mempunyai teman. Kau luar biasa."
******
__ADS_1