![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
"Sebenarnya kau ingin membawaku ke mana?"
"Paman Xiao diam saja, jangan takut."
"Takut? Hah. Tidak mungkin," Xiao Shuxiang terus melangkah, menelusuri jalan berbatu yang dikelilingi oleh pepohonan rimbun di kedua sisinya.
Angin lembut bertiup, menerbangkan dedaunan dan melambaikan jubah serta rambut panjang Xiao Shuxiang. A-Qiao menengadah dan kagum dengan betapa indahnya sosok yang sedang dia pegang ini.
"Paman Xiao, tunggu aku 7 Tahun lagi. Kita akan menjadi pasangan yang serasi,"
Xiao Shuxiang berkedip mendengar ucapan anak perempuan ini dan kemudian tertawa. Dia baru akan bicara saat hembusan angin yang membawa hawa aneh mengejutkannya. Dia menatap lurus ke depan dan melihat ada seorang pria tua yang duduk di akar sebuah pohon besar.
Pria tua itu mempunyai rambut yang sudah putih sepenuhnya dengan mata yang terpejam. Aura aneh memancar dari tubuhnya dan membuat Xiao Shuxiang mengerutkan kening.
A-Qiao berujar pelan, "Dia adalah Ketua Bijak. Setiap orang yang memiliki masalah pasti datang kemari dan menemuinya. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh Ketua Bijak ini,"
A-Qiao tersenyum dan mendorong pelan Xiao Shuxiang. Dia pun berkata, "Paman Xiao pergilah ke sana. Masalahmu akan selesai dengan bicara padanya,"
"Tapi ..."
"Ayo, Paman Xiao jangan takut."
"Aku tidak takut," dianggap penakut oleh bocah adalah penghinaan bagi Xiao Shuxiang. Dia pun menarik napas dan kemudian berjalan menghampiri tua bangka yang duduk bersila itu. Sesekali, dia menoleh ke belakang hanya untuk melihat A-Qiao memberinya isyarat agar terus berjalan.
Xiao Shuxiang berdiri di depan pria tua ini. Dia terlihat gugup dan kembali berbalik untuk melihat A-Qiao. Anak perempuan itu memberi isyarat agar dia duduk di samping tua bangka ini.
Sambil mengembuskan napas, Xiao Shuxiang pun mulai duduk. Pria tua di sampingnya menoleh dan tanpa membuka mata, dia berkata. "Siapa?"
Xiao Shuxiang tersentak, namun segera menjawab dengan sopan. "A-aku Xiao Shuxiang, aku datang kemari karena A-Qiao bilang kau bisa membantuku."
Pria tua itu pun kembali pada posisinya semula. Matanya tetap tertutup saat dia berkata, "Siapa?"
Suara ini penuh wibawa dan menenangkan. Xiao Shuxiang pun menjawab, "Anak perempuan manis itu. Dia A-Qiao, dialah yang membawaku kemari."
"....................."
A-Qiao melihat Xiao Shuxiang sudah mulai berbicara dengan Ketua Bijak. Dia tersenyum dan memutuskan untuk meninggalkan pemuda itu agar bisa berbicara dengan lebih nyaman.
Xiao Shuxiang cukup lama terdiam sebelum mulai buka suara, "Aku sebenarnya tidak pernah membahas masalah pribadi dengan orang lain. Kupikir ... Selama aku masih bisa mengatasinya sendiri, itu akan baik-baik saja. Tapi sekarang ... Ini benar-benar rumit,"
"Siapa?"
"Masalahku. Aku dan teman baikku bertengkar. Entah apa hubungan kami akan bisa seperti sebelumnya atau tidak,"
"......... Siapa?"
"Lan Guan Zhi, dia adalah teman baikku. Ah ... Sebenarnya dia sangat baik. Kupikir dia akan mendengarkan penjelasanku dan tidak menilai segalanya dari satu sisi,"
".................."
"Dia terlihat sangat kecewa dan sepertinya marah. Tapi kan aku juga tidak bersalah, dialah yang langsung pergi begitu saja."
"Siapa?"
"Lan Guan Zhi, temanku." Xiao Shuxiang menoleh dan berkata, "Dia harusnya meminta maaf,"
"Siapa?"
"Yaah, tentu saja Lan'Er."
Pria tua itu menoleh, matanya terus tertutup saat dia berujar pelan. "......... Siapa?"
"Aku?" Xiao Shuxiang berkedip. Dia seakan mendapat pencerahan. "Apa aku yang harus meminta maaf lebih dulu?"
"................."
!!
"Terima kasih, kau memang bijaksana." Xiao Shuxiang tersenyum dan spontan memeluk pria tua di sampingnya. Dia pamit dan segera berjalan pergi.
Tidak berlangsung lama, seorang anak laki-laki berusia 14 Tahun berjalan dan duduk di samping pria tua tadi. Dia duduk di tempat Xiao Shuxiang sebelumnya.
Anak laki-laki itu menghela napas lelah dan berkata, "Mereka meledek perut buncitku lagi."
Pria tua itu menoleh dan tanpa membuka mata berkata, "Siapa?"
"Mereka, anak-anak nakal itu."
"Siapa?"
*
*
Xiao Shuxiang bertemu dengan anak kecil yang dipanggil A-Qiao tersebut. Anak perempuan itu nampak tersenyum padanya dan berkata, "Bagaimana Paman Xiao? Apa kau sudah memiliki cara menyelesaikan masalahmu?"
Xiao Shuxiang bernapas pelan dan kemudian tersenyum, "Ehm ... Pada akhirnya aku hanya butuh seseorang yang mendengarku bicara."
"Apa maksudnya?"
"Bukankah sudah jelas? Ketua Bijakmu itu hanya duduk dan bicara satu kata padaku. Dia bahkan mengulangi kata itu beberapa kali, tapi entah kenapa aku merasa tidak kesal padanya."
"Benar, kan. Sudah kubilang masalahmu pasti akan selesai,"
Xiao Shuxiang tersenyum dan mengusap-usap gemas rambut kepala anak perempuan ini. Dia dan A-Qiao kembali ke tempat di mana Han Li berada. Semua orang pasti sudah menunggu mereka untuk makan bersama sekarang.
Jika Xiao Shuxiang merasa tenang di tempat ini, maka berbeda dengan Lan Xiao. Anak laki-laki itu sedang dalam masalah karena kabar lamaran untuk ayahnya.
"Di mana ibuku *sekalang? Kenapa dia tidak datang?" Lan Xiao saat ini berada di belakang Balai Peristirahatan. Dia bersama Xiao Qing Yan, O Zhan dan tiga murid laki-laki Sekte Pedang Langit.
^^^*sekarang^^^
"Ehm... Tuan Muda. Kau ini membicarakan tentang ibumu yang mana?" salah satu murid Sekte Pedang Langit nampak menggaruk pelan kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
Lan Xiao menatap pemuda ini dan dengan nada tidak suka berkata, "Tentu saja ibu Xiao Shuxiang-ku. Memang aku punya ibu yang mana lagi, huh?"
Ketiga murid Sekte Pedang Langit itu terkejut bukan main, bahkan nyaris terjatuh. Salah satu di antara mereka berkata dengan nada yang panik, "Tuan Muda. Senior Xiao Shuxiang bukanlah ibumu. Sama sekali bukan!"
"Dia benar, Xiao Shuxiang bukan ibumu."
"Kacau," murid Sekte Pedang Langit lainnya nampak menggeleng pelan.
Lan Xiao menggelembungkan pipinya dan dengan kasar berkata, "Kalian menyebalkan. Dia itu adalah ibu A-Xiangku, kalian mau kupukul?"
"Ya ampun ... Bagaimana caranya memberi pemahaman pada anak ini?" salah satu murid Sekte Pedang Langit berusaha memutar otak sebelum akhirnya dia mulai bicara, "Senior Xiao Shuxiang itu adalah laki-laki. Jadi mustahil dia menjadi ibu,"
"Kenapa laki-laki tidak bisa menjadi ibu?" Lan Xiao bertanya sambil menyilangkan kedua tangannya. Dia membuat dua di antara ketiga pemuda ini menepuk dahi mereka.
Salah satu murid menjelaskan, "Ibu itu harus perempuan. Dia mengandung dan juga melahirkan. Dia merawat anaknya hingga besar dan pekerjaannya adalah mengurus rumah serta keluarganya,"
"..............." Lan Xiao berkedip, memiringkan sedikit kepalanya karena merasa aneh dengan ucapan murid Sekte Pedang Langit di depannya.
Salah satu murid menyenggol lengan rekannya dan berbisik, "Apa yang kau bicarakan. Jelas saja dia tidak mengerti, anak ini kan bukan manusia?"
"Kacau,"
Lan Xiao tanpa nada berkata, "Ibu A-Xiang juga *melawatku. Dia bahkan sangat pandai memasak dan membawakanku makanan. Dia juga **mengelamiku dan ***membesalkanku, apa dia bukan ibuku?"
^^^*merawatku, **mengeramiku, ***membesarkanku^^^
Dua orang murid Sekte Pedang Langit terlihat memijat-mijat kening mereka, sementara itu Xiao Qing Yan terlihat menyilangkan tangan dan memikirkan ucapan dari Lan Xiao. O Zhan sendiri nampak bersemangat dan setuju-setuju saja dengan ucapan anak laki-laki berusia 7 Tahun ini.
"Bagaimana yah ... Nona Qing Yan, coba jelaskan padanya."
"Mau kuberi penjelasan apa? Aku sendiri tidak tahu seperti apa ibuku," Xiao Qing Yan berujar tanpa nada.
"Astaga ..."
"Kacau,"
Xiao Qing Yan menarik napas dan kemudian berkata, "Intinya sekarang ... Kita harus mencari cara untuk membuat Tuan Muda Lan tidak sampai menikah dengan gadis bernama Rana itu."
"Kalian mau a-apa?!" seorang murid Sekte Pedang Langit tersentak. Dia dengan segera berkata, "Anak-anak. Sebaiknya kalian jangan mencampuri urusan orang dewasa, ingat dengan usia kalian."
"..................." Lan Xiao menatap murid Sekte Pedang Langit ini dengan ekspresi yang sangat datar, sementara itu Xiao Qing Yan nampak mendengus.
"Hah, kau membahas usia?" Xiao Qing Yan berkata, "Usiaku bahkan lebih tua dari kalian."
Ketiga murid Sekte Pedang Langit itu baru menyadarinya. Ada yang menggeleng pelan dan ada yang kembali memijat keningnya.
"Begini anak-anak," seorang murid Sekte Pedang Langit berujar, "Kalian setuju jika Xiao Shuxiang menikah dengan nona Ling Qing Zhu, tetapi kenapa kalian justru menolak bila Tuan Muda Lan yang menikah? Bukankah harusnya kalian juga mendukungnya,"
"Itu benar, apa kalian tidak kasihan dengan Tuan Muda Lan?"
Lan Xiao berujar, "Bibi Qing Zhu gadis yang baik. Aku mengenalnya dan aku menyukainya, tapi gadis ini ... Dia tiba-tiba saja datang dan ingin *melebut ayah **daliku,"
^^^*merebut, **dariku^^^
^^^*dibiarkan^^^
"Ngomong-ngomong tentang Tuan Muda Xiao," seorang murid Sekte Pedang Langit berkata, "Aku melihat sepertinya dia dan Tuan Muda Lan bertengkar,"
Lan Xiao tersentak, "Kau tadi bilang apa? Ayah dan ibu A-Xiangku *beltengkar?!"
^^^*bertengkar^^^
Murid Sekte Pedang Langit merinding geli mendengar Lan Xiao yang menganggap Xiao Shuxiang sebagai ibunya. Mereka benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika itu terjadi sungguhan.
"Kupikir itu hanya kabar angin, ternyata memang benar yah." Xiao Qing Yan bergumam, "Pantas saja Xiao Shuxiang tidak datang lagi ke tempat ini. Sepertinya mereka bermusuhan sekarang,"
"Kau jangan *bicala yang bukan-bukan." Lan Xiao berkata, "Ayah dan ibuku tidak mungkin **belmusuhan."
^^^*bicara, **bermusuhan^^^
"Tapi memang itu yang terjadi," salah satu murid Sekte Pedang Langit berujar, "Aku berada di perpustakaan hari itu dan melihatnya. Tuan Muda Xiao mengetuk-ngetuk pintu kamar Tuan Muda Lan, tetapi tidak dibukakan. Sepertinya Tuan Muda Lan marah padanya,"
Lan Xiao menyilangkan tangan dan berkata, "Jika Ayahku *malah, **halusnya ibu tinggal peluk dan menjilatinya saja. Aku juga *seling melakukannya saat membuat **olang lain ***malah."
^^^*marah, **harusnya^^^
^^^*sering, **orang, ***marah^^^
Murid Sekte Pedang Langit menepuk dahinya, sementara satu orang lagi nampak tersenyum pucat dan yang lainnya berusaha menepis bayangan di hadapannya.
Seorang murid bernapas pelan dan kemudian berkata, "Tuan Muda Xiao tidak mungkin melakukan apa yang kau lakukan. Dia adalah pria dewasa dan bukan anak-anak sepertimu,"
"Aku ini sudah *besal tahu!" Lan Xiao protes dan berkata, "Aku bahkan bisa setinggi gedung ini."
^^^*besar^^^
"Tuan Muda," salah satu murid Sekte Pedang Langit berujar pelan, "Ada perbedaan antara kau dengan Tuan Muda Xiao. Kau bisa saja melakukan apa yang kau sebutkan tadi, tapi Tuan Muda Xiao tidak mungkin. Dia pasti akan merasa sangat malu melakukannya,"
"Kenapa *halus malu ...? Lagipula itu bukan **olang lain, tapi ayahku." Lan Xiao mengusap pelan dagunya dan nampak berpikir.
^^^*harus, **orang^^^
Anak laki-laki berusia 7 Tahun tersebut pun berkata, "*Sepeltinya hanya aku yang bisa membuat ayah dan ibu **belbaikan."
^^^*sepertinya, **berbaikan^^^
"Apalagi yang akan dilakukan anak ini?"
"Firasatku buruk,"
Lan Xiao seketika membuat segel tangan dan dalam waktu beberapa tarikan napas, dia pun berubah menjadi seorang pemuda dewasa berpakaian serba hitam dan membuat terkejut ketiga murid Sekte Pedang Langit, termasuk Xiao Qing Yan.
Pii..!
__ADS_1
"Tu ..."
"Ini ...."
"......."
Ketiga murid Sekte Pedang Langit itu syok dengan perubahan Lan Xiao yang mengambil wujud Xiao Shuxiang. Mereka sampai tidak tahu harus berkata apa.
"Bagaimana?" suara Lan Xiao masih sama. Dia membuat Xiao Qing Yan berkedip.
"Kau membuatku terkesan," Xiao Qing Yan berujar, "Kau mirip sekali dengan Xiao Shuxiang kecuali warna mata, suara, telinga dan ekormu."
Lan Xiao menggeleng pelan dan telinga harimau serta ekornya pun menghilang. Dia pun berkata, "Aku tidak bisa mengubah *walna mata dan **sualaku."
^^^*warna, **suaraku^^^
Pii..!
"O Zhan benar, kau bisa menutupi matamu dengan rambut dan kau tidak boleh bicara."
Lan Xiao merapikan rambut poni depannya. Dia menutupi mata birunya sesuai arahan dari Xiao Qing Yan dan O Zhan. Salah seorang murid Sekte Pedang Langit menelan ludah dan lantas dengan gugup bertanya, "Tuan Muda? Ka-Kau sebenarnya ingin melakukan apa."
"Tolong jangan bilang kalau-"
"Akan kulakukan apa yang tidak bisa *dipelbuat ibu A-Xiangku. **Meleka pasti akan ***belbaikan,"
^^^*diperbuat, **mereka, ***berbaikan^^^
"Gawat..."
"Tidak mungkin ..."
"Kacau,"
!!!
"Tunggu dulu, Tuan Muda!" murid Sekte Pedang Langit terkejut saat Lan Xiao tiba-tiba melesat pergi dan meninggalkan mereka.
"Kita harus menghentikannya. Jika tidak, ini akan jadi berita besar!"
"Benar-benar kacau,"
Xiao Qing Yan berkedip melihat tiga murid Sekte Pedang Langit itu menyusul Lan Xiao. Dia dan O Zhan pun juga ikut pergi, mereka seakan tidak ingin kehilangan kesempatan untuk menyaksikan keributan apa yang akan diciptakan oleh Harimau Bulan itu.
*
*
Semenjak mendapatkan izin, Rana Qisheng sering mengunjungi Lan Guan Zhi yang tinggal di Pagoda Tingkat Sembilan. Dia memakai alasan belajar agar bisa dekat dengan pemuda tampan ini. Hanya saja meski sudah berusaha keras, Rana Qisheng tetap tidak bisa lebih dekat lagi dengan Lan Guan Zhi.
Rana Qisheng menggunakan kuas untuk menggaruk pelan pipinya yang tidak gatal. Dia sedang memikirkan cara lain dan benar-benar hampir putus asa.
Dia pernah mengajak Lan Guan Zhi untuk ke pasar dan melihat lentera terbang, tetapi pemuda ini justru berkata bahwa salah satu aturan sekte adalah tidak keluyuran keluar di jam malam. Niatannya pun berubah dengan mengajak Lan Guan Zhi berjalan-jalan bersama di siang hari, tetapi pemuda ini luar biasa sulit ditemui.
"Haaaih ..."
"Ada apa? Soalnya sulit?"
?!
Rana Qisheng tersentak, dia menatap pemuda yang sedang berdiri di depan jendela dengan sebuah buku di tangannya. Postur tubuh Lan Guan Zhi begitu mengagumkan, apalagi garis wajahnya seperti porselen yang dipahat langsung oleh langit. Dia adalah keindahan itu sendiri.
Rana Qisheng selalu tidak kuat untuk menatap pemuda ini terlalu lama. Rasanya dia ingin memilikinya dan menyembunyikannya dari dunia.
"Jika sudah lelah, maka kita bisa hentikan." Lan Guan Zhi menutup kembali bukunya dan itu membuat Rana Qisheng seketika melambaikan tangan.
"Tidak, tidak. Aku masih belum lelah," Rana Qisheng kembali menulis. Dia berkata, "Tetua Xu Jian akan menanyakan tugasku jika tidak segera kuselesaikan, tolong bantuannya."
Lan Guan Zhi bernapas pelan dan kembali membuka bukunya. Dia pun berujar, "Baiklah. Sekarang kita pindah ke bagian zaman musim semi,"
"................." Rana Qisheng memperhatikan Lan Guan Zhi dan nampak tersenyum. Hanya saat membahas pelajaran, pemuda mempesona ini akan banyak bicara. Meskipun itu hanyalah ucapan ketika sedang membaca buku.
Rana Qisheng jadi ingat dengan pertemuan pertama mereka. Kejadian itu sudah lama sekali, saat usia Lan Guan Zhi menginjak 5 Tahun. Anak laki-laki dengan karakter yang luar biasa, bahkan semakin hebat saat melihatnya sekarang.
"Bulu matanya panjang dan indah, aku jadi ingin menyentuhnya ..." Rana Qisheng memperhatikan Lan Guan Zhi dengan saksama sebelum keningnya sedikit mengerut, "Entah kenapa rasanya ... Yuan-Gege terlihat agak sedih,"
Rana Qisheng baru akan bicara saat angin tiba-tiba berhembus cukup kencang. Lan Guan Zhi pun bahkan spontan menoleh dan melihat ke arah langkan.
!!
Rana Qisheng berdiri dan tersentak melihat ada seorang pemuda berpakaian serba hitam yang menapak di langkan. Dia berkedip dan mulai melangkah untuk melihat sosok tersebut.
"Oh!" Rana Qisheng mengenalnya. Pemuda ini yang pernah menubruknya waktu itu, hanya pakaiannya saja yang berbeda.
"..................." Lan Guan Zhi sampai tidak berkedip saat mengetahui siapa yang datang ini. Pemuda yang terlihat sedikit menundukkan kepala di hadapannya tidak lain adalah teman baiknya sendiri, Xiao Shuxiang.
Lan Guan Zhi sebenarnya keheranan, sebab dia selalu tahu jika Xiao Shuxiang akan datang. Tapi saat ini ... Mungkin karena masalah di antara mereka hingga bahkan kehadiran temannya pun tidak bisa dia rasakan.
Lan Guan Zhi melihat teman baiknya tidak bergerak dari tempatnya berdiri. Dia pun melangkah mendekati Xiao Shuxiang dan kemudian mulai memanggil namanya.
"Shuxiang ..." Lan Guan Zhi terkejut saat tiba-tiba temannya ini menerjang dengan memeluknya. Tindakan yang sama sekali tidak terduga, bahkan untuknya sendiri.
!!!
Rana Qisheng terkejut dan terperangah. Dia luar biasa terkejut, "Ap-Apa yang terjadi? Ada apa ini?"
"Shu-Shuxiang, apa yang kau lakukan-" Lan Guan Zhi merasakan pelukan erat dari teman baiknya. Dia benar-benar syok, apalagi entah ini benar atau hanya perasannya saja---tetapi sepertinya Xiao Shuxiang menggosokkan hidung dan mengendusnya.
"Tunggu, Xiang'Er-"
!!!
!!!
__ADS_1
******