![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Wang Zhao menghilang dan tiba-tiba muncul, tepat di depan Lan Guan Zhi. Pedangnya terayun dengan kekuatan yang luar biasa, tetapi beruntung sebab Lan Guan Zhi berhasil menghindar walau lengan pakaian dan punggung tangannya terkena sedikit kabut asam.
Lan Guan Zhi tentu saja terkejut. Dia ingat teknik asam ini adalah milik salah satu anak bernama Hei Lian. Apalagi sekarang warna matanya kembali berubah dan dia kini dapat melihat ingatan masa lalu pemuda di depannya meskipun hanya sedikit.
"Beraninya. Kau bahkan menargetkan Shuxiang," Lan Guan Zhi menatap tajam ke arah Wang Zhao dan kembali melesatkan serangan yang besar.
Wang Zhao begitu mudah menahan serangan itu seolah bukan apa-apa. Di sisi lain, anggota Paviliun Teratai Naga terkejut dengan perubahan situasi di mana kedua lawan yang harusnya mereka hadapi justru saling bertarung satu sama lain.
Salah satu anggota Paviliun Teratai Naga bermaksud memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang Lan Guan Zhi dan Wang Zhao, tetapi karena dahsyatnya pertarungan antar kedua kultivator tersebut---mereka pun tidak bisa mendekat.
Satu orang di antara anggota Paviliun Teratai Naga sendiri ada yang mengerutkan kening saat memperhatikan Wang Zhao. Matanya pun seketika melebar dan dia pun berseru.
"Dia Wang Zhao, pemimpin Sekte Lembah Iblis..!"
!!!
Wang Zhao mendengar seruan itu. Senyuman tipis terlihat di wajahnya dan dirinya kembali menghilang tanpa jejak. Lan Guan Zhi yang tidak bisa memperkirakan kapan warna matanya kembali berubah. Itu cukup membuat dirinya kesulitan, apalagi lawannya mempunyai kemampuan yang besar.
Lihat saja, bahkan Wang Zhao yang tadinya bertarung dengan Lan Guan Zhi tiba-tiba saja muncul di hadapan salah satu anggota Paviliun Teratai Naga. Pemuda itu tanpa peringatan langsung mencengkeram leher kultivator tersebut dengan kuat.
Wang Zhao mencabut kepala pria itu seakan ini hal yang begitu mudah. Dia membuat terkejut anggota Paviliun Teratai Naga yang lain, tetapi sebelum mereka bereaksi---kabut asam seketika menyeruak dan membuat tubuh mereka semua meleleh.
!!!
Tidak peduli setinggi apa tingkat praktik mereka dan seberapa banyak mereka membuat kekacauan di sekte ini---para kultivator itu sama sekali tidak berdaya dengan asam mematikan milik Wang Zhao. Dalam sekejap, satu-satunya penonton di situasi ini adalah Lan Guan Zhi.
Kabut asam yang menghilang dengan cepat ini merupakan bukti bahwa Wang Zhao dapat mengontrol asam tersebut sesuka hatinya. Dia menatap ke arah Lan Guan Zhi dan kemudian buka suara.
Wang Zhao berkata, "Aku sebenarnya paling tidak nyaman jika harus membunuh orang. Ini bertentangan dengan pengajaran Tetua Dao Fang An dan Tetua Chen Duan Shan. Kedua Shizunku itu... Mereka sangat baik,"
__ADS_1
Wang Zhao tersenyum tipis dan kemudian memperhatikan bilah pedangnya. Dia pun menghela napas, "Aku tidak ingin menjadi murid yang tidak berbakti. Dan karena itulah selama aku masih menghargaimu, akan kuberikan kematian terhormat pada Tuan Muda Lan."
!!!
*
*
Beberapa bagian tubuh terlempar ke udara sebelum jatuh ke tanah. Suara tebasan pedang dan darah yang menyembur dari tubuh adalah pemandangan paling mengejutkan bagi Tetua Dao Fang An sekarang.
Pria tua yang merupakan pemimpin Sekte Lautan Awan tersebut bahkan tidak lagi turun tangan menghadapi lawan sejak kedatangan Xiao Shuxiang. Pemuda menawan dengan pakaian serba hitam itu memonopoli semua anggota Paviliun Teratai Naga, termasuk mereka yang mengincarnya.
"Nak! Apa kau tidak mendengarkanku?" Dao Fang An sudah berteriak beberapa kali dan berusaha membuat Xiao Shuxiang berhenti membunuh secara brutal, tetapi pemuda itu justru semakin dilarang---maka semakin dia melakukannya.
"Tua Bangka! Kau ingin aku mengampuni nyawa mereka setelah melihat apa yang sudah mereka perbuat pada sekte ini dan murid-muridmu?!" Xiao Shuxiang mendengus dan lantas berkata, "Aku tidak datang untuk bermain-main. Akan kuhabisi siapa pun yang menghalangi jalanku,"
"Shuxiang, mereka sama sekali tidak bersalah. Mereka bukan berasal dari Aliran Hitam. Ini hanya kesalahpahaman,"
!!!
Darah mengalir turun di pipi dan leher Xiao Shuxiang, bahkan kedua tangannya pun tidak terlihat bersih. Dia benar-benar mempunyai penampilan yang sangat mengerikan sekarang, bahkan tidak ada lagi yang tahu apa dia benar adalah Xiao Shuxiang dengan senyuman ramah itu atau bukan.
"Tetua Dao Fang An," Xiao Shuxiang menoleh ke arah Dao Fang An dan kemudian berkata, "Sektemu sudah diserang, para muridmu dibunuh, dan kau bilang ini hanya kesalahpahaman?"
"Jangan membuatku marah, Tua Bangka." suara Xiao Shuxiang dingin saat berkata, "Apa mereka masih terlihat seperti bukan kultivator Aliran Hitam setelah semua ini? Aku tahu kau sudah lama hidup dan pasti mempunyai banyak pengalaman. Setidaknya lebih bijaksanalah dariku,"
Tetua Dao Fang An memejamkan mata sebelum memandang ke arah Xiao Shuxiang. Dia berjalan mendekat dan berkata, "Aku tahu dengan jelas. Aku sangat memahaminya. Aku berterima kasih padamu, tapi mulai dari sini biarkan aku yang mengatasinya."
Anggota Paviliun Teratai Naga yang masih terbaring karena terluka parah nampak menggeram. Dia menatap tajam ke arah Tetua Dao Fang An dan kemudian mengumpat.
__ADS_1
"Kurang ajar! Kalian pasti akan mati. Tidak akan kubiarkan rekan dari pemimpin Sekte Lembah Hantu seperti kalian berkeliaran--!"
Xiao Shuxiang tersentak saat Tetua Dao Fang An tiba-tiba mencengkeram leher anggota Paviliun Teratai Naga itu. Dia bahkan melihat bagaimana Tetua Dao Fang An membuat tubuh kultivator itu terangkat.
Dari apa yang Xiao Shuxiang lihat, tua bangka ini sudah cukup kekurangan banyak tenaga, tetapi mungkin karena berusaha untuk tidak sampai melihatnya membunuh lagi---tua bangka ini pun bertindak demikian.
"Para muridku tidak selemah itu sampai bisa mati begitu mudah," Tetua Dao Fang An buka suara dan membuat Xiao Shuxiang tersentak.
!!!
Xiao Shuxiang menyaksikan bagaimana mayat yang merupakan murid dari Sekte Lautan Awan satu persatu berubah menjadi gumpalan asap hitam sebelum menghilang di udara. Bahkan para murid yang tubuhnya tertancap runcingan es dan terbelah dua---sebagian besarnya terlihat berubah menjadi gumpalan asap.
"Ini..." Xiao Shuxiang tidak tahu apa yang dilakukan oleh Tetua Dao Fang An dan dari ekspresi wajahnya---rasa keheranan itu terlihat begitu jelas.
Dao Fang An berkata, "Semenjak serangan dengan anggota Sekte Lembah Iblis waktu itu... Aku sudah memikirkannya. Rencana di mana aku akan melindungi sekteku tanpa ada yang harus terbunuh lagi,"
Dao Fang An, "Liu Wei Lin membantuku dengan tekniknya. Mayat yang kau lihat merupakan manipulasi roh milik Pemimpin Sekte Lembah Hantu..."
Xiao Shuxiang tersentak, begitu juga dengan anggota Paviliun Teratai Naga yang lehernya sedang dicengkeram itu. Tetua Dao Fang An pun menatap kultivator Paviliun Teratai Naga dan berkata, "Liu Wei Lin yang kalian incar dan kalian anggap sebagai musuh... Adalah orang paling berharga di tempat ini. Dia merupakan salah satu pilar Sekte Lautan Awan. Aku bangga karena meski tidak sesama aliran... Dia mempunyai tekad untuk menjalin hubungan dengan orang-orang di tempat ini."
Xiao Shuxiang tidak menyangka bahwa Tetua Dao Fang An ternyata menyiapkan sesuatu seperti ini. Dia sungguh tidak menduganya dan bertanya-tanya bagaimana itu bisa dilakukan, bahkan sampai dia tidak menyadarinya.
"Tunggu dulu, Tua Bangka." Xiao Shuxiang masih syok. Dia berkata, "Bagaimana Liu Wei Lin melakukannya dan sejak kapan?! Selama ini Liu Wei Lin ada bersamaku, bahkan saat kami pergi meninggalkan Sekte Lautan Awan. Lalu... Bagaimana bisa dia membuat hal semacam ini?"
Dao Fang An berkata. "Sebelum menjadi murid sekte ini, dia adalah seorang Pemimpin Sekte Lembah Hantu. Jadi sudah sangat jelas bahwa dia berada di tingkatan yang berbeda,"
"Tapi--!!" Xiao Shuxiang masih ingin bertanya dan memprotes beberapa hal ketika mendengar sebuah ledakan yang luar biasa. Ledakan itu bahkan sampai dapat membuat tanah bergetar.
"A-Yuan?"
__ADS_1
!!
******