![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Bocah Pengemis Gila kaget mendengar ucapan Yi Wen yang begitu pedas, namun berbeda dengan Ling Qing Zhu yang terlihat tidak merubah ekspresinya sama sekali.
Gadis cantik berambut putih itu hanya memberikan tatapan yang biasa saja, benar-benar tidak memperlihatkan sedikit pun emosi. Kejadian ini justru membuat Yi Wen semakin kesal karena merasa bahwa Ling Qing Zhu tidak menganggap saudara Xiao-nya.
"Tsk, sialan." Yi Wen mengumpat dan lalu berseru, "Apa kau tidak bisa merasa kesal karena ucapanku?!"
Ling Qing Zhu memperhatikan gadis di hadapannya dengan saksama dan cukup lama terdiam sebelum akhirnya buka suara.
".......... Kau benar,"
?!
Yi Wen, Bocah Pengemis Gila dan Lan Guan Zhi langsung menoleh. Mereka tersentak mendengar ucapan Ling Qing Zhu barusan. Gadis cantik bercadar tipis itu berdiri tanpa goyah sedikit pun.
Ling Qing Zhu dengan tenang berkata, "...... Aku beruntung menikah dengan Shuxiang. Dia bukan orang pemaksa sepertimu,"
"Apa?!" Yi Wen kaget tentu saja, ucapan terakhir Ling Qing Zhu begitu dingin dan seakan menampar wajahnya. Dia baru saja akan meradang saat dengan tiba-tiba, gadis berambut putih itu pergi tanpa mengatakan apa-apa lagi.
Yi Wen terperangah dan menatap ke arah pintu yang kini tertutup, Ling Qing Zhu sekarang sudah tidak lagi terlihat. Dia menghapus air yang membasahi pipinya dan kemudian menyilangkan tangan.
Yi Wen mendengus, "Coba kalian lihat gadis tadi. Dia sangat menyebalkan. Aku sudah membuat agar bisa sadar diri, tapi apa yang kudapatkan?! Tsk, saudara Xiao-ku sangat kasihan. Entah mengapa langit memberinya istri yang tidak berperasaan,"
Bocah Pengemis Gila berkedip, dia heran melihat Yi Wen dan tidak butuh waktu lama sampai dirinya menyadari apa yang sudah dilakukan gadis di sampingnya ini.
Bocah Pengemis gila berkata, "Kau ..... Apa saat menangis itu, kau sedang berpura-pura?!"
Yi Wen menatap Bocah Pengemis Gila dan berkata, "Aku menangis sungguhan! Apa kau tidak lihat betapa merah dan bengkaknya mataku ini?"
Yi Wen berujar, "Aku sangat menyukai saudara Xiao dan tidak ingin melihatnya menjalani pernikahan yang suram. Nona Ling memang gadis yang sangat cantik dan bila dilihat dari penampilan----dia memang serasi dengan saudaraku. Tapi, aku tidak suka caranya memperlakukan saudaraku. Rasanya seakan-akan, hanya saudara Xiao-ku saja yang selama ini menunjukkan rasa sukanya."
"Shuxiang laki-laki, jadi tentu saja dia yang harus bertindak lebih agresif." Bocah Pengemis Gila mengeluarkan pendapat. Dia baru saja mengatakan beberapa kata dan langsung mendapat cubitan keras dari Yi Wen.
"Kenapa kau tidak membela saudaraku?! Apa kau tidak tahu seberapa keras usaha saudara Xiao-ku untuk semakin dekat dengan nona Ling? Gadis menyebalkan itu saja yang terlalu menjunjung tinggi harga dirinya. Dia bahkan tidak pernah cemburu melihat kedekatan saudaraku dengan gadis lain. Tsk, aku bahkan gerah melihatnya..!"
"..............." Lan Guan Zhi bernapas pelan melihat tingkah Yi Wen. Dia baru saja akan menenangkan gadis itu saat Yi Wen kembali bersuara. Kali ini, Lan Guan Zhi tersentak mendengarnya.
"Coba kau lihat Tuan Muda Lan." Yi Wen menggunakan Lan Guan Zhi sebagai perbandingan, "Lihat dia. Setiap kali Tuan Muda Lan dan saudara Xiao-ku bersama, orang-orang bisa melihat betapa 'manisnya' kedekatan mereka."
Yi Wen berkata pada Bocah Pengemis Gila, "Andai saja Tuan Muda Lan adalah perempuan. Dia dan saudara Xiao-ku akan menjadi pasangan yang paling sempurna. Tetapi kau tahu, itu tidak mungkin terjadi. Jika saja nona Ling bisa sedikit, sedikit saja memiliki sifat Tuan Muda Lan yang menghayutkan itu----aku akan langsung menikah denganmu."
Bocah Pengemis Gila jelas saja kaget, dia merinding dan langsung memprotes Yi Wen. "Kau ingin menikahiku, tapi aku belum tentu mau denganmu."
"Bocah Pengemis Gila..! Apa kurangnya aku hingga kau tidak mau, hah?! Jika hanya memasak, kau tidak perlu khawatir. Aku bisa melakukannya,"
"Kau jelas tahu alasannya. Kau adalah perempuan, itu kekuranganmu."
"Kau..!" Yi Wen kesal karena saat ingin memukul Bocah Pengemis Gila, pria itu justru mengelak. Dia pun mulai mengejar Bocah Pengemis Gila sambil disaksikan oleh Lan Guan Zhi.
*
*
Di tempat lain, Tetua Dao Fang An terlihat mengantar Tetua Chen Duan Shan dan Tetua Shang Quan Yi ke depan gerbang Sekte Lautan Awan.
Kedua tetua itu mulai berpamitan dan mereka sudah sepakat bahwa pelatihan Xiao Shuxiang juga akan dilangsungkan di Istana Seribu Pedang setelah pemuda itu selesai berlatih di tempat ini.
Waktu Xiao Shuxiang sebenarnya tidak banyak dan masalah lainnya adalah----dia tidak bisa menguasai satu teknik dan jurus dalam waktu yang singkat.
Menghapal Sutra Pertama Pengendalian Jiwa saja bahkan tidak bisa dilakukan dalam waktu sehari. Wang Zhao pun tidak mungkin bisa terus melafalkannya.
"..............." Wang Zhao menghentikan pelafalannya dan ini membuat Xiao Shuxiang membuka mata. Keringat terlihat mengucur membasahi pipi dan sebagian pakaian Wang Zhao.
__ADS_1
"Tuan Xiao, bagaimana perasaanmu?" suara Wang Zhao sedikit serak. Dia sudah mengulang melafalkan Sutra Pertama Pengendalian Jiwa hingga dia sendiri tidak mampu menghitungnya.
"..............." Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan tersenyum getir, "Kau sangat baik karena mau berlatih denganku. Tapi, apa tidak sebaiknya kau tulis saja sutra itu? Jadi aku bisa membacanya,"
Wang Zhao berkedip, "Apa Anda tidak bisa mengingatnya? Aku mengulang-ulang melafalkannya dan itu bukan sesuatu yang sulit,"
Wang Zhao berujar, "Aku sendiri bisa mengingatnya hanya dengan mendengar Shizun melafalkannya sebanyak tiga kali."
"Maaf saja, tapi aku bukan orang yang berbakat menghapal sepertimu." Xiao Shuxiang berkata, "Entah mengapa ketika sedang berhubungan dengan hal yang baik, aku sangat sulit melakukannya."
Wang Zhao jadi merasa tidak enak untuk bicara. Dia pun memendam pertanyaan di dalam hatinya. Dia sebenarnya ingin berkata bahwa hanya penjahat dengan hati paling kelam yang akan kesusahan melafalkan Sutra Pertama Pengendalian Jiwa.
"Apa .... Tuan Xiao benar-benar orang yang sejahat itu?" Wang Zhao membatin, "Aku ragu dia bisa menebas kepala orang lain tanpa menanggung beban. Dia masih terlalu muda,"
Wang Zhao bernapas pelan dan lalu berkata, "Ini masih hari pertama. Kita bisa melanjutkan latihannya besok lagi,"
"Yaah... Itu bagus sekali, aku pun juga sudah lelah terus duduk seperti ini. Kaki dan bokongku pegal," Xiao Shuxiang turun dari batu yang dia duduki dan bermaksud untuk pergi beristirahat.
Hanya saja baru beberapa langkah, Xiao Shuxiang berhenti berjalan saat melihat ada seorang anak perempuan berdiri tidak jauh di hadapannya.
Wang Zhao juga ikut melihatnya. Anak perempuan itu memakai pakaian merah khas Sekte Lautan Awan dan sedang bersandar pada sebatang pohon bambu dengan tangan bersilang.
Wang Zhao tanpa sadar menahan napas, "Tetua .... Xie Yanran?"
Anak perempuan yang dilihat oleh Wang Zhao dan Xiao Shuxiang tidak lain adalah tetua dari Gunung Puncak Zhang. Tetua Xie Yanran yang juga merupakan Shizun dari Wen Gao Chong.
Tetua Xie Yanran berjalan mendekati Xiao Shuxiang dan berujar tanpa nada, "Kalian ikuti aku."
?!
Xiao Shuxiang dan Wang Zhao tersentak. Mereka saling berpandangan sejenak sebelum mulai mengikuti Tetua Xie Yanran yang kini telah berjalan.
"Tidak perlu banyak bertanya. Ikut saja," Tetua Xie Yanran menyela sebelum mulai melesat. Kakinya yang kecil itu menapak di dedaunan yang melayang sebelum kembali melesat lagi.
Wang Zhao tersentak, sementara Xiao Shuxiang tanpa ekspresi mulai melesat dan mengikuti Tetua dari Puncak Zhang itu. Wang Zhao mengembuskan napas dan kemudian ikut menyusul.
Tetua Xie Yanran membawa kedua pemuda tersebut ke sebuah tanah lapang di tengah-tengah hutan bambu.
Xiao Shuxiang menapak lembut di tanah dan kemudian berkata, "Untuk apa kau membawa kami kemari?"
"Keluarkan pedang kalian,"
"Apa?"
"Tidak dengar? Aku bilang, keluarkan pedang kalian." Tetua Xie Yanran berujar dingin, dia pun berkata. "Tidak ada waktu istirahat jika kalian ingin mengalahkan Sekte Lembah Iblis. Mulai sekarang, kalian berlatih di bawah bimbinganku."
!!
Wang Zhao tidak menyangka Tetua Xie Yanran akan berkata demikian, padahal selama ini----anak perempuan tersebut sama sekali tidak mau bicara atau pun bertatapan mata dengannya.
Xiao Shuxiang sendiri memperhatikan dengan saksama Tetua yang tingginya hanya sampai pinggangnya tersebut. Dia tidak bisa membaca praktik Tetua Xie Yanran dan karena itulah dia tidak mau bertindak gegabah.
Tetua Xie Yanran sendiri mulai berbalik dan membelakangi kedua pemuda itu. Dia berjalan beberapa langkah ke depan dan langsung menghentakkan kaki kanannya ke tanah.
Wang Zhao dan Xiao Shuxiang terkejut saat hentakan kaki Tetua Xie Yanran menghasilkan suara keras dan getaran. Sebuah lubang yang cukup besar tercipta dan bersamaan dengan itu----Tetua Xie Yanran menjepit sebuah daun bambu yang melayang jatuh di hadapannya.
"Tetua Xie ...." Wang Zhao memperhatikan dan melihat Tetua Xie Yanran meniup melodi dengan hanya mengandalkan sehelai daun bambu.
Nada yang Wang Zhao dengarkan begitu tenang dan menyegarkan. Namun tidak butuh waktu lama sampai dia melihat lubang di hadapannya mulai terisi oleh air hingga membentuk danau buatan.
Wang Zhao pernah mendengar bahwa Tetua Xie Yanran merupakan tetua yang mempunyai Inti Spiritual Kembar. Bakatnya tidak hanya bisa menggunakan tanah sebagai perisai, tetapi juga air sebagai senjata.
__ADS_1
"Kita mulai pelatihannya," Tetua Xie Yanran menoleh dan lalu menatap Xiao Shuxiang. Dia berkata tanpa nada, "Kau duluan."
Tidak ada pemberitahuan lebih dahulu membuat Xiao Shuxiang sebenarnya merasa keheranan dengan ini semua. Tetapi dia tidak mengatakannya dan langsung mengeluarkan Yīng xióng.
Xiao Shuxiang bertanya, "Apa yang harus kulakukan?"
"Latih gerakan berpedangmu. Usahakan agar tidak ada satu daun bambu pun yang menyentuh air dalam keadaan utuh. Sekarang lakukan,"
Xiao Shuxiang tersentak. Dia bahkan belum mengambil napas dan Tetua Xie Yanran sudah mengibaskan tangannya. Angin yang tercipta dari gerakan itu membuat daun-daun bambu mulai beterbangan.
Xiao Shuxiang memegang kuat Yīng xióng dan langsung melesat. Bilah dari pedangnya berkilau dan memantulkan wajahnya yang menawan. Dia menusuk dan menebas setiap daun bambu yang melayang di sekitarnya.
Wang Zhao memperhatikan setiap gerakan berpedang Xiao Shuxiang. Ada beberapa daun yang tidak bisa ditebas oleh pemuda itu dan langsung jatuh ke dalam air. Namun setiap gerakan Xiao Shuxiang terlihat sangat cepat dan kuat.
Tetua Xie Yanran buka suara, "Kecepatan dan kekuatannya kuakui itu hebat. Tapi teknik dasar permainan pedangnya .... Sungguh sangat pemula,"
Wang Zhao tersentak, dia mendekati Tetua Xie Yanran dan kemudian bertanya. "Kenapa Anda bisa bicara demikian? Aku sendiri melihat Tuan Xiao--"
"Perhatikan dengan baik," Tetua Xie Yanran menyela dan meletakkan jarinya di bibir sambil menutup mata.
Bersamaan dengan mata Tetua Xie Yanran yang terbuka----Xiao Shuxiang yang berada di tengah danau buatan itu meringis dan melompat menghindar.
!!?
Wang Zhao terkejut. Dia melihat Xiao Shuxiang menyentuh lengannya. Pemuda itu pun langsung memandang ke arahnya dan tengah dalam ekspresi wajah yang buruk.
Tetua Xie Yanran memakai Qi untuk bicara hingga Xiao Shuxiang bisa mendengarnya. Dia menjelaskan, "Kau tidak pernah menghindari saat ada daun yang menyentuh pakaianmu. Jika itu adalah senjata beracun yang mematikan, kau sudah tidak bernyawa sekarang."
Tetua Xie Yanran berkata, "Aku memuji kecepatanmu menggerakkan pedang. Tapi itu terlalu liar dan tidak stabil. Yang kulihat, bukan kau yang memimpin saat mengayunkan pedang----tetapi justru pedangmu-lah yang menuntun setiap langkahmu. Sama sekali tidak ada perintah,"
Xiao Shuxiang tersentak, dia mengerti ucapan Tetua Xie Yanran. Tidak ada bantahan dalam hal itu dan memang dia sendiri bisa merasakannya.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan berkata, "Biar kulakukan lagi."
Tetua Xie Yanran memperhatikan saat Xiao Shuxiang mulai berlatih pedang kembali. Dia tersentak ketika melihat langkah pemuda itu yang kali ini nampak berbeda.
Wang Zhao sampai tertegun karenanya. Dia melihat setiap langkah Xiao Shuxiang begitu halus, benar-benar lembut hingga tidak ada sehelai daun bambu pun yang dapat menyentuh pakaiannya.
Tetua Xie Yanran mengibaskan tangan dan semakin banyak daun bambu yang jatuh berguguran. Hanya saja, tidak satu pun dari daun itu yang menyentuh air dalam kondisi utuh.
Xiao Shuxiang berhasil memberi tebasan hingga satu helai daun bahkan mampu terpotong menjadi lima bagian.
Wang Zhao menahan napas melihatnya, "Tuan Xiao .... Ketika dihadapkan dengan sesuatu seperti menghafal sutra, dia membutuhkan waktu yang lebih dari sehari. Namun jika dihadapkan dengan teknik berlatih pedang----hanya dalam waktu singkat, dia bisa memperlihatkan perubahan. Tuan Xiao itu ...."
"Pemuda yang menarik," Tetua Xie Yanran buka suara. Dia membuat Wang Zhao tersentak dan menatap ke arahnya.
Sambil menyilangkan tangan, Tetua Xie Yanran berkata. "Aku tahu yang sedang kau pikirkan. Orang itu adalah pemuda yang dapat langsung belajar dari praktik daripada teori,"
Tetua Xie Yanran mengembuskan napas, "Masalahnya .... Sutra Pengendali Jiwa bukanlah sebuah teknik berpedang, melainkan lebih kepada pengendalian diri dan pemuda ini jauh membutuhkan hal semacam itu."
"Tetua Xie, apa tidak ada yang bisa kulakukan untuk membantu Tuan Xiao?" Wang Zhao berujar, "Aku hanya membantunya agar dia bisa melafalkan Sutra Pengendalian Jiwa, tapi sepertinya itu tidak mengubah apa pun."
Tetua Xie Yanran mendengus pelan dan lalu berkata, "Kau salah. Lihatlah anak itu. Dia memang tidak mengingat Sutra Pengendalian Jiwa sepertimu, dia tidak menghapalnya. Tapi gerakan tubuhnya memperlihatkan apa yang sudah dia pelajari,"
!!!
Wang Zhao langsung mengarahkan pandangan ke tempat Xiao Shuxiang berada. Dia jelas saja terkejut mendengar penuturan dari Tetua Xie Yanran dan bila diperhatikan baik-baik, entah Xiao Shuxiang sendiri menyadarinya atau tidak-----tapi langkahnya yang halus itu memang bukti bahwa dia menerapkan pemahaman tentang Sutra Pengendalian Jiwa.
"........ Luar biasa." Wang Zhao terpukau. Dia sampai tidak tahu harus memuji seperti apa lagi saat melihat betapa mengagumkannya sosok Xiao Shuxiang.
******
__ADS_1