KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
190 - Kelemahan


__ADS_3

"Pilar Dunia ....." Dao Fang An bergumam sebelum mengusap pelan dagunya. Dia pun mengangguk, "..... Jadi begitu. Aku benar-benar tidak menduga bisa bertemu dengan Pilar Dunia yang masih sangat muda,"


Dao Fang An tersenyum dan menatap Yi Wen, "Namaku Dao Fang An. Aku adalah kepala pelayan sekte ini dan merupakan teman dekat Shen Long atau pria dengan nama yang tidak bisa disebut ini."


Yi Wen tersentak, dia spontan bertanya. "Anda tahu nama asli pria 'menyimpang' ini?!"


"Yi Wen," Bocah Pengemis Gila menegur karena gadis di sampingnya menyebut kata 'menyimpang'. Hanya saja Yi Wen sama sekali tidak peduli.


"Ha ha ha, jadi sekarang perilakunya yang menyimpang sudah terkenal?" Dao Fang An tertawa ringan, "Kau hebat Senior,"


Dao Fang An menatap Yi Wen dan berujar, "Aku berteman dengan Shen Long sudah sangat lama. Tentu saja aku tahu nama aslinya dan identitasnya yang lain. Aku yang mengenalkannya pada tetua besar Shang dan membujuk pria itu agar mau mengangkat Shen Long sebagai anak. Kakekmu juga punya banyak kenalan di tempat ini, utamanya mereka yang berasal dari Menara Bintang Suci."


"Kakekku ...." Yi Wen berkedip beberapa kali dan sampai terperangah. Tidak disangka dia akan mendengar hal yang mengguncang batin ini.


Yi Wen baru akan bertanya lagi saat wajahnya tiba-tiba diusap oleh Bocah Pengemis Gila. Dia tidak memperkirakan hal tersebut dan benar-benar kesal.


"Bocah Pengemis Gila..! Tanganmu pahit, sialan..!" Yi Wen memukul lengan pria di sampingnya dengan gemas.


Bocah Pengemis Gila merintih, tetapi terlihat tersenyum. "Siapa suruh kau melamun sambil membuka mulut? Aku hanya menolong. Untung saja tidak ada serangga yang masuk ke mulutmu,"


"Bocah Pengemis Gila..! Kau ... Kau..!" Yi Wen memukul-mukul lengan pria di sampingnya, pipinya memerah.


"..............." Dao Fang An menggeleng pelan. Dia tersenyum melihat betapa akrabnya kedua orang ini, "Kalian pasangan yang serasi."


"Tidaaak..!" Yi Wen segera protes, "Tetua Dao. Lihat wajahnya. Aku tidak mau dipasangkan oleh pemuda yang wajahnya seperti orang tidak waras ini,"


"Kau juga gadis yang tidak waras. Kita memiliki kesamaan. Bukankah itu jodoh?"


"Kau..!"


"Aduh. Yi Wen, berhenti memukul. Oh, iya. Tetua Dao, apa sektemu dalam keadaan yang baik?" Bocah Pengemis Gila bertanya setelah dia berhasil memegang kedua tangan Yi Wen dan mencegah gadis ini memukulnya.


Dao Fang An mengerutkan kening, "Mm. Saat ini sekteku baik-baik saja. Memang kenapa kau menanyakan itu?"


Bocah Pengemis Gila menurunkan tangan Yi Wen dan kemudian berujar dengan nada yang sedikit serius pada Dao Fang An. "Sebelum kemari, aku pergi ke Sekte Lembah Cahaya Surgawi dan menemukan tiga penyusup di sekte itu,"


"Empat," Yi Wen mengoreksi.


"Benar, empat. Kupikir penyusup juga datang kemari karena saat berada di gerbang tadi-----aku mencium bau darah yang berbeda-beda, namun sangat samar. Seakan pernah terjadi sesuatu di tempat ini,"

__ADS_1


Dao Fang An bernapas pelan, "Kau memiliki penciuman yang tajam, Senior. Aku sempat kaget karena Sekte Lembah Cahaya Surgawi ternyata kedatangan penyusup. Aku baru mendengar ini,"


Dao Fang An memperbaiki posisi duduknya dan berkata, "Tempat ini memang pernah diserang oleh anggota Sekte Lembah Iblis. Banyak murid dari sekte ini yang kehilangan nyawanya dan sampai sekarang kami masih dalam proses pemulihan, baik fisik maupun batin."


Yi Wen tersentak, dia menggeleng dan berkata. "Sekte Lembah Iblis lagi. Mereka ini benar-benar tukang cari masalah,"


"Apa kau terluka?" Bocah Pengemis Gila bertanya pada Dao Fang An.


"Sekarang sudah membaik. Aku dirawat oleh tetua Meng Hao Niang,"


Yi Wen mengerutkan kening saat menyadari sesuatu. Dia pun berkata pada Dao Fang An, "Anda seorang 'Tetua Besar' dan Anda juga teman pria ini, tapi bagaimana bisa banyak murid sekte ini yang kehilangan nyawanya? Apa Sekte Lembah Iblis sungguh sekuat itu hingga seseorang seperti Anda bahkan tidak mampu melawan mereka?"


Yi Wen berkata, "Padahal aku merasa bahwa Anda tidak mungkin mempunyai praktik yang lemah. Apalagi aku ingat sebelumnya. Anda berkata, pria 'homo' ini bertemu dengan Anda 250 Tahun yang lalu. Kultivator dengan usia setua itu tidak mungkin selemah ini, bukan?"


Bocah Pengemis Gila tersentak, namun tidak mengatakan apa-apa. Sementara Dao Fang An tersenyum tipis dan merasa kagum dengan kejelian gadis cantik di depannya ini.


Dao Fang An menjawab dengan tenang, "Anggota Sekte Lembah Iblis memang sangat kuat. Jika kami bertarung, aku masih bisa memastikan kemenangan. Hanya saja, mereka memegang kelemahanku."


"Kelemahan Anda?" Yi Wen berkedip.


"Kelemahan yang dimiliki oleh orang-orang yang masih mempunyai hati dan rasa kemanusiaan," Bocah Pengemis Gila menjawab tenang sambil menyilangkan tangannya.


Dao Fang An mengangguk, "Para murid di sekte ini adalah keluargaku. Para tetua dan aku mempunyai tanggung jawab untuk melindungi mereka. Anggota Sekte Lembah Iblis memanfaatkan Konferensi Aliansi Abadi yang diikuti oleh para tetua untuk menyerang tempat ini. Mereka memakai para murid sebagai sandera dan itu adalah kelemahan terbesarku."


Bocah Pengemis Gila menggeleng pelan, "Aku sangat menyayangkan ketidak-beruntunganku. Padahal, mungkin saja aku bisa menyelamatkan Sekte Lautan Awan hingga tidak banyak korban yang berjatuhan andai aku lebih cepat naik ke Alam Kultivasi Atas."


"Ini bukan salahmu, Senior.." Dao Fang An mengembuskan napas, "Semua sudah berlalu. Tidak baik terus mengingatnya,"


Bocah Pengemis Gila mengangguk pelan, dia sedih dan juga melihat bahwa pria tua di depannya pun sedang mencoba untuk tegar. Tentu saja, kemalangan semacam ini tidak mungkin bisa dilupakan dengan mudah. Butuh waktu yang sangat lama.


"Mmm... Senior," Tetua Dao Fang An tiba-tiba saja bertanya, "Sebelumnya aku sudah banyak mengirimimu undangan. Tapi kau tidak pernah datang berkunjung. Kali ini, apa yang membuatmu tergerak untuk naik ke Alam Kultivasi Atas lagi setelah sekian lama? Tidak mungkin kau datang tanpa keperluan yang berarti,"


Bocah Pengemis Gila tersentak, namun dia dengan senyuman ramah berkata. "Tidak ada hal yang terlalu penting. Aku kemari untuk menjenguk seseorang. Apa Xiao Shuxiang ada di sekte ini?"


Dao Fang An mengerutkan kening dan lalu bergumam pelan, "Xiao Shuxiang ....? Xiao Shuxiang ..... Ah!"


Dao Fang An mengingatnya, "Senior tahu tentang Bocah Berandalan itu?"


Yi Wen tersentak, "Bocah Berandalan?"

__ADS_1


"Hmph," Bocah Pengemis Gila mendengus dan tersenyum pahit. "Sepertinya anak itu sudah melakukan banyak hal merepotkan di tempatmu ini hingga memiliki julukan, 'Bocah Berandalan'."


Dao Fang An menggeleng, "Tidak sama sekali, dia cukup baik. Hanya saja dia kurang sopan. Dia menyebutku, 'Tua Bangka'. Tapi dia cukup penurut."


"Ah .... Begitu. Dia memang orang yang seperti itu, tolong dimaklumi. Dia masih belajar untuk bersikap selayaknya manusia yang baik, meski aku meragukannya." Bocah Pengemis Gila mengembuskan napas. Dia pun berkata, "Xiao Shuxiang adalah Saudara Seperguruan gadis ini. Kami datang untuk menjenguknya,"


"..............." Dao Fang An terdiam sejenak sebelum berujar, "Aku mendengar bahwa Bocah Berandalan itu sudah lebih dari semingguan ini mengurung diri di dalam kamar. Aku sebenarnya baru saja membahas tentangnya dengan tetua Jiao Feng,"


"Mengurung diri? Kenapa saudara Xiao-ku melakukan itu?" Yi Wen mengerutkan kening, begitu pula dengan Bocah Pengemis Gila.


Dao Fang An menjelaskan, "Dia sudah sangat berjasa. Dia menyelamatkan para murid yang menjadi sandera ketika aku terluka parah. Dia pun juga bertarung dengan anggota Sekte Lembah Iblis dan yang kudengar-----pedang pusakanya patah karena hal itu. Dia sedih sampai mengurung diri dan bahkan tidak mau diganggu,"


"Pedang Pusaka ...." Yi Wen mengingat-ingat dan langsung terlonjak kaget, "Pedang Pusaka saudara Xiao-ku patah?! Pedangnya itu kan ...."


"Pedang Pusaka Xiao Shuxiang .... Bukankah-"


"Yīng xióng!" Yi Wen menyela dan membuat Bocah Pengemis Gila kaget. Mereka saling berpandangan dan seakan tidak percaya.


"Bagaimana mungkin Yīng xióng patah," Yi Wen menggeleng, "Ini mustahil..!"


"Apa mungkin bukan pedang itu?" Bocah Pengemis Gila bertanya.


"Saudara Xiao-ku hanya punya satu pedang pusaka. Dia tidak mungkin memakai pedang pusaka biasa untuk melawan anggota Sekte Lembah Iblis, jadi dia pasti memakai Yīng xióng." Yi Wen menatap Dao Fang An dan lalu bertanya, "Di mana kamar saudara Xiao-ku sekarang?"


"..............." Dao Fang An tidak mengerti kenapa kedua orang ini sangat syok saat mendengar pedang Xiao Shuxiang patah.


Dia akui. Saat pertama kali melihat pedang tersebut, Dao Fang An merasa itu pedang yang hebat meski bukan jenis Pusaka Spiritual. Dia pun membahasnya dengan tetua Jiao Feng tadi dan berniat menemui Xiao Shuxiang untuk membantu pemuda itu memperbaiki pedangnya. Hanya saja, niat tersebut tertunda karena murid Sekte Lautan Awan datang sambil membawa undangan dari Bocah Pengemis Gila.


"Aku akan mengantar kalian, aku juga ingin memeriksa keadaan anak itu. Ayo," Dao Fang An bangun dari tempat duduknya dan disusul oleh kedua tamunya itu.


Yi Wen menyenggol Bocah Pengemis Gila dan berujar pelan. Ekspresi wajahnya nampak pucat, "Bagaimana ini? Yīng xióng patah dan kita juga tidak datang dengan kabar yang baik. Aku khawatir akan jadi bagaimana kondisi saudara Xiao-ku nantinya..."


"Aku juga memikirkan hal itu. Kau berdoa saja semoga Xiao Shuxiang tidak mengamuk,"


"Bocah Pengemis Gila. Jika itu terjadi, kau harus melindungiku. Intinya risiko dari kabar yang kita bawa untuknya harus ditanggung berdua."


"Kalian ini sedang membahas apa?" Dao Fang An menoleh ke belakang dan berkata, "Ayo cepat. Dia pasti senang melihat kalian,"


Bocah Pengemis Gila dan Yi Wen tertawa pahit. Mereka sedang fokus merencanakan pertahanan. Setidaknya mereka berpikir tentang bagaimana mengatur ucapan yang tidak sampai menyulut emosi Xiao Shuxiang.

__ADS_1


Dalam keadaan yang sedang merajuk, apalagi sampai membuat Xiao Shuxiang mengurung diri di dalam kamar bukanlah kabar yang baik. Bocah Pengemis Gila berharap kehilangan Yīng xióng tidak akan membuat Xiao Shuxiang menjadi lupa diri.


******


__ADS_2