![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Seperti yang sudah diperkirakan. Saat Xiao Shuxiang pergi, beberapa murid Sekte Lautan Awan baru saja sampai hingga mereka tidak saling berpapasan.
Murid-murid itu nampak tersentak saat melihat pemandangan di depan mereka. Beberapa pohon tumbang dengan bekas pertarungan. Salah satu di antara murid terlihat berdiri di depan sebuah batang pohon.
Dengan hati-hati, murid yang nampak berusia 30 Tahun itu mengambil sehelai daun yang tertancap pada batang pohon tersebut. Dia memperhatikannya dengan saksama, bahkan melihat pinggiran daun itu yang memiliki bekas darah.
"Ini masih baru. Coba cari di sana,"
Murid itu memerintahkan rekannya yang lain. Dia mengambil sebuah sapu tangan dari pakaiannya dan menyimpan daun di tangannya dengan hati-hati.
Tidak hanya di batang pohon, bahkan ada beberapa daun yang nampak tertancap di tanah dan di permukaan batu besar di tempat ini. Murid itu juga mengusap pelan rerumputan yang terasa seperti habis terbakar.
"Ini bekas cambukan..." kening murid itu mengerut, dia mengingat-ingat siapa di antara saudara seperguruannya yang selama ini selalu memakai cambuk sebagai senjata. Hanya saja, murid itu kemudian menggeleng pelan.
"Tidak bisa... Terlalu banyak orang, aku butuh petunjuk lain untuk memastikan siapa yang bertarung di tempat ini,"
"Hei...! Tolong bantu kami...!"
Seruan seorang murid terdengar dan langsung mengundang perhatian teman-temannya. Mereka bergegas ke asal suara itu dan menemukan hal yang begitu mengejutkan.
Ada tiga murid wanita Sekte Lautan Awan yang dalam kondisi terluka parah. Bahkan kaki salah satu di antara mereka terjepit di antara pohon yang tumbang.
"Senior Ye Qin Jiu...!" seorang berseru karena mengenali salah satu saudara seperguruannya. Temannya yang lain juga kaget sebab ikut mengenal wanita yang bersama Ye Qin Jiu.
"Mereka masih hidup...!"
"Astaga... Sebenarnya apa yang terjadi? Kondisinya parah sekali..."
"Ayo cepat bantu,"
__ADS_1
"Hati-hati,"
*
*
*
Kabar tentang terlukanya Ye Qin Jiu dan dua murid Sekte Lautan Awan yang lain menyebar dengan sangat cepat, bahkan sudah sampai di telinga Liu Wei Lin.
Pemuda yang selalu membawa kipas merah senada dengan pakaiannya itu ikut menjenguk Ye Qin Jiu yang dirawat dalam 'Balai Pengobatan'. Dia merasa kasihan melihat kondisi wajah dan tubuh wanita cantik tersebut.
"Sangat beruntung mereka masih bisa hidup..." Liu Wei Lin menutupi sedikit wajahnya dengan kipas. Dia melihat perban yang dibalut pada tangan dan wajah Ye Qin Jiu.
Jiao Feng menjelaskan, "Empat tulang rusuknya patah karena hantaman dan itu juga melukai organ dalamnya. Wajahnya ikut terluka dan sangat sulit memastikan mereka bisa bertahan dengan kondisi kritis ini atau tidak,"
"Aku akan coba menghubungi tetua Puncak Jin Cheng dan memintanya kemari," Jiao Feng sudah mengerahkan usaha yang dapat dia lakukan untuk mengobati murid-muridnya, tetapi memang keahlian pengobatannya tidak sehebat Tetua Puncak Jin Cheng.
Yan Tianhen juga ada dalam ruangan itu, raut wajahnya tidak berubah----dia tetap terlihat tegas, namun juga seperti berandalan. Aura permusuhan nampak jelas pada tatapan matanya.
Yan Tianhen kurang lebih tahu siapa yang sudah membuat Ye Qin Jiu dalam kondisi yang buruk, meskipun dia sangat tidak ingin mempercayainya.
"Aku yang memintanya memberi pelayan rendah itu sebuah pelajaran, tapi tidak disangka justru mereka yang terluka parah. Hanya saja apa memang benar pelayan itu yang melakukannya atau... Justru dia dibantu orang lain."
Memikirkan banyak kemungkinan membuat kepala Yan Tianhen berdenyut. Satu hal yang dia harus lakukan adalah menunggu sampai Ye Qin Jiu siuman atau dia sendiri yang pergi menggali kebenarannya dari pelayan rendahan tersebut.
"Di sekte ini... Tidak ada larangan bagi para murid untuk saling unjuk kebolehan," Jiao Feng berkata, "Arena Pertarungan merupakan tempat yang dibuat bagi para murid yang ingin menyelesaikan masalah termasuk jika ada yang ingin membalas dendam. Tapi aku sangat melarang keras sesama murid sekte ini bertarung di tempat lain, bahkan dengan niatan ingin membunuh. Keadaan ini jelas merupakan suatu kesalahan!"
Liu Wei Lin tahu bahwa Jiao Feng marah. Tetua dari Gunung Puncak Bai itu jujur saja merupakan Tetua yang paling taat pada aturan dan sebenarnya mempunyai murid yang lebih banyak bila dibanding Tetua Puncak yang lain.
__ADS_1
Masalah internal seperti kelakuan liar para murid Sekte Lautan Awan memang lebih didominasi dengan murid-murid Gunung Puncak Bai, tetapi seperti yang dijelaskan----ada aturan jika murid ingin bertarung satu sama lain.
Jiao Feng berkata, "Mengingat sifat dan kelakukan Ye Qin Jiu selama ini, dia tidak akan lolos dari hukuman. Tetapi pelaku yang sudah membuat kondisi mereka separah ini juga tidak termaafkan."
"Tetua Jiao benar," Liu Wei Lin setuju. "Namun kurasa kondisi ini masih perlu diselidiki lebih jauh,"
Liu Wei Lin memainkan kipasnya dengan pelan, "Menurutku... Hanya murid yang mempunyai praktik lebih tinggi yang bisa melakukan ini pada mereka. Selain itu, murid tersebut juga dipenuhi nafsu membunuh yang kuat,"
"Kau benar, ini masih harus diselidiki." Jiao Feng mengembuskan napas dan mulai berdiri, "Sebelum para tetua yang lain datang... Aku ingin mengumpulkan para murid yang terlibat masalah dengan mereka,"
"Aku akan membantu Anda," Liu Wei Lin tersenyum tipis dan memberi hormat saat Jao Feng melangkah keluar dari ruangan ini.
Dia bermaksud mengikuti Tetua dari Gunung Puncak Bai tersebut, namun langkahnya terhenti sejenak ketika berada di hadapan Yan Tianhen.
Liu Wei Lin menatap pemuda yang sejak tadi hanya berdiri diam itu, "Saudara Yan. Aku tahu kau adalah orang yang dekat dengan nona Ye, kalian juga punya sifat yang sama. Tapi aku selalu yakin kau lebih memiliki tata krama yang jauh lebih baik daripada dia. Kuharap, kejadian ini... Kau sama sekali tidak terlibat di dalamnya,"
"Saudara Liu, jika memang aku ingin membalas seseorang----aku sama sekali tidak butuh bantuan seorang wanita. Aku pasti akan langsung menarik dirinya bertarung hidup dan mati di arena. Dan jauh lebih daripada itu... Kau adalah orang pertama yang akan kubunuh."
"........."
Suasana menegangkan di sekitar kedua pemuda yang saling berhadapan itu.
Yan Tianhen tidak bisa menyembunyikan rasa ketidak-sukaannya pada Liu Wei Lin. Dia seperti memiliki dendam kesumat pada saudara seperguruannya yang satu ini.
Ucapan Yan Tianhen barusan jelas sekali berbeda dengan fakta yang sebenarnya. Dialah yang sudah meminta Ye Qing Jiu untuk memberi pelajaran pada seseorang. Hanya saja tentu, dia tidak akan pernah mengungkapkan kebenaran ini.
Liu Wei Lin tersenyum tipis, "Itu hal yang bagus. Setidaknya kau sekarang terlihat lebih bermartabat,"
Yan Tianhen memperhatikan ketika Liu Wei Lin mulai melangkah pergi. Kedua tangannya terkepal kuat setiap kali dia melihat pemuda itu. Liu Wei Lin adalah orang yang paling tidak disukainya di Sekte Lautan Awan ini.
__ADS_1
******