![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Xiao Shuxiang tersentak dengan pertanyaan Ling Qing Zhu, namun dia menjawab dengan nada yang tenang.
Xiao Shuxiang, "Karena jika bukan dia yang mati, maka aku yang akan mati."
"......... Kau tidak menyesal?"
Xiao Shuxiang menatap ke arah cermin dan melihat pantulan wajah Kucing Putihnya. Dia tersenyum lembut, "Apa aku terlihat menyesalinya?"
Ling Qing Zhu tersentak, dia pun lantas berdiri dan kemudian berbalik. Dia menatap wajah Wali Pelindungnya dan dengan raut wajah yang serius----dirinya bertanya, "Apa kau tidak pernah merasa menyesal bahkan sekali pun?"
Shuxiang mengerutkan kening dan merasa bahwa arah pembicaraan ini sangat serius. Dia pun berjalan ke salah satu kursi dan duduk di sana. Dirinya memberi isyarat agar Kucing Putihnya mendekat.
Saat Ling Qing Zhu sudah duduk di kursi yang lain, Xiao Shuxiang pun berkata. "Kucing Putih, bukannya aku ingin bersikap kejam. Tapi aturan dunia yang kulihat memang seperti itu. Maksudku, jika kau tidak berani mengambil nyawa makhluk mana pun----maka jangan jadi pendekar."
"..............."
Ling Qing Zhu memperhatikan dengan saksama Wali Pelindungnya. Dia pun berujar, "Kadang aku merasa bahwa aku mengenalmu. Tapi terkadang juga tidak,"
"Shuxiang," Ling Qing Zhu melanjutkan. "Manakah dari dirimu ini .... Yang mencerminkan kau yang sebenarnya?"
Xiao Shuxiang menatap dalam wajah Kucing Putihnya dan lantas berkata, "Aku tidak tahu apa maksudmu. Tapi .... Apa kau takut .... Padaku?"
Ling Qing Zhu menggeleng, "Entahlah ...."
"..............."
"..............."
Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu sama-sama terdiam dalam waktu yang lama. Mereka saling menatap sebelum pada akhirnya menundukkan pandangan.
Suasana dalam ruangan itu teramat sunyi sebelum akhirnya Xiao Shuxiang yang memulai pembicaraan lebih dahulu.
"Sebenarnya aku tidak tahu harus bicara apa, Kucing Putih .... Aku tidak ingin menjelaskan apa pun karena itu akan terlihat seperti aku sedang membela diri. Kau pasti sudah banyak mencari tahu tentangku. Jadi aku hanya ingin bertanya pendapatmu,"
Ling Qing Zhu menatap pemuda di depannya dan bernapas pelan. Dia pun bicara, "Kau .... Makhluk terburuk dari yang terburuk,"
"..............."
"Dari cerita yang kudengar, Xiao Shuxiang tidak mempunyai rasa kasihan sama sekali. Jangankan mengampuni nyawa orang lain, bahkan nyawa orang tuanya sendiri pun tidak dia lepaskan. Mereka mengatakan .... Xiao Shuxiang tidak memiliki hati manusia,"
"..............."
Melihat Wali Pelindungnya terdiam membuat Ling Qing Zhu kembali bersuara. "Aku mendengar .... Kau tidak mengerti hubungan di antara manusia. Kau mempunyai banyak hal buruk dan aku .... Jujur saja takut mendengarnya,"
__ADS_1
Xiao Shuxiang mengangguk pelan, "Aku memang tidak mengerti tentang hal yang berhubungan dengan sesuatu yang halus seperti perasaan di antara manusia. Aku baik pada orang yang memperlakukanku dengan baik. Aku membalas perbuatan orang yang jahat padaku. Dan aku akan menghormati orang yang telah berani berkorban demi diriku. Aku .... Sangat menghormatimu, Kucing Putih."
Ling Qing Zhu tersentak. Dia berkedip, "Kau .... Menghormatiku?"
"Mn, kau pernah melindungiku di depan semua orang. Kau menjagaku meski aku sering berbuat buruk padamu. Aku .... Jujur saja tidak ingin kau menjadi takut padaku. Aku tidak bisa meminta maaf tentang perbuatanku pada pamanmu. Aku merasa akan menjadi lebih jahat jika meminta maaf tanpa rasa penyesalan di dalamnya,"
Ling Qing Zhu mengembuskan napas, pandangannya sedikit tertunduk. Dia bersuara pelan, "......... Kau tidak harus meminta maaf. Itu sudah takdir langit. Nyawa yang hilang .... Tidak bisa kembali lagi,"
"..............."
Suara saat Ling Qing Zhu bicara begitu tenang. Namun jika diperhatikan baik-baik, ada nada yang terdengar sedikit goyang. Xiao Shuxiang bahkan bisa menemukan perbedaan setipis itu.
Raut wajah Xiao Shuxiang sedikit berubah, "Nyawa yang hilang tidak bisa kembali lagi...? Bab tentang roh dan kebangkitan .... Kitab Pembunuh Matahari. Apa mungkin ...."
Xiao Shuxiang menahan napas, dia baru saja terpikirkan sesuatu yang sangat berbahaya tetapi langsung menepisnya. "Tidak bisa. Aku bukan orang sebaik itu hingga harus mengatakan temuanku pada Kucing Putih. Gadis ini memang terlihat seperti begitu menyayangi pamannya, tapi aku tidak akan pernah mau melakukan sesuatu yang sama sekali tidak menguntungkan untukku."
Xiao Shuxiang berkedip, sorot matanya sedikit berbeda. "Akulah yang sekarang menjadi Wali Pelindung Kucing Putih dan menggantikan pamannya yang sudah mati itu. Kucing Putih sekarang hanya perlu menyayangi Yang Mulia Xiao Shuxiang ini. Tidak boleh yang lain,"
"Kucing Putih...?" Xiao Shuxiang bersuara lembut, "Jadi .... Apa sekarang kau masih takut padaku?"
"..............." Ling Qing Zhu menatap sosok menawan di hadapannya, namun tidak mengatakan apa-apa.
Xiao Shuxiang melanjutkan, dia berujar pelan. "Sebenarnya .... Saat kau hanya berdua dengan Lan Zhi di kamar ini .... Aku secara tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian. Lan Zhi bertanya tentang perasanmu padaku, tapi kau menjawab 'tidak tahu'. Apa .... Kau .... Sebenarnya tidak suka padaku?"
Ling Qing Zhu terkejut, tetapi dia masih bisa mengontrol emosinya hingga tidak sampai terlihat pada ekspresi wajahnya. Namun tidak demikian dengan tatapan matanya yang berwarna sebiru langit itu.
"Shuxiang," Ling Qing Zhu menyela. "Aku juga ingin memperlakukanmu dengan benar. Namun sering kali perasaan ragu datang dan membuatku takut,"
"Tapi aku tidak menyakitimu..." Xiao Shuxiang menggeleng, "Kau membuatku ingin menangis. Aku bersikap sangat hati-hati selama ini. Aku tidak melakukan candaan yang kelewatan denganmu, aku tidak mempermainkan perasaanmu. Aku bahkan tidak menggodamu seperti yang kulakukan pada orang lain di luar sana walau jujur aku sebenarnya sangat ingin melakukannya. Tapi kau tahu, aku benar-benar menahan diri karena bagiku kau istimewa dan sosok yang pantang untuk dipermainkan. Kau .... Mm... Bagaimana aku menjelaskannya ya...? Kau seperti .... Seperti...."
"Bintang di hatiku?"
"Bintang di hati--!!" Xiao Shuxiang kaget sampai tidak sadar membuka mulut kala melihat gadis di hadapannya tersenyum.
!!!
Suara gemuruh petir tiba-tiba saja terdengar di dalam dada Xiao Shuxiang. Saking kagetnya, pemuda itu sampai terjatuh dari kursinya dan merintih karena dahinya terbentur pinggiran meja.
"Ssh.. Aduh..." Xiao Shuxiang mengusap-usap dahinya.
Ling Qing Zhu sebenarnya kaget dengan respon berlebihan Wali Pelindungnya. Dia menggeleng pelan dan lalu mendengus, "Memalukan."
Xiao Shuxiang menarik kursinya dan duduk kembali sambil mengusap-usap dahinya. Kedua telinganya entah sejak kapan merona merah bahkan rasa penuh keterkejutan masih nampak di wajahnya.
__ADS_1
Xiao Shuxiang menatap Kucing Putihnya dan hanya melihat wajah yang sangat cantik, namun dengan ekspresi yang datar. Padahal sebelumnya, jelas terlihat segaris senyum yang terlukis di wajah seputih salju gadis di hadapannya ini.
"Ssh... Aduh..." Xiao Shuxiang masih merintih, "Apa hanya halusinasiku atau barusan kau .... Benar-benar tersenyum,"
Ling Qing Zhu mendengus, "Mustahil."
"Serius, Kucing Putih! Aku benar-benar melihatmu tersenyum..!"
"Tidak mungkin,"
"Kau jangan bohong, Kucing Putih. Aku melihatnya," Xiao Shuxiang memukul meja di hadapannya dan berdecak kagum. Dia menatap Ling Qing Zhu dan berkata, "Jantungku seakan-akan sudah runtuh dan meledak karenamu. Aku tidak menyangka kau ternyata bisa tersenyum,"
"Tidak mungkin," Ling Qing Zhu ngotot tidak mau mengakuinya.
"Kucing Putih, kau mulai lagi---" Xiao Shuxiang baru akan lanjut bicara saat terdengar suara ketukan pintu.
Ling Qing Zhu menoleh. Dia merasa terselamatkan oleh siapa pun yang mengetuk pintu kamarnya. Dia pun bangun dan pergi untuk mengambil cadarnya.
Xiao Shuxiang sendiri berjalan ke arah pintu, dia mendengar suara gadis yang memanggil namanya. Dia mengenali suara ini.
Xiao Shuxiang membuka pintu dan melihat seorang gadis yang meski cantik, namun belum bisa menyaingi kecantikan Kucing Putihnya.
Yang mengetuk pintu tidak lain adalah Zhi Shu, gadis itu memakai pakaian berwarna putih dan dengan rambut yang tergerai indah. Dia sedikit tersentak karena yang membuka pintu adalah Xiao Shuxiang.
Zhi Shu bertanya, "Saudara Xiao? Kau bangun pagi?"
"Mn? Kenapa kau terlihat keheranan? Apa melihatku bisa bangun pagi-pagi sangat mengejutkan?"
Zhi Shu menatap wajah pemuda yang berdiri di hadapannya, dia pun berkata tanpa rasa bersalah. "Saudara Xiao, coba pikirkan saja. Kau adalah orang yang jika sudah tidur, maka akan sulit sekali dibangunkan."
Zhi Shu memperhatikan saudaranya dari atas sampai bawah dan melanjutkan ucapannya, "Bisa melihatmu di pagi yang cerah ini.... Mungkinkah Saudara Xiao-ku dan istrinya sudah melakukan 'ini dan itu'?"
Senyum Zhi Shu merekah, dia menaik-turunkan alisnya sambil menggoda Xiao Shuxiang. Tindakannya membuat sosok menawan di hadapannya mendengus.
"Zhi Shu, kau menyebalkan. Aku sedang dalam masa pendekatan dan karena kau----ritual ini dan itu justru tidak terjadi." Xiao Shuxiang mengembuskan napas, "Haah... Entah kenapa sekarang aku jadi ingin memporak-porandakan Sekte Kupu-Kupu, mengikat semua murid-muridnya dan menyeret mereka ke Sekte Pedang Langit untuk didisiplinkan."
Zhi Shu memanyungkan bibirnya, "Jadi Saudara Xiao menganggap aku penganggu, begitu?"
"Memang jelas kau penganggu." Xiao Shuxiang membalas, "Apa kau tidak sadar mengganggu waktu bersamaku dengan Kucing Putih?"
"Saudara Xiao, ini bukan salahku." Zhi Shu membela diri, "Kau harusnya memakai waktu yang panjang di malam hari, bukannya pagi-pagi begini. Lagipula alasanku datang kemari juga untuk mengatakan bahwa kau dan Nona Ling sudah ditunggu yang lainnya. Kereta kita sudah siap atau kau memang ingin tinggal di sini?"
"Iya, iya. Aku akan pergi. Kucing Putih, ayo." Xiao Shuxiang berjalan keluar, dia juga mengajak Ling Qing Zhu.
__ADS_1
Perjalanan mereka memang harus terus dilanjutkan. Kali ini kota yang akan mereka kunjungi adalah Kota Xiliang, tempat di mana suara gemuruh dan sambaran petir di langit tidak pernah menghilang.
******