KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
63 - Wang Zhao


__ADS_3

"Ka-kau baik-baik saja, kan?" Wang Zhao terlihat begitu khawatir dengan kondisi Xiao Shuxiang. Dia adalah pelayan yang sebelumnya mengajak pemuda ini untuk mencari kayu bakar di hutan.


"Tuan Xiao, aku sungguh meminta maaf karena sudah menyakitimu. Aku .... Tidak benar-benar ingin melakukannya,"


"........"


Wang Zhao sedikit tertunduk saat berujar pelan, "Aku..."


"Tidak perlu mengatakan apa pun," Xiao Shuxiang menepuk-nepuk debu di bahu dan pakaiannya. "Melihatmu penuh rasa bersalah seperti ini membuatku tidak tega memukulmu. Haiih... Aku pasti sudah jadi orang yang baik,"


Xiao Shuxiang menggeleng pelan ketika merasa bahwa dia sudah mulai menaruh rasa kasihan pada seseorang. Dalam hati dia mengusap-usap dada dan berharap tindakannya ini tidak membuat dirinya menjadi orang yang lemah.


"Kau sendiri bagaimana?" Xiao Shuxiang akhirnya bertanya, dia melihat ada bekas air pada pipi pemuda ini dan ngotot yakin bahwa pelayan muda di depannya baru saja menangis.


Wang Zhao menggelengkan kepala, "Aku tidak apa-apa,"


"Aiya, kawan." Xiao Shuxiang menepuk pelan bahu Wang Zhao dan berkata, "Jika kau takut berbuat buruk, maka harusnya kau jangan lakukan itu. Mengerti?"


"Tapi .... Aku sudah menyakitimu. Aku su-sudah membuatmu dalam bahaya,"


"Benar, kau hampir membuatku mati."


!!


Wang Zhao terkejut dan berniat berlutut meminta maaf pada Xiao Shuxiang saat tubuhnya ditahan oleh pemuda itu. Dia terbelalak dan sangat tidak menduga Xiao Shuxiang akan memeluknya.


"Kau ini apa-apaan? Berlutut memohon pengampunan dariku pun semuanya tidak akan kembali seperti semula." Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan mengusap pelan punggung Wang Zhao.


"Tu-Tuan Xiao..."


"Sudahlah, kau jangan merasa bersalah. Jika bukan kau, pasti orang lain yang akan di posisimu sekarang ini. Aku tahu kau orang yang baik,"


"Tuan Xiao...!" Wang Zhao memeluk erat Xiao Shuxiang dan tidak bisa menahan tangisnya lagi. Dia benar-benar menyesal karena sudah menyakiti pemuda ini.


Wang Zhao bisa menilai Xiao Shuxiang. Baginya, pemuda ini merupakan sosok yang tidak pernah membeda-bedakan orang lain. Dia tahu bahwa Xiao Shuxiang bukan dari kalangan manusia biasa atau kultivator biasa, tetapi sangat tidak bisa dipercaya sosok ini bahkan memeluknya tanpa keraguan sama sekali.


"Sudah, kau jangan menangis lagi. Kau ini pria. Seorang pria pantang menangis," Xiao Shuxiang menenangkan Wang Zhao tanpa menyadari bahwa mereka dilihat oleh orang lain.


?!


Mo Huai baru saja selesai dengan satu keranjang rumput liar dan berkedip saat memergoki Xiao Shuxiang dan seorang pemuda berpelukan. Ekspresi wajahnya sulit diartikan.


"Sekarang kau baik-baik saja?"


Mo Huai mendengar suara Xiao Shuxiang. Dia melihat pemuda itu perlahan melepaskan pelukannya dan begitu perhatian pada pelayan tersebut. Ekspresi wajahnya kini mulai memburuk.

__ADS_1


"Usap air matamu. Ya ampun, bagaimana kau bisa secengeng ini? Berapa usiamu, huh?" Xiao Shuxiang tidak percaya sosok di hadapannya benar-benar menangis.


"Aku... Berusia 20 Tahun," Wang Zhao mengusap wajahnya, suaranya terdengar serak. Dia membuat Xiao Shuxiang nyaris jatuh.


"Ka-Kau berusia 20 Tahun? 20 Tahun dan masih secengeng ini?!" Xiao Shuxiang menggeleng saking tidak percayanya. "Baiklah... Kuanggap kau memiliki hati selembut tahu. Ayo, kita cari minum untukmu."


Xiao Shuxiang mengusap-usap pelan punggung Wang Zhao dan menuntunnya berjalan bersama. Bagi pandangan orang lain, tindakan itu mengundang pemikiran yang aneh. Namun sebenarnya perlakuan Xiao Shuxiang wajar-wajar saja.


Terkadang, dia menganggap orang-orang di sekitarnya sebagai anak-anak yang masih muda. Bahkan perlakuan kasarnya pada Dao Fang An adalah karena Xiao Shuxiang merasa usianya lebih tua dari kakek menyebalkan tersebut.


"........"


Mo Huai mengembuskan napas dan lalu memutuskan untuk mengikuti Xiao Shuxiang. Dia harus memastikan bahwa pemuda itu tidak membuat masalah.


Mo Huai melihat Wang Zhao dibawa ke gubuk bambu tempat Xiao Shuxiang tinggal. Dia berkedip saat pintu gubuk tersebut ditutup dengan dua orang pemuda di dalamnya.


"Tidak tahu kenapa .... Tapi aku merasa perlu lebih dekat ke tempat itu." Mo Huai memantapkan hatinya.


Di dalam gubuk sendiri, Xiao Shuxiang meminta Wang Zhao duduk di tempat tidurnya. Dia sendiri mengambilkan air untuk pemuda tersebut dan mulai duduk di atas kendi air yang memakai penutup kayu. Dia meminta maaf karena tidak ada kursi di ruangan ini.


Pandangan Wang Zhao mengedar dan memang gubuk kayu ini sangat amat sederhana. Ruangannya kecil dan hanya ada sebuah sekat kayu sebagai pemisah bahwa di tempat itulah seseorang dapat membersihkan diri.


Wang Zhao mengembuskan napas pelan, dia tahu siapa yang memperlakukan Xiao Shuxiang seperti ini. "Kakek Dao itu orang yang baik. Aku sebelumnya juga diberi tempat tinggal yang jauh lebih sederhana dari ini,"


Wang Zhao mengangguk pelan, "Awalnya aku tinggal di samping kandang kuda. Tempatnya... Kau bisa bayangkan seperti apa,"


Ekspresi Xiao Shuxiang agak pucat, dia mengangguk. "Imajinasiku selalu luar biasa. Jika itu aku... Xiao Shuxiang ini pasti akan mengamuk. Aku benar-benar akan menggantung tua bangka itu dan menampar bokongnya,"


Wang Zhao tersenyum, "Jika kakek Dao mendengarnya----bokongmu yang akan ditampar lebih dulu. Kakek sebenarnya merupakan penolongku, dia memintaku bekerja di sini agar aku juga bisa ikut melihat latihan para murid dan menemukan keahlianku sendiri. Tapi yah..."


"Sulit? Benar, kan?"


"Mn, aku tidak punya bakat. Di usia ke 20 Tahun... Praktik kultivasiku sama sekali tidak meningkat. Aku bahkan masih takut memegang pedang. Apa... Menurut Tuan Xiao itu buruk?"


Xiao Shuxiang menyilangkan tangan di depan dada dan menghela napas, "Itu bukan hal yang buruk. Aku sendiri sudah diajari memegang belati saat berusia 5 bulan. Aku dibawa ke arena hidup dan mati ketika berusia 5 Tahun. Aku mulai mengambil nyawa orang lain saat usiaku masih sangat muda dan itu makin buruk setelah menginjak dewasa. Kuberi tahu padamu, merupakan hal yang baik jika kau bisa menjadi pendekar tanpa pernah membunuh siapa pun."


Wang Zhao menatap Xiao Shuxiang dalam. Dia sebenarnya sudah menahan napas ketika mendengar bahwa pemuda ini ternyata telah banyak mengambil nyawa orang lain. Padahal dari yang terlihat, Xiao Shuxiang jelas seperti sosok pemuda yang baik-baik.


"Apa... Menurutmu... Aku bisa menjadi pendekar tanpa menghilangkan nyawa orang lain?" Wang Zhao bertanya dengan ekspresi wajah yang serius.


"Mungkin itu hal yang sulit, tapi kau bisa melakukannya. Kau hanya perlu menjadi kuat,"


"........"


Xiao Shuxiang bisa melihat bahwa sosok di hadapannya tersenyum pahit. Wang Zhao tertunduk seakan menjadi kuat itu merupakan hal yang sulit diwujudkan.

__ADS_1


Xiao Shuxiang menghela napas, "Aku pasti sudah tidak waras karena baru saja memikirkan cara untuk menolongnya."


Xiao Shuxiang menggaruk pelan pipinya yang tidak gatal dan lalu menggeleng, "Sebaiknya tidak. Jangan ikut campur pada masalah orang lain. Dia harus memiliki keinginan sendiri untuk berubah jika ingin menjadi kuat,"


?!


Xiao Shuxiang spontan menoleh ketika mendengar suara asing yang berasal dari pintu gubuknya. Dia pun berjalan dan langsung membuka pintu tersebut. Yang ada di balik pintu ternyata adalah Mo Huai.


"Apa yang kau lakukan berdiri di luar seperti ini...?" kening Xiao Shuxiang mengerut sebelum akhirnya dia tersentak. "Kau menguping ya...?"


Mo Huai terkejut dan segera menggeleng, "A-aku baru sampai. Tu-Tuan Muda Xiao, kau ini sedang... Apa?"


"Selingkuh." Xiao Shuxiang menjawab dengan spontan.


Xiao Shuxiang, "Kebetulan karena Lan Guan Zhi-ku tidak ada di sini. Aku juga tidak bisa bertemu Kucing Putih dan tidak ada Hu Li. Kau juga jarang menemaniku, jadi aku tentu saja mencari pasangan baru. Tapi saat aku masih dalam tahap 'Pendekatan', kau justru telah menguping. Tsk, bagaimana ini..."


Mo Huai berkedip beberapa kali dan dengan serius bertanya pada Xiao Shuxiang. "Tuan Muda Xiao, kau pasti bercanda kan?"


"Kau pikirkan saja sendiri," Xiao Shuxiang mendengus pelan dan lalu melangkah masuk. "Kenapa diam di situ? Tidak mau ikut bergabung?"


Ekspresi Mo Huai terlihat gelap sebelum akhirnya pemuda itu mengembuskan napas pelan. "Tuan Muda Xiao, jangan seperti ini. Jika nona Ling tahu, dia akan sangat sedih..."


"Aku selingkuhnya dengan laki-laki, bukan perempuan. Jadi, Kucing Putih tidak akan menganggapnya sama sekali."


"Justru karena laki-laki kau bisa dianggap punya kelainan menyimpang lagi," Mo Huai bergumam pelan. Dia mengikuti Xiao Shuxiang masuk dan baru melihat dengan baik tempat tinggal sosok Wali Pelindung Ling Qing Zhu ini.


Mo Huai menggeleng pelan, dia merasa bahwa siapa pun yang memberi tempat tinggal Xiao Shuxiang adalah orang yang buruk. Gubuk bambu ini tidak lain adalah tempat penyimpanan air dan tumpukan kayu, sungguh tidak layak ditinggali.


Xiao Shuxiang sendiri nampak bingung ingin menyuruh Mo Huai duduk di mana. Dia tidak punya kursi satu pun di tempat ini. Satu-satunya hanya tempat tidur yang terbuat dari bambu dengan alas jerami.


"Mo Huai, duduklah di tempat mana pun yang kau suka---!"


"Xiao Shuxiang...!"


?!


Wang Zhao dan Mo Huai mendengar sebuah seruan yang berasal dari luar, begitu pun Xiao Shuxiang. 


Wali Pelindung Ling Qing Zhu itu terlihat mengembuskan napas, "Kali ini siapa lagi yang datang..."


"Xiao Shuxiang...! Keluarlah...!"


Ekspresi Wang Zhao begitu serius. Suara yang dia dengar seperti membawa hal yang tidak mengenakkan. Mo Huai pun merasa bahwa kunjungan orang lain di luar sana tidak untuk sesuatu yang baik.


******

__ADS_1


__ADS_2