KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
304 - Sekte Lembah Iblis


__ADS_3

Wang Zhao baru saja menapak di tanah sebelum melihat pemandangan yang sangat berbeda tentang Istana Teratai Hitam yang merupakan tempat tinggal bagi kultivator Sekte Lembah Iblis.


Istana ini harusnya megah dan mewah seperti yang dia kenal. Istana Teratai Hitam harusnya adalah tempat yang mampu menyilaukan mata karena kemewahannya, akan tetapi apa yang dia lihat bisa digambarkan dengan satu kata:


Mengerikan.


Ekspresi wajah Bocah Pengemis Gila bahkan sudah menjelaskan seperti apa pemandangan tempat ini. Pria itu sampai memeluk lengan Xiao Shuxiang saking takutnya.


"Ini ... A-apa kau yakin ini tempat yang tepat?" suara Bocah Pengemis Gila terdengar gemetar, dia menelan ludah dan berkata. "Ka-kau tidak membawa kita ke tempat yang salah, kan?"


"Tuan Muda Xiao ..." raut wajah Hu Li pun nampak pucat. Rasanya seakan-akan dia baru ingat bahwa Xiao Shuxiang kadang sering tidak beres saat menggunakan Teknik Cermin Pemindah.


Mereka memang belum pernah dibawa ke tempat pemakaman oleh teknik ini, tetapi Xiao Shuxiang pernah membawa mereka ke pemandian para wanita dan itu bahkan lebih buruk lagi.


Xiao Shuxiang menatap Bocah Pengemis Gila yang memeluk lengannya. Dia tidak suka dengan tindakan pria ini dan baru saja akan bicara---Wang Zhao tiba-tiba berjalan di sampingnya dengan tatapan mata yang penuh keterkejutan.


"Istana Teratai Hitam seharusnya tidak seperti ini ..." Wang Zhao menengadah dan melihat istana yang merupakan tempat tinggalnya dulu kini berada di atas sebuah tebing yang curam dengan gundukan tanah yang menajam ke arah luar.


Gundukan tanah itu tidak hanya runcing, tetapi juga tajam. Di antara gundukan itu menancap tubuh dan kepala manusia yang bahkan sudah menjadi tengkorak.


Napas Wang Zhao menjadi sesak. Dia pun berjalan mendekat dan terkejut saat kakinya menginjak beberapa tulang yang merupakan kerangka jari manusia.


"Tempat ini menakutkan sekali ..." Bocah Pengemis Gila memeluk erat tongkat bambunya dan tetap memegang lengan Xiao Shuxiang meski sudah diomeli beberapa kali.


Bocah Pengemis Gila berwajah buruk dan nyaris muntah dengan bau di tempat ini. "Astaga ... Apa kalian tidak mencium baunya? Kita seperti berada di markas Demonic Beast pemakan manusia. Bau di tempat ini kurasa bisa membunuh orang,"


Xiao Shuxiang mendengarnya dan lantas mendengus, "Benarkah? Bisa membunuh orang? Lalu kenapa kau masih hidup?"


"I-itu kan hanya perumpamaan--aah! Apa yang kuinjak itu?"


"Kau ini menyebalkan sekali, menjauhlah dariku..!"


Lan Guan Zhi memperhatikan teman baiknya dan Bocah Pengemis Gila. Dua orang ini tidak pernah bisa diam. Pasti selalu saja ada topik yang membuat mereka bertengkar.


Di sisi lain, Liu Wei Lin dan Hu Li nampak menutup hidung mereka karena bau dari tempat ini. Keduanya baru berjalan lima langkah dan tiba-tiba saja terdengar sesuatu.


Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila pun menyadarinya, mereka spontan menengadah dan nampak mengerutkan kening ketika sebuah benda jatuh dari atas tebing, menggelinding dan sempat terbelah saat tersentuh oleh tanah yang runcing.


Wang Zhao yang sudah cukup jauh di depan ikut mendengar hal yang sama. Dia pun berbalik dan terkejut ketika sebuah benda jatuh, tepat di hadapannya.


Mereka semua kaget, apalagi setelah mengetahui bahwa yang jatuh itu adalah tubuh manusia yang sudah membusuk dan telah terbelah dua. Kondisinya tidak jauh dari kata, 'mengerikan'.


"Kenapa tempat ini sangat menakutkan?" Bocah Pengemis Gila berekspresi pucat, "A-ayo kita pulang saja. Aku tidak mau di sini, ayo pergi."


Xiao Shuxiang menatap pria di dekatnya dan mengulurkan tangan. Dia menyentil dahi Bocah Pengemis Gila dan berkata, "Kau ini penakut sekali ... Benar-benar memalukan,"


"Shuxiang, ada dua hal yang paling tidak kusukai di dunia ini." Bocah Pengemis Gila berkata dengan serius, "Pertama adalah bersama perempuan dan yang kedua adalah tempat berhantu, apalagi yang penuh dengan mayat seperti ini."


"Kalau begitu selamat, kau datang ke tempat yang tepat." Xiao Shuxiang meledek dan mulai memeriksa mayat di hadapannya. Dia membalik tubuh mayat tersebut tanpa rasa jijik sedikit pun.


Bocah Pengemis Gila merinding dan Liu Wei Lin sendiri nampak memalingkan wajah karena tidak tahan melihat mayat yang sudah membusuk bahkan dipenuhi ulat itu.


Lan Guan Zhi dan Hu Li pun tidak tahan melihatnya. Mereka memalingkan wajah dan menutup mata sejenak, ekspresi kedua orang itu penuh keprihatinan dan juga terlihat sedih.

__ADS_1


Xiao Shuxiang memeriksa wajah mayat yang tubuhnya telah terbelah ini dan lalu bersuara pelan, "Masih baru. Sepertinya dia mati lima hari yang lalu dengan satu sayatan rapi di lehernya. Lumayan juga,"


"Kau ... Apa tidak takut bermimpi seram jika melihat itu?" Bocah Pengemis Gila sampai berlindung di belakang punggung Lan Guan Zhi saat bertanya.


"Kenapa harus takut?" Xiao Shuxiang menggunakan energi spiritual dan api biru mulai menyelimuti tangan kanannya. "Ini bahkan belum seberapa dari mayat yang kusaksikan mengering sendiri di dinding luar bagian belakang Sekte Kupu-Kupu,"


Wang Zhao menyadari apa yang akan dilakukan oleh pemuda itu. Dia ingin menahannya, tetapi suaranya tertahan di tenggorokan. Dia hanya bisa menutup mata ketika mayat di hadapannya mulai terbakar.


"Tuan Muda Wang, ada apa denganmu?" Lan Guan Zhi melihat raut wajah Wang Zhao dan pertanyaannya membuat teman-temannya langsung menoleh.


Wang Zhao menatap Lan Guan Zhi sebelum menarik napas. Dia menelan ludah dan berusaha untuk buka suara meski nadanya terdengar gemetar.


Wang Zhao berkata, "Dia ... Orang ini ... Aku mengenalinya dengan baik. Dia adalah pa-paman Shen-"


Bocah Pengemis Gila berkedip dan mulai melihat ke arah mayat yang terbakar oleh api milik Xiao Shuxiang. Dia kembali menatap Wang Zhao dan merasa gugup karena tidak tahu cara menenangkan pemuda ini.


Xiao Shuxiang menarik napas dan lantas berdiri, dia menatap ke arah Wang Zhao sebelum menengadah melihat mayat lain yang tubuhnya menancap di gundukan tanah runcing itu.


Xiao Shuxiang berkata, "Kuatkan hatimu. Tidak ada waktu untuk bersedih atau apa pun. Kita memiliki misi yang penting saat ini dan jika ingin menangis, maka lakukan saja nanti."


"Tuan Xiao ..." Wang Zhao tertegun dan menatap Xiao Shuxiang yang mulai berjalan mendahuluinya.


Bocah Pengemis Gila menyusul Xiao Shuxiang dan membahas sesuatu dengan pemuda itu. Di sisi lain, Liu Wei Lin nampak berjalan di samping Lan Guan Zhi sambil melambai-lambaikan kipasnya.


Liu Wei Lin sendiri mengajak Lan Guan Zhi untuk berbicara. Kebanyakan dari pembicaraan itu terkait dengan suasana di tempat ini dan strategi yang akan mereka lakukan.


"Tuan Muda Lan," Liu Wei Lin berujar pelan, "Tempat ini berbeda dari yang pernah Wang Zhao lihat. Bukankah itu berarti peta yang kalian buat tidak akan sama dengan keadaan sekarang?"


"Ini juga yang sedang kupikirkan," Lan Guan Zhi memang terlihat tenang, tetapi sebenarnya sangat hati-hati. Dia sama sekali tidak kehilangan kewaspadaan dan terus mengawasi lingkungan di sekitarnya.


Bocah Pengemis Gila yang memiliki penciuman tajam nampak sangat tersiksa. Dia mual beberapa kali dan bahkan sampai muntah karena tidak tahan dengan aroma di sekitarnya.


"Semakin berjalan, aromanya makin kuat." Bocah Pengemis Gila menggeleng pelan, "Aku benar-benar tidak suka tempat ini."


Bocah Pengemis Gila berkata, "Aku rasa penciuman para kultivator di tempat ini agak sedikit terganggu. Lihat saja. Apa mereka bisa hidup nyaman dengan bau yang menyengat ini hampir di sepanjang hari?"


"Kita berada di dasar istana, Bocah Pengemis Gila. Dan yang harus dilakukan adalah cara naik ke atas sana, tepat di Istana Teratai Hitam-"


Saat Xiao Shuxiang bicara, sesuatu tiba-tiba saja melesat dari dalam kegelapan dan dengan segera dia menarik tubuh Bocah Pengemis Gila sebagai perisai daging miliknya.


Kejadian itu mengejutkan, bahkan Lan Guan Zhi, Wang Zhao dan Liu Wei Lin spontan menghunuskan senjata mereka. Hu Li pun menatap tajam ke arah depan.


Tongkat Kayu Bocah Pengemis Gila berbenturan kuat dengan sebuah tangan dari sosok pria berpakaian serba hitam di hadapannya dan tongkat itu pun langsung terbelah menjadi dua.


Semua orang terkejut. Sosok yang menyerang itu tidak lain adalah Wang Hu Zhuan, pria yang mempunyai tatapan mata dingin dengan wajah yang luar biasa tampan.


Xiao Shuxiang tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dia melesat dengan Yīng xióng dan pertarungan terjadi.


Bocah Pengemis Gila tentu saja kaget karena mendadak menjadi perisai oleh pemuda ini dan lebih kaget lagi saat menyaksikan kondisi tongkat bambu miliknya. Dia pun memegang kuat tongkat yang sudah terbelah dua itu dan kembali melihat pertarungan temannya.


Xiao Shuxiang tidak mendengar rutukan dari Bocah Pengemis Gila. Dia sedang berurusan dengan sosok di hadapannya yang cukup merepotkan. Bahkan hal tak terduga kembali lagi dengan suara retak dari senjata pusakanya.


"Berhenti..!" Wang Zhao berseru dan masuk ke dalam pertarungan itu. Dia berada di tengah-tengan orang yang sedang bersitegang. Dia menatap pria berwajah sangat dingin itu sebelum mulai mengedarkan pandangan dan menatap ke arah Xiao Shuxiang.

__ADS_1


"Tuan Xiao, turunkan pedangmu. Dia bukan musuh. Dia Pamanku," Wang Zhao menjelaskannya dengan singkat dan membuat teman-temannya tersentak.


Xiao Shuxiang masih belum menurunkan senjatanya. Dia berkata, "Pria inilah yang dahulu pernah membuat Yīng xióng hancur. Sekarang kau menyingkir,"


"Paman Wang Hu Zhuan yang sudah membantuku dan tetua Meng Hao Niang melarikan diri dari tempat ini. Tolong percayalah, dia tidak berbahaya."


"Apa?" Xiao Shuxiang terkejut, begitu juga dengan Liu Wei Lin. Teman baik dari Lan Guan Zhi itu memperhatikan pria berpenampilan serba hitam di depannya dan masih merasa waspada.


"Tidak, Wang Zhao." Xiao Shuxiang buka suara, "Aku pernah melihatnya di Sekte Lautan Awan. Kau juga ada di sana. Dia benar-benar membuat pedangku hancur berkeping-keping,"


"Paman," Wang Zhao menoleh ke arah pria yang mempunyai ekspresi sangat dingin itu. Dia merasa tidak nyaman karena binar pada mata Xiao Shuxiang begitu mengancam.


Wang Hu Zhuan sendiri adalah sosok yang menjulang tinggi dengan tatapan mata seperti dua kolam dingin. Jika orang lain yang menatapnya, maka itu adalah tatapan yang mampu membuat organ dalam orang lain membeku karena ketakutan.


Xiao Shuxiang tentu tidak terpengaruh dalam provokasi seperti ini. Bahkan jika lawannya adalah sosok yang berbahaya sekali pun, dia tidak akan pernah gentar. Dia juga bisa menjadi sangat menakutkan.


Wang Hu Zhuan memperhatikan pemuda di depannya dan kemudian meletakkan tangan di belakang punggung. Tubuhnya tegak dan penuh aura yang berwibawa. Dia pun memperhatikan satu per satu penyusup yang datang ke wilayah Sekte Lembah Iblis.


"Pengujian," Wang Hu Zhuan buka suara dan itu membuat Bocah Pengemis Gila tanpa sadar menahan napas. Pria yang memakai riasan wajah itu sampai tidak berkedip saat menatap sosok yang luar biasa di hadapannya.


Wang Hu Zhuan berkata, "Aku tidak pernah berpihak pada siapa pun. Yang aku lakukan hanya menguji orang seperti dirimu,"


Xiao Shuxiang tidak tahu harus bereaksi seperti apa, tetapi teman-temannya yang lain nampak tidak ingin menyerang dan pria berpenampilan serba hitam ini juga tidak terlihat ingin bertarung.


Wang Hu Zhuan menatap ke arah Wang Zhao dan tanpa nada berkata, "Sekarang kau terlihat sedikit lebih kuat. Tapi entah ini bisa membuktikan kemampuanmu atau justru sebaliknya,"


"Kalian semua terlalu gegabah masuk ke tempat ini." Wang Hu Zhuan menggeleng dan mendengus, "Benar-benar cari mati."


"Ini semua salah Xiao Shuxiang," Bocah Pengemis Gila spontan menunjuk ke arah Xiao Shuxiang dan tertawa kering saat diberi tatapan dingin oleh sosok di depannya.


Hu Li dan Liu Wei Lin sendiri bahkan tidak berniat untuk buka suara. Keduanya diam seribu bahasa karena sosok yang ada di hadapan mereka ini mempunyai aura dingin yang bahkan lebih kuat dari Lan Guan Zhi. Sejujurnya, mereka sampai merasa harus berhati-hati saat bernapas.


Wang Hu Zhuan berkata, "Orang itu ada di sini. Hati-hati, jangan sampai terjebak dalam kabut mimpi."


Wang Zhao dan teman-temannya tersentak, dia menelan ludah dan kemudian mengangguk pelan. Dirinya pun meraih pergelangan tangan Xiao Shuxiang dan mengajak pemuda itu pergi sebelum hal-hal tidak diinginkan kembali terjadi.


Bocah Pengemis Gila menyusul Wang Zhao. Sementara Lan Guan Zhi nampak menyatukan kedua tangannya dan membungkuk hormat, Liu Wei Lin serta Hu Li pun mengikutinya. Mereka pun meninggalkan Wang Hu Zhuan dan berjalan lebih dalam.


Suara Xiao Shuxiang terdengar merutuk. Dia berkata, "Kenapa kau menarikku? Aku belum selesai dengannya. Apa maksudnya tadi? Pengujian? Apa Yīng xióng-ku adalah benda yang harus diuji?"


"Tuan Xiao, tenang dan dengarkan aku. Tolong jangan marah,"


"Aku tidak marah..! Aku hanya kesal sekali," Xiao Shuxiang bersungut-sungut, "Orang itu berpikir dia hebat, huh? Dia belum tahu siapa Yang Mulia Xiao Shuxiang ini, biar aku buktikan padanya. Lepaskan aku,"


"Kau sangat hebat Tuan Xiao dan aku percaya padamu. Aku mengagumimu, jadi tenangkan diri dulu.." Wang Zhao berusaha menenangkan Xiao Shuxiang. Baru setelah kondisi pemuda ini cukup baik, dia pun mulai menjelaskan.


Wang Zhao berkata, "Paman Wang Hu Zhuan ... Dia mempunyai Tangan Pelebur Inti Spiritual. Sejujurnya ... Aku tidak tahu sebesar apa kekuatannya. Bahkan saat aku melihatnya bertarung, tidak pernah sekali pun beliau kalah. Aku ..."


!!


Xiao Shuxiang dan yang lainnya tentu saja kaget. Mereka sampai membeku dan menatap ke arah Wang Zhao. Bocah Pengemis Gila menelan ludah dan tanpa sadar memegang erat tongkat bambu miliknya yang sudah terbelah.


"Pa-pantas saja aku merasa ... Dia seperti bukan orang sembarangan," Bocah Pengemis Gila tertawa kering, "Aku juga sebenarnya .... Ehm .... Takut,"

__ADS_1


Xiao Shuxiang menoleh, dia menatap Bocah Pengemis Gila tanpa ekspresi karena merasa ucapan pria ini sangat tidak wajar. Bagaimana mungkin sosok seperti Bocah Pengemis Gila yang sudah menjadi legenda takut pada orang seperti itu? Hmph, tidak bisa dibiarkan.


******


__ADS_2