![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Di Alam Kultivasi Atas, ada lima sekte besar selain Sekte Lautan Awan tempat Xiao Shuxiang berada. Salah satunya lebih dikenal dengan nama Istana Seribu Pedang.
Lokasi tempat tersebut ada di sebuah Pulau Terapung. Hanya saja letaknya jauh dari Sekte Lautan Awan. Sebutan 'Istana' sebenarnya sama sekali tidak terikat pada kerajaan atau dinasti, itu tidak lain adalah aula megah yang sangat besar.
Sama seperti perguruan pada umumnya, di Istana Seribu Pedang pun mempunyai pemimpin dan para muridnya sendiri belajar berbagai jurus rahasia.
Jika Sekte Lautan Awan ada dalam lingkup Benua Tengah, maka Istana Seribu Pedang terhubung dengan Benua Timur.
Alam Kultivasi Atas sejujurnya mencakup Tiga Benua sekaligus. Yang pertama adalah Benua Timur (Kekaisaran Matahari), Benua Tengah (Kekaisaran Langit) dan Benua Selatan (Kekaisaran Bulan Mati). Jadi bisa dibayangkan betapa luasnya tempat ini.
Informasi tentang Alam Kultivasi Atas bukan hanya itu. Di tempat ini, selain kultivator dengan praktik yang tinggi----makhluk yang menjadi penghuni lain adalah binatang buas, roh dan iblis.
".........."
Sebuah tangan besar namun penuh keagungan itu nampak terulur dan menutup sebuah buku. Pria dengan binar mata yang jernih dan menawan tersebut sulit dilihat dari celah-celah dedaunan.
Hanya saja ketika dia mulai berdiri dan berjalan dengan buku di tangannya, terlihatlah bahwa dia memang memiliki pesona yang tidak terbantahkan.
Pria berjubah putih itu berusia sekitar 25 Tahun dan mempunyai pembawaan diri yang anggun. Pria itu memiliki wajah secerah giok dengan mata yang jernih.
Jika sosok itu melihat ke bawah, maka akan nampak bulu mata yang panjang, agak tebal dan seakan-akan mampu menyembunyikan sebagian wajahnya. Sementara saat dia mengangkat kepala, maka terlihatlah mata yang dingin.
Pria berjubah putih itu mempunyai bentuk hidung dan bibir. Sebuah sentuhan yang berbahaya untuk wajahnya yang sangat tampan. Belum lagi rambut panjangnya yang nampak mengombak dimain-mainkan angin semakin membuat dia terlihat sempurna.
Pria berjubah putih tersebut adalah murid kebanggaan dari Sekte Pedang Langit----Lan Guan Zhi. Corak aliran air yang terbuat dari benang perak pada jubah putihnya dan pita dahi yang dia pakai merupakan identitas yang sudah sangat dikenali oleh orang-orang, bahkan jika itu berada di Alam Kultivasi Atas.
".........."
Lan Guan Zhi sudah sekitar lima hari tinggal dan belajar di Istana Seribu Pedang. Dia sama seperti Ling Qing Zhu, yakni mendapat undangan untuk pergi ke Alam Kultivasi Atas-----tentu saja lokasi perguruan yang mereka tuju sama sekali berbeda.
__ADS_1
"Yuan'Er..."
Sebuah suara ringan membuat Lan Guan Zhi menoleh. Dia melihat seorang pria dewasa, berjubah putih dengan rambut perak yang nampak berjalan mendekat ke arahnya. Pria itu terlihat seperti berusia 37 Tahun dan mempunyai senyuman yang hangat.
'Yuan' sendiri merupakan nama kecil dari Lan Guan Zhi. Tidak banyak orang yang tahu ini, bahkan mungkin Xiao Shuxiang.
Lan Xu Jian, yang merupakan kakaknya sekaligus orang terdekat bagi Lan Guan Zhi bahkan tidak pernah menyebutkan nama kecilnya. Pribadi kakaknya itu tidak sama dengan sosok pria ini. Lan Xu Jian jelas adalah tipekal kakak yang suka panggilan 'LanLan' untuknya daripada yang lain.
Rumor mengatakan bahwa Lan Xu Jian sengaja memberi panggilan seperti itu untuk membuat adiknya marah, namun nyatanya Lan Guan Zhi tidak pernah risih sama sekali. Bahkan pemuda itu tidak pernah mempermasalahkannya.
"Yuan'Er, kau membaca buku itu lagi?"
"Mn, aku belum selesai membacanya." Lan Guan Zhi memperhatikan buku yang ada di tangannya dan memperlihatkan sampulnya pada pria berambut perak tersebut.
Dengan tangan yang terulur ringan, pria itu mengambil buku yang diberikan Lan Guan Zhi dan lalu tersenyum lembut. "Aku pernah berkata padamu bahwa jika kau punya pertanyaan----kau bisa langsung menemuiku. Informasi di dalam buku ini kebanyakan sudah lama dan tidak lagi sama dengan kenyataan yang sekarang,"
"Tidak masalah. Aku juga membutuhkan informasi dari Paman,"
"Aku... Mendapat dua tantangan hari ini," Lan Guan Zhi berujar pelan dan membuat pria di sampingnya tersentak.
Jing Yufeng menoleh, dia seperti tidak menyangka akan mendengar ucapan Lan Guan Zhi yang satu ini. "Sungguh? Ada murid yang menantangmu?"
"Mn, katanya aku sangat angkuh."
Lan Guan Zhi sebenarnya tidak pernah merasa dia sudah meninggikan diri sendiri. Lagipula dalam aturan sektenya sangat melarang berperilaku tinggi hati.
Jing Yufeng tersenyum dan nampak mendengus pelan, dia menggeleng. "Haah... Anak-anak itu memang suka mencari masalah. Mereka mungkin iri karena kau berkelakuan sangat baik dan melakukan semuanya dengan sempurna, karena itulah kau dianggap tinggi hati."
"Paman, sikapku seperti biasa."
__ADS_1
"Aku tahu, tapi beberapa orang tidak berpikir demikian. Kau tidak perlu terlalu memikirkannya, mereka masih belum dewasa."
"Mn, baiklah."
Lan Guan Zhi memang tidak pernah memikirkan banyak hal seperti ini, lagipula dia mengenal satu orang yang kenakalannya jauh lebih parah bila dibandingkan dengan kenakalan para murid Istana Seribu Pedang.
Lan Guan Zhi tiba-tiba saja teringat sesuatu. Dia pun berujar, "Sepertinya aku harus kembali. Ada teman yang butuh bantuan,"
"Yuan'Er...? Kau mau ke perpustakaan lagi? Aku bahkan tidak bisa menghitung waktu yang sudah kau habiskan di dalam perpustakaan." Jing Yufen memperingati, "Membaca memang sangat bagus, tetapi kau juga harus meluangkan waktu untuk melakukan hal yang lain."
"Mn, tapi ini lebih penting. Aku pamit dulu, Paman." Lan Guan Zhi memberi hormat dan membuat pria di dekatnya tersentak.
"Yuan'Er...?" Jing Yufeng tertegun, sosok berjubah putih dengan pita dahi itu sudah lebih dahulu berjalan pergi. Dia terlihat tersenyum tipis, "Melihatnya terburu-buru seperti itu membuatku merasa bahwa Yuan'Er-ku sedang tertarik pada seorang gadis,"
Lan Guan Zhi sebenarnya berniat untuk pergi ke perpustakaan dan kembali mempelajari buku tentang 'Segel'. Namun dalam perjalanan, dia justru dihadang oleh dua pemuda berpakaian putih yang tidak lain adalah orang yang memberinya surat tantangan.
"Lan Guan Zhi, kau benar-benar pria yang berengsek. Apa menurutmu aku main-main dengan ucapanku waktu itu, huh?"
"........."
Selama hidup seorang Lan Guan Zhi, dia tidak pernah mendengar kata sekasar itu ditujukan kepadanya. Namun dia masih bisa bersikap setenang biasa. Hanya saja sepertinya dia memang tidak dapat menghindari masalah dengan kedua pemuda di hadapannya ini.
Dua orang itu bernama Jian Yang dan Li Huanshou. Sebelumnya mereka memang terkenal sebagai murid yang sering membuat masalah di Istana Seribu Pedang ini.
Apalagi kelakuan mereka kian menjadi setelah Istana Seribu Pedang kedatangan para kultivator dari Alam Kultivasi Bawah. Jika saja yang mereka hadapi adalah Xiao Shuxiang, kemungkinan besar mereka sudah sibuk berdebat.
Lan Guan Zhi mempunyai pendirian yang kokoh, dia tidak mudah terpengaruh pada provokasi orang lain. Tetapi bukan berarti dia akan menerima begitu saja ketika ada orang dengan kepribadian buruk seperti kedua orang ini. Jian Yang dan Li Huanshou...
"Perlu dihukum."
__ADS_1
"Huh?" Jian Yang mengerutkan kening, dia berujar sarkatis. "Lan Guan Zhi, kau pikir ini adalah tempat tinggalmu? Di Istana Seribu Pedang, semua orang menaruh hormat padaku. Kau harusnya merasa malu, praktikmu hanya berada dua tingkat di bawahku tetapi justru kau begitu sangat sombong. Memuakkan."
******