KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
34 - Perbatasan Dua Kekaisaran Langit


__ADS_3

Daerah perbatasan Kekaisaran Langit Tengah dengan Kekaisaran Langit Utara merupakan padang luas yang harusnya hening. Tempat yang agak berbatu dan terkadang menjadi medan peperangan.


Angin berhembus pelan dari arah timur Xiao Shuxiang dan memain-mainkan rambut serta mengibarkan pakaiannya. Dia dan Hu Li saling mengangguk sebelum kemudian berjalan untuk melihat-lihat keadaan di depan mereka.


"......"


Hu Li memperhatikan beberapa kultivator yang nampak sibuk mempersiapkan kayu bakar dan membangun tenda sebagai tempat beristirahat. Dia terus melihat dengan saksama keadaan di sekitarnya.


Hu Li tidak membawa pedang atau pun senjata lain. Karena itulah orang-orang hanya melihatnya sekilas sebelum kembali melanjutkan pekerjaan masing-masing. Dapat dikatakan, Hu Li berusaha untuk tidak menjadi pusat perhatian.


Beda halnya dengan Tuan Mudanya ini.


Xiao Shuxiang memang tidak membawa pedang di tangan, Seruling Giok Putihnya bahkan diselipkan pada sabuk pinggang yang dia miliki----tepat di bagian belakang tubuhnya hingga tidak terlihat dari depan. Hanya saja, perhatian orang-orang cukup lama tertuju padanya.


Hu Li memang mempunyai wajah manis yang enak dipandang, tetapi dibanding dirinya----aura yang terpancar pada tubuh Xiao Shuxiang jauh lebih memikat. Saat sedang diam, Koki Alkemis itu memiliki wibawa yang tak terbantahkan. Apalagi penampilan terutama rambutnya sangat menarik perhatian.


"......"


"Hu Li...?" Xiao Shuxiang bersuara pelan, "Apa hanya perasaanku saja atau memang benar orang-orang ini sedang memperhatikan kita?"


"Tuan Muda Xiao. Menurut saya, mereka hanya memperhatikan Anda."


"Mn? Aku? Apa ada sesuatu yang aneh di wajahku?"


Hu Li menoleh dan menatap wajah Tuan Mudanya. Dia pun menggeleng, "Tidak ada hal yang aneh. Anda hanya terlihat sangat tampan,"


Xiao Shuxiang berkedip, dia pun terbatuk pelan. "Kalau kau sudah tahu, maka tidak apa-apa. Aku memang punya wajah yang tampan dan luar biasa mempesona. Aku bahkan sering berdebar ketika melihat wajahku sendiri. Haih... Sungguh luar biasa,"


Hu Li mengulum senyum, hanya Tuan Mudanya yang akan bersikap demikian. Tidak diragukan lagi kepercayaan diri Koki Alkemis ini, dia pun sampai menyerah karenanya.


Xiao Shuxiang mengibaskan lengan pakaiannya, "Baiklah, sudah cukup sesi memuji ketampananku. Ayo lihat-lihat, barangkali ada seseorang yang kita kenal."


Hu Li mengangguk pelan dan mengikuti Tuan Mudanya.


Ada beberapa waktu di mana Hu Li sering membandingkan sifat Tuannya yang sekarang dengan di masa lalu. Xiao Shuxiang yang saat ini berjalan di sampingnya memiliki pribadi yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga lebih hidup daripada yang dahulu.


Lebih dari seratus tahun yang lalu dan sebelum Tuan Muda Xiao-nya berteman dengan Immortal Zhou Yuan, Hu Li tidak pernah berani berjalan sedekat ini. Xiao Shuxiang di masa lalu seperti teratai beracun dan tidak seorang pun bahkan Hu Li yang memiliki keberanian untuk memandangi wajahnya.


Xiao Shuxiang yang dahulu mirip seperti pembawa kematian. Sangat sulit melihat tangannya bersih dari darah, termasuk menyaksikan betapa indahnya senyuman menawannnya itu.

__ADS_1


Perubahan pada diri Xiao Shuxiang baru sedikit terlihat ketika berteman dengan Immortal Zhou Yuan dan hidup di lingkungan kedua aliran yang sayang hanya berlangsung selama 6 bulan sampai perang besar itu terjadi.


"Tuan Muda Xiao..." suara Hu Li terdengar pelan dan agak bergetar.


"Mn? Apa?" Xiao Shuxiang menoleh, dia menatap pemuda di sampingnya yang seperti ingin membicarakan sesuatu.


"Saya..."


"Saudara Xiao...?! Apa itu kau?!"


!!


Baru saja Hu Li ingin bicara, tetapi mendadak terdengar suara asing yang membuatnya dan Xiao Shuxiang tersentak. Mereka lantas menoleh dan melihat ada seorang pemuda berpakaian hijau yang juga nampak membawa kipas dengan warna senada.


Pemuda itu memiliki wajah yang bersih dan penampilannya mirip seperti anak saudagar kaya. Senyuman tidak pernah memudar dari wajahnya, apalagi saat ini warna matanya cerah ketika dia berjalan semakin dekat dengan mereka.


"Saudara Xiao, ternyata benar-benar kau! Apa yang terjadi dengan rambutmu?!"


"Nie Shang?!" Xiao Shuxiang berkedip dan sontak kaget saat tahu pemuda yang mendekat padanya ini tidak lain adalah Nie Shang.


"Tuan Muda Nie? Apa yang Anda lakukan di sini?" Hu Li keheranan. Dia mengenal Nie Shang dengan baik. Pemuda yang berwajah bersih ini telah berusia 29 Tahun sekarang, namun Nie Shang masih nampak terlihat lebih muda dari usianya.


Nie Shang dengan lembut melambaikan kipasnya, "Hu Li. Aku senang melihatmu lagi. Kau jarang datang ke penginapan. Kalian berdua sangat sulit ditemui. Aku datang kemari untuk mengantar Mo Huai. Entah bagaimana dia mendapat undangan dari Alam Kultivasi Atas--!!"


"Apa?!"


Nie Shang terlonjak kaget akibat seruan Hu Li dan Xiao Shuxiang yang nyaris bersamaan. Kedua pemuda itu tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya saat mendengar apa yang Nie Shang katakan.


Hu Li, "Anda bilang tuan muda Mo juga mendapat undangan?!"


Xiao Shuxiang, "Tunggu! Bagaimana itu mungkin? Di mana Mo Huai sekarang?"


Nie Shang tersentak dengan reaksi kedua pemuda ini, raut wajah Xiao Shuxiang dan Hu Li seakan mengandung ketidak-percayaan. Dia pun mengajak mereka ke tendanya untuk bertemu dengan Mo Huai sendiri.


Sepanjang jalan, beberapa kultivator memperhatikan Xiao Shuxiang dengan saksama. Kening mereka mengerut dan seakan berusaha mengingat-ingat wajah pemuda itu yang entah bagaimana terasa tidak asing.


Nama Xiao Shuxiang sebenarnya terkenal, apalagi gelarnya yang merupakan 'Wali Pelindung' Ling Qing Zhu. Namun sebagian besar orang hanya mengenal namanya saja, tanpa tahu rupa Xiao Shuxiang. 


Ini bukanlah sesuatu yang aneh, sebab banyak kabar yang beredar bahwa 'Wali Pelindung' Ling Qing Zhu adalah pria besar nan berotot, berwajah tua dan mempunyai bekas luka di tubuhnya. Sebuah eksprektasi yang mengerikan dan tidak sesuai dengan tampilan Xiao Shuxiang yang sebenarnya.

__ADS_1


Tenda milik Nie Shang berukuran cukup besar. Dia membawa delapan orang pengawal dan tiga pelayan wanita. Terdapat dua kereta kuda pribadi yang dijaga dengan baik di salah satu sisi luar tendanya. 


Saat semakin dekat, Xiao Shuxiang dan Hu Li mendengar suara samar dari dalam tenda yang mana salah satunya seakan bicara dengan memakai nada. Keduanya yakin bahwa itu suara dari Siu Yixin.


"Apa aku tidak bisa digantikan saja...?"


"♬♪ Yo, yo! Jika itu mungkin, maka aku yang akan pergi. Dibandingkan denganmu, aku ini lebih hebat yo! ♪♬"


"Aku pasti akan mati di tempat itu... Apa tidak bisa jika aku meminta izin saja? Katakan pada mereka bahwa aku takut ketinggian, demam tempat baru, atau apa pun. Kumohon bantu aku..."


"Ada apa ini?" Xiao Shuxiang melenggang masuk hingga membuat Mo Huai terlonjak kaget. "Bahkan sampai ada acara memohon-mohon segala,"


Mo Huai sangat terkejut, dia lama memperhatikan pemuda tampan di hadapannya sebelum akhirnya tahu bahwa yang barusan menyela ucapannya adalah Xiao Shuxiang.


Mo Huai, "Tuan Muda Xiao? Kau..."


Siu Yixin, "♬♩ Yo yo! Aku sejenak juga tidak mengenalimu, kau memiliki gaya rambut yang baru yo! ♬♪"


Xiao Shuxiang tersenyum, Siu Yixin masih terlihat seperti pria berusia 39 Tahun. Pakaiannya berwarna merah cerah, dia mempunyai riasan mata yang menarik perhatian dan bahkan perhiasan yang melekat di tubuhnya itu nampak sangat meriah.


Hu Li yang kini telah ada di dalam tenda pun tidak akan lupa dengan orang itu. Siu Yixin benar-benar pria yang suka berpenampilan mencolok.


Mo Huai sendiri adalah kebalikan dari Siu Yixin. Pemuda itu terlihat berusia 21 Tahun, pakaiannya putih dan sederhana. Ketampanan wajahnya standar, tetapi dia memiliki gigi taring yang sangat manis saat tersenyum. 


Hanya saja baik dahulu dan sekarang, kepribadian Mo Huai selalu sama. Dia penakut, lemah dan tetap menjadi yang paling biasa di antara teman-temannya. Mo Huai dapat dikatakan adalah definisi dari manusia normal pada umumnya.


"Tuan Muda Xiao, bagaimana kau bisa datang kemari?" Mo Huai bangun dari tempat duduknya dan mempersilahkan Xiao Shuxiang untuk duduk. 


Dia pun melihat Nie Shang dan akhirnya mengetahui jawaban atas pertanyaannya barusan. Nie Shang-lah yang membawa Xiao Shuxiang dan Hu Li kemari. Mo Huai merasa bahwa mereka mungkin bertemu di jalan.


Xiao Shuxiang duduk sambil mengajukan pertanyaan kepada Mo Huai, "Kudengar kau mendapat undangan dari Alam Kultivasi Atas, apa itu benar?"


Mo Huai mengangguk, dia membenarkan ucapan Xiao Shuxiang. "Aku sebenarnya tidak tahu apa pun. Tiba-tiba saja ada seseorang yang datang ke Penginapan Seribu Tahun dan mengantar undangan. Tapi sekarang sepertinya aku tahu... Mereka ingin korban. Karena itulah aku dipilih. Kalau tidak... Bagaimana mungkin manusia lemah dan beban sepertiku ini bisa mendapat undangan dari alam yang dielu-elukan sebagai 'Alam Para Dewa'?"


Nie Shang mengembuskan napas dan lalu menggeleng, "Pikiranmu yang sangat pesimis itulah yang membuatmu tidak pernah bertambah kuat. Bukankah sudah kubilang mendapat undangan seperti itu adalah keberuntungan? Kau harusnya gembira. Di antara banyaknya orang, kaulah yang terpilih."


"Tapi aku tidak mau..." suara Mo Huai pelan. "Aku tahu benar kehidupan para pendekar. Orang biasa sepertiku tidak akan cocok dengan mereka. Jika aku tidak mati hari ini, maka pasti akan mati besok. Aku hanya tokoh figuran. Tokoh yang akan mati tanpa ada orang yang peduli,"


******

__ADS_1


__ADS_2