![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Dalam pandangan Ling Qing Zhu, dia melihat Lan Guan Zhi memeluk seorang gadis. Ling Qing Zhu berkedip saat dia tahu sosok yang dipeluk oleh pemuda tampan berpita dahi itu.
"..............."
Baru saja Ling Qing Zhu membayangkan hubungan tersembunyi antara Lan Guan Zhi dengan Zhi Shu saat dia melihat Wali Pelindungnya di antara kedua orang itu.
"Shuxiang..." Ling Qing Zhu yakin dia memang melihat Xiao Shuxiang dan Wali Pelindungnya itu juga dalam kondisi dipeluk oleh Lan Guan Zhi. Dia pun mulai mengembuskan napas dan menggeleng pelan. Xiao Shuxiang memang tidak tahu malu.
Di sisi lain, aroma dari pil bau milik Tetua Meng Hao Niang membutuhkan waktu hampir satu jam untuk bisa memudar. Hanya saja, bahkan meski aroma itu tidak sepekat sebelumnya----tetap saja masih tercium bau yang tidak sedap.
Tetua Meng Hao Niang sendiri terlihat kembali ke tempat duduknya dan mulai meminum arak yang tersedia. Suami dari tetua Qin Yun yang menyaksikan hal itu langsung merutukinya.
"Tetua Meng..! Kau ini sebenarnya punya hati atau tidak? Bagaimana bisa kau minum-minum di saat kondisi sedang runyam sekarang?"
"Keadaan sudah membaik, jadi jangan ganggu aku. Kau ini terlalu panikan dan itu bukan hal yang baik," Tetua Meng Hao Niang cegukan dan kembali menikmati arak yang diminumnya.
Wajah suami dari Tetua Qin Yun itu terlihat ditekuk. "Aku yang menegurnya, tapi kenapa malah aku yang dinasehati? Jenis wanita macam apa orang ini?!"
Suami Tetua Qin Yun yang lebih akrab disebut Pendekar Lin itu nampak melihat ke bawah. Dia memperhatikan setiap kultivator yang mengeluhkan sakit di perut mereka.
Beberapa murid yang sebelumnya berwajah menyeramkan kini sudah mulai mengalami perubahan. Mereka telah bisa mengenali rekan sesama kultivator.
Efek dari pengobatan unik Tetua Meng Hao Niang itu tidak hanya menyakiti perut para kultivator, tetapi juga beberapa ekor Demonic Beast. Hewan-hewan itu terlihat meringkuk dan mengeluarkan suara yang seakan sedang merintih. Tidak sedikit di antara Demonic Beast itu yang langsung lari menyelamatkan diri.
"..............." Zhi Shu sendiri perlahan mulai melepaskan pelukannya dari Lan Guan Zhi. Dia mengembuskan napas lega karena sudah tertolong dengan aroma kayu cendana milik pemuda ini.
"Ya ampun .... Baunya itu benar-benar tidak bisa dibayangkan..." Zhi Shu menggeleng pelan, "Aku tidak tahu... Tapi aroma yang tadi itu lebih buruk daripada jempol kaki. Ini semacam... Semacam... Bau kaos kaki yang berkeringat dan dimasukkan dalam batang bambu lalu disimpan selama bertahun-tahun."
Lan Guan Zhi berkedip dengan betapa kreatifnya Zhi Shu mengungkapkan bau tidak sedap yang sebelumnya menyelimuti tempat ini. Dia tersentak ketika Xiao Shuxiang justru semakin mengeratkan pelukannya.
"Zhi Shu, berhenti mengatakannya. Kau membuat perutku sakit," Xiao Shuxiang terlihat berwajah pucat, "Aku tidak suka ini... Benar-benar tidak suka,"
"..............." Lan Guan Zhi mengusap pelan punggung teman baiknya. Keningnya sedikit mengerut ketika merasakan telapak tangannya basah dan agak lengket.
Tangan Lan Guan Zhi terangkat pelan dan dia tersentak saat melihat darah pada telapak tangannya. Darah itu bukan miliknya, jadi jelas ini milik pemuda yang memeluknya.
Xiao Shuxiang memakai jubah berwarna hitam hingga darah di punggungnya tidak terlihat. Dan karena dia masih bersikap seperti biasa, Lan Guan Zhi pun tidak mengetahui tentang lukanya.
"........ Shuxiang--"
"Di mana Kucing Putih?" Xiao Shuxiang baru ingat dengan Ling Qing Zhu. Dia bahkan tanpa sadar menyela ucapan teman baiknya.
"..............." Lan Guan Zhi mengedarkan pandangan dan melihat Ling Qing Zhu ada di lantai tertinggi.
Tanpa peringatan, Lan Guan Zhi meraih pinggang teman baiknya dan membawa pemuda itu melesat ke tempat di mana Ling Qing Zhu berada. Tindakannya ini tidak hanya mengejutkan bagi temannya, tetapi juga mengejutkan Zhi Shu.
Tetua Meng Hao Niang menyipitkan mata ketika menyadari ada yang baru saja menapakkan kaki di tempatnya berada. Dia cukup lama memandangi kedua orang itu sebelum kembali bergelut dengan arak di hadapannya.
Di sisi lain, Xiao Shuxiang mengomeli teman baiknya karena sudah melakukan tindakan yang tidak terduga.
"Lan Zhi..! Kau keterlaluan sekali. Untuk apa kau melakukan itu? Tahu tidak? Merangkul dan membawaku terbang seperti tadi sama sekali tidak bagus dilihat. Aku bahkan masih merinding karena tindakanmu,"
"Kau yang tidak melepas pelukanmu,"
"Lan Zhi--"
"Shuxiang," Ling Qing Zhu menghampiri Wali Pelindungnya. Dia menyela ucapan Xiao Shuxiang.
"Kucing Putih, coba lihat Lan Zhi. Dia ini teman yang menyebalkan, dia melukai harga diriku.." pipi Xiao Shuxiang terlihat menggelembung.
__ADS_1
"..............." Ling Qing Zhu berkedip. Dia memperhatikan Wali Pelindungnya dengan saksama dan bernapas pelan sebab pemuda ini dalam keadaan yang baik.
Ling Qing Zhu lantas menoleh ke arah Lan Guan Zhi dan tersentak melihat ada darah pada lengan pakaian dan telapak tangan kanan pemuda tampan itu.
"Tuan Muda Lan, Anda terluka?"
!?
Xiao Shuxiang kaget karena Ling Qing Zhu lebih perhatian pada teman baiknya, Lan Guan Zhi sendiri bahkan berkedip karena tidak menyangka akan mendapat pertanyaan semacam itu.
Dengan tenang, Lan Guan Zhi menjawab pertanyaan gadis cantik berambut putih di depannya. "Aku baik-baik saja. Terima kasih,"
"Mn," Ling Qing Zhu mengangguk pelan.
"Kucing Putih?" Xiao Shuxiang menepuk pelan bahu Ling Qing Zhu dan berkata, "Aku mengadukan tingkah Lan Guan Zhi padamu, apa kau tidak mendengarku?"
"Dengar." Ling Qing Zhu berujar singkat, "Kau menggemaskan."
Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan dan menggeleng, "Nona. Apa kau serius tidak ingin menanyakan tentang keadaanku?"
"Mn, kau terlihat baik."
"Hah, jadi karena aku terlihat baik makanya kau tidak mau menanyakan kabarku?"
"Mn, bagaimana kabarmu?"
Xiao Shuxiang menepuk pelan dahinya. Dia menarik napas dan berusaha untuk memahami gadis paling menggemaskan di hadapannya ini.
"Nona Ling. Shuxiang terluka," Lan Guan Zhi menepuk pelan punggung teman baiknya dan membuat Xiao Shuxiang spontan merintih.
Ling Qing Zhu menoleh dan menatap Wali Pelindungnya. Dia mengulurkan tangan dan menyentuh pelan pipi Xiao Shuxiang, "Kenapa tidak bilang?"
Lan Guan Zhi mendengus, "Nona Ling tidak bertanya, tapi kau mengadukanku. Dan sesuatu yang harusnya kau katakan, malah tidak kau ucapkan. Bodoh."
"Lan Zhi..!" Xiao Shuxiang mencubit kasar lengan teman baiknya dan berkata, "Kau! Mengatakan kelemahan kepada seorang gadis itu bukan sikap jantan seorang pria, kawan! Apa kau tidak tahu itu?!"
"Shuxiang," Lan Guan Zhi mengusap-usap lengannya yang terasa sakit dan panas. Dia yakin lengannya lebam karena ulah teman baiknya ini.
"Saudara Xiao..!" Zhi Shu menapakkan kakinya dan kemudian mengembuskan napas. "Kenapa kau meninggalkanku sendirian? Kau ini sangat keterlaluan."
Xiao Shuxiang tersentak dan langsung protes, "Yang menarik dan merangkulku adalah Lan Zhi. Dia yang membawaku kemari, Zhi Shu. Pria ini yang menculikku, kenapa kau justru menyalahkan aku?"
"Tapi kau juga sama sekali tidak menolak saat diculik oleh Tuan Muda Lan," Zhi Shu spontan mengatakannya dan itu didengar jelas oleh Xiao Shuxiang, Ling Qing Zhu, dan Lan Guan Zhi.
"Zhi Shu, bicaramu tidak pernah disaring yah. Apa terlihat bagus melakukan itu pada saudaramu sendiri? Bagaimana jika orang lain mendengarnya dan justru salah-paham?"
"Aku di sini," Pendekar Lin menyela. Dia membuat Xiao Shuxiang dan teman-temannya langsung menoleh.
Pendekar Lin yang merupakan suami dari Tetua Qin Yun itu nampak tersenyum pahit dan berkata, "Kalian berempat punya hubungan yang menarik."
Xiao Shuxiang, "Ini tidak seperti yang Anda bayangkan--"
"Ini seperti yang Anda bayangkan. Sungguh!" Zhi Shu menyela dan membuat Xiao Shuxiang langsung menerjangnya.
"Zhi Shu! Kau ini gadis menyebalkan!"
"Aduh..! Le-lepaskan aku, Saudara Xiao." Zhi Shu menepuk-nepuk lengan Xiao Shuxiang. Lehernya sakit karena diapit, tetapi dia masih bisa tertawa.
"Kau tertawa, hm? Kau suka mengerjai saudara seperguruanmu seperti ini? Aku benar-benar akan mematahkan lehermu. Dasar gadis menyebalkan,"
__ADS_1
"Tidak, tidak. Ampun, Saudara Xiao. Kita berteman, kan? Aku hanya bercanda," Zhi Shu meminta untuk dilepaskan, "Tolong kasihani aku. Bukankah kau terluka? Kau mengapitku seperti ini pasti rasanya sakit untukmu, kan? Ayo lepaskan. Aku sudah menyerah, tidak akan kuulangi lagi."
"Ucapanmu tidak bisa dipercaya,"
"Leherku, leherku bisa patah. Saudara Xiao..! Aduuh..."
Lan Guan Zhi mengembuskan napas saat melihat bagaimana Xiao Shuxiang menggilas kepala Zhi Shu dengan buku jari tangannya dan bahkan menyentil cukup keras kepala gadis cantik itu. Dia sama sekali tidak menolong meski Zhi Shu meminta bantuan padanya.
Ling Qing Zhu dan Pendekar Lin hanya berkedip melihat tingkah kedua orang di hadapan mereka. Hubungan antara Xiao Shuxiang dan Zhi Shu memang seperti selayaknya sepasang saudara.
Menurut Ling Qing Zhu, Xiao Shuxiang hanya bertindak seperti ini pada saudara seperguruannya saja. Wali Pelindungnya sama sekali berbeda ketika bersama dengannya. Dia jadi sedikit iri pada Zhi Shu yang bisa sangat akrab dan begitu bebas berteman dengan Xiao Shuxiang.
"..............."
Tetua Meng Hao Niang terlihat kembali meminum arak miliknya. Dia menggeleng pelan karena merasa hanya anak-anak berandalan yang mempunyai tingkah laku seperti Xiao Shuxiang dengan Zhi Shu.
Dia baru akan bicara saat melihat titik-titik cahaya yang terbentuk di udara, memadat dan membentuk portal seperti sebelumnya.
Xiao Shuxiang, Lan Guan Zhi dan yang lainnya merasakan kehadiran portal tersebut. Mereka tegang untuk beberapa saat sebelum mulai mengembuskan napas lega karena yang keluar dari portal itu adalah Tetua Wang Haoran.
Di belakang Tetua Besar Menara Bintang Suci itu menyusul Jian Yang, Li Huanshou dan Yan Tianhen. Zhi Shu yang sudah lepas dari apitan Saudara Xiao-nya juga ikut melihat Tetua Huan Gui Fei dan Tetua Xie Yanran keluar dari portal.
Mo Huai dan Wang Zhao pun ada di antara para peserta konferensi yang keluar dari portal cahaya.
Mereka sebelumnya memang bersama Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi di dalam menara komando. Tetapi setelah cukup lama beristirahat, Xiao Shuxiang kembali membentuk sebuah Cermin Pemindah dan segera melesat bersama teman baiknya itu, bahkan tanpa pamit pada mereka.
Liu Wei Lin yang berjalan di depan Mo Huai dan Wang Zhao nampak membuka kipasnya. Dia mendesah kecewa, "Aku seperti dibuang oleh belahan jiwaku..."
Mo Huai mendengarnya dan berbicara pelan dengan Wang Zhao, "Ini sudah yang ketiga kalinya dia mengatakan hal yang sama. Kurasa .... Tuan Muda Liu benar-benar kecewa,"
"Memang siapa yang peduli padanya? Dia orang yang aneh," Wang Zhao berujar ketus. Ucapannya membuat Mo Huai memperhatikannya dengan saksama.
"Tuan Muda Wang. Sebelumnya aku minta maaf karena mencampuri sesuatu yang bukan urusanku. Tapi apa hanya aku yang merasa atau memang kau memiliki masalah dengan Tuan Muda Liu? Kulihat kalian sering berdebat satu sama lain,"
Wang Zhao menatap Mo Huai sejenak sebelum berkata, "Ini memang bukan sesuatu yang bisa dibahas secara sembarangan--"
"Kenapa tidak kau katakan saja?" Liu Wei Lin menyela. Dia bicara tanpa menoleh ke belakang, "Jelaskan bahwa kau adalah aib dalam keluargamu. Ah... Bukan. Tapi kutukan,"
Mo Huai kaget, sementara Wang Zhao terlihat biasa saja. Ini mungkin karena Wang Zhao sudah kebal mendengar ucapan bernada sejenis, apalagi dari sosok seperti Liu Wei Lin.
"Jika aku benar-benar adalah kutukan, maka kau pasti tidak akan hidup sampai sekarang." Wang Zhao membalas ucapan Liu Wei Lin dan membuat langkah sosok di depannya berhenti.
Liu Wei Lin menutup kipasnya dan lalu berbalik. Dia berkata, "Sepertinya kau sudah lupa... Dengan banyaknya nyawa yang hilang hanya demi menyelamatkan kau yang lemah ini."
"Liu Wei Lin--"
"Jangan membantah. Kau tidak punya hak untuk menyela apalagi memprotes ucapanku. Kau hanya pelayan dan dibandingkan itu semua .... Kau adalah beban bagi semua orang."
!!
Mo Huai tersentak. Dia menatap Liu Wei Lin yang kembali berbalik dan langsung berjalan pergi meninggalkannya yang masih bersama Wang Zhao. Mo Huai merasa sangat buruk karena ulahnya, ketegangan antara kedua orang itu justru semakin pekat.
"Tu-Tuan Muda Wang..."
"Tidak apa-apa," Wang Zhao menepuk pelan punggung Mo Huai dan berusaha tersenyum. "Saat ini lebih penting untuk memikirkan jalannya konferensi. Aku rasa, pertandingan konferensi akan berhenti, namun tidak dengan cara yang baik."
?!
*****
__ADS_1