KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
402 - Kota Awan Dingin


__ADS_3

Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu yang baru saja tiba di Sekte Kupu-Kupu langsung disambut dengan kabar bahwa sedang ada penyerangan di Kota Awan Dingin. Keduanya jelas saja terkejut, apalagi Xiao Shuxiang merasa bahwa itu mungkin karena mayat hidup miliknya.


Ling Qing Zhu hendak pergi ke Kota Awan Dingin untuk memeriksa kondisi di sana, namun tepat saat akan melangkah---tangannya justru diraih oleh Wali Pelindungnya.


Xiao Shuxiang tidak membiarkan Ling Qing Zhu pergi. Dia meminta agar Kucing Putihnya ini tetap berada di Sekte Kupu-Kupu. Sebenarnya, dia tidak ingin Ling Qing Zhu mengetahui apa yang sudah diperbuatnya meski kekhawatiran Xiao Shuxiang ini tidak akan terjadi.


Di sisi lain, meski merasa berat---namun Ling Qing tetap mendengarkan ucapan pemuda yang menawan ini. Wali Pelindungnya memberi penjelasan yang bisa dia terima dan karena itulah dia pun tetap tinggal di Sekte Kupu-Kupu.


Tidak baik jika mereka pergi, sementara sudah banyak murid sekte ini yang ke Kota Awan Dingin sejak tadi. Kekuatan Sekte Kupu-Kupu akan melemah dengan perginya para murid senior, belum lagi fakta bahwa ada banyak anak yang ikut bersama Jing Mi ke wilayah Kekaisaran Matahari Tenggelam bersama Rana Qisheng. Ling Qing Zhu mengerti bahwa untuk mengatasi masalah di kota, pemuda ini sudah cukup.


Xiao Shuxiang sendiri merasa lega dan sebenarnya bersyukur karena mempunyai sosok seperti Ling Qing Zhu yang bisa diajak bekerja sama dengan baik. Gadis ini pun sangat pengertian padanya.


*


*


Ketika berada di kota, Xiao Shuxiang kaget dengan kekacauan yang luar biasa parah ini. Banyak bangunan yang rusak dan para warga yang berusaha berlari menyelamatkan diri.


Ada beberapa titik keributan di mana pertarungan sedang terjadi. Xiao Shuxiang sadar bahwa keributan di hadapannya bukan berasal dari mayat hidup yang dia ciptakan.


"Di mana mereka?" Xiao Shuxiang tersadar dan segera mencari mayat hidup miliknya. Cukup beruntung sebab kedua mayat tersebut berada di antara kerumunan warga kota.


Xiao Shuxiang menapak di salah satu dahan pohon, dia tidak mendekat saat mengetahui bahwa kedua mayat ciptaannya itu benar-benar bisa berbaur dengan warga Kota Awan Dingin. Dia mengembuskan napas lega dan kemudian berbalik arah.


Xiao Shuxiang mengeluarkan Yīng xióng dan langsung masuk ke dalam pertarungan salah seorang kultivator yang nyaris terkena tebasan pedang oleh lawannya. Detik itu juga, Xiao Shuxiang mengambil alih pertarungan dan bertukar serangan dengan begitu sengit.


!!

__ADS_1


Kehadiran Xiao Shuxiang yang tiba-tiba ini membuat pria berpakaian serba hitam dan berpenutup wajah itu terkejut. Tidak disangka bahwa orang yang mereka tunggu sudah datang.


Dengan segera, sosok tersebut mengeluarkan serangan yang besar dan berhasil membuat jarak. Xiao Shuxiang tidak tinggal diam dan melesat mendekat, hanya saja jeda beberapa saat itu digunakan oleh lawan untuk memberi isyarat pada rekan-rekannya.


Xiao Shuxiang tersentak mendengar suara siulan yang aneh, namun reaksinya terlambat. Ada lima titik cahaya yang terbentuk di langit dan membentuk garis yang aneh, terlihat saling terhubung satu sama lain.


Hujan cahaya langsung turun dan mempunyai lingkup penyebaran yang luas. Siapa pun yang berada dalam lingkup cahaya itu, mereka akan merasa seperti ditimpa oleh sesuatu yang berat hingga tidak dapat bergerak sama sekali.


Pria yang merupakan lawan Xiao Shuxiang itu berpikir bahwa dengan ini mereka berhasil menangkap pemuda yang memegang Kitab Pembunuh Matahari tersebut. Tetapi sesuatu yang tidak terduga terjadi.


Cahaya yang seharusnya memberi tekanan pada Xiao Shuxiang justru terhisap ke dalam pedang pusaka pemuda itu. Yīng xióng seolah sudah lama tidak digunakan hingga sangat bersemangat dalam menyerap teknik yang unik ini. Hanya saja pedang itu bergerak sesuai keinginan Xiao Shuxiang.


Pria berpakaian serba hitam dan berpenutup wajah itu terkejut, namun tidak butuh waktu lama sampai dia mengepalkan erat tangannya dan kemudian melesat pergi. Tatapan Xiao Shuxiang tajam dan dia pun mengayunkan pedangnya.


Lima serangan beruntun tercipta dari satu ayunan pedang dan itu tepat mengenai tubuh lawannya. Ledakan besar di udara tercipta dan pria berpakaian serba hitam itu lenyap tanpa jejak.


Kaki Xiao Shuxiang menapak di atap sebuah bangunan dan dengan ekspresi wajah yang seperti menahan amarah. Dia berkata dengan dingin, "Hanya sekali ini saja kubuat satu orang mengalami kematian yang tenang. Siapa pun yang berikutnya... Akan kubuat dia melihat neraka,"


Namun berani sekali ada yang datang dan mengganggu ketenangan di kotanya. Dia tidak akan pernah mentolerir ini. Xiao Shuxiang memegang kuat pedangnya dan segera melesat. Tidak akan dia biarkan siapa pun mengganggu apa yang menjadi miliknya.


*


*


"Bagaimana bisa anak semuda ini begitu merepotkan?!" seorang pria berpakaian serba hitam terlihat terkejut ketika menghadapi seorang anak laki-laki berusia 14 Tahun.


Lawannya ini memiliki usia yang begitu muda, tetapi semangat bertarungnya luar biasa. Dia bahkan kaget sebab meski mengalami luka, anak ini dibandingkan mengerang kesakitan justru nampak menyeringai dan tertawa. Tidak sampai di sana, bahkan gerakan bertarungnya kian menggila.

__ADS_1


"Siapa anak ini sebenarnya...? Dia seperti monster," pria berpakaian serba hitam itu bahwa tanpa sadar menahan napas. Dia menelan ludah dan kembali melakukan serangan.


Karena tujuannya adalah Xiao Shuxiang dan sosok pria itu merupakan kultivator dari Alam Kultivasi Atas---dia tidak berniat mengambil nyawa seorang pun, apalagi ketika lawannya adalah anak kecil. Namun berbeda dengan sosok yang dia lawan saat ini.


Anak laki-laki berusia 13 Tahun dengan pakaian biru bercorak sayap kupu-kupu itu tidak bertarung untuk membuat lawan lumpuh, tetapi lebih dari itu. Anak tersebut menyerang dengan niatan membunuh yang besar, bahkan dia sama sekali tidak ragu jika mengalami beberapa luka di bagian tubuhnya.


"Tidak bisa dibiarkan." pria berpakaian serba hitam itu memegang kuat pedangnya. Dia mengatur napas dan membatin, "Aku tidak bisa terlalu berlama-lama di sini. Sheng Mu telah mengirim sinyal bahwa orang yang kami cari sudah ada di sini, dia pasti sudah berhasil menangkapnya."


Pria berpakaian serba hitam itu hendak melesat pergi, namun dia justru dihadang tiga orang remaja yang mempunyai pakaian dengan corak serupa dengan yang dimiliki oleh bocah sebelumnya.


"Sudah merusak kota kami, maka tidak akan kubiarkan kau lolos dengan mudah." salah satu remaja menghunuskan pedang dan kemudian menyeru. Dia dan kedua temannya langsung melesat memberi terjangan.


Pria berpakaian serba hitam itu mendengus. Dari yang terdengar, suaranya dingin saat berkata. "Sepertinya aku terlalu lembut sehingga kalian bisa menjadi begitu besar kepala.."


!!!


Para murid Sekte Kupu-Kupu tidak ada yang tahu bahwa lawan yang mereka hadapi tidak berasal dari tempat ini, bahkan kekaisaran ini. Lawan yang ada di hadapan mereka memiliki kemampuan yang jelas lebih baik daripada kultivator Lainnya.


"Kuberi kalian kesempatan, tapi sepertinya kalian memang anak yang tidak kenal takut." pria berpakaian serba hitam itu mengalirkan energi spiritual di pedangnya. Sedetik itu juga, dia menghilang dan muncul tepat di hadapan salah satu anak sambil mengayunkan pedang.


Kejadian itu berlangsung sangat cepat. Sebuah serangan kuat tercipta dan terdengar ledakan yang tidak kalah hebatnya. Ketiga murid Sekte Kupu-Kupu itu terpental dan menghantam sebuah bangunan dengan keras.


Ketiga murid itu memuntahkan darah dan merasa sesak di dada mereka. Salah seorang murid berusaha untuk bangun, tetapi lawannya tiba-tiba sudah berdiri di hadapannya dengan tatapan mata yang tajam.


Murid dari Sekte Kupu-Kupu itu tersentak. Dia pikir akan segera tewas, tetapi sebuah lesatan datang dan menyerang pria berpakaian serba hitam ini. Detik itu juga, alur pertarungan menjadi cepat dan penuh suara benturan pedang.


"Se-Senior Besar Xiao?!"

__ADS_1


!!!


******


__ADS_2