![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Nie Shang menutup kipasnya, "Bukankah jika Saudara Xiao mampu melesat cepat seperti itu----dia tidak perlu berjalan kaki begini?"
Hu Li, "Tuan Muda Nie. Tuanku mengukur jarak, tidak sembarangan mengeluarkan tenaga sebesar itu. Anda tahu kan tanah di Benua Tengah seperti apa? Apalagi gunung ini..."
Nie Shang, "Lalu bagaimana denganmu? Apa kau juga bisa membawaku melesat secepat itu?"
Hu Li berkedip sebelum akhirnya berujar, "Memang Tuan Muda Nie ingin digendong dengan posisi bagaimana?"
Nie Shang tersenyum getir, "Terlalu romantis jika aku meminta digendong dari depan. Nanti orang-orang yang melihat akan salah paham. Cepat jongkoklah,"
Hu Li menurut dan menggendong Nie Shang di punggungnya. Dia pun melesat menyusul Siu Yixin dan Xiao Shuxiang.
Di karenakan dia adalah Demonic Beast Rubah Putih yang sangat akrab dengan wilayah pegunungan dan mempunyai insting tajam----medan terjal pegunungan ini sama sekali tidak menyulitkan Hu Li.
Tidak hanya itu, dia juga tahu teknik terlarang sehingga mampu membantu Nie Shang agar pemuda itu tidak merasa sesak napas ketika dirinya melesat cepat.
Bila diperhatikan dari atas, pegunungan ini sangatlah besar dan menjulang tinggi ke atas. Untuk bisa menaikinya pun, para kultivator harus berjalan mengelilinginya. Ketinggiannya mencapai ratusan meter dan sejujurnya mustahil gunung ini tidak memakan korban.
Yun Qiao Yue tidak lagi melihat Xiao Shuxiang, termasuk gadis berambut putih itu dan empat orang yang bersama mereka. Ini semua karena dia disibukkan menjaga para kultivator lainnya hingga tidak punya kesempatan memantau Xiao Shuxiang dari kejauhan.
"Nona Yun, apa masih lama? Rasanya menaiki gunung ini seperti tidak ada tujuannya," seseorang berujar. Dia sudah banyak berkeringat.
"Aku mendengar bahwa ketinggian gunung ini sangat menakutkan. Puncaknya yang selalu tertutup awan adalah misteri yang mengerikan. Meski aku tidak meragukan diriku, namun biar bagaimanapun juga tetap ada batasan dari tiap kemampuan,"
Yun Qiao Yue berujar pelan, "Tuan tenang saja. Qiao Yue akan terus menemani kalian,"
Bukannya para kultivator itu akan terus mendaki ke puncak gunung, tetapi ada sebuah tempat di ketinggian khusus yang memang telah disediakan oleh kultivator dari Alam Kultivasi Atas. Tempat tersebut memiliki permukaan yang datar, cukup luas, namun diapit di antara tebing batu.
Waktu yang mereka butuhkan jika terus berjalan tanpa istirahat adalah sekitar tiga sampai empat hari. Namun karena di antara orang-orang ini ada kultivator yang praktiknya begitu lemah----mereka pun akhirnya baru sampai setelah enam hari perjalanan.
Xiao Shuxiang sendiri sampai pada saat hari ketiga, tepat di malam hari. Dia menggendong Ling Qing Zhu dan sekitar 7 kali dia hampir jatuh saat salah mengambil tempat berpijak. Jujur saja, dia sangat kelelahan sekarang ini. Namun dirinya tidak boleh sampai terlihat lemah di depan teman-temannya.
Ling Qing Zhu akhirnya bisa memijak tanah lagi. Dia menatap dingin ke arah Wali Pelindungnya dan itu disadari oleh pemuda tersebut.
Xiao Shuxiang, "Apa?"
Ling Qing Zhu, "Kau menggendongku."
"Benar, lalu?" Xiao Shuxiang keheranan.
__ADS_1
Ling Qing Zhu dengan datar berkata, "Kau bilang aku berat."
Xiao Shuxiang dengan polosnya menjawab, "Iya. Kau memang berat,"
"Tapi kau menggendongku."
"Aku memang menggendongmu," Xiao Shuxiang berkedip, "Apa kau tidak suka?"
Ling Qing Zhu mendengus. Pemuda ini tidak mengerti. Padahal Xiao Shuxiang sudah mengatainya berat, namun justru menggendongnya hingga kemari. Tidak tahu malu.
Xiao Shuxiang yang tidak mendengar jawaban dari Kucing Putihnya justru tersenyum, "Aku tahu. Aku tahu, kau pasti suka. Tidak perlu malu mengakuinya, aku memang luar biasa. Lain kali apa kau mau kugendong lagi?"
"Tidak akan." suara Ling Qing Zhu dingin, "Memalukan,"
Hu Li sendiri nampak duduk bersandar di sebuah batu dan berusaha mengatur napasnya. Di sisi lain, Siu Yixin juga sama lelahnya. Namun pemuda itu tetap berdiri tegak tanpa memudarkan senyumannya.
"♬♩ Yo yo, tempat ini sangat berbahaya. Namun mengagumkan. Aku bisa melesat lebih cepat lagi. Ketinggian ini belum apa-apa, yo! ♪♬"
"Tuan Muda Siu, Anda sudah berkeringat banyak dan mengatakan ini belum apa-apa? Aku... Kupikir aku sudah tiada," Mo Huai terengah-engah. Pasokan udara di dalam tubuhnya tipis, namun Hu Li yang duduk di sampingnya masih sempat-sempatnya mengalirkan Qi untuk membantunya.
Nie Shang, "Aku saja yang digendong sangat kelelahan dan kau justru ingin mendaki lagi? Sudah cukup... Sungguh, ini perjalanan paling berat dan sangat melelahkan. Nona Ling, terima kasih."
Darah di tubuh Nie Shang mulai berjalan normal kembali dan jantungnya tidak lagi berdebar tak terkendali. Pernapasannya mulai teratur meski pasokan udara di tubuhnya tidak sama seperti biasanya.
Xiao Shuxiang juga sudah membaik, dia butuh waktu lebih lama dari Siu Yixin untuk mengatur napas. Namun saat berhasil, dia sudah kembali pada kondisi tubuhnya yang biasa. Praktiknya yang saat ini berada di Forging Qi tingkat lima seakan tidak menjadi hambatan.
?!
Siu Yixin mengerutkan kening saat tiba-tiba sebuah garis cahaya terbentuk di tanah dan seketika membawa angin sejuk. Hu Li dan Ling Qing Zhu juga menyadarinya. Mereka memiliki pikiran yang sama. Di tanah tempat mereka berpijak sudah diberi segel sebelumnya.
Cahaya dari segel itu perlahan memudar dan tanah pun kembali seperti sedia kala. Namun Nie Shang dan Mo Huai tidak lagi merasa sesak di dada mereka. Hu Li juga merasa seakan disembuhkan. Pola segel ini seperti memulihkan kondisinya.
Xiao Shuxiang juga menyadarinya. Dia pun berbalik. Tidak jauh di depannya, cahaya aneh muncul dan perlahan terlihat dua orang pria berpakaian putih. Mereka seperti berdiri di pinggir tebing dan tidak berlangsung lama sampai terbentuk beberapa anak tangga.
Nie Shang berdiri saking terkejutnya, "Sa-Saudara Xiao?! Kau juga melihatnya?!"
Xiao Shuxiang menggumam pelan. Dia tidak seheboh Nie Shang, justru raut wajahnya nampak sulit diartikan. Hu Li dan Siu Yixin sendiri juga terlihat begitu serius.
Sebagai kultivator yang memiliki bakat dan kemampuan. Xiao Shuxiang, Hu Li dan Siu Yixin tahu bahwa tangga yang tiba-tiba terbentuk itu bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Bahkan jika praktik mereka ada di tahap Grand Master Tingkat Langit.
__ADS_1
Buruknya, ketiganya bahkan tidak bisa membaca praktik kedua orang asing yang mereka lihat. Ini membuktikan bahwa tidak menutup kemungkinan Alam Kultivasi Atas itu di huni para Immortal. Kultivator seperti mereka lebih sering menyebutnya 'Manusia Setengah Dewa Yang Sesungguhnya'.
Meski ekspresi Xiao Shuxiang sulit diartikan, namun tidak begitu dengan tangan kanannya yang terkepal kuat. Entah kenapa dia terlihat marah, seakan-akan dia tidak terima ada jenis kultivator seperti itu.
Hu Li menghampiri Xiao Shuxiang, dia bersuara pelan. "Tuan Muda, ada apa?"
"Hu Li, aku tidak suka melihat mereka. Rasanya seperti... Aku ingin menarik urat leher orang-orang itu,"
"Tuan...?"
"Bocah Pengemis Gila pernah memberi penjelasan padaku bahwa Alam Kultivasi Atas sedikit mirip dengan Alam Para Dewa. Kata 'Dewa' ini... Sangat tidak layak disandingkan pada mereka. Karena kau tahu, Hu Li. Setinggi apa pun praktik seorang kultivator----dia tetap manusia. Dia masih terikat dalam lingkaran hidup dan mati. Hidup selama ratusan hingga ribuan tahun tetap memiliki batasan. Dia tidak bisa hidup abadi. Aku sendiri..."
Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan lalu menggeleng pelan. Tangan kanannya sudah tidak lagi terkepal, tetapi Hu Li masih memperhatikannya.
"Tuan Muda Xiao, pemikiran Anda benar. Tapi mereka terlihat tidak ingin disebut manusia biasa. Bahkan dari penglihatan saya, mereka memandang rendah kultivator seperti kita."
"Mn, tentu saja. Karena itulah aku harus bisa naik ke Alam Kultivasi Atas. Mungkin aku dapat memberi mereka beberapa pengalaman berharga,"
Hu Li tersenyum pahit saat melihat ekspresi Xiao Shuxiang. "Tuan Muda? Anda tidak berpikir akan membuat kacau lagi, kan?"
"Apa aku ini selalu terlihat jahat di matamu?"
"Tidak... Hanya saja ekspresi wajah dan senyuman Anda selalu membuat saya mengkhawatirkan hidup orang lain."
"Hu Li, aku 'Tuanmu'. Kenapa kau justru mencemaskan hidup orang lain? Kau itu harusnya lebih memprioritaskan Xiao Shuxiang. Kau tidak berhutang budi pada mereka, kau hanya berhutang padaku. Mengerti?"
"Saya mengerti, Tuan Muda Xiao adalah yang terbaik." Hu Li tersenyum. Dalam hati dia berharap bahwa Xiao Shuxiang tidak akan membuat kekacauan, apalagi sampai menyulitkan orang lain. Paling tidak, dia ingin Tuan Mudanya belajar sesuatu yang berguna untuk mengubah kepribadiannya. Dia menyayangi Xiao Shuxiang dan ingin Tuannya menjadi orang yang baik.
Ling Qing Zhu melihat Wali Pelindungnya nampak bicara dengan Hu Li, namun dia tidak mendekat ke arah mereka dan lebih memilih bersama Mo Huai. Pemuda di sampingnya sudah tidak merasa sakit di dadanya karena kesulitan bernapas----tapi Mo Huai terlihat masih berkeringat dan kemungkinan dapat tidak sadarkan diri jika ditinggal begitu saja.
Ling Qing Zhu juga sebenarnya melihat kemunculan dua kultivator yang entah dari mana, apalagi dengan anakan tangga yang seakan mengarah ke langit. Tetapi karena memang ekspresi wajahnya yang datar, dia tidak terlihat terkejut.
Siu Yixin sendiri sedikit tersentak saat Xiao Shuxiang dan Hu Li tiba-tiba berjalan menghampiri dua kultivator asing itu. Dia pun meminta Nie Shang agar tetap di tempatnya bersama Mo Huai dan Ling Qing Zhu. Dia pun bergegas menyusul Xiao Shuxiang dan Hu Li.
Kedua kultivator asing yang berpakaian serba putih itu nampak berusia sekitar 27 Tahun. Mereka mempunyai paras yang cukup menarik dan memiliki praktik yang tidak bisa dibaca oleh Hu Li, Siu Yixin, bahkan Xiao Shuxiang.
??
Kedua kultivator itu sebelumnya sudah tahu bahwa ada orang-orang yang lebih dahulu sampai di atas sini. Namun tidak disangka yang datang hanya enam orang. Itu pun ketiga sosok yang berjalan menghampiri mereka bukan orang yang mendapat undangan dari Alam Kultivasi Atas.
__ADS_1
******