KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
279 - Lamaran


__ADS_3

Rasanya seperti bendungan besar yang runtuh. Xiao Shuxuang tidak pernah bisa membayangan akan dipeluk lembut oleh seseorang yang asing. Dia bahkan tidak pernah diperlakukan seperti ini.


Xiao Shuxiang kecil membeku di tempat, pandangannya kosong. Beberapa air mata nampak menggantung di bulu matanya, dia bahkan tidak berani untuk bergerak, tangannya menegang.


Ling Qing Zhu memeluk anak laki-laki itu dengan erat, mengunci Xiao Shuxiang kecil dipelukannya hingga tidak bisa bergerak. Dia pun bergumam, "Bukan salahmu. Tidak apa-apa,"


'Tidak apa-apa, ini bukan kesalahanmu'.


Ucapan ini tidak berani Xiao Shuxiang harapkan sedikit pun. Dia bahkan tidak pernah memikirkannya karena itu adalah kata yang terlalu berharga dan tidak akan bisa dia dapatkan. Dia tidak berani untuk meminta sesuatu, termasuk sebuah pengampunan.


Mendengar bahwa ada orang yang justru mengatakan ini padanya tentu sangat mengejutkan. Kelopak matanya bahkan tidak bisa lagi menahan beban air mata dan kemudian jatuh bebas. Dia sosok yang sudah mengalami dan menderita cukup banyak ketidakadilan.


Ling Qing Zhu tidak tahu bagaimana caranya membujuk orang lain, apalagi seorang anak kecil. Dia memeluk Xiao Shuxiang tanpa berpikir panjang dan hanya ini yang bisa dia lakukan.


"..............."


"..............."


Tidak ada yang buka suara selama hampir lima menit. Xiao Shuxiang kecil juga tidak terlihat mengulurkan tangan untuk melepaskan pelukan orang asing ini darinya. Dia mungkin terlalu syok.


Xiao Shuxiang tidak pernah mengira bahwa sebuah pelukan akan bisa sehangat dan senyaman ini. Dia ingin mengulurkan tangan, tetapi khawatir sebab tangan kecilnya sudah pernah ternoda darah. Dia takut membawa nasib buruk bagi orang lain.


Ling Qing Zhu perlahan melepaskan pelukannya. Dia menatap wajah manis Xiao Shuxiang yang menatapnya tanpa kata. Tangannya pun terulur dan lantas mengusap air yang membasahi pipi anak laki-laki ini.


Xiao Shuxiang tersentak dan tersadar ketika merasakan sebuah telapak tangan yang kasar. Secara spontan tangannya terulur dan memegang tangan gadis berambut putih ini.


Xiao Shuxiang kecil berkedip. Telapak tangan Ling Qing Zhu memiliki kapalan yang sama sekali tidak selaras dengan penampilannya. Bahkan Xiao Shuxiang terlihat terkejut.


"Tanganmu ..."


"Maaf jika menyakitimu," Ling Qing Zhu berujar pelan dan dijawab gelengan oleh anak laki-laki di depannya.


Xiao Shuxiang berkata, "Kenapa telapak tanganmu bisa seperti ini?"


"Aku berlatih pedang,"


"Ayah dan ibuku juga berlatih pedang, tapi telapak tangan mereka tidak seperti ini. Kau ..."


"Apa terlihat jelek?" Ling Qing Zhu berujar tanpa nada. Wali Pelindungnya nampak polos sekali.


Xiao Shuxiang berkata, "Tidak. Tidak sama sekali. Kau punya tangan yang kasar, tapi sangat hangat. Ini justru ... Terasa nyaman,"


Ling Qing Zhu tertegun menyaksikan senyuman tulus Xiao Shuxiang kecilnya dari jarak sedekat ini. Dia menggumam dan mengucapkan terima kasih.


Ling Qing Zhu memperhatikan anak laki-laki manis di depannya. Dia merasa lega bisa melihat senyuman Xiao Shuxiang meski tidak berlangsung lama sampai tangannya yang dipegang tiba-tiba ditepis.


Ling Qing Zhu tersentak. Bukan karena tindakan Xiao Shuxiang yang menepis tangannya, tetapi karena perubahan pada raut wajah anak laki-laki ini yang mendadak pucat.


"Ada apa?" Ling Qing Zhu bertanya dan membuat Xiao Shuxiang menatap ke arahnya.

__ADS_1


"Aku ..."


Ling Qing Zhu mengerutkan kening. Reaksi anak ini terlihat tidak wajar, apalagi Xiao Shuxiang tiba-tiba saja mengambil dua langkah mundur dan tubuh kecil itu nampak gemetar.


"Kau kenapa?" Ling Qing Zhu bertanya kembali, dia menjadi khawatir.


"A-aku memegang tanganmu," suara Xiao Shuxiang terdengar takut-takut. Dia pun berujar pelan, "Ka-kau ... Tidak hamil, kan?"


"Apa?" Ling Qing Zhu tersentak. Dia pun berkedip dan mulai mengerti reaksi ini.


"Tua bangka itu bilang ..." Xiao Shuxiang berekspresi pucat, "Laki-laki tidak boleh sembarangan memegang tangan perempuan atau perempuan itu akan mengandung bayi. Kau-"


"Oh. Aku merasakannya," Ling Qing Zhu dengan suara yang tenang menyentuh perutnya dan melihat reaksi anak laki-laki ini yang kaget bukan main.


"Ka-kau Sungguhan Hamil?!" Xiao Shuxiang berseru.


Anak laki-laki itu memegang tangannya sendiri dan merinding karena mengira apa yang pernah dikatakan orang lain padanya ternyata benar. Dia sampai terperangah dengan ekspresi lucu sekaligus menggemaskan.


Ling Qing Zhu tersenyum samar di balik cadar miliknya. Dia pun berkata, "Apa kau mau menikah denganku?"


Xiao Shuxiang terkejut dan bahkan tidak sadar punggungnya sudah menyentuh batang sebuah pohon. Dia menggeleng kuat, "A-Aku sungguh tidak sengaja. Ka-Kakak besar, aku masih anak-anak."


Ling Qing Zhu berkedip, dia sepertinya sudah menindas Wali Pelindung kecilnya. Hanya saja bila diingat tentang kelakuan Xiao Shuxiang padanya, dia jadi ingin sedikit membalaskan dendam.


Ling Qing Zhu buka suara, "Jadi kau tidak mau menikah denganku? Setelah apa yang kau lakukan?"


"A-aku masih anak-anak. Aku-" Xiao Shuxiang kecil panik. Dia membuat orang asing mengandung bayinya. Dia sungguh tidak sengaja.


"Aku masih anak-anak, tidak mungkin menikahimu." suara Xiao Shuxiang terdengar panik, "Ka-kau yang memeluk duluan. Kau juga yang mengusap pipiku lebih du-dulu. Aku tidak akan memegang tanganmu jika kau tidak melakukannya."


Melihat betapa seriusnya anak laki-laki ini menanggapi apa yang terjadi membuat Ling Qing Zhu menahan senyumnya.


Gadis berambut putih dan bercadar tipis itu pun berkata, "Aku bisa menunggu sampai kau dewasa. Bagaimana?"


"A-apa?" Xiao Shuxiang tersentak.


Ling Qing Zhu membungkuk sedikit dan mengulurkan tangan. Dia berujar, "Kau bisa menikahiku saat kau dewasa. Itu pun jika kau tidak keberatan melihatku yang mungkin sudah tua,"


Xiao Shuxiang tertegun, terlihat sedang berpikir sebelum akhirnya buka suara. "Aku laki-laki, tidak akan pernah lari dari masalah, juga harus bertanggung jawab."


Xiao Shuxiang menarik napas pelan dan berujar dengan hati-hati, "Apa kau mau menungguku sepuluh tahun lagi?"


Ling Qing Zhu berkedip dan kemudian mengangguk, "Mn. Akan kutunggu,"


"Ka-Kau yakin?" Xiao Shuxiang menelan ludah, "Aku ... Bukan orang yang baik."


"Aku juga punya banyak kekurangan,"


Xiao Shuxiang memperhatikan gadis di depannya dan dengan gugup menerima uluran telapak tangan yang kasar itu. Dia merasakan jantungnya berdebar aneh, tetapi juga menyenangkan.

__ADS_1


Tangan kecil Xiao Shuxiang hanya bisa memegang tiga jari dari Ling Qing Zhu. Dia berjalan sambil sesekali menengadah untuk melihat gadis asing ini.


"Ling Qing Zhu?" Xiao Shuxiang buka suara, "Aku harus memanggilmu apa sekarang?"


Ling Qing Zhu berkedip. Dia cukup lama mempertimbangkan ucapannya hingga akhirnya berujar, nyaris tidak terdengar.


"......... *Bǎobèi."


Saat mengatakannya, pipi seputih salju Ling Qing Zhu yang tertutup cadar tipis nampak semerah persik. Dia hanya ingin mengerjai Wali Pelindung kecilnya yang polos, manis dan menggemaskan ini---tetapi entah kenapa dirinya pun merasa gugup sendiri.


^^^*Bǎobèi [宝贝]\= bayi sayang. Sebutan ini begitu intim dan bahkan disebut terlalu berlebihan hingga jarang digunakan oleh pasangan suami-istri di depan umum. ^^^


Xiao Shuxiang yang masih berusia 7 Tahun itu jelas tidak tahu apa-apa dan justru menganggap panggilan itu lucu. Dia bahkan mulai tersenyum senang dan seakan menemukan sesuatu yang disukai.


Ling Qing Zhu memegang tangan kecil itu dan sesekali menanggapi ketika Xiao Shuxiang memanggil dan mengajaknya bicara. Dia bahkan menenangkan anak laki-laki ini meski dengan suara yang tanpa nada.


Saat hampir semakin berjalan ke dalam hutan, suasana di sekitar Ling Qing Zhu mulai berubah menjadi gelap. Dia yang tidak mengerti situasi ini mulai berhenti melangkah dan menoleh ke arah Xiao Shuxiang.


?!


Ling Qing Zhu tersentak. Dia masih bisa merasakan tangan yang dingin dari Xiao Shuxiang, namun Wali Pelindungnya itu sudah tidak ada. Yang terlihat sekarang adalah butiran cahaya yang perlahan memudar sebelum akhirnya menghilang.


"Shuxiang?" Ling Qing Zhu mengedarkan pandangan ke sekitaran dan sama sekali tidak menemukan apa-apa selain semak belukar beserta rimbunan pohon.


!


Satu tetes air jatuh tepat mengenai pipi Ling Qing Zhu. Dan perlahan semakin banyak tetesan air yang jatuh disertai suara yang menandakan hujan turun.


Ling Qing Zhu tidak bisa mengeluarkan energi spiritualnya. Dan di sisi lain, dia justru bisa merasakan dengan sangat jelas bagaimana dinginnya air hujan ini.


Saat mengedarkan pandangan, tatapan mata Ling Qing Zhu menangkap sebuah titik cahaya dan tanpa ragu berjalan ke arah titik tersebut. Dia cukup tersentak sebab bisa merasakan bagaimana licinnya tanah di hutan yang diguyur hujan.


Beruntung hujan ini tidak deras sehingga Ling Qing Zhu tidak terlalu kesulitan untuk berjalan. Dia pun tiba di sebuah gubuk tua yang merupakan penanda bahwa tidak jauh dari tempat ini ada sebuah pemukiman.


"..............."


Pintu rumah ini terbuka lebar dan jujur beberapa bagiannya lapuk termakan usia, bahkan ada atapnya yang bocor. Cahaya yang dia lihat sebelumnya berasal dari lentera yang menerangi rumah tua ini.


Ling Qing Zhu menarik napas pelan dan kemudian melangkah masuk. Dia sedikit gugup di samping merasakan udara yang begitu dingin menusuk hingga tulangnya.


Ling Qing Zhu mengusap-usap lengannya dan terkejut akan sesuatu. Pakaiannya sudah berubah. Ini adalah pakaian gadis desa biasa yang tidak bisa melindungi tubuhnya dari dingin seperti pakaiannya yang biasa. Selain itu, cadarnya pun ikut menghilang.


Ketika Ling Qing Zhu penasaran dengan asal penerang ruangan ini, tiba-tiba saja terdengar langkah kaki mendekat dan sebuah suara yang berat.


"Apa ini? Tamu yang tidak diundang?"


Ling Qing Zhu membeku di tempat. Dia sampai menahan napas mendengar suara ini adalah miliki lelaki dewasa yang terdengar tidak asing di telinganya.


Sambil bernapas pelan, Ling Qing Zhu pun mulai berbalik untuk memastikan apa yang ada di benaknya. Dia terkejut melihat sesosok laki-laki yang berjalan penuh keangkuhan sambil menyilangkan tangan.

__ADS_1


!!


******


__ADS_2