KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
260 - Persiapan (2)


__ADS_3

Kabut hijau mulai menyelimuti ekor Gui Hong Yi dan tekanan yang berasal dari kabut itu sangat kuat. Bahkan Lan Guan Zhi sedikit mengerutkan kening karena terpengaruh tekanan ini.


Xiao Shuxiang melirik teman baiknya dan tahu bahwa ini akan sulit untuk dihadapi oleh Lan Guan Zhi, apalagi temannya itu masih mempunyai praktik kultivasi yang rendah. Jujur saja, di antara mereka saat ini----Hanya praktik Hei Lian yang paling tinggi.


"Apa sebaiknya melarikan diri saja?" Xiao Shuxiang bersuara pelan, namun masih didengar oleh kedua rekannya.


Hei Lian berkata, "Kalau kau tidak mau mati konyol di tempat ini. Maka memang itu yang harus kita lakukan,"


"Tapi jika melakukannya, maka itu akan melukai harga diriku ..." Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan ucapannya barusan membuat Hei Lian berdecak kesal.


Hei Lian berkata, "Apa sekarang harga diri itu penting? Jika kau mati di sini, maka jangankan harga diri----kau tidak akan punya apa pun untuk dibanggakan lagi."


"..............." Xiao Shuxiang menatap gadis kecil itu sebelum memandang ke depan. Dia sebenarnya tidak peduli jika harus mati, tapi kondisi ini tidak boleh sampai melibatkan orang lain.


Saat sedang berpikir, sebuah ingatan melintas dipikiran Xiao Shuxiang. Dia ingat pembicaraannya dengan Tetua Chen Duan Shang.


"Kitab Tanpa Tanding? Jika Tetua Chen punya kitab seperti ini, bukankah sangat mudah untuk mengalahkan Sekte Lembah Iblis?"


"Itu bukan kitab yang bisa dipelajari oleh kultivator sepertiku. Hanya mereka yang berasal dari Aliran Hitam yang mampu menggunakannya. Tetapi itu pun sangat bergantung pada kemampuan dan juga keberuntunganmu,"


"Shuxiang, kau harus berhati-hati. Jangan pelajari kitab itu saat kau masih memiliki keraguan di hatimu. Aku akan jujur, siapa pun yang mempelajarinya----mereka bisa kehilangan akal."


!!!


Lima buah cermin pemindah terbentuk secara cepat di hadapan Xiao Shuxiang, menjadi dinding pemisah dan membuat Lan Guan Zhi serta Hei Lian terkejut.


Gui Xiao tertawa, "Apa kalian pikir benda itu bisa melindungi kalian?"


Gui Hong Yi mendengus, "Menyedihkan."


Kibasan ekor Gui Hong Yi melesat, nyaris mengenai cermin pemindah buatan Xiao Shuxiang andai sebuah serangan tidak muncul dari dalam cermin itu.


Gui Hong Yi dengan cepat mengubah serangannya menjadi pelindung untuk pertahanan diri. Dengan ini serangan yang melesat dari dalam cermin tidak akan mampu melukainya.


Xiao Shuxiang yang tahu kondisi lawan saat ini pun berkata, "Kalian pergilah. Biar aku yang hadapi mereka,"


Lan Guan Zhi tersentak, "Shuxiang. Apa maksudmu?"


"Hei..! Kau serius?!" Hei Lian terkejut, "Cara terbaik yang bisa kita lakukan saat ini adalah melarikan diri..!"


Hei Lian berkata, "Meski aku tidak suka padamu, tapi bukan berarti aku ingin melihatmu mati konyol. Setidaknya .... Akulah yang pantas membunuhmu!"


"Tidak ada waktu lagi, jadi dengarkan ini." Xiao Shuxiang menjelaskan, "Aku akan mengirim kalian kembali ke Istana Seribu Pedang lewat cermin ini. Kemudian cari bantuan dan kembali lagi. Mudah, kan?"


"Tsk, kalau masalah itu maka biarkan Gege tampan ini yang melakukannya. Kenapa aku juga harus pergi?" Hei Lian protes.

__ADS_1


"Kucing Kecil, apa kau tidak sadar? Kita sudah dikepung. Bantuan yang kuminta tidak hanya dari Istana Seribu Pedang, tapi dari tempat lain. Pahamilah kondisi ini dan pergi,"


Xiao Shuxiang menoleh ke arah Lan Guan Zhi dan bertanya, "Apa kau percaya padaku, Lan'Er?"


"............ Mn. Tapi apa kau bisa melawan mereka sendirian?" Lan Guan Zhi tidak bisa untuk tak khawatir pada temannya.


"Aku akan baik-baik saja. Jikalau pun tidak bisa kuhadapi, mana mungkin aku akan diam saja. Aku pasti akan langsung melarikan diri," Xiao Shuxiang tersenyum. "Jadi pergilah,"


Lan Guan Zhi masih berat meninggalkan teman baiknya. Dia baru akan buka suara lagi saat sebuah seruan terdengar dan serangan dahsyat datang secara beruntun.


Kelima Cermin Pemindah Xiao Shuxiang membesar dan menyerap serangan yang datang. Gui Hong Yi dan Gui Xiao kaget, apalagi sedetik berikutnya serangan itu keluar dari dalam cermin dan melesat ke arah mereka. Suara ledakan dan angin kejut tercipta dari serangan itu.


"Pergilah," Xiao Shuxiang melambaikan tangannya dan membuat satu cermin pemindah lagi, kali ini setinggi orang dewasa. Dia menatap Lan Guan Zhi dan temannya itu pun mengangguk.


"Kau harus berhati-hati, jangan sampai terluka." Lan Guan Zhi menepuk bahu teman baiknya dan kemudian masuk ke dalam cermin.


"Padahal aku ingin menghadapi mereka," Hei Lian berdecak kesal dan berkata, "Kau sebaiknya tidak mati. Bertahanlah sampai aku datang, mengerti?"


"..............." Xiao Shuxiang tersenyum dan cermin pemindah miliknya pun mulai memudar saat Hei Lian sudah masuk ke dalam benda tersebut.


Hanya saja di saat bersamaan, satu dari kelima cermin Xiao Shuxiang kini pecah entah bagaimana. Padahal setiap kali Gui Hong Yi dan Gui Xiao melesatkan sebuah serangan-----dia tidak kesulitan menahan serangan tersebut dengan memakai cermin pemindah miliknya.


"Pengendalianmu atas teknik dari Kitab Tanpa Tanding ini belum sempurna. Jika kau berada dalam pertarungan bersama temanmu, kau juga akan tanpa sengaja melukai mereka. Cakupan seranganmu masih terlalu luas,"


"Ah ... Ucapan tua bangka itu selalu saja terngiang di kepalaku," Xiao Shuxiang memegang erat Yīng xióng dan asap tipis kehitaman mulai terbentuk di bawah kakinya.


Xiao Shuxiang menggunakan Qi untuk mengubah penampilannya. Dia masih ingat untuk tidak mengotori pakaian miliknya dan tidak menyerang secara liar, apalagi di hadapan orang lain.


Hanya saja sekarang, tidak ada siapa pun selain dirinya di sini. Gui Hong Yi dan Gui Xiao jelas tidak masuk hitungan karena mereka makhluk jadi-jadian yang bahkan tidak layak diperlakukan hormat.


Xiao Shuxiang menyerang cermin pemindahnya sendiri dan pecahan dari cermin itu menyebar ke udara. Sedetik berikutnya pecahan tersebut bergerak dan langsung menyerang Gui Xiao.


!!


Xiao Shuxiang tersentak. Gui Hong Yi menahan serangan itu, bahkan sebelum mengenai Gui Xiao. Di sisi lain, para pengantin mayat datang dengan cakar tajam mereka.


Xiao Shuxiang mengayunkan Yīng xióng dan berhasil menebas beberapa mayat hanya dalam satu gerakan. Beberapa mayat lainnya ada yang melompat dan menghindar, mereka mempersempit jarak dengan pemuda tampan itu.


Xiao Shuxiang melompat dan melakukan gerakan memutar. Dia mengayunkan Yīng xióng untuk memberi serangan jarak jauh kepada Gui Hong Yi dan Gui Xiao, sementara tangannya yang bebas telah menusuk punggung salah satu mayat dan menarik keluar tulangnya.


Tangan kiri Xiao Shuxiang meremas kuat tulang yang ditariknya. Dia berujar tanpa nada, "Perasaan saat menarik tulang seseorang memang paling luar biasa. Sayangnya, suara geraman mayat sama sekali tidak membuatku senang."


Xiao Shuxiang melempar tulang di tangannya ke sembarang tempat sambil memandang lurus ke depan. Tatapan mata yang terlihat jelas mengisyaratkan bahwa dia ingin menarik tulang Gui Hong Yi dan Gui Xiao.


"Apa hanya itu kemampuanmu?" Gui Hong Yi mendengus dan kemudian mulai mengusap wajahnya. Suaranya menjadi lebih berat.

__ADS_1


Gui Hong Yi berkata. "Aku tidak pernah mau melakukan ini, tapi kau pikir .... Kau dan teman-temanmu akan kubiarkan?"


"Dia masih belum tahu," Gui Xiao tertawa. "Kami ini ... Bukan yang asli, pffft. Para wanita yang kau selamatkan itu .... Pffft,"


Mata Xiao Shuxiang melebar. Tawa Gui Xiao dan senyuman Gui Hong Yi tiba-tiba membuatnya ingat dengan kelima wanita yang sebelumnya diselamatkan dengan menggunakan Cermin Pemindah.


Kelima wanita itu sekarang ada di Istana Seribu Pedang dan jika ucapan Gui Xiao benar, maka ...


Xiao Shuxiang menarik napas. Dia pun bersuara dingin, "Kalian bukan yang asli? Jadi karena itu kalian begitu pasif dalam menyerang,"


Ini memang benar. Biasanya, lawan Xiao Shuxiang tidak akan membiarkannya bahkan untuk mengambil napas sekali pun. Namun Gui Xiao dan Gui Hong Yi ini berbeda, mereka bahkan menunggu saat dia bicara dengan teman-temannya tadi. Awalnya, Xiao Shuxiang pikir dia sedang diremehkan----namun ternyata itu tidak benar.


"Kabut hijau dan perasaan tidak enak yang kurasakan juga ...." Xiao Shuxiang mengepalkan tangannya, dia terlihat kesal. "Apa semua itu .... Direncanakan?!"


Gui Xiao tertawa, "Coba lihat dia. Apa kau pikir kami bodoh? Melawanmu yang baru lahir kemarin itu justru merendahkan harga diri kami,"


Gui Hong Yi menyeringai, "Teknik Cermin Pemindah, huh? Sejujurnya aku kagum ada manusia yang bisa memakai teknik ini. Cermin Pemindah merupakan kemampuan khusus Demonic Beast dari klan kucing. Tapi aku tidak peduli bagaimana kau bisa mempelajarinya,"


Gui Hong Yi berkat, "Jelasnya kami bisa memanfaatkan ini untuk menyerang Istana Seribu Pedang."


!!


Tawa Gui Xiao pecah. Mereka sudah membuat rencana ini sejak awal, satu rencana yang bahkan tidak diperkirakan sebelumnya. Tentu saja ini tidak lepas dari peranan Qiao Nuan, Sang Iblis Mimpi.


Awalnya, Qiao Nuan menggunakan kemampuannya dan mempengaruhi beberapa warga Kota Ye, termasuk istri Tuan Tua Chen dan istri-istrinya.


Entah bagaimana, tetapi Qiao Nuan telah membuat Tuan Tua Chen menuliskan sebuah surat permintaan bantuan kepada Istana Seribu Pedang. Dia bahkan membuat para warga mengalami mimpi yang seakan-akan kejadian tentang hilangnya para anak gadis mereka sudah berlangsung sangat lama.


'Manipulasi Alam Bawah Sadar', mungkin ini kata yang lebih tepat untuk menggambarkan teknik khusus yang dimiliki Qiao Nuan sebagai Sang Iblis Mimpi.


Xiao Shuxiang mendengus, "Jadi sejak awal anak-anak itu terjebak ... Dan aku sendiri pun justru ikut melibatkan diri,"


"Hmph, ha ha ha." Xiao Shuxiang tertawa dan justru membuat kedua lawannya tersentak. Dia pun menyeringai, "Bagus sekali. Ini pertama kali aku menghadapi musuh yang sangat pandai bersiasat, tentu saja 'dia' tidak termasuk ke dalam hitungan."


Gui Hong Yi mengerutkan kening, entah apa maksud ucapan pemuda tampan ini.


Xiao Shuxiang menjilat darah di tangan kirinya dan kemudian meludah. "Darah kering dari tubuh mayat pengantin sama sekali tidak enak. Tapi aku penasaran ... Apa kalian juga bisa berdarah?"


!!


Belum sempat Gui Hong Yi bereaksi, tiba-tiba saja Xiao Shuxiang menghilang di depannya. Detik berikutnya, sebuah lesatan cahaya merah datang dan langsung menerjang ke arah Gui Xiao.


Kuil Xiang Yu meledak dan hancur. Tidak ada lagi tiang yang berdiri kokoh dan kejadian itu berlangsung hanya beberapa tarikan napas. Gui Hong Yi bahkan melebarkan mata saat melihat puing-puing kuil terkikis dan menjadi abu dalam hitungan detik.


!!!

__ADS_1


*******


__ADS_2