KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
27 - Kekhawatiran (1)


__ADS_3

"Shuxiang...! Tunggu!"


Hu Li menoleh saat Bocah Pengemis Gila berseru dan pria dengan tongkat bambu itu bergegas menyusulnya. "Tuan Muda, kami akan menyewa kuda saat tiba di pasar. Anda sendiri? Apa akan langsung pergi..?"


Bocah Pengemis Gila mengangguk, "Mn. Aku hanya ingin mengingatkan supaya kalian dapat berhati-hati. Meski yang akan kalian datangi adalah Alam Kultivasi Atas, namun orang di sana juga memiliki sifat yang berbeda-beda. Keserakahan itu tetap ada meski di tempat yang agung sekali pun."


Xiao Shuxiang, "Aku mengerti. Akan kuingat pesanmu dengan baik. Dan kau juga... Meski aku percaya para tetua di Sekte Pagoda Langit dapat melindungi rumah mereka sendiri, tapi sesekali kau harus turun gunung dan melihat mereka."


"Baiklah, akan kulakukan..." Bocah Pengemis Gila menunjuk ke sebuah jalanan kecil, "Aku akan lewat sana. Dan Hu Li, kau harus menjaga Shuxiang dengan baik. Jangan biarkan dia menebas kepala sembarang orang,"


Xiao Shuxiang, "Kau anggap aku ini apa? Dasar menyebalkan. Sudah, pergi sana!"


Hu Li melihat Bocah Pengemis Gila dan Tuan Muda Xiao-nya saling meledek. Barulah setelah Bocah Pengemis Gila pergi, raut wajah Tuannya kembali berubah serius.


"Hu Li, kita akan pergi ke Benua Timur."


Ucapan Xiao Shuxiang yang tiba-tiba tersebut membuat Hu Li tersentak. "Tuan Muda, bukankah kita akan pergi ke Alam Kultivasi Atas? Kenapa Anda ingin pergi ke Benua Timur?"


Xiao Shuxiang melihat pergelangan kedua tangannya. Ada angin tipis yang membentuk rantai melingkari tangannya sebelum angin itu kembali menghilang.


"Hu Li, segel yang diberikan oleh ke-12 tetua itu ingin sedikit kulonggarkan. Pergi ke Alam kultivasi Atas dengan praktikku yang berada di Forging Qi tingkat 5 terlalu berbahaya. Aku memang khawatir pada Kucing Putih, tapi aku juga khawatir pada diriku sendiri. Kau jangan banyak tanya dan cepat keluarkan Cermin Pemindah,"


"Baik," Hu Li mengeluarkan sebuah kertas jimat dan mengalirkan Qi miliknya.


Kertas itu pun dia lemparkan dan saat berada di udara----benda tersebut melebur yang dengan cepat membentuk sebuah cermin setinggi orang dewasa.


Xiao Shuxiang masuk lebih dahulu, baru kemudian Hu Li mengikut di belakangnya. Mereka tiba di halaman Pagoda Tingkat Sembilan milik Sekte Pedang Langit. Saat itu kondisi di sekeliling mereka lumayan sepi.


Hu Li, "Tuan Muda Xiao..."


"Sepertinya para murid sedang belajar atau mungkin ada di tempat latihan.." Xiao Shuxiang memperhatikan sekelilingnya, "Hu Li. Kau tidak mau pergi menemui adikmu?"


"O Zhan pasti bersama Lan Xiao dan sedang belajar saat ini. Saya tidak ingin mengganggu mereka,"


"Mn, baiklah. Kalau begitu ayo naik ke sana. Kurasa Lan Zhi ada di kamarnya,"

__ADS_1


Hu Li tersentak saat Xiao Shuxiang melesat naik dan menapakkan kakinya pada sebuah dahan pohon.


Dia pun mengikuti Xiao Shuxiang.


Kamar Lan Guan Zhi berada di lantai dua Pagoda Tingkat Sembilan dan sudah menjadi kebiasaan Tuan Mudanya menerobos masuk ke sana dengan tidak melewati pintu.


*


*


*


Lantai dua Pagoda Tingkat Sembilan adalah tempat Lan Guan Zhi banyak menghabiskan waktu. Dia sebenarnya mempunyai kamar pribadi sendiri yang mana tidak seorang pun diperbolehkan masuk ke sana. Tempat yang bahkan Xiao Shuxiang sendiri belum pernah menginjaknya.


Untuk ruangan di lantai dua Pagoda Tingkat Sembilan luas, namun terbilang sederhana tanpa perabotan yang tidak perlu. Ada sebuah sekat kayu sebagai pemisah ruangan, lukisan bunga haitang yang baru dikirimkan Patriarch Kedua----Lan Xu Jian beberapa waktu lalu dan sebuah pembakar dupa yang terbuat dari giok putih beraroma kayu cendana.


Lan Guan Zhi merupakan murid terbaik di Sekte Pedang Langit yang sekarang ini telah menginjak usia 25 Tahun. Sosoknya tinggi, berkulit terang dan mempunyai rambut hitam panjang.


Warna matanya sebening kristal, memiliki bulu mata yang panjang, terlihat halus dengan garis wajah yang anggun. Postur punggungnya pun lembut, menyimpan kekuatan yang tersembunyi dan dengan kata lain----Dia sosok mengagumkan.


"......"


Jika Xiao Shuxiang merupakan pemuda yang bebas, suka bertindak seenaknya dan agak cerewet serta sedikit tidak tahu malu. Maka Lan Guan Zhi merupakan kebalikan dari Koki Alkemis itu. Hanya saja, dia juga kadang bisa bertindak mengejutkan dan hal tersebut selalu dapat membuat Xiao Shuxiang tidak berkutik karenanya.


?


Lan Guan Zhi menyadari ada rasa yang berbeda pada udara di sekelilingnya. Dia pun menutup bukunya dan menyimpan benda tersebut di salah satu rak. Dia lantas berjalan ke arah langkan karena merasa akan kedatangan tamu yang sama sekali tidak asing.


!!


Seperti dugaannya. Baru saja Lan Guan Zhi berdiri di pinggiran langkan, sesuatu tiba-tiba melesat dan langsung menubruk dadanya. Beruntung posisi tubuhnya tetap terjaga.


Xiao Shuxiang merintih, "Aduuh.. Sssh.. Sakit.."


"Tuan Muda Xiao, Anda baik-baik saja?" Hu Li menapakkan kakinya di lantai dan masih mementingkan keadaan Xiao Shuxiang tanpa memperhatikan posisi Tuan Muda-nya itu yang kini memeluk seseorang.

__ADS_1


"Aiish, kenapa aku selalu tersandung pinggiran langkan itu saat datang kemari. Benar-benar tidak elegan," Xiao Shuxiang merutuk dan merintihkan hidungnya yang sakit.


"Kau tidak apa-apa?"


Suara yang menenangkan membuat Xiao Shuxiang langsung menegadah.


Dia memperlihatkan wajah cemberutnya pada pemuda tampan yang baru saja dia tubruk. "Entah hanya perasaanku atau memang kau bertambah tinggi, Lan'Er?"


"Mn, mungkin."


Lan Guan Zhi membantu teman baiknya untuk bisa berdiri pada posisi yang benar. Dia melihat ujung hidung Xiao Shuxiang yang agak memerah karena tubrukan tadi.


Lan Guan Zhi berujar, "Pintu ada. Kenapa selalu lewat jendela?"


Xiao Shuxiang, "Aku ingin mengejutkanmu. Siapa tahu saja aku memergokimu melakukan hal yang tidak biasa seperti praktek bersuara lucu misalnya,"


"Memalukan,"


Benar. Ucapan legenda sudah keluar, Xiao Shuxiang memang ahli dalam membuat teman baiknya seperti itu. Dia memiliki kesenangan tersendiri jika bisa membuat Lan Guan Zhi berucap demikian.


Lan Guan Zhi baru memperhatikan, pemuda di hadapannya ini agak berbeda dari yang sebelumnya. Tidak hanya penampilan Xiao Shuxiang yang berubah, bahkan praktik temannya pun menurun.


"Shuxiang,"


"Aku tahu apa yang ingin kau katakan. Ini cerita yang panjang, tapi intinya banyak orang di Benua Tengah yang mengeluh tentangku. Ayah mertua tidak punya pilihan dan aku juga tidak mau membuat masalah yang berarti. Jadi beginilah hasilnya,"


"Mn. Kau pantas mendapatkannya."


?!


"Lan'Er!"


Xiao Shuxiang mengerjap dan langsung menyerukan nama Lan Guan Zhi saat teman baiknya itu mulai berjalan masuk. Hu Li sendiri hanya mengulum senyum melihat tingkah pasangan teman baik itu.


******

__ADS_1


__ADS_2