![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Kereta kuda yang Xiao Shuxiang dan teman-temannya naiki sama dengan kereta kuda yang sebelumnya. Liu Wei Lin-lah yang pergi mencari kereta kuda mereka dan meski penumpang sekarang bertambah dua orang----nyatanya para kuda yang menarik kereta ini tidak merasa kesulitan sama sekali.
"Saudara Xiao, bagaimana kondisimu sekarang?" Liu Wei Lin bertanya karena pernah melihat punggung Xiao Shuxiang yang dipenuhi darah.
"Aku dirawat oleh Kucing Putih, jadi tentu akan baik-baik saja." wajah Xiao Shuxiang yang tersenyum dan tampan secara alami nampak sangat menawan. Itu adalah sejenis pesona yang membuat siapa pun merasa disiram air hangat dari musim semi.
Xiao Shuxiang jelas ingin menggoda Ling Qing Zhu, tetapi entah bagaimana yang memberi respon atas perkataannya tadi adalah Zhi Shu, saudara seperguruannya ini bahkan merangkul lengannya.
Xiao Shuxiang berkedip dan menyenggol Zhi Shu sedikit, dia berkata. "Apa kau bisa duduk di tempat lain? Kau berada di antara aku dengan Kucing Putih, kau ini sengaja atau tidak peka sama sekali?"
Zhi Shu mengeratkan rangkulannya dan bersandar manja pada Xiao Shuxiang, dia berkata. "Aku sangat merindukanmu, Saudara Xiao. Kita sudah lama tidak bertemu dan aku telah menahan diri sampai tidak bisa lagi~ jadi biarkan aku memelukmu sebentar,"
Mo Huai dan Wang Zhao nampak berwajah pucat, mereka menatap dalam Zhi Shu yang jujur saja tidak tahu malu karena berani menempel sedekat itu dengan Xiao Shuxiang. Apalagi di kondisi tersebut disaksikan secara langsung oleh Ling Qing Zhu.
"Zhi Shu, kau ini sudah seperti Yi Wen. Ayo beri ruang sedikit, lenganku pegal." Xiao Shuxiang merasakan sesuatu yang hangat dan lembut pada lengannya, ucapannya justru semakin membuat ekspresi Mo Huai dan Wang Zhao kian memburuk.
"Aah~ Saudara Xiao, tapi aku tidak mau."
"Haah, ya ampun anak ini...." Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan menggeleng pelan, dia menyerah. "Ya sudah, peluk saja sesukamu."
Zhi Shu tersenyum dan memindahkan tangan Xiao Shuxiang hingga terlihat seperti pemuda itu merangkulnya. Dia pun lantas memeluk pinggang Xiao Shuxiang dan bersandar pada tubuh saudaranya.
Zhi Shu pun menoleh sedikit ke arah Ling Qing Zhu, dia berujar. "Nona Ling, kau tak keberatan, kan?"
Ling Qing Zhu tersentak saat diajak bicara oleh Zhi Shu, dia pun merespon sambil mengangguk pelan. "Mn, tidak masalah. Lanjutkan saja,"
Xiao Shuxiang mendengarnya dan lantas protes, "Kucing Putih. Kau harusnya tidak membiarkan suamimu dipeluk gadis lain. Apa kau tidak cemburu?"
Alis Ling Qing Zhu sedikit mengerut, dia bersuara tenang. "Nona Zhi Shu bukan gadis lain, dia saudaramu."
"Tapi..."
"Kau pantang menikahi saudara seperguruan, jadi aku tidak keberatan."
Xiao Shuxiang tersentak, "Bahkan jika aku memeluk Zhi Shu seperti ini, kau tidak akan cemburu?"
"Sa-Saudara Xiao," Zhi Shu menepuk-nepuk dada Xiao Shuxiang karena pemuda ini memberinya pelukan yang begitu erat. "Ke-ketiakmu, Saudara Xiao..! Wajahku, aduh..!"
__ADS_1
Liu Wei Lin menahan tawa melihat Xiao Shuxiang yang secara sengaja mengapit Zhi Shu di ketiaknya. Dia menggeleng sebab sangat jarang ada pemuda yang mempunyai tingkah semenarik teman barunya ini.
Xiao Shuxiang akhirnya melepaskan Zhi Shu, dia bertanya. "Bagaimana sekarang? Baunya asam, kan?"
Zhi Shu terbatuk dan lalu menggeleng. Pipinya nampak memerah, "Kau sama sekali tidak bau, Saudara Xiao. Aromamu seperti susu bayi dan bunga teratai, tapi aku tidak suka karena kau mengapitku hingga sulit bernapas. Kau menyebalkan,"
"Zhi Shu! Kau masih berani memelukku?" Xiao Shuxiang tersentak karena gadis di sampingnya masih mau menempelinya setelah apa yang sudah dia lakukan.
Zhi Shu, "Aku sangat merindukanmu. Jadi biarkan aku melepas rindu lebih dahulu. Aku begitu menyayangimu, Saudaraku~"
Ling Qing Zhu dan Lan Guan Zhi menggeleng saat melihat tingkah Zhi Shu. Ini masih satu orang dari Sekte Kupu-Kupu yang bertemu dengan Xiao Shuxiang dan sudah seheboh ini. Apa jadinya jika mereka bertemu dua atau tiga orang murid dari sekte itu lagi?
Mo Huai kesulitan menelan ludah. Zhi Shu saja, yang dia ketahui mempunyai pembawaan tenang dan begitu anggun masih bisa bertingkah tidak tahu malu begini----apalagi jika mereka bertemu Jing Mi atau Yi Wen yang notabenenya orang-orang yang tidak bisa diam. Memikirkannya saja sudah membuat perasaan Mo Huai menjadi tidak enak.
Xiao Shuxiang menarik napas dan pasrah saat kembali dipeluk. Dia menatap langit-langit kereta yang membawanya ini, dia pun mengembuskan napas. "Ya Tuhan, Kebaikan apa yang sudah kulakukan di kehidupanku sebelumnya hingga harus mengenal orang seperti Zhi Shu ini...? Haaah... Aku benar-benar disayangi,"
Xiao Shuxiang menoleh ke arah Ling Qing Zhu. Dia tidak bisa menyembunyikan isi hatinya dan lantas berujar, "Kucing Putih. Jika saja kau bisa sedikit meniru tingkah Zhi Shu ini, maka pasti akan sangat baik."
Ling Qing Zhu menoleh dan mendengus sebagai respon. Dari tatapan matanya saja, Ling Qing Zhu jelas mengatakan 'Tidak tahu malu' dan 'Lancang' kepada Wali Pelindungnya.
Liu Wei Lin membuka kipasnya, "Aku jadi semakin tertarik dengan kehidupanmu, Saudara Xiao."
"Saudara Liu," Xiao Shuxiang tersenyum dan lantas tertawa pahit, "Kau sebaiknya jangan membayangkannya. Aku yakin kau tidak akan tahan tinggal semenit pun di sekteku jika melihat kelakuan anak-anak di tempat itu. Mereka jauh lebih liar dari gadis ini,"
"Saudara Xiao~" Zhi Shu cemberut, "Kau menganggap kami ini apa, huh? Memang atas ajaran siapa kami seperti ini? Sifat liar para saudara kita bukannya menurun darimu?"
"Tapi apa aku pernah mengajari kalian untuk menempeli dan menggerayangi orang seperti ini?" Xiao Shuxiang menatap Zhi Shu. Dia tidak mau disalahkan atas apa pun yang bukan perbuatannya.
Zhi Shu tentu saja tidak mau kalah. Dia pun menyindir, "Kau selalu menempeli Tuan Muda Lan dan menggerayanginya. Semua orang tahu, jadi kami tentu saja mempelajarinya darimu."
Xiao Shuxiang kaget bukan main, bahkan Mo Huai, Wang Zhao dan Liu Wei Lin melotot saking tidak percayanya. Ling Qing Zhu sendiri menatap ke arah Wali Pelindungnya karena pemuda itu sudah mengajarkan hal yang memalukan pada murid Sekte Kupu-Kupu. Sekarang dia tahu kenapa dirinya selalu gemas ingin mendisiplinkan para saudara seperguruan Wali Pelindungnya.
"A-aku tidak pernah menggerayangi Lan Guan Zhi..! Kapan aku melakukan itu?! Kau jangan bicara sembarangan..!" Xiao Shuxiang protes, namun penolakannya seakan tidak bisa menepis bayangan aneh yang terlintas di pikiran Wang Zhao dan Liu Wei Lin.
Zhi Shu terlihat tidak bersalah, dia membuat Xiao Shuxiang kelabakan. Wali Pelindung Ling Qing Zhu itu pun lantas meminta bantuan Lan Guan Zhi.
"Lan'Er, jelaskan pada mereka. Kapan aku pernah menggerayangimu?"
__ADS_1
"..............." Lan Guan Zhi menatap tanpa ekspresi ke arah teman baiknya. Dia pun berujar pelan, "........ Kau tidak ingat?"
Xiao Shuxiang terkejut, "Lan Zhi--"
"Waah, Saudara Xiao..." Liu Wei Lin menyela, "Aku tidak menyangka kau ternyata orang seperti itu,"
"Tidak, ini bukan seperti yang kau pikirkan..." Xiao Shuxiang berusaha membela diri, "Saudara Liu---"
"Sekarang aku cemburu," Ling Qing Zhu menyela dan kembali membuat Xiao Shuxiang tersentak.
Zhi Shu sendiri nampak menahan tawa karenanya.
Entah dimulai dari mana, namun jelas bahwa Xiao Shuxiang sedang digoda oleh teman-temannya. Bahkan Ling Qing Zhu pun ikut ambil bagian. Perjalanan mereka sampai tidak terasa panjang.
Batu besar yang menjadi penanda selamat datang di Kota Xiliang baru saja dilewati oleh kereta kuda yang membawa Xiao Shuxiang dan teman-temannya.
Mereka sebelumnya pergi saat masih pagi-pagi buta dan tiba di kota ini ketika siang hari. Hanya saja yang menyambut Xiao Shuxiang dengan teman-temannya bukanlah suasana kota yang ramai dan indah----melainkan kota dengan banyak bangunan hancur beserta langit yang tertutup awan gelap.
!!
Mo Huai yang hanya kultivator paling biasa pun menyadari suasana di sekitarnya yang tiba-tiba berubah drastis. Dia menyibak tirai jendela kereta dan melihat keluar.
"Kalian coba lihat ini---" Mo Huai baru saja bicara saat tiba-tiba terdengar suara petir yang begitu keras. Wang Zhao dan yang lainnya sampai tersentak kaget.
Kuda-kuda yang membawa mereka bisa merasakan tanah bergetar. Mereka melihat langit tertutup awan yang gelap di atas sana, padahal sebelumnya langit masih nampak cerah.
Lan Guan Zhi berdiri dan berjalan dengan langkah pasti ke arah belakang kereta. Dia melihat pemandangan yang tidak biasa.
Batu besar yang menjadi pembatas dua kota terlihat mempunyai garis bentang yang terbuat dari cahaya matahari.
Lan Guan Zhi melihat wilayah dari Kota Chenqing begitu terang dan hangat karena sinar matahari, sementara tempatnya berada sekarang ini memiliki nuansa yang suram, dingin dan mencekam.
Lan Guan Zhi mengetuk pinggiran gerbang dan membuat kereta kuda yang membawanya berhenti. Dia pun turun dengan Ling Qing Zhu yang mengikutinya di belakang.
Suara petir kembali menyahut dan kali ini lebih keras dari sebelumnya. Zhi Shu segera berdiri karena merasa ada sesuatu yang terkena sambaran dari petir itu.
Wang Zhao menahan napas, dia pun menatap Xiao Shuxiang. "Tuan Xiao..."
__ADS_1
"Mn, sepertinya kita memang sampai di tempat yang tepat. Ayo keluar dan lihat apa yang terjadi," Xiao Shuxiang berdiri dan ikut turun dari kereta, dia diikuti oleh Wang Zhao, Liu Wei Lin dan Mo Huai.
******