KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
183 - Yi Wen


__ADS_3

PERINGATAN..!


CHAPTER MENGANDUNG ADEGAN ANU ... ETTO ... BERBAHAYA. SAMA SEKALI TIDAK PANTAS UNTUK DITIRU. KAMI BERUSAHA SEBISA MUNGKIN UNTUK TIDAK TERLALU MENDESKRIPSIKANNYA. HARAP BIJAKLAH DALAM MEMBACA.


*


*


*


"Yi Wen? Nama yang bagus~" Cao Wen Jing kembali mencium punggung tangan gadis di hadapannya.


Tidak adanya perlawanan dari gadis cantik ini membuat Cao Wen Jing merasa bahwa dia berhasil menarik perhatian Yi Wen. Dalam hati, dia bangga pada diri sendiri tanpa tahu bunga yang sedang dia dekati adalah bunga dengan duri beracun.


Untuk orang lain, pemandangan yang mereka lihat jauh lebih buruk lagi. Para pedagang dan pengunjung itu melihat gadis bernama Yi Wen tersebut, sebelum mengarahkan pandangan pada Cao Wen Jing kembali.


Orang-orang itu memikirkan hal yang sama. 'Gadis j*****ng bertemu dengan pria mesum.'


"Nona Wen. Siapa yang sedang kau tunggu di tempat ini, hmm?" Cao Wen Jing bertanya sambil mengusap lembut punggung tangan gadis cantik di depannya.


"Aku sedang menunggu temanku. Dia yang membawaku kemari, tetapi justru meninggalkanku sendirian. Sungguh tega sekali~"


"Ah... Nona Wen yang malang~" Cao Wen Jing berdecak pelan dan menggeleng, "Temanmu itu sangat keterlaluan karena berani membuat gadis secantik dirimu menunggu~"


"Yah~ dia memang sangat keterlaluan." Yi Wen berekspresi sedih. Dia kemudian menyentuh punggung tangan Cao Wen Jing dan tersenyum, "Sayang~ kau akan memberi pelajaran pada temanku, kan?"


!!


Cao Wen Ting dan Cao Wen Zhang kaget sampai terperangah. Sementara orang-orang yang ikut mendengar Yi Wen bicara pun nampak terkejut. Ada dua hal dalam pikirkan mereka saat ini tentang gadis bertubuh bagus itu.


Yang pertama. Yi Wen adalah seorang wanita penghibur di sebuah bordil yang mungkin saja sedang berlibur. Kedua, Yi Wen adalah gadis yang tidak waras.


"Kau tadi memanggilku, apa?" Cao Wen Jing tertegun sendiri. Dia seperti tidak percaya dengan apa yang ditangkap oleh pendengarannya.


Yi Wen dengan wajah polos berkata, "Aku memanggil Tuan, 'Sayang'. Bukankah Tuan yang mengatakannya?"


"Ha ha ha, memang gadis yang cantik~" Cao Wen Jing tertawa keras, "Sangat sesuai seleraku~ manis sekali~"


Yi Wen tersenyum ketika dagunya disentuh dengan ujung jari oleh pria bertubuh gempal di hadapannya. Dia seakan tidak peduli terhadap pandangan jijik orang-orang yang melihatnya.


"Nona Wen, bagaimana jika kau ikut denganku? Kita akan memberi pelajaran pada temanmu," Cao Wen Jing kembali melancarkan aksinya. Dia memberi tatapan dan senyum mesum pada gadis di hadapannya.


Yi Wen berkedip dan tersenyum tipis, "Tentu~ aku akan mengikuti 'Sayang'-ku saja,"


"Ha ha ha, aku sangat menyukainya~"


Yi Wen turun dari tempat duduknya dan menggandeng tangan Cao Wen Jing. Jubah ungu di pangkuannya terjatuh dan bila diperhatikan baik-baik, itu adalah jubah dengan corak sayap Kupu-Kupu.


Semua orang memandangi gadis yang berjalan bersama ketiga pria dari keluarga Cao itu. Mereka merinding geli dan bahkan memandang jijik pada Yi Wen. Satu hal yang pasti----gadis itu akan dibuat menjadi pemuas nafsu Cao Wen Jing dan mungkin Cao Wen Ting serta Cao Wen Zhang pun juga akan ikut serta.


*


*


Pasar di Kota Yán Gēn kembali pada suasana yang semula meski perasaan orang-orang itu masih agak kalut. Tidak sedikit dari mereka yang memikirkan nasib gadis cantik bertubuh indah itu.


Salah seorang pria meletakkan cawan arak yang diminumnya dan menghela napas kecewa, "Jika aku tahu dia gadis yang mudah ditangani. Maka sudah sejak tadi aku mengajaknya,"


"Tsk, tsk, tsk. Tuan Muda Cao itu sangat beruntung. Mereka pasti bersenang-senang sekarang,"


"Padahal aku sudah mengincar gadis itu, haiih... Tsk, sial sekali."


Suara pria yang terdengar kecewa itu adalah suara dari kultivator yang berasal dari Sekte Aliran Hitam. Untuk ke tempat seperti ini memang tidak ada larangan meskipun Kota Yán Gēn adalah wilayah dari Sekte Lembah Cahaya Surgawi.


"Siang hari masih lama, apa kalian yakin tuan muda dari keluarga Cao itu sudah 'melakukannya'?" pria berpakaian hijau pudar itu kembali bertanya pada kedua rekan yang saat ini sedang minum bersamanya.


"Jika dari tingkah gadis itu, sepertinya ini akan berjalan lancar. Ha ha ha, dia jelas sekali gadis yang 'gampangan'. Lihat saja bentuk tubuhnya---!!!"


Gebrakan meja membuat ketiga orang itu terkejut sampai salah satu di antara mereka menyemburkan arak yang diminumnya. Mereka spontan menoleh.


Ada seorang pria berpakaian hitam-kecoklatan dengan wajah penuh riasan mirip seperti hantu gantung yang berdiri dengan salah satu tangannya memegang tongkat bambu. Pria inilah yang menjadi pelaku dari penggebrakan meja barusan.


"Di mana gadis itu?"


Suara pria tersebut sangat dingin, namun ketiga kultivator dari Aliran Hitam itu butuh waktu beberapa saat untuk bisa menenangkan diri.


"Kau ini, apa-apaan?!"


"Cepat katakan ke mana perginya gadis yang kalian bicarakan?"

__ADS_1


Salah seorang pria menggebrak meja dan menantang, "Kau pikir kau siapa--"


"Aku akan memperkosamu jika sampai kau tidak mengatakannya,"


!!


"Gadis itu mengikuti tuan muda dari keluarga Cao. Mereka ke arah sana..!" kultivator Aliran Hitam itu dengan segera menjawab. Dia teramat terkejut pada ancaman sosok asing di hadapannya. Kedua rekan yang bersamanya pun sampai merinding.


Mereka baru mengembuskan napas lega saat pria dengan riasan mirip hantu gantung itu pergi sambil membawa jubah ungu bercorak Kupu-Kupu. Wajah ketiga pria itu sampai sekarang masih sangat pucat.


"Dia sebenarnya berasal dari mana..? Gila..." salah satu pria mengusap-usap dadanya, "Ini pertama kalinya aku mendapat ancaman seperti itu. Dia tidak waras..."


"Tsk, sebenarnya ada apa dengan hari ini? Aku tidak pernah menolong orang, tidak pernah berbuat baik, tapi kenapa bisa sial sekali?"


"Aah... Menyebalkan."


*


*


"Yi Wen. Sudah kubilang agar menunggu sampai aku kembali, kenapa anak itu malah tidak mendengar? Dia benar-benar seperti Xiao Shuxiang. Liar sekali,"


Kaki Bocah Pengemis Gila menapak di meja seorang pedagang sebelum dia kembali melesat ke atap rumah di sampingnya. Dia membuat keributan, tetapi sepertinya pria bertongkat bambu itu tidak peduli.


"Aku mengizinkannya ikut denganku naik ke Alam Kultivasi Atas dengan syarat dia harus berkelakuan baik, tapi---aaah sial..! Sudah kuduga ucapan perempuan itu tidak bisa dipercaya," Bocah Pengemis Gila merutuk sendiri sambil melompat ke atap gedung yang lain. Dia mencium bau jubah ungu di tangannya dan kemudian menggunakan Teknik Pernapasan Suhu untuk melacak aroma yang sama di sekitarnya.


"Di sana...!" Bocah Pengemis Gila mempercepat langkahnya. Entah kenapa perasannya menjadi tidak enak.


Dia kembali melompat ke atap bangunan dan berlari dengan cepat sebelum mulai turun. Aroma yang dia cium ada di dalam sebuah bangunan yang dekat dengan kuil tua. Tempat dengan kondisi yang seperti sudah lama tidak dirawat.


"Yi Wen ....!" Bocah Pengemis Gila menapak lembut di halaman bangunan itu dan segera memasukinya sambil memanggil-manggil Yi Wen.


?!


Langkah Bocah Pengemis Gila terhenti, dia tersentak saat mencium bau yang pekat di samping bau Yi Wen. "Tidak mungkin ..."


"Yi Wen ....!" Bocah Pengemis Gila menendang pintu yang sudah tua, namun tidak menemukan Yi Wen. Dia pun kembali mencari gadis itu di ruangan yang lain.


Aroma yang bercampur dengan aroma gadis itu adalah darah. Bocah Pengemis Gila tidak tahu mengapa, tapi ini adalah Alam Kultivasi Atas. Aroma itu bisa saja merupakan darah Yi Wen.


"Nak ....!" Bocah Pengemis Gila menyusuri setiap ruangan dan belum juga menemukan apa yang dia cari.


Lesatan Bocah Pengemis Gila kali ini tepat, hanya saja dia terlambat. Pria dengan tongkat bambu itu telah mendobrak sebuah pintu dan langsung disambut dengan pemandangan yang mengerikan.


Karena kondisi belum malam hari, Bocah Pengemis Gila jadi bisa melihat keadaan di sekelilingnya dengan sangat jelas. Di dalam ruangan luas berlantaikan kayu ini----dia melihat banyak darah dan organ dalam yang berceceran.


Dinding kayunya pun bahkan dipenuhi oleh darah dan terdapat sebuah kepala yang melotot dengan dahi tertancap pedang. Belum lagi balok kayu di atasnya digantungi dengan sesuatu yang nampak seperti usus dan mengikat potongan tangan serta kaki.


Bocah Pengemis Gila sampai menahan napas. Dia pun melihat ada mayat lain yang kondisi kepalanya pun terpisah dari tubuh dan tertancap di dinding kayu yang lain. Orang-orang ini seperti baru saja dibunuh dengan cara yang kejam.


"Kau terlambat,"


Bocah Pengemis Gila terkejut dengan suara itu dan baru memperhatikan bahwa ada seorang gadis yang tengah berbaring di antara ceceran organ dalam dan darah.


Gadis itu telentang dengan mayat lain yang menggantung di atasnya. Apa yang mengikat leher, tangan, kaki dan badan mayat tersebut adalah kain usang serta usus manusia. Gadis itu pun terlihat memegang pedang dan menyentuhkan ujung senjatanya pada mayat yang menggelantung di atasnya.


Bocah Pengemis Gila tidak berkedip karena melihat pemandangan itu. Dia terlalu terguncang saat ini. Padahal dia sudah bergerak secepat mungkin agar tidak ada hal mengerikan terjadi.


"Yi .... Yi Wen," Bocah Pengemis Gila akhirnya bersuara meski napasnya masih tertahan.


"Ketiga orang ini mengajakku kemari. Bangunannya terlalu tua dan kotor. Mereka ingin dilayani dengan baik, tapi mereka tidak memberiku pelayanan yang memuaskan. Baru beberapa gerakan saja .... Mereka sudah mati, padahal praktik kultivasinya tinggi. Bagaimana ini?" Yi Wen mendengus dan tersenyum meledak.


"Yi Wen ...."


"Aku bahkan belum mengeluarkan ******* erotis yang sudah kupelajari, tapi mereka sudah mati. Orang ini bahkan mati terjerat tali karena memberontak. Mengesalkan sekali..."


Yi Wen menggunakan pedangnya untuk melepaskan pakaian pemuda berbadan gempal yang tergantung di atasnya. Dia pun tanpa ragu menusuk perut pria itu hingga darah mengalir turun pada bilah pedangnya.


"Yi Wen...!"


Tanpa mempedulikan seruan Bocah Pengemis Gila----Yi Wen menggerakkan pedangnya dan tersenyum. "Hei, coba lihat ini. Dia punya usus yang besar,"


"Yi Wen, hentikan. Apa yang kau lakukan?" Bocah Pengemis Gila bergegas menghampiri gadis itu yang tubuhnya hampir bermandikan darah.


Yi Wen berkata, "Bocah Pengemis Gila, tunggu dulu. Aku ingin melihat usus 'Sayang'-ku yang semakin membesar karena terkena udara."


"Hentikan, apa kau gila?!" Bocah Pengemis Gila merampas pedang Yi Wen dan kemudian melemparkannya ke sembarang tempat.


"Ayo bangun," Bocah Pengemis Gila meraih tangan Yi Wen dan berusaha menarik gadis itu untuk bangun.

__ADS_1


Hanya saja, Bocah Pengemis Gila tidak memperkirakan apa yang dilakukan oleh Yi Wen selanjutnya. Gadis itu menggerakkan kakinya dan mengait kaki Bocah Pengemis Gila hingga pria itu kehilangan keseimbangan dan jatuh.


!!


Bocah Pengemis Gila tentu saja kaget. Lebih mengejutkannya lagi, dia dalam posisi menindih Yi Wen dan itu membuat dirinya semakin terkejut bukan main.


Yi Wen sendiri hanya tersenyum dan seakan membuktikan bahwa memang inilah yang dia inginkan. Gadis itu pun berbicara dengan nada yang pelan, "Bukankah sekarang keadaan kita terlihat sangat romantis?"


!!


"Ro-romantis otakmu?!" Bocah Pengemis Gila berusaha bangun, tetapi kerahnya justru dipegang kuat oleh gadis di bawahnya dan ditarik untuk semakin dekat dengan Yi Wen.


Darah pada perut mayat pria berbadan gempal yang tak lain adalah Cao Wen Jing membasahi belakang pinggang Bocah Pengemis Gila.


"Kenapa kau terus saja memakai riasan menyebalkan ini," Yi Wen mengusap pipi Bocah Pengemis Gila dengan gemas dan kembali berkata, "Kau tidak mau menjadi pengganti mereka untuk melakukan 'sesuatu' padaku?"


"..............." Bocah Pengemis Gila kesal dan langsung membenturkan dahinya tepat di dahi Yi Wen hingga gadis di bawahnya merintih kesakitan.


Bocah Pengemis Gila pun akhirnya bisa lepas dan segera bangun. Kepalanya membentur badan Cao Wen Jing dan itu membuatnya kaget.


Tanpa peringatan, Bocah Pengemis Gila menendang keras tubuh mayat Cao Wen Jing hingga pria berbadan gempal itu membentur dinding sebelum terjatuh ke lantai.


Di sisi lain, Yi Wen merintih sambil mengusap-usap dahinya. "Kau ini tega sekali... Aduuh."


"Kau sakit hanya karena hal itu?" Bocah Pengemis Gila meraih kerah belakang Yi Wen dan menyeret gadis itu tanpa peduli dengan omelan rekannya tersebut.


"Bocah Pengemis Gila...! Jangan tarik seperti ini. Bokongku--aduh!"


"Aku benar-benar harus selalu mengawasimu. Kau baru datang kemari dan sudah mengambil tiga nyawa. Apa itu sangat bagus, hah?"


"Aku sudah lama tidak melakukannya, tanganku ini gatal tahu...!"


"Kau ini seperti saudara seperguruanmu saja. Tidak bisakah kau bertindak selayaknya gadis normal pada umumnya?"


"Tentu saja kami ini sama. Aku dan saudara Xiao-ku adalah saudara. Lagipula, apa yang kulakukan tadi belum seberapa dari apa yang biasa saudara Xiao-ku lakukan."


Yi Wen menggelembungkan pipinya, "Aku ingin menguliti pria besar yang tadi. Dia punya lemak yang banyak. Tapi kau tahu, karena dia sudah mati----jadinya tidak lagi menyenangkan. Aku tidak tahu caranya menyiksa orang tanpa membunuhnya terlebih dahulu. Saudara Xiao-ku sangat ahli melakukan itu, entah bagaimana cara dia melakukannya--"


"Bisakah kau hentikan pembicaraanmu? Apa yang kau katakan itu tidak ada yang baik untuk didengar, tahu?"


"Baiklah, baik. Aku tidak akan bicara lagi. Tapi .... Aku merindukan saudara Xiao~ Menurutmu bagaimana keadaannya sekarang? Aku ingin membahas banyak hal dengannya."


"Yi Wen...!"


"Iya, aku berhenti bicara. Tapi jangan menyeretku lagi. Bokongku panas..! Bagaimana jika nanti membekas?! Kau mau tanggung jawab?!"


"Yi Wen ...!"


Kesabaran Bocah Pengemis Gila benar-benar diuji. Dia mengembuskan napas pelan dan lalu berkata, "Aku datang ke Alam Kultivasi Atas dengan tujuan untuk mencari Kitab Pembunuh Matahari milik guruku dan sekaligus mencari jejak Sekte Lembah Iblis. Tapi kau malah menambah masalah,"


Yi Wen berkedip dan tentu saja protes, "Apa yang kulakukan? Masalah apa yang aku timbulkan untukmu?"


"Kau mengambil nyawa orang lain, tidakkah kau tahu?"


"Dia hanya orang bisa, Bocah Pengemis Gila. Tidak akan ada yang sadar jika orang seperti mereka kehilangan nyawa. Bahkan jika kuingat-ingat lagi, banyak orang yang mungkin akan bersyukur."


"Yi Wen, bukankah sudah kujelaskan padamu. 'Tidak ada orang biasa di Alam Kultivasi Atas'. Kau benar-benar membuat masalah,"


"Mmm... Tapi kan, ada kau?" Yi Wen tersenyum nakal, "Calon suamiku akan melindungiku~"


"Siapa yang mau menikah denganmu?!"


"Kau. Tentu saja."


"Yi Wen...!"


"Ha ha ha, tidak perlu menolaknya. Kita sudah menghabiskan banyak waktu berdua. Apa kau sungguh tidak mau menikah denganku?"


"Jangan buat aku merinding. Kau gadis yang mengerikan," Bocah Pengemis Gila bergidik ngeri.


Yi Wen menggelembungkan pipinya melihat reaksi Bocah Pengemis Gila, "Awas saja .... Jika nantinya kau benar-benar suka padaku. Aku tidak akan menerimamu sebelum kau menyatakan cinta sambil telanj*ng di depan para saudara seperguruanku."


"Itu tidak akan terjadi...!"


"Itu pasti terjadi..!"


"Yi Wen..!"


*******

__ADS_1


__ADS_2