![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Lan Guan Zhi membawa Xiao Shuxiang ke tempat di mana Mo Huai dan belasan peserta aliansi berada. Tetua Wang Jing Li juga ikut dibawa meski Lan Guan Zhi dibantu oleh beberapa orang kultivator.
Kehadiran Xiao Shuxiang dan Tetua Wang Jing Li sebenarnya cukup mengagetkan, tetapi karena apa yang terjadi pada Taiyang Hao----para murid itu merasa bahwa memang ada yang salah dengan Ngarai Xiling ini.
"Tetua---Ehm..." salah seorang murid ingin bicara dengan Xiao Shuxiang, tetapi dia ragu untuk memberikan panggilan apa.
Dilihat dari segi praktik, jelas bahwa praktiknya lebih tinggi dari pemuda di hadapannya. Dan bila dilihat dari segi usia----dia pun jelas jauh lebih tua karena pemuda ini hanya mempunyai tulang berusia 21 Tahun, berbeda dengannya yang berusia 29 Tahun.
"Tetua---"
"Panggil saja 'Tuan Muda Xiao' jika kau keberatan menyebutku 'Tetua Besar'," Xiao Shuxiang menyela. "Kau terlalu banyak berpikir. Memang apa yang ingin kau katakan?"
Gaya bicara Xiao Shuxiang sebenarnya sedikit kurang sopan, tetapi belasan murid itu sepertinya lebih fokus pada masalah lain dibandingkan dengan menegur gaya bicara pemuda ini.
"Tuan Muda Xiao, sebenarnya apa yang terjadi pada Tetua Wang Jing Li? Beliau bertarung dengan siapa? Saya .... Baru saja memeriksanya dan mengetahui ada beberapa tulang rusuknya yang patah,"
Xiao Shuxiang menyilangkan tangannya dan berkata tanpa nada, "Aku yang dia lawan. Kami bertarung cukup sengit dan untung saja .... Hanya tulang rusuknya yang patah."
"Mustahil ....." Seorang murid bergumam pelan, "Tetua Wang Jing Li sangat kuat. Bagaimana Beliau bisa kalah dan orang yang dilawannya justru terlihat baik-baik saja..?"
Xiao Shuxiang mendengar gumaman itu, tetapi tidak mengatakan apa pun untuk membalasnya. Dia hanya duduk dengan tenang di atas sebuah batu dan terlihat berekspresi seperti biasa.
Para kultivator ini jelas bertanya-tanya tentang identitas dari Xiao Shuxiang. Mereka berpikir bahwa harusnya pemuda mempesona ini juga mengalami luka parah atau paling tidak tulang rusuknya juga ikut patah.
Hanya saja, jangankan mengeluh dan mengerang kesakitan----pemuda yang mereka lihat justru begitu tenang dan seolah tidak ada apa pun yang terjadi.
Belasan murid dari berbagai sekte itu tidak mengetahui bahwa sebenarnya Xiao Shuxiang juga terluka parah. Ada retak pada tulang punggungnya karena benturan dan lagi----dia bisa merasakan darah mengalir di punggungnya saat ini.
Xiao Shuxiang duduk dengan tenang, bersandar pada batu dan seperti tidak terjadi apa-apa padanya. Padahal dia saat ini sedang berusaha menghentikan darah yang keluar dari luka di punggungnya.
Regenerasi tubuh Xiao Shuxiang tidak seluar-biasa yang sebelumnya. Dia juga mengalami luka dalam yang parah sebab serangan dari Tetua Wang Jing Li yang berusaha ditahannya sangatlah dahsyat.
Tidak adanya rasa sakit yang terlihat pada ekspresi wajah Xiao Shuxiang adalah karena dia pandai menutupinya dengan sangat baik. Apalagi, Lan Guan Zhi yang berdiri di sampingnya bahkan tidak menyadari hal tersebut.
Xiao Shuxiang mengarahkan pandangan pada murid yang mengembuskan napas setelah memeriksa kondisi Taiyang Hao. Dia tahu nama pria yang tubuhnya terikat itu karena beberapa saat sebelumya, ada kultivator yang menyebutkan namanya.
"Bagaimana?" Xiao Shuxiang bertanya dan membuat murid itu menoleh.
"Ini ...." murid laki-laki yang memeriksa Taiyang Hao terlihat ragu saat bicara. Dia menarik napas sejenak sebelum akhirnya bersuara, "Taiyang Hao memang terkena ilusi, tapi .... Aku kesulitan menemukan tanaman yang bisa menyembuhkannya."
Murid laki-laki itu lanjut bicara, "Indranya seperti terganggu. Bukan hanya sekadar indra penglihatan dan pendengaran, tapi juga indra penciumannya. Tetua Wang Jing Li pun demikian. Kurasa mereka terkena ilusi dari hal yang sama,"
"Hal yang sama?" seorang murid nampak mengerutkan kening, "Memang kau tahu benda apa yang mampu menciptakan ilusi?"
Xiao Shuxiang, "Ada beberapa tanaman herbal yang mempunyai efek samping dalam mempengaruhi indra makhluk hidup. Ada juga beberapa Demonic Beast yang mampu melakukannya dan terakhir, ada kultivator tertentu yang menguasai teknik ilusi."
!!
"Jika begitu, maka ...."
"Ketiga-tiganya bisa saja terjadi," Xiao Shuxiang bicara, "Tapi karena gangguan pada Portal Cahaya yang kini hanya bisa dimasuki tanpa mampu membuat orang lain keluar darinya maka ..... Kupikir ini merupakan sebuah konspirasi,"
"Tunggu!" seorang murid kaget, "Tuan Muda Xiao, apa maksud Anda?"
__ADS_1
Murid lainnya juga tersentak. Mereka menatap Xiao Shuxiang dengan rasa yang sejujurnya bercampur--aduk.
"Portal .... Portal Cahaya-nya ...."
"Ada gangguan pada Portal Cahaya yang sebelumnya kalian masuki," Xiao Shuxiang menjelaskan seadanya. "Aku sebenarnya kurang tahu jelas masalah pada portal itu, tapi para tetua yang lain sepertinya mengerti."
"Jadi .... Apa kami akan terperangkap terus di sini?!" seorang murid perempuan tidak bisa menyembunyikan rasa pucat pada wajahnya.
"Tenanglah, itu tidak akan terjadi." Lan Guan Zhi buka suara dan membuat para murid lain memberinya tatapan yang dalam.
Postur tubuh seorang Lan Guan Zhi yang kokoh sama seperti pendiriannya. Sosok yang tampan tersebut mempunyai suara dingin, namun tegas. Mendengarnya bisa mengucapkan kata semacam itu dengan penuh keyakinan membuat mereka jadi sedikit lega.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas, dia mengangguk pelan dan seakan setuju pada ucapan teman baiknya. "Jangan terlalu cemas, para tetua yang lain juga memasuki tempat ini----mereka pasti mencari cara untuk menyelamatkan kalian,"
"Tuan Muda Xiao, aku percaya padamu." seorang murid menahan napas, dia pun kembali bersuara.. "Tapi bagaimana bisa para tetua mampu menyelamatkan kami, sementara Tetua Wang Jing Li sendiri bisa sampai terpengaruh dalam ilusi. Bukankah ini berarti tetua yang lainnya juga dalam kondisi yang sama?"
Lan Guan Zhi yang mendengar ucapan murid tersebut langsung mengarahkan pandangan pada Xiao Shuxiang yang masih duduk bersandar. Dia seperti menunggu teman baiknya bicara.
Xiao Shuxiang terbatuk dan mendeham singkat, dia menahan diri untuk tidak sampai memuntahkan darah. Para murid ini bisa menjadi panik jika sampai tahu kondisi yang berusaha dia sembunyikan.
Xiao Shuxiang berkonsentrasi penuh, dia menutup pelan matanya dan berusaha mendeteksi keberadaan dari kupu-kupu miliknya. Teman kecilnya itu masih ada di lokasi yang sama dengan Yan Tianhen, Jian Yang dan Li Huanshou.
Ketiga kultivator itu dan para kultivator lain di dekat mereka terlihat berbaring di tanah dengan napas yang terengah-engah. Mereka rupanya sedang berusaha mengumpulkan tenaga setelah selesai muntah-muntal.
Sungguh, bau yang entah dari mana itu telah membuat air mata Yan Tianhen keluar dan sampai membuat hidungnya juga ikut mengeluarkan air. Itu adalah bau yang tidak akan pernah Yan Tianhen lupakan seumur hidupnya.
Kupu-kupu bersayap merah yang nampak menghisap darah para mayat kultivator mulai satu per--satu terbang sebelum akhirnya menghilang pada ketinggian tertentu.
Xiao Shuxiang yang keberadaannya ada di lokasi yang jauh mulai membuka mata secara perlahan. Dari penglihatan kupu-kupu miliknya, dia bisa tahu bahwa efek dari pil baunya mampu mematahkan ilusi dan mengembalikan kesadaran serta menyembuhkan luka para kultivator.
"Biar kucoba memulihkan kondisi Tetua Wang dan murid itu," Xiao Shuxiang baru saja akan bangun saat dia teringat akan sesuatu.
Xiao Shuxiang mengedarkan pandangan dan matanya tertuju pada seorang murid berpakaian hitam. Dia pun berkata, "Kau. Berikan jubah luarmu padaku,"
?!
Murid laki-laki yang ditatap Xiao Shuxiang nampak tersentak, begitu pun dengan para murid yang lain. Mereka berkedip dan menatap pemuda yang menjadi wakil Tetua Besar Sekte Lautan Awan tersebut. Lan Guan Zhi sendiri juga ikut menatap teman baiknya.
"Tu-Tuan Muda Xiao...? Apa maksudmu?" murid laki-laki itu jelas saja penasaran.
"Kau tidak mengerti? Aku bilang, buka jubahmu. Aku ini tidak bawa pakaian ganti," Xiao Shuxiang memang berkata jujur. Dia lupa memasukkan pakaian miliknya ke dalam Cincin Spasial dan dia yakin bahwa seragam putihnya sekarang begitu kotor pada bagian punggung.
"Kenapa tidak lakukan? Ayo cepat," Xiao Shuxiang mendesak. Dia tahu benar bahwa saat ini darah pada lukanya telah mengotori pakaiannya dan itu akan dilihat oleh para murid ini jika dia sampai bangun. Dia memang harus menutupinya dengan jubah lain yang berwarna lebih gelap.
"Ah, ba-baiklah..." suara murid laki-laki itu terdengar gugup, tetapi dia pun mulai membuka jubah luarnya.
"..............." Lan Guan Zhi memperhatikan ketika murid itu memberikan jubah hitam miliknya pada Xiao Shuxiang. Dia sama sekali tidak mengerti mengapa teman baiknya bertindak demikian, hanya saja perasaannya agak sedikit kurang nyaman melihat pemandangan seperti ini meski itu tidak nampak pada raut wajahnya.
Pembawaan Lan Guan Zhi memang sangat tenang, tapi jika diperhatikan dengan sangat teliti----tatapan mata pemuda berpita dahi itu sedikit berbeda. Lan Guan Zhi bahkan memegang kuat pedangnya.
Xiao Shuxiang sendiri memakai jubah yang diberikan salah satu peserta aliansi dan mulai bangun dari tempat duduknya. Dia mendekati Tetua Wang Jing Li dan mulai mengeluarkan sebuah pil bau miliknya.
Tidak ada waktu bagi Xiao Shuxiang untuk memeriksa kondisi Tetua Wang Jing Li. Lagipula, dia sangat yakin pada efek dari pil buatannya.
__ADS_1
"Apa kau mencium sesuatu?"
"Mn, aku mencium bau yang menyengat."
"Bau apa ini..?"
Beberapa murid melambai-lambaikan tangan di depan hidung mereka. Ada yang merasa bahwa sumber bau itu datang dari pil di tangan Xiao Shuxiang, namun tidak sedikit juga yang ragu sebab yakin pil tersebut mana mungkin bisa mengeluarkan bau yang begitu buruknya.
"Ini ..... Seperti bau dari lalat pelangi." salah seorang kultivator mengenali aroma yang dia cium.
"Benar. Aku sempat bertanya-tanya tadi dan ternyata memang ini bau dari lalat pelangi. Tapi sungguh, ini bau yang begitu mengerikan."
Xiao Shuxiang mendengarnya dan lantas menoleh, dia mendengus pelan. "Jadi kalian juga tahu tentang serangga itu?"
?!
"Tuan Muda Xiao, jangan bilang bahwa---" seorang murid perempuan terperangah ketika melihat senyuman aneh dari Xiao Shuxiang. Kultivator lainnya pun terlihat menahan napas.
Salah satu kultivator berekspresi pucat, suaranya gugup ketika berkata. "A-apa pil itu terbuat dari lalat pelangi?!"
Xiao Shuxiang tidak menjawab, tetapi tersenyum sebagai balasan. Dia pun mulai memasukkan pil buatannya ke mulut Tetua Wang Jing Lin dan membuat para peserta aliansi terkejut bukan main.
Xiao Shuxiang juga memberikan pil yang sama pada Taiyang Hao. Pil itu langsung lebur ketika menyentuh lidah, aroma dan rasanya amat sangat menyiksa. Dia yakin bahwa Taiyang Hao dan Tetua Wang Jing Li akan sadar dengan penuh keriuhan sebentar lagi.
Lan Guan Zhi sendiri tersentak ketika beberapa murid di sampingnya mual-mual sambil memegang perut mereka. Dia berkedip dan bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi pada belasan murid ini.
Xiao Shuxiang melihat sedikit perubahan pada tatapan mata teman baiknya. Dia pun menghampiri temannya itu mulai dan berdiri di sampingnya.
Lan Guan Zhi bersuara pelan, "Apa yang kau lakukan pada mereka?"
Xiao Shuxiang mengerutkan kening, "Kau ini .... Aku tidak melakukan apa-apa,"
"Shuxiang,"
"Lan Zhi, aku hanya memberi pil pada Tetua Wang dan Taiyang Hao. Kau sendiri bahkan melihatnya," Xiao Shuxiang tidak mau disalahkan atas apa yang menimpa para murid ini.
Lan Guan Zhi mengembuskan napas dan menggeleng pelan, dia menatap teman baiknya dan berkata. "Kau harusnya mencoba cara lain. Tidak seperti ini,"
"Lan Zhi, itu tidak mungkin. Efek pil bau milikku jauh lebih mujarab dalam kondisi ini bila dibandingkan yang lain. Bahkan aku sendiri tidak bisa berlama-lama menghirupnya, ini sungguh sangat manjur."
"Tapi kenapa kau membuat mereka berdua menelannya?" Lan Guan Zhi meski berekspresi tenang meski tatapan matanya mengandung kecemasan.
"Itu pil yang bisa menyembuhkan, jadi sama sekali tidak masalah jika sampai tertelan." Xiao Shuxiang memperhatikan para murid yang raut wajahnya sangat pucat. Dia baru akan meledek mereka semua saat Mo Huai perlahan mulai bangun.
Suasana di sekitar Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi sekarang memang terlihat aman tanpa gangguan musuh, namun itu sebenarnya merupakan titik awal dari suatu kejadian besar.
Bukan hanya Xiao Shuxiang dan Tetua Wang Jing Li yang memasuki Portal Cahaya untuk sampai di Ngarai Xiling, tetapi juga para tetua dari sekte yang lain. Hanya saja para tetua itu sedang menghadapi kesulitannya masing-masing dan butuh bantuan.
Di luar portal sendiri, tepatnya di mana Ling Qing Zhu berada sekarang terlihat penuh dengan nuansa ketegangan. Dia dan para tetua yang tinggal nampak tidak nyaman mendengar suara teriakan dari layar giok yang tidak lagi menampilkan gambar di hadapan mereka.
Zhi Shu yang duduk di kursi penonton pun ikut gelisah seperti pada kultivator yang lain. Belum sempat mereka mengambil napas, sesuatu tiba-tiba saja terjadi pada Portal Cahaya yang mereka lihat.
!!!
__ADS_1
******